
Tiara berdandan di meja rias nya, iya terlihat begitu cantik. Syntia mengetuk pintu kamar nya dan iya pun masuk dan duduk di atas kasur sambil memperhatikan Tiara yang sibuk berdandan.
"Kamu mau kemana Tiara? bukanya suami kamu melarang kamu untuk pergi?" tanya Syntia kompilit.
"Ngak kemana-mana, di rumah aja," jawab nya.
"Ngak kemana-mana kok dandanan nya kaya mau ke pesta ?" tanya Syntia heran.
"Ya gini Syn, tantangan nya, kalau punya suami keren, kaya, masih muda lagi, kita harus selalu tampil cantik."
"Karna bukan tak munggkin banyak yang akan menggoda suami kita di luar sana, sekarang kan bukan hanya demam drakor, tapi juga demam pelakor, banyak wanita cantik dan muda yang rela merampas kebahagian wanita lainya, hanya demi hidup enak secara instan, mereka bahkan dengan bangga menjadi istri simpanan, Ya aku ngak mau aja suami seperti itu, sebisa mungkin aku akan menjaga nya, agar iya tak mudah tergoda," papar Tiara panjang.
Syntia kaget mendengar penuturan Tiara, dalam hati nya berkecambuk apa Tiara sudah tahu bahwa iya menyukai Riki, atau itu hanya ungkapan hati Tiara karna takut kehilangan suami nya.
"Maksud kamu Tiara ?
"Aduh masih ngak ngeh, kamu dengar sendiri kan tentang Alena yang masih menginginkan Mas Riki, meski Mas Riki sudah bilang kalau iya hanya mencintai ku, tapi bukan nya mundur Alena semakin agresif, dan aku takut akan ada Alena lain yang ingin merampas suami ku Syn, aku ngak bisa membayangkan jika suami ku meninggal kan ku hanya untuk wanita lain, aku pasti hancur Syn, tak terbayang bagaimana aku bisa menjalani hidup ku tanpa Mas Riki, bagaimana aku bisa tidur nyenyak tanpa pelukan dan ciuman dari nya. membayangkan nya aku tak sanggup apalagi harus jauh dari nya," ucap Tiara.
Syntia sedikit lega mendengar penuturan Tiara, ternyata Tiara tak mencurigai nya sedikit pun, biar lah rasa cinta nya pada Riki iya simpan dan tutup rapat, biarkah hanya dirinya dan tuhan yang tahu akan perasaan tersebut.
Iya juga sebenar nya tak tega jika harus merebut Riki dari Tiara, seperti nya Riki juga hanya mencintai Tiara, Riki hanya mengganggap nya sahabat.
Lagi-lagi cinta nya bertepuk sebelah tanggan, Iya juga merasa kecantikan nya tak sepadan dengan Tiara.
"Kamu kenapa Syn, kok diam aja biasa nya kan kamu yang suka nyerocos,"
"Ngak, aku memperhatikan kamu aja, kamu cantik banget Tiara, makanya banyak pria yang jatuh cinta dan mencintai kamu sepenuh hati, kamu selalu beruntung, kamu selalu merasakan cinta dari orang yang kamu cintai, dan banyak lelaki yang mengorban kan segalanya demi kamu Tiara, kamu memang mutiara indah, sama seperti nama kamu," tutur Syntia lirih.
Mendengar kata-kata Syntia Tiara sedikit tergugah iya pun menghampiri Syntia.
"Syn, kamu juga cantik, hanya saja kamu terlalu cuek dengan penampilan kamu, kamu terlalu tomboi, dan lelaki biasa nya ngak suka dengan cewek tomboi." ujar Tiara.
__ADS_1
Aku ingin seperti kamu, Ra, Arie begitu mencintai kamu, sejak dulu iya selalu setia pada kamu, dan sampai sekarang pun iya rela berkorban apa saja demi kamu, dan Mas Riki pria yang sempurna, yang juga sanggup kamu takluk kan, iya juga begitu mencintai kamu Tiara, terkadang aku iri melihat kamu bahagia, Ra."
"Aku juga ingin di cintai seseorang yang tulus seperti Arie mencintai kamu, atau seseorang yang romantis seperti cara Riki menggungkap kan rasa cinta nya pada mu, iya bahkan rela melakukan apa saja untuk mu Tiara."
"Kapan aku bisa merasakan cinta seperti itu Tiara?"
"Kapan kah cinta sejati itu datang dan hadir di hidup ku Tiara?"
"Aku juga ingin merasakan bagaimana dicintai seseorang yang kita cintai, selama ini cintaku hanya bertepuk sebelah tangan," papar Syntia.
Tiara terharu dengan kata-kata Syntia iya pun memeluk sahabat nya.
"Aku yakin suatu saat kamu pasti menemukan cinta sejati mu Syn, dan kamu juga akan merasakan kebahagiaan, sama seperti yang aku rasa kan."
Syntia pun melepaskan pelukan nya, "Tiara kau mau kan mengajariku berdandan," pinta Syntia.
"Tentu saja Syn, ayo kita mulai." Tiara membawa Syntia duduk di meja rias nya iya pun mempraktekan langsung pada wajah Syntia.
"Hampir selesai Syn, tinggal polesan terakhir," ucap Tiara.
"Kamu terusin Syn, biar aku yang membuka pintu untuk Mas Riki " Tiara pun berjalan menuju pintu dan membuka nya.
Kali ini Riki membawa bouqet mawar untuk Tiara, dengan senang hati Tiara menyambut nya. Syntia pun keluar dari kamar.
"Terima kasih Mas," ucap Tiara sambil mencium Riki dan Riki pun hendak memeluk nya tapi di cegah Tiara.
"Jangan di sini, ngak enak dengan Syntia," bisik Tiara.
"Kenapa ?"Riki pun melihat ke arah Syntia.
"Wow, rupanya ada dua bidadari di rumah ku ya," ucap Riki bercanda karna melihat Syntia berdandan dengan cantik.
__ADS_1
Riki mengandeng Tiara dan menggampiri Syntia,"Ini aku juga punya hadiah untuk kamu Syntia," ucap Riki kemudian iya menyerah kan sebuah tas kecil kepada Syntia.
Syntia pun senang dan langsung membuka nya, ternyata sebuah kalung Emas dengan ukiran nama nya.
Syntia melonjak kegirangan, iya sangat senang bukan karna hadiah tersebut, tapi karna yang memberi nya.
"Kok Syntia kalung, aku cuma bunga Mas," protes Tiara, iya pun cemberut.
"Ini baru Dp nya sayang, masih ada kejutan lain kok untuk kamu," tutur Riki.
Karna senang Tiara pun memekuk Riki, Riki pun melihat kearah Syntia," Kamu ngak mau meluk aku Syn ?" tanya Riki.
Tanpa ragu lagi Syntia pun memeluk Riki.
"Wow, serasa punya dua istri," cetus Riki bercanda. Tiara pun mencubit perut nya,
"Aw! sakit sayang, cuma bercanda, cuma kamu di hati aku selamanya," tutur nya lagi.
"Mas kata nya ada lagi kejutan untuk ku, mana?" tanya Tiara.
Riki pun mengambil sesuatu dalam dompet nya, Tiara sedikit heran tapi penasaran.
Dan Riki pun menunjukan beberapa lembar kertas kepada Tiara, Tiara pun meraih nya.
"Tiket ke bali !" seru Tiara.
"Iya, kita akan bulan madu di sana," jelas Riki.
Tiara pun senang dan memeluk Riki. "Besok kita berangkat sayang, sekarang kita persiapkan segalanya untuk keberangkatan besok, lanjut Riki.
"Tapi kok mendadak Mas?"
__ADS_1
"Karna aku ngak punya waktu setelah ini, kerjaan aku numpuk, aku sengaja menyempatkan diri, karna aku kasihan melihat kamu, aku pun selalu sibuk dengan kerjaan ku, sebenar nya sudah lama merencanakan nya, tapi selalu batal dan semoga saja kali ini ngak ada halangan lagi."
"Semoga saja Mas, dari dulu aku ingin ke bali."Tiara pun memeluk Riki dengan perasaan bahagia.