Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Pulang tahlilan


__ADS_3

Tiara berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit, iya sesekali mencium bayi nya Arie, Tiara begitu menyanyangi nya hinga Riki tersenyum melihat nya.


"Sayang, seperti nya kamu sudah cocok menjadi seorang ibu," ucap Riki.


"Iya Mas, aku ingin sekali bisa hamil secepat nya, agar aku ngak kesepian saat nunggu kamu pulang kerja, dan rumah kita pasti akan riuh oleh suara tangisan bayi," ucap Tiara semangat.


"Aku juga ingin sayang, tapi aku ngak mau kamu terbebani, kalau sudah waktu nya nanti, kita juga akan punya anak."


"Terima kasih atas pengertian kamu, Mas."


"Iya sayang." jawab Riki


Mereka pun sampai ternyata rumah Arie sudah penuh dengan pelayat dan tampak ibunda Aisyah sangat sedih.


Tiara kemudian menghampiri ibunda Arie, dan menyerah kan bayi tersebut, sangat tampak sekali bayi itu sangat tenang, "seperti ibu nya yang tak suka mengeluh," batin Tiara karna melihat bayi tersebut.


Ibu Arie membawa nya masuk ke kamar dan Tiara mengikuti.


Tak lama kemudian ambulan yang membawa jenasah Aisyah pun tiba, dan mereka langsung memandi kan nya.


Tiara, Arie dan Syntia ikut memandikan jenasah Aisyah, Aisyah terlihat begitu cantik dan damai.


Arie masih berusaha menahan air mata nya, didepan jenasah Aisyah, iya ingat akan pesan Pak Herman pada nya.


Setelah dimandi kan Aisyah langsung di solat kan dan dikubur kan.


Riki, Arie, Pak Herman yang mengantar jenasah Aisyah dengan ambulan, sementara Tiara dengan Syntia.


Arie terlihat terpukul ketika jenasah istri nya masuk ke liang lahat, Arie hampir kehilangan keseimbangan nya ketika itu, dan Syntia kini di samping Arie mendukung dan memeluk nya.


Pulang nya mereka semua berada satu mobil kecuali Pak Herman.


Riki yang membawa mobil dan Tiara di samping nya, sedangkan Arie duduk di belakang bersama Syntia.


Syntia terus memeluk Arie sambil menyemangati nya dan terlihat Arie cukup tenang setelah itu.


Mereka pulang setelah tahlilan dirumah Arie, Riki dan Tiara pun berpamitan pada Arie.


"Aku pulang dulu Rie," ucap Tiara dan memeluk Arie.


"Terima kasih Tiara," ucap Arie.


"Aku permisi Rie," ucap Riki, iya pun memeluk Arie.


"Terima kasih Mas," jawab Arie.


"Iya sama-sama Rie," ucap Riki.


Dan Tiara senang karna kini Riki tak canggung lagi pada Arie.


Mereka pun pulang tapi kemudian Syntia memanggil Tiara.


"Tiara tunggu !" ucap Syntia.


Mereka pun berhenti, "Kenapa Syn?" tanya Tiara.

__ADS_1


"Aku ikut pulang bersama kalian," ucap nya. Dan mereka pun masuk mobil


"Kamu disini aja Syn temani Arie, kamu kan sahabat nya," usul Tiara.


"Temani Arie! Arie tuh langsung masuk ke kamar nya, Tiara," jawab Syntia.


"Ya kamu temani lah, jadi dia ngak sedih lagi."


"Maksud kamu aku harus temani iya di kamar nya, trus kalau di nyangka aku Aisyah gimana? kan bisa gawat," tutur Syntia bercanda.


"Kamu Syn, teman lagi sedih aja di becandain, maksud aku kamu tidur di sini, siapa tahu Arie butuh teman untuk curhat."


"Kok aku sih, Tiara."


"Ya kamu kan sahabat nya, dulu juga waktu di rumah kamu ngak ada orang, kamu paksa Arie nemenin kamu, tau si Arie masih perjaka, ngak saat itu," canda Tiara dan iya pun tertawa.


"Sembarangan lo Tiara, aku sama Arie itu tulus ngak pernah niat macam-macam."


"Kenapa ngak kamu aja Tiara tidur di sana, kamu juga kan sahabat nya," ujar Syntia.


"Kalau aku tidur di sana suami aku siapa yang nemenin ?"


"Biar aku, yang nemenin nya," jawab Syntia santai.


"Enak aja lo, langkahin dulu mayat ku," ucap Tiara.


"Lagian kamu maksa aku tidur di sana, aku kan takut."


"Ngapain takut kan ada Arie."


"Aku sama Arie tu teman sampai kapan pun, ngak ada niat macem-macem."


"Ya, ngak apa juga Syn, temen jadi demen," ucap Tiara menggoda.


"Emang nya kamu berteman jadi demen, hampir menikah lagi," ucap Syntia ceplos.


Dan Tiara jadi ngak enak hati dengan Riki.


"Kamu ngapain ngunggkit masa lalu aku Syn," ujar Tiara kesel.


"Sory Tiara, keceplosan, lagian kamu kan tahu aku kayak gimana."


"Mas, maafin Syntia ya, dia emang kayak gitu, Syntia cantik doang, tapi otak ngak punya, ngak heran dia gantungi sama si Roni." Tiara mencoba bercanda agar Riki tak tersinggung.


"Kan kamu yang mulai lagi Tiara," sahut Syntia.


Tiara kemudian memeluk Riki yang sedang nyetir." Mas, aku cuma cinta sama kamu kok. " Tiara merayu Riki.


"Kamu kenapa sih Tiara, aku biasa aja," ucap Riki


Tiara masih memeluk Riki," Ngak marah kan Mas?" tanya Tiara, iya takut jika Riki terpengaruh ucapan Syntia.


Sampai di rumah mereka pun turun, Tiara pun kembali memeluk Riki.


Melihat hal itu Syntia pun merasa risih

__ADS_1


"Bisa ngak sih, peluk-pelukan nya, kalian di kamar saja, risih aku lihat nya, "ucap Syntia ketus.


"Kamu kenapa Syn? pingin di peluk juga? sini Aku peluk, " ujar Riki dan iya pun memeluk Syntia.


Syntia kaget karna gerakan Riki yang tiba-tiba, iya merasa kan hal yang tak biasa ketika Riki memeluk nya, dan rasa yang sangat berbeda ketika Arie memeluk nya, Apalagi wangi farpum Riki yang harum, dan berkelas, semakin menimbul kan perasaan yang tak menentu, rasa nya iya tak ingin melepaskan nya.


Hanya beberapa detik peristiwa itu terjadi, tapi rasa nya terlalu berkesan bagi Syntia.


Tiara melihat hal itu langsung menarik tangan Riki seraya berkata," Jangan lama-lama Mas, ntar Syntia keenakan," ujar Tiara bercanda.


"Kasihan Yang, kelamaan di gantung sama pacar nya," ucap Riki sambil menarik tubuh nya.


Perasaan Riki biasa saja, iya juga kini menganggab Syntia teman nya, karna iya tahu Syntia yang selalu menemani Tiara, saat iya tak berada di rumah.


Tapi berbeda dengan Syntia iya merasa kan hal yang berbeda, ketika Riki memeluk nya, Syntia diam sejenak iya mencoba mencerna rasa yang ada di hati nya kini, mungkin kah iya menyukai Riki, pikir nya dalam hati.


"Sayang, aku masak mie instan kamu mau ngak ?" tanya Riki pada Tiara.


"Ngak Mas, aku ngak nafsu makan, Syn kamu mau mie instan ngak?" Tiara kembali bertanya pada Syntia.


Tapi Syntia tak menjawab iya seperti sedang melamun dan Tiara kembali memanggil dan mengejut kan nya.


"Syn, kamu mau mie instan ngak ?" tanya Tiara lagi.


"Mau" Syntia segera menjawab nya.


Riki membawa dua mangkok berisi mie instan satu mangkok yang besar dan satu lagi yang kecil, dan iya memberi mangkok kecil untuk Syntia.


"Kok aku yang kecil, Mas ?" Syntia protes.


"Kamu kan sendiri, ini untuk aku sama Tiara, semangkok berdua," jawab Riki.


"Sayang kamu makan dulu, kamu kan dari pagi belum makan," ucap Riki pada Tiara.


"Aku ngak nafsu makan Mas, "


"Makan aja dikit, udah aku siapin, nanti kamu sakit."


Dan Tiara memakan nya sedikit, tapi kemudian iya memuntah kan nya.


Tiara pun berlari menuju kamar mandi untuk muntah dan seketika badan nya terasa lemas.


Riki menghampiri nya," Tuh kan kamu masuk angin,"


"Iya Mas, kayak nya aku masuk angin dari pagi aku belum makan apa-apa," ujar nya.


"Kamu mau makan apa nanti aku beli aja?"


"Aku lagi ngak pingin makan Mas, aku minum susu aja, ya sama makan roti.


Riki pun membawa Tiara kedalam kamar nya, kemudian iya membawa susu dan beberapa lembar roti untuk Tiara.


"Tiara kenapa Mas, ?" tanya Syntia.


"Masuk angin "ucap Riki langsung masuk kamar.

__ADS_1


Syntia kembali merasa iri karna Riki begitu perhatian terhadap Tiara.


__ADS_2