
Arie berusaha mengejar Riki untuk menjelaskan semua, sementara Tiara sudah menangis karna kehilangan kesempatan untuk menjelas kan semua nya kepada suaminya.
Tanpa berpikir panjang lagi, Riki yang dengan emosi langsung menelpon pengacara nya.
"Halo Pak Leo, Saya meminta tolong untuk mendaftar kan perceraian saya kembali," ucap Riki di telpon.
"Tapi kenapa Pak, Kemaren sudah mediasi tapi Bapak batal kan?" tanya nya ragu.
"Kali ini ngak akan batal Pak, kalau perlu jangan ada mediasi karna saya sudah punya bukti dan alasan untuk menceraikan istri saya, "dengan tegas Riki menyatakan nya.
"Baik Pak," tutup nya.
Riki semakin geram, dan pun langsung menuju kantor nya.
Sudah dua hari Riki tak datang ke kantor nya, ketika dia tiba, sudah ada Alena di sana.
"Ngapain lagi kamu kesini?" tanya Riki.
"Aku kesini cuma mau kasi bukti tentang istri kamu dan mamtan pacar nya," jawab Alena.
"Kemarin aku mencari kamu di rumah, karna kamu ngak berada di kantor, tapi ternya aku melihat sendiri perbuatan mesum istri mu, dan aku berhasil mengambil gambar nya, aku tak menyangka ternyata istri kamu lebih mencintai mantan pacar nya," ucap Alena sambil menunjukan foto Arie yang sedang membaring kan Tiara.
Riki semakin menanas iya mengenggam kuat tangan nya.
Alena tersenyum puas karna bisa memancing amarah Riki.
"Aku sudah bilang kan, istri kamu itu bidadari berhati iblis, tega nya dia mendua kan cinta mu, padahal kurang apa sih kamu Riki?, kaya, ganteng ,keren kamu bisa mendapat wanita lebih baik dari pada dia," tambah Alena, semakin memanasi Riki.
"Lebih baik kamu pergi Alena jangan pernah mencampuri urusan rumah tangga ku! "bentak Riki.
"Riki kita itu teman, bukan nya sudah dari dulu aku mengingat kan kamu tentang perempuan itu, dia sengaja menjebak kamu di hotel agar bisa mendapat lelaki kaya seperti kamu, Perempuan itu berbisa, iya membuat kamu mabuk kepayang setelah itu, dengan mudah dia nenghempaskan mu, sayang sekali, jika lelaki seperti mu harus bersedih karna wanita seperti dia, tak seharus nya kamu membuang waktu mu untuk memikir kan nya.".
Alena diam sebentar untuk melihat reaksi Riki," Kali ini, kamu kembali bisa aku taklukan Riki," batin nya.
__ADS_1
Ternyata Alena lah telah menghasut Riki untuk menjauhi Tiara sejak pertama mereka menikah, kini Alena kembali melakukan hal yang sama dan dengan bodoh nya Riki bisa terpancing.
"Riki, aku punya banyak teman wanita cantik-cantik lagi, jika kau butuh, bisa ku hubungi mereka untuk menghibur mu."
"Dan kita bisa senang-senang lagi, sudalah hidup hanya sekali kita nikmati saja," bujuk nya.
"Terima kasih Alena, tapi dengan tidak menggangu hidup ku lagi, itu sudah cukup membuat ku terhibur," tutur nya tegas sambil menatap mata Alena.
Alena kesal tapi iya tak ingin memaksa, "Akan ku pikir kan cara selanjut nya untuk mendapat kan mu kembali," batinya. Alena pun langsung pergi dari tempat itu.
Riki menghempas kan badan nya di atas kursi, sejujur nya iya tak terlalu percaya jika Tiara adalah wanita seperti yang di cerita kan Alena.
Bagaimana pun Tiara pernah memberi kenangan yang terindah dalam hidup nya, jadi iya tak ingin menghakimi Tiara.
Rasa rindu kadang singgah mengelitik di kalbu nya, namun tetap saja Riki pada sikaf angkuh nya.
Arie membawa sebungkus nasi yang di beli nya di warteg, maklum saja penghasilan nya memang tidak menentu, apa lagi sudah tiga hari iya tak fokus bekerja karna bolak-balik mengurusi Tiara dan juga Anak nya.
Arie langsung membuka pintu rumah Tiara, karna memang iya memegang kunci nya.Iya mengambil piring dan menyalin nasi tersebut ke atas piring.
Arie menetes kan air mata nya, takkala melihat penderitaan Tiara. Tiara yang sedang hamil dan mengidam, kini harus di tinggal oleh suami nya sendiri.
Arie menegang jari Tiara dan terasa lemah sekali, iya pun mencari denyut nadi Tiara tapi hampir tak terasa.
Arie pun membangun kan nya."Tiara," sapa Arie lembut.
Tiara mencoba membuka mata nya tapi terasa berat, iya sadar Arie ada di sana dan memanggil nya.
Tiara pun memegang tangan Arie."Tiara bangun lah" pinta Arie sambil membelai rambut di kening Tiara.
"Aku ngak mau bangun Rie," ucap nya lirih.
"Tapi kenapa, Tiara? " tanya Arie lirih iya pun kembali menetes kan air nata nya.
__ADS_1
"Mas, Riki juga ngak peduli pada ku Rie, aku tak ingin hidup lagi," ucap Tiara semakin lirih.
"Tapi aku peduli pada mu, Tiara."
"lihat lah aku disini,Tiara. Aku ada karna aku begitu peduli pada mu," ucap Arie sambil menanggis.
"Kenapa harus kamu Rie?" tanya Tiara dengan suara parau karna menahan tangis nya, iya pun membuka mata nya.
"Tiara menatap mata Arie, Kenapa harus kamu Rie, kenapa bukan Mas Riki," ucap nya kini air mata nya pun berlinang.
"Kemana Mas Riki Rie?, saat aku sedang menderita karna mengandung anak nya, kemana janji nya?, yang tak kan meninggal kan ku sendiran. Aku begitu terluka Rie, saat aku begitu membutuh kan nya, iya malah pergi Rie, biar kan saja aku mati Rie, nyatanya aku memang tak berarti untuk nya," kata-kata Tiara begitu tegas meski terdengar lirih.
Air mata Tiara masih menggenang, pandangan nya jauh tertuju kedepan.
"Tiara bangkit lah Tiara, ada aku di sini selalu untuk mu, kau sangat berarti bagi ku Tiara, setidak nya kau pikir kan janin yang ada di rahim mu, jangan hukum dia Tiara, bukan kah kau sangat menginginkan nya?" tanya Arie sambil menangis.
"Aku memang menginginkan nya Rie, tapi itu saat aku bersama Mas Riki, sekarang aku bahkan tak mengingin kan hidup ku lagi Rie." tutur Tiara dengan sedih.
Arie yang terbawa emosi langsung meneluk Tiara," Jika begitu, lakukan lah untuk aku Tiara, aku selalu mencintai mu, dan menyayangi mu, tapi aku tak meminta mu membalas nya, aku hanya minta kau bertahan, agar aku selalu biss melihat mu, bagi ku tak mengapa aku tak nemiliki mu, aku hanya ingin terus bisa melihat mu sampai akhir hidup ku, aku hanya ingin kau bahagia, lakukan saja itu demi aku,"tutur Arie sambil menangis memeluk Tiara.
Tiara terharu mendengar penuturan Arie, iya pun memeluk erat Arie.
"Iya Rie, kau sudah banyak berkorban untuk, akan ku lakukan untuk mu Rie, jika saja kau tak ada di samping ku kini, mungkin aku tak kan sekuat ini."
Arie melepas kan pelukan nya, iya lalu mengambil piring nasi dan menyuap kan nya pada Tiara.
"Makan lah Tiara, kata Arie sambil menyuap Tiara.Tiara pun memakan nya.
Tiara mengambil sendok dari tangan Arie, iya pun menyuap kan nya pada Arie, tapi karna tangan nya gemetaran, nasi tersebut tumpah sebelum menyentuh mulut Arie. Arie memegang tangan Tiara dan mengarah kan kembali ke mulut nya, agar Tiara bisa menyuapi nya. setelah itu mereka pun saling melempar senyum dan tertawa.
Mereka pun bergantian saling menyuap, sampai habis, Tiara begitu berkeringat karna baru kali ini iya makan banyak.
Arie menyapu keringat di wajah Tiara, dan Tiara pun meraih tangan Arie sambil mencium nya.
__ADS_1
"Terima kasih Rie," ucap Tiara sambil tersenyum menatap mata Arie. Arie pun membalasnya mencium tangan Tiara dan menatap nya.
Mereka pun saling melempar senyum kemudian tertunduk malu.