
Tiara gelisah mendengar penuturan Arjuna, jika memang Raka di sini, itu berati Mas Riki juga di sini, dan iya pasti akan mengambil Arjuna dari ku, batinnya.
Didalam surat perjanjian hak asuh anaku, setelah Arjuna berumur 17 tahun, maka iya boleh menentu kan sendiri, kemana iya akan tinggal.
Tiara yang melamun kemudian di kejutkan oleh Arie. "Bun kenapa sih Bun? dari tadi melamun saja,?"tanya Arie.
"Ngak Yah, tadi Arjuna nanya ke bunda, kenapa cuma nama dia yang ngak ada nama kamu yah, sementara sudah jelas sekali Aziz dan Sakina ada nama kamu di dalam nya," tutur Tiara.
"Bun, Ayah rasa sudah waktu nya Arjuna tahu, siapa Ayah kandung nya, lebih baik iya tahu dari kita, dari pada iya tahu dari orang lain," tutur Arie.
"Ngak Yah, Bunda belum siap, Bunda ngak ingin Arjuna pergi dari sisi kita Yah," ucap Tiara.
"Yah sebentar lagi Arjuna tujuh belas tahun, bagaimana jika Mas Riki datang dan membawa Arjuna, Yah, Bunda ngak akan sanggup untuk berpisah dari Arjuna, sebelum Mas Riki datang, kita pindah saja Yah dari kota ini," tutur Tiara dengan sedikt menangis.
"Bun, kamu jangan berpikir macam-macam, Mas Riki itu, Papa kandung nya, dan kita ngak boleh menutupi kenyataan itu, Bagaimana pun Mas Riki punya hak untuk menemui Arjuna ,dan Ayah yakin Arjuna ngak akan mau berpisah dari kita Bun, orang tua yang telah membesarkan nya dari kecil dengan limpahan kasih sayang," ujar Arie.
"Semoga saja Yah, Bunda hanya takut keluarga kita yang damai dan bahagia ini, harus terpisah-pisah," ujar Tiara menyatakan maksud nya.
Arjuna yang juga penasaran, iya pun pergi mengendap-ngendap keruang kerja Ayah nya, iya mencari tahu, siapa sebenarnya dirinya, dan apa hubungan nya dengan Raka.
Arjuna mencari akta kelahiran nya, setelah mencari, iya pun dapat menemukan nya. Dan betapa terkejut nya Arjuna, Di akta tersebut Ayah nya Bukan lah Arie, tapi seorang lelaki yang bernama Riki Radja Prawira, nama yang sama dengan nya dan Raka.
Arjuna merasa sedih, jika Arie bukan lah Ayahnya, padahal iya menyayangi Arie dan mengganggap Arie selama ini Ayah kandung nya.
"Kenapa Ayah dan Bunda ngak pernah cerita," batin nya menangis.
****
Keesokan hari nya, Arjuna hanya diam di meja makan, saat itu Arie keluar dari kamar dan langsung mencium iya dan Sakina.
Arie yang menangkap ada yang aneh pada Arjuna, iya pun membuka suaranya.
"Arjuna kamu kenapa diam saja, Nak?" tanya Arie khawatir.
"Ngak apa-apa Yah," tutur Arjuna coba menutupi nya.
Meski kecewa, Arjuna tak mau menampakan nya pada Arie, Bagaimana pun, Arie lah yang menjaga dan merawat nya selama ini, iya juga tak pernah merasa kasih sayang Arie berbeda terhadap nya dan Saudaranya.
Arjuna hanya ingin tahu siapa Ayah kandung nya, iya hanya ingin bertemu, untuk mengobati rasa penasaran nya.
Arjuna menunggu Raka, saat jam istirahat, iya menghampiri Raka saat itu.
"Raka apa bisa bicara dengan mu, sebentar?" tanya Arjuna .
"iya boleh," jawab Raka.
__ADS_1
Iya pun membawa Raka menjauh dari keramaian.
Arjuna duduk di samping Raka.
"Raka, apa kau tak ingin tahu kenapa nama belakang kita sama?" tanya Arjuna
"Ngak, apa lah arti sebuah nama, mungkin hanya kebetulan," tutur Raka.
"Kalau nama depan itu sama, aku ngak heran, ini nama belakang kita sama persis." ujar Arjuna .
"Boleh aku tahu siapa nama Ayah mu Raka?" tembak Arjuna langsung, jantung nya sudah berdetak hebat, menunggu jawaban Raka.
"Maksud mu Papa Ku?" tanya Raka balik, dan Arjuna hanya menggangguk.
"Papa ku bernama Riki Radja Prawira," jawab Raka santai.
Arjuna kaget, perasaan nya bercampur baur, iya ingat nama itu adalah nama Ayah kandung nya yang tertera di akta nya.
"Berarti Raka adalah saudara ku," batin Arjuna.
"Dia adik atau kakak ku?" tanya nya dalam hati.
"Raka tanggal berapa kau lahir?"
"20 febuari 16 tahun yang lalu," Raka menjawab santai.
Hampir saja Arjuna ingin memeluk Raka, tapi iya urungkan, Arjuna masih ingin menyelidiki, apa memang mereka benar-benar saudara kandung.
"Siapa nama ibu mu Raka,?" tanya Arjuna lirih.
"Syntia larasati," jawab Raka.
Arjuna semakin binggung, itu berarti Raka adalah saudara seayah dengan nya.
Bel kembali berbunyi, waktu istirahat sudah usai, mereka pun kembali ke ruang kelas.
Arjuna tak fokus dengan pelajaran, hingga bel kembali berbunyi, iya tetap termangun sendiri, banyak pertanyaan di benak nya, iya pun kembali mencari Raka yang tlah keluar dari kelas.
Dan saat di luar kelas, Sakina sudah menunggu nya.
"Ayo dek, cepat sedikit, kakak mau mengejar seseorang," ujarnya pada Sakina.
Saat di depan gerbang sekolah, iya melihat Raka ada di halaman parkir dan iya sudah di tunggu seorang pria dewasa.
Arjuna langsung berlari menghampirinya, dan ketika hendak masuk mobil, Arjuna berseru memanggil Raka.
__ADS_1
"Raka tunggu!!"seru Arjuna .
Sontak kedua nya menoleh, Raka dan lelaki dewasa itu, pun berhenti dan menunggu Arjuna menghampirinya.
Saat berhadapan dengan kedua nya, Arjuna terpaku menatap Pria yang di samping Raka, meski sudah terlihat tua, tapi masih ada guratan ganteng di wajah pria tersebut.
Arjuna menarik nafas dan mengatur nya.
"Raka Apa dia Ayahmu," tanya Arjuna terbata-bata, iya gemetar menunggu jawaban Raka.
"Iya," jawab Raka.
Tanpa bisa menahan lagi, Arjuna menangis dan memeluk pria tersebut.
Riki sempat tak mengerti, tapi iya membalas pelukan Arjuna, sementara Raka dan Sakina hanya terpaku, menyaksikan semua.
Air mata Arjuna sudah tumbah, iya tak bisa membendung tangisnya, dengan terisyak iya memanggil Riki dengan sebutan Papa.
"Papa," ucapnya terbata-bata.
"Arjuna " Riki langsung tahu itu Arjuna, iya pun meneteskan air matanya, seraya memeluk putranya yang hampir lima belas tahun tak berjumpa.
Mendengar hal itu, Raka dan Sakina tergamam, mereka tak percaya jika keduanya adalah Ayah dan putra nya.
"Arjuna Papa kangen sama kamu, lima belas tahun tidak bertemu, sekarang kamu, sudah sebesar ini," tutur Riki haru.
Arjuna tak bisa berkata apa-apa, iya tak tahu apa yang akan di katakan nya, iya juga tak menyangka akan bertemu Riki di sini.
Riki melepaskan pelukan nya, iya melihat dan meraba wajah Arjuna, Arjuna sangat mirip dengan nya, iya pun mencium Arjuna," Oma pasti akan senang melihat kamu," tutur Riki.
"Di mana Bunda mu, Arjuna ?" tanya Riki.
"Sebentar lagi Bunda akan datang menjemput," ujar Arjuna .
"Kalau begitu kamu telpon Bunda mu, minta iya menjemput mu di taman, Papa juga rindu dan ingin sekali bertemu dengan nya."
Arjuna pun menuruti, iya menelpon Tiara.
Riki terkesima melihat gadis kecil yang cantik di samping Arjuna, iya juga telah basah dengan air mata.
"Om jangan bawa kak Juna, Sakina ngak mau pisah dengan kak Juna," tutur Sakina menangis.
"Jadi kamu Sakina?" Riki pun memeluk dan mencium nya.
" Kamu sekarang sudah besar, saat Papa tinggal kan kamu masih berumur sepuluh hari," ucap Riki.
__ADS_1
"Apa Sakina juga Anak Om?", tanya Sakina heran.
"Kamu anak kandung Arie, tapi sejak lahir sampai kamu berumur 10 hari, Papa dan Oma yang mengurus kamu, bahkan Sakina itu, nama pemberian Papa untuk mu," papar Riki menjelas kan.