
Sesampai nya di kantor, Arjuna heran karna sekertaris barunya, ternyata wanita, ia pun memanggil Leo.
"Leo aku menyuruh mu mencari sekertaris untuk ku seorang pria, kenapa kau pilihkan wanita?" tanya Arjuna dengan sedikit kesal.
"Maaf Pak bos, dia itu Rasti sepupu ku, dari pada orang lain yang menjadi sekertaris mu, lebih baik ku berikan kepada si Rasti saja," tutur nya dengan santai.
"Ada tindakan nepotisme rupanya di sini," cetus Arjuna, dan Leo hanya nyengir kuda.
Sebenarnya Arjuna tak suka punya sekertaris wanita, tapi karna sudah terlanjur, dengan terpaksa ia pun menerimanya, Arjuna memang bukan type lelaki ganjen yang suka di dekati wanita cantik dan seksi, ia malah merasa risih jika melihat wanita yang terlalu mengumbar aurat nya.
"Oh ya Leo, setelah pulang kerja nanti kau hampiri Rangga, aku ingin bicara padanya tentang Sakina," Arjuna.
"Ok Bos, laksanakan perintah"
Sementara di rumah Rangga, Aira terus menangis meminta susu, Lily pun kebingungan, karna ia sudah tak mempunyai uang lagi, kini di dompetnya hanya tersisa lima ribu perak, sangat tidak cukup untuk membeli susu nya yang berharga ratusan ribu, belum lagi di rumahnya, sudah tak ada apa pun untuk di makan Aira, Lily akhirnya membeli sebungkus mie instans dan susu kental manis sachet, sebagai pengganti susunya.
Setelah lelah menangis seharian, akhirnya Aira tertidur sendiri, Lily merasa sedih dan bersalah, karna ambisi dan obsesinya, Anak cucu nya menderita, begitu pun dirinya.
Semua ini tak akan terjadi, jika saja ia tak menghina Sakina.
Siang ini mereka terbebas dari rasa lapar, karna memakan mie instan, lalu bagaimana nanti sore, Lily pun harus memikir akan cara bagaimana agar ia mendapat uang untuk makan mereka nanti sore.
Lily mendatangi para tetangga nya, menanyakan pekerjaan yang bisa ia lakukan dengan mengharap upahnya bisa di belikan makanan untuk ia dan cucunya.
Setelah mendatangi rumah para tetangga, Lily pun mendapat kerjaan mencuci pakaian, meski sudah berusia lanjut dan tenaga nya pun melemah, namun Lily tetap memaksa kan dirinya untuk mencuci pakaian, semua demi sesuap nasi yang akan ia makan bersama cucunya.
Setelah kerjaanya selesai, Lily hanya di beri upah sepuluh ribu dari hasil kerja nya itu.
Cukuplah untuk beli nasi bungkus untuk sore ini, besok bagaimana caranya aku bisa mencari nafkah untuk ku dan Cucu ku, batinya.
Sore harinya,
Leo menjambangi rumah Rangga, dan bertemu dengan Lily yang sedang menggendong Aira yang menangis minta susu.
"Bu, kok Aira nangis?" tanya Leo.
"Aira mau minum susu, tapi ibu ngak punya uang untuk membeli susu," jawabnya bersedih.
"Oh nanti biar Om yang belikan susu Aira ya sayang," tuturnya, ia pun menggendong Aira.
Seperti mengerti perkataan Leo, Aira pun diam sejenak.
Leo sangat mengerti ekonomi Rangga saat ini, apalagi susu Aira termasuk mahal belum lagi Diapernya.
"Bu Rangga mana?" tanya Leo.
__ADS_1
Si Lily langsung menangis, "Rangga di tangkap polisi Leo, karna kasus penganiayan," jawab nya sedih, ia pun menangis.
"Apa Bu? tapi Rangga memukul siapa?" tanya Leo.
"Ibu, juga ngak tahu, katanya Pria tersebut berani menyentuh Sakina di hadapanya," jawabnya.
Leo semakin kaget mendengar nya, tapi ia tahu siapa yang di maksud oleh ibunya Rangga.
"Bu, apa boleh Leo membawa Aira sebentar menemui Sakina, siapa tahu Sakina bisa ingat sesuatu karna melihat Aira."
"Meski Sakina bukan lah ibu kandung nya, tapi sejak kecil Aira sudah dekat dengan Sakina Bu," papar Rangga.
"Boleh saja Leo, mungkin dengan kehadiran Aira di sana, ingatan Sakina kembali pulih."
"Terima kasih Bu, setelah mengantar Aira Leo akan membesuk Rangga."
"Akan Leo pikirkan cara untuk membebaskan Rangga, Leo akan minta tolong pada Arjuna, untuk mengurus kasus Rangga."
"Arjuna, Apa mungkin Arjuna mau membebaskan Rangga?" tanya Lily ragu.
"Bu, saya yakin Arjuna pasti akan berusaha membebaskan Rangga, karna saya sangat hapal sifat Arjuna, sebenarya ia orang yang sangat baik, hanya saja jika menyangkut orang-orang yang ia sayangi maka sikaf akan menjadi agresif."
"Ia Leo, Ibu minta tolong bebaskan Rangga Leo, kasihan Aira, setelah jauh dari Sakina, kini ia juga harus jauh dari Ayahnya."
"Leo pamit dulu Bu bawa Aira." Leo pun mengeluarkan dompetnya, dan di sana ada beberapa lembar pecahan uang seratus ribu ia pun memberi uang tersebut kepada Lily.
"Bu, nih buat keperluan Ibu sehari-hari, nanti susu Aira biar Leo yang membeli nya, Ibu juga ngak usah khawatir dengan Aira, Aira akan aman di sana, keluarga Radja Prawira sangat baik semua Bu, Aira pasti akan di terima baik di sana," papar Leo.
"Arjuna juga sudah menyiapkan baby sister khusus untuk Aira di sana, jadi Aira lebih terjamin, semoga dengan kehadiran Aira di samping Sakina, ingatan Sakina segera pulih Bu," ungkap Leo.
"Iya Leo, terima kasih atas perhatian kamu terhadap Kami," ucap Lily dengan nada sedih.
"Sama-sama Bu, saya dan Rangga sudah berteman sejak lama, kita sudah seperti saudara, Ibu juga sudah saya anggap seperti ibu sendiri, jadi jangan pernah sungkan," tambahnya lagi, Leo pun permisi.
Leo menggendong Aira yang sedari tadi menangis minta susu, "Aira jangan nangis lagi ayo kita beli susu sama kue untuk Aira, ya," kata Leo membujuk Aira, dan sepertinya Aira mengerti.
Leo membawa Aira ke supermarket, ia menyuruh Aira memilih makanan ringgan apa saja yang ia mau.
Leo membeli sepotong roti dan di suapkan pada Aira, terlihat sekali Aira sangat lapar saat itu, Leo pun mencium pipi Aira hingga meneteskan air mata, sungguh malang nasib Aira, saat lahir ke dunia, ia sudah di tinggal ibunya untuk selamanya, dan baru saja mengecap kasih sayang seorang ibu,mereka harus berpisah dan kini, ayahnya sebagai pencari nafkah, harus merasakan dinginnya tembok penjara, yang paling menderita adalah Aira, ia terlihat sangat tak terurus, mengenang semua itu, Leo pun membelai rambut Aira dengan penuh kasih sayang, ia menciumnya sambil meneteskan air mata, melihat anak yang tak berdosa itu.
Mereka pun sampai di rumah, semua sudah siap menyambut kedatangan Leo, tapi mereka semua heran, karna Leo hanya membawa Aira, dan tak ada Rangga yang menyertainya.
Leo menggendong Aira, dan membawanya masuk.
"Leo mana Rangga?" tanya Evelyn.
__ADS_1
"Rangga di penjara karna kasus pemukukan terhadap Arief," papar Leo.
"Memukul Arief?" tanya Arjuna.
"Ia, Kata Ibunya Rangga, Rangga memukul Arief, karna Arief berani menyentuh Sakina di hadapanya, saat pesta pernikahan mu." Leo menjelaskan.
"Menyentuh Sakina, kurang ajar si Arief, beraninya dia mengganggu adiku," Arjuna merasa geram.
"Leo kau hubungi pengacara ku, suruh dia mengurus Rangga, bebaskan Rangga secepatnya, beri saja jaminan sebesar apapun itu."
"Biar aku mengurus Arief, " tambah nya.
Arjuna menggendong Aira," Sini sama Om, kita lihat keadaan bunda Aira ya."Arjuna bicara pada Aira, terlihat sekali ia menyukai Aira, Arjuna memang penyayang, siapa pun yang sudah menjadi keluarganya akan ia sayangi dan lindungi, seperti Evelyn, meski orang tua Evelyn adalah pembunuh orang tuanya, sedikit pun ia tak dendam pada Evelyn, malahan ia menyayanginya seperti saudara.
Arjuna menggendong Aira dan di samping nya dengan setia sang istri mengiringi setiap langkahnya menaiki anak tangga.
"Bi, melihat Aira, Nissa jadi pingin cepat punya anak." cetusnya.
"Sabar nanti malam kita buat lagi aja," canda Arjuna menggoda Nissa.
Nissa pun tersenyum malu-malu kucing, wajahnya pun merona.
Sesampainya di kamar Sakina, Aira langsung menangis memanggil Sakina.
"Unda, unda," tangisnya menunjuk sakina, terlihat sekali ia merindukan ibundanya.
Arjuna pun melepaskan Aira dari gendongan, Aira langsung berlari kecil menuju Sakina.
"unda," sapanya, langsung memanjat tubuh Sakina minta di peluk.
Melihat Aira di hadapan nya, Sakina menunjukan reaksi nya, ia pun memeluk Aira dan menciumnya, "Aira anak Bunda, Bunda kangen," tuturnya lirih, Sakina langsung meneteskan air matanya.
Arjuna dan Nissa juga ikut terharu, ternyata Sakina rindu dengan anak sambungnya yang sudah ia sayangi seperti anak sendiri, kehilangan Aira membuatnya kehilangan semangat hidup, Sakina haru dan mencium Aira berkali-kali, memory nya pun seperti kembali lagi.
Ia melihat Arjuna dan memanggil nya.
"Kak Juna, terima kasih karna membawa Aira kepada Sakina," ucapnya bahagia.
Arjuna dan Nissa mendekati mereka," Ia Dek, Kak Juna janji tak kan memisah kan kamu dan keluarga mu lagi," tutur nya sambil memeluk dan mencium Sakina.
Please like, komen dan vote, mampir juga di novel terbaru author, dengan cerita yang lebih menarik, kisah gadis multi talenta yang mengalami kebutaan saat kecelakaan, rasa putus asa nya membuatnya mengabdi di panti rehabilitasi untuk anak cacat, namun disana iya bertemu dengan cinta sejatinya, namun cinta itu terhalang restu dari keluarga, karna perbedaan status sosial.
Dengan judul Mencintai mu dalam gelap
__ADS_1