Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Season 2 Episode 20


__ADS_3

Arjuna tersadar, ketika Raka menarik Sakina, dan merapikan pakaian Sakina yang telah dibuka olehnya.


"Sejauh itukah, aku tlah melakukanya, manusia seperti apa aku ini, aku hampir saja menodai adikku sendiri." Sesalnya.


"Apa kecemburuan tlah membutakan mata ku, aku begitu cemburu ketika Sakina di cumbu pria lain, aku tak rela kehilanganya lagi, aku ingin Sakina tetap ada bersamaku, aku ingin menyentuhnya setiap saat, tanpa ada batasan apapun, aku ingin Sakina yang kan menjadi teman tidur, dengan begitu aku bisa menciuminya setiap saat, aku ingin memeluknya dan memilikinya selamanya," Arjuna bicara pada dirinya sendiri.


Ahkkk


"Kenapa semua tak mungkin, kenapa ia harus terlahir menjadi adikku," Arjuna berjalan seperti orang gila, ia juga tak bisa membendung perasaanya, ia ingin lari kenyataan ini, lari, lari dan berlari sejauh mungkin.


Raka menelpon beberapa orang untuk mencari Arjuna, ia pun menyisir setiap jalan, disudut kota, hampir dua jam berlalu, ia juga tak menemukan jejak Kakaknya.


Telpon berdering membuyarkan lamunan Raka,


"Hallo, " sapa Raka.


"Hallo Pak Raka, kami sudah menemukan Arjuna, sekarang ia ada di jalan xx dan di depan sebuah Bar, kami menunggu anda di sana," salah seorang suruhan Raka.


"Baik, aku akan kesana," Setelah sampai, Raka di kagetkan dengan kerumunan orang yang ada di depan sebuah Bar, Raka langsung turun dari mobilnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Raka pada salah seorang diantara mereka yang berdiri.


"Ada orang yang minum di Bar dan memesan minuman paling mahal, tapi ternyata ia malah tak punya uang, akibatnya, ia di pukuli dan di usir secara paksa."


Raka semakin maju, mencoba menerobos kerumunan itu, dan betapa terkejutnya Raka, ketika melihat Arjuna sudah terkapar dengan luka di sekujur wajah dan tubuhnya.


Raka melihat orang suruhanya sedang berdebat dengan salah seorang.


"Ada apa ini?" tanya Raka.


"Ini Pak, mereka mengeroyok Arjuna karna tak membayar minuman yang ia pesan."


"Hay kamu siapa?"tanya seorang pria yang bertubuh kekar, sepertinya ia yang telah menghajar Arjuna .


"Aku Raka, adik dari orang yang kalian pukuli, apa kalian tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?" tanya Raka menantang.


"Ah kami tak perduli, kalau sudah miskin ngak punya duit, ngak usah datang kemari," ujar salah seorang dari mereka.


"Siapa pemilik Bar ini? " tanya Raka.


"Apa urusan mu? " tanya orang itu lagi.


"Karna aku yang akan membeli Bar ini," tegas Raka,

__ADS_1


"Panggil Bos!" seru salah seorang dari mereka,


" Biar kasi pelajaran orang yang sombong ini."


Sementara Raka langsung melihat Arjuna yang telah di papah dengan kedua orang suruhannya, dan menuju mobil.


"Hai janggan lari, kau bilang tadi mau membeli Bar ini, jangan sok kaya kawan," tuturnya kemudian mereka mentertawakan Raka.


Tak lama datang seorang laki-laki gagah yang terlihat berkelas.


"Ada apa?" tanya lelaki tersebut yang di duga sang pemilik Bar.


"Ini Bos, ada yang berlaga sok kaya, katanya ingin membeli Bar ini, Kakaknya saja, ngak mampu bayar minumanya, malah belaga, ingin membeli Bar ini, ngaca kamu, seberapa banyak sih uang yang kamu punya," semakin menyudutkan Raka.


Lelaki tersebut menatap sinis ke Raka.


"Berapa harga Bar ini?" tanya Raka


"Aku ingin membelinya, silahkan datang ke kantor ku besok, kita bicarakan besok," ujar Raka sambil memberi kartu namanya.


Melihat nama yang tertera di kartu nama tersebut, sang pemilik sedikit gusar, karna ia tahu, siapa Radja Prawira, pengusaha paling kaya, dan mempunyai relasi bisnis dan orang-orang yang berpengaruh di kota, bahkan di negri ini.


"Maaf Pak Raka, kami tidak tahu, bahwa orang tersebut adalah Arjuna Radja Prawira," ucapnya menunduk.


Arjuna pingsan, di mulutnya tercium bau alkohol yang sangat menyengat, Raka tak percaya, Arjuna bisa terpuruk seperti ini, dan memcari pelarian dengan alkohol.


Apa jadinya keluargaku, jika pondasinya saja sudah lapuk, Kak Juna apa yang membuat mu seperti ini, batin Raka.


Ia mengusap lembut darah yang mengalir di hidung dan tepi bibir Arjuna.


Raka memeluk Arjuna dengan sedih, cinta memang mampu merubah siapa saja, cinta telah merubah kakaku hanya dalam satu malam, tangis Raka pilu.


Melihat orang yang biasanya tegar, kuat, kokoh, kini seolah lumpuh karna kerapuhan hatinya.


Setelah sampai dirumah, Raka langsung menghubungi dokter keluarga mereka, untuk memeriksa Arjuna.


Setelah memeriksa Arjuna, Dokter Rama pun, hanya memberi salap untuk luka memar yang ada di sekujur tubuhnya.


"Bagaimana keadaan Kakak saya, Dok?" tanya Raka khawatir.


"Arjuna tak terlalu menghawatirkan, ia hanya butuh istirahat dan salap ini untuk mengobati luka memarnya," jawab Dokter.


"Saya harus pamit sekarang Pak Raka," ia pun permisi.

__ADS_1


Raka pun mengantar Dokter Rama, menuju pintu keluar, tapi sebelum melewati tangga, mereka berpapasan dengan Syntia.


"Raka, tolong Sakina, ia mengigau dan suhu tubuhnya menjadi panas, Sakina mengigil," Syntia tampak panik.


Raka dan Dokter Rama pun langsung masuk ke kamar Sakina, Raka meraba kening Sakina, dan kaget karna suhu tubuh Sakina panas sekali, wajah nya pun memerah.


"Dokter, tolong periksa adik saya Dokter," pinta Raka.


Sakina meracau entah apa yang bicarakanya, setelah tubuh nya panas, ia pun berkeringat dinggin.


"Sepertinya ada kejadian yang mengejutkannya, sehingga ia menjadi sock," papar Dokter Rama, ia pun memberi obat penurun panas untuk Sakina.


"Jika dalam tiga hari panasnya belum reda, sebaiknya, bawa saja kerumah sakit," ujar Dokter singkat.


Setelah mengantar Dokter Rama sampai ke muka pintu, Raka kembali untuk melihat Sakina, ia pun duduk di tepi tempat tidur.


Sambil mengelus Sakina, ia pun menitikan air matanya.


"Apa yang sebenarnya terjadi Raka?" tanya Syntia.


Raka menarik nafas panjangnya, ia begitu berat menceritakan semua nya, tapi jika tidak dengan Mamanya, pada siapa lagi ia harus mengadu.


"Kak Juna ternyata mencintai Sakina, Ma."


"Dan hampir saja melakukan inses, " jawab Raka.


"Apa itu inses Raka?" Syntia tak mengerti,


Raka tak sanggup mengatakan hal yang memalukan itu, ia kembali menghela nafas panjangnya.


"Inses itu berzina dengan saudara, atau siapa pun yang masih ada hubungam darah langsung, baik itu secara paksa, perkosaan atau pun atas dasar suka sama suka, baik Kakak, adik atau orang tua yang sedarah," ucap Raka lirih, ia kembali meneteskan air matanya, tak terkira bagi Raka, betapa hinanya perbuatan tersebut.


Syntia kaget bukan kepalang, ia juga menarik nafas panjang.


"Raka menyesal Ma, kejadian ini, tak kan terjadi, jika saja Raka, tidak merebut Evelyn dari Kak juna," sesal Raka.


"Andai saja Kak Juna yang menikah, paling tidak, ia bisa menghilangkan cintanya pada Sakina sedikit demi sedikit, dan mengalihkan pada Istrinya, ini semua salah Raka, Ma," tutur Raka sedih dalam penyesalanya.


"Kenapa kau ulangi kesalahan yang Mama lakukan Raka, Mama sudah menceritakan dan mengingatkan jauh-jauh hari,Mama tak ingin tragedi ini terulang kembali, tapi sekarang malah terulang kembali," keduanya pun terpuruk menyesali semuanya, tapi apa daya penyesalan selalu datang terlambat.


*************************************


Please ,like, rate dan coment nya biar author bisa semangat dan bisa lebih baik lagi

__ADS_1


__ADS_2