
Suasana bahagia sangat terasa di keluarga Radja Prwaira, sejak kelahiran cicit pertama di keluarga itu.
Semua berebut ingin menggendong anak dari Evelyn dan Raka, terutama Sakina dan Khairunissa.
Nissa berharap, ia bisa segera hamil dan melahirkan keturunan Radja Prawira selanjutnya.
Begitu pun Sakina, jauh dalam hati kecil nya, ia berharap suatu saat nanti, ia bisa mengandung dan melahirkan buah cintanya bersama Rangga.
Seleruh keluarga sudah berkumpul di rumah sakit itu, menungu Kakak tertua untuk memberi nama pada bayi laki-laki yang imut dan menggemaskan itu.
Eka Satria Radja Prawira, nama dari putra Raka dan Evelyn, dan nama itu pemberian dari Arjuna, Iya berharap kelak sang bayi dapat menjadi pelindung bagi keluarga besarnya, sama seperti apa yang telah ia lakukan selama ini, menjadi yang pertama memiliki tanggung jawab yang besar, seperti dirinya, saat usia tujuh belas tahun ia mampu menjaga dan melindungi Raka, yang kala itu sakit-sakitan.
Menjadi yang pertama harus selalu siap menjadi tameng bagi adik-adiknya kelak, setidak nya itu lah yang di harap kan Arjuna, dari pemberian nama tersebut.
Setelah puas mengendong Eka secara bergantian, mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
Evelyn merasa bahagia atas kelahiran putra pertama mereka, ia pun tak henti-henti nya mencium bayi munggilnya itu.
Tapi tidak dengan Raka, Raka terlihat gusar, melihat gelagat suaminya, Evelyn pun menanyakan kepada Raka.
"Sayang kamu kenapa sih? sepertinya kamu ngak bahagia dengan kelahiran anak kita ?"
"Bukan begitu sayang, aku takut anak kita akan mewarisi penyakit seperti ku, "jawab Raka.
"Karna penyakit seperti itu akan di turunkan secara genetik," ucapnya dengan nada yang sedih.
"Sayang kita tak perlu menghawatir hal yang belum tentu terjadi, aku percaya akan adanya keajaiban."
"Kamu benar sayang, jika Tuhan menitipkan kan nya pada kita, pasti karna kita bisa mengurusnya dengan baik, seperti apa pun nantinya, jika kita tetap bersama kita pasti bisa menghadapinya."
"Terima kasih sayang, karna kau telah menerima ku apa ada nya, awalnya aku sudah merasa putus asa dengan penyakit yang ku derita, aku merasa tak ada wanita yang mau menikahi ku, tapi kau, kau berbeda, harus nya kau bisa memilih pria yang lebih baik dari aku, bahkan kau tetap setia, meski saat aku meragukan mu, terima kasih sayang, karna kau, aku merasakan kebahagian ini, kebahagian menjadi seorang suami, dan kebahagian menjadi seorang Ayah, terima kasih ya sayang," ia pun mengecum lekat kening Evelyn.
"Sama-sama sayang, aku juga merasa bahagia, karna aku di terima dengan baik di keluarga mu, meski orang tua ku telah mencelakai orang tuamu, tapi kalian semua tetap percaya dan menyayangi ku," ucap Evelyn, ia pun mencium punggung tangan suami nya.
Keesokan harinya,
Nissa terbangun dari tidur nya dan merasa hendak muntah, ia pun langsung berlari di kamar mandi dan memuntah kan semua isi perutnya.
Seketika tubuh nya terasa lemas, dan ia pun kembali berbaring, dan kembali tidur.
Waktu masih menuju pukul 4 pagi, Arjuna sudah sadar, karna sudah terbiasa menunai kan sholat subuh, ia pun terbangun dengan sendirinya.
Arjuna membuka mata, dan memiringkan tubuhnya, ia pun memeluk tubuh yang ada di samping nya.
Arjuna mencium bibir Nissa untuk membuat nya terjaga.
"Sayang bangun," ucapnya sambil mencium bibir istrinya kembali.
__ADS_1
Nissa pun terbangun, namun ia kembali merasa mual dan berasa hendak muntah, Nissa langsung berlari kekamar mandi dan kembali muntah.
Melihat istrinya seperti itu, Arjuna pun mengikutinya.
Nissa kembali muntah, dan seketika tubuh nya lemas, dan ia pun terkulai di samping suami nya.
"Nissa kamu kenapa ?" tanya Arjuna panik.
"Ngak kok Bi, Nissa sudah beberapa kali muntah," mungkin masuk angin.
"Ya sudah Abi pijitin ya, Abi kasi minyak kayu putih di punggung Nissa."
"Ia Bi, setelah sholat subuh nanti Nissa mau istirahat kembali."
Setelah menunaikan sholat subuh berjamaah, Arjuna menyapukan minyak kayu putih ke punggung istrinya, setalah itu, ia mengusap kepala Nissa, hingga Nissa tertidur kembali.
Pukul setengah delapan Arjuna sudah siap untuk bekerja, ia pun membangunkan istrinya untuk pamit.
"Nissa, Abi mau berangkat kerja, Nissa hati-hati di rumah ya, jika ada apa-apa kamu hubungi Abi ya," Arjuna pun mencium kening istrinya.
"Ia Abi, Nissa ngak apa-apa mungkin hanya masuk angin biasa," tuturnya.
Setelah kepergian Arjuna, Nissa langsung melakukan tes urin dengan tes pack.
Sesampainya di kantor, Arjuna di sambut oleh Rasti dengan pakaian seksinya, ia menunggu Arjuna datang.
Rasti pun menghampiri untuk memberi dokumen dan berkas penting yang harus di pelajari, dan di tanda tangani oleh Arjuna.
Rasti duduk di hadapan Arjuna, dengan berpakain bagian dada nya sedikit terbuka, terlihat sekali ia ingin menggoda Arjuna.
Melihat gelagat Rasti, Arjuna pun langsung mengambil tindakan.
"Rasti kamu kembali keruangan kamu, dan tinggalkan saja berkas nya di sini," tutur nya tegas tanpa melihat kearah Rasti sedikit pun.
Rasti yang kecewa pun terpaksa keluar dengan hati yang kecewa.
Sudah berdandan dengan cantik begini, jangan kan di liat, di lirik juga ngak, dasar bos sombong, batin nya.
Arjuna memanggil Leo untuk menghadapnya, dan tak lama kemudian, Leo pun datang.
"Ada ada Pak bos, memangil saya?" tanya Leo.
"Leo, kamu mutasi Rasti, berikan ia tugas lain yang tak berhubungan langsung dengan ku." ucapnya tegas.
"Baik Pak." Meski di luar kantor Leo sering berbuat jahil pada Arjuna, tapi jika di kantor ia tak berani bertanya, apalagi menentang perintah yang di berikan oleh Arjuna.
Arjuna sangat tidak suka atas sikaf Rasti, ia tak ingin kejadian yang menimpa Papa nya terulang kembali, Arjuna tak ingin terjebak, maupun di jebak dalam skandal cinta.
__ADS_1
Ia tak ingin rumah tangga nya berakhir tragis, seperti yang di alami Papa nya, sejarah cukuplah menjadi pelajaran, tanpa harus ia ulang kesalahan itu.
Ia sudah bahagia dengan rumah tangga nya saat ini, dan tak akan memberi kesempatan sedikit pun untuk orang lain merusaknya.
Keputusan Arjuna itu membuat Rasti kecewa dan tersinggung, tapi apa daya, ia harus tetap menerima segala keputusan yang di ambil oleh bosnya, jika ia tak ingin kehilangan pekerjaan.
Rasa lelah menghantui Arjuna, ia pun memutus kan untuk pulang lebih cepat, rencananya, jika istrinya masih sakit, ia akan segera membawa Nissa pergi ke dokter.
Sesampainya di rumah, Arjuna malah di kejutkan dengan kepulangan Evelyn dan anaknya, rasa lelah yang mendera tubuhnya nya pun hilang, ketika melihat keluarga kecil sang adik.
Arjuna merasa bahagia, kini Raka sudah memiliki anak, ia sempat khawatir kepada Raka, karna sebelumnya Raka menderita penyakit yang parah.
Meski harus mengorbakan satu ginjalnya, namun pengorbanan itu tidak sia-sia, kini ia bisa melihat senyum selalu mengembang di wajah adik nya tercintau saat menimang buah hati mereka.
Tak mau mengusik kebahagian keluarga keluarga kecil itu, ia pun langsung naik ke lantai atas dan menemui istrinya.
Saat membuka pintu kamar, Arjuna langsung di sambut oleh senyum manis sang istri.
"Abi sudah pulang, tumben jam segini sudah pulang?" tanya Nissa, ia pun menghampiri suaminya dan mencium tanggan Arjuna.
"Abi khawatir sama kamu, jadi Abi memutuskan untuk pulang lebih awal."
"Ngak usah khawatir, Nissa ngak apa-apa kok, nih Nissa punya kejutan untuk Abi," ia pun memberi Arjuna amplok.
Arjuna membuka amplok itu dan binggung dengan isi amplok tersebut.
"Apa ini Nissa?" tanya nya heran melihat benda aneh yang ada di tanganya.
"Ini namanya tes pack Abi, dan garis dua ini, nenunjukan bahwa Nissa sekarang hamil," paparnya menjelaskan.
Arjuna senang bukan kepalang, "Kamu hamil sayang? " tanyanya meyakinkan.
"Ia Abi, sebentar lagi ada yang memanggil Nissa Ummi."
"Terima kasih Ya Allah, atas kebahagian yang melimpah ini, terima kasih sayang," ia pun mengecup kening istrinya dan memeluknya dengan rasa bahagia.
Mereka larut dalam rasa haru dan bahagia, Arjuna bersukur kini keluarganya mendapatkan kebahagian dan rezeki lagi.
****
mampir juga yuk di novel terbaru author, mengisahkan tentang gadis yang depresi hingga harus di rawat di rumah sakit jiwa akibat di jual oleh pamanya.
Sementara, dua playboy kampus paling tampan dan kaya bertaruhan dalam balapan mobil mewah mereka, barang siapa yang kalah, harus menikahi pasien rumah sakit jiwa, dan di sanalah mereka bertemu Aira.
Namun kehidupan mereka pun berubah, setelah kedua pria yaitu Aldi dan Romeo secara bersama dengan gadis tersebut.
Cerita seru dengan roman lucu dan haru, di jamin suka yuk mampir.
__ADS_1