
Arie bersiap untuk berangkat keluar kota, dan Tiara juga sudah sibuk menyiapkan barang-barang yang akan di bawa suami nya.
"Yah berapa hari pergi nya?"
"Ngak lama Bun, 3 atau 4 hari,"
"Ayah berangkat ya Bun, titip anak kita ya Bun, dan jangan keluar rumah, jika ngak ada urusan terlalu penting," ujar Arie sambil memegang kedua pipi Tiara.
"Iya Yah," sahut Tiara.
"Ayah pergi dulu." Arie pun mencium pipi bibir dan perut Tiara.
Di hari pertama pernikahan nya, Riki sudah masuk bekerja, karna hari ini, Arie pergi keluar kota untuk menyelesaikan proyek yang iya tugas kan, harus nya, iya sendiri yang langsung turun ke lokasi, tapi berhubung semalam hari pernikahan nya, iya pun mengutus Arie.
Entah kenapa Riki merasa gelisah, iya masih heran kenapa Tiara menghindari nya, selain itu, iya juga khawatir tentang Alena, Riki takut Alena kembali mengganggu Tiara.
Iya pun memetuskan untuk menemui Tiara, dan bermaksud menggigatkan nya untuk berhati-hati, bukan tak mungkin Alena akan menyakiti Tiara, sementara Arie sekarang berada di luar kota.
"Aku harus temui Tiara, tapi apa alasan ku untuk menemui nya, ah alasan nya gampang, bilang saja aku ingin menemui Arjuna." batin nya.
Sementara Tiara hendak membuat susu untuk Arjuna dan Aziz, tetapi di lihat nya susunya, tinggal sedikit.
"Ah, Pasti ngak akan cukup untuk mereka berdua," pikir Tiara.
Iya pun memutus kan untul berbelanja, ketika akan keluar menuju mobil nya, iya pun di hampiri Riki.
"Tiara mau kemana?" tanya Riki.
"Belanja Mas," jawab Tiara tak bersahabat, iya pun langsung masuk ke dalam mobil nya tanpa menggiraukan Riki.
Sementara Riki mengikuti nya hingga Tiara sampai di supermarket.
Tiara langsung menuju rak susu, Riki pun mengikuti Tiara.
"Tiara kenapa kau sepertinya menghindari ku," tanya nya sambil mengiringi Tiara belanja.
Tiara hanya diam, sambil tetap berjalan.
"Tiara aku bicara pada mu," Riki menarik tanggan Tiara.
"Tiara aku hanya ingin mengigatkan mu tentang Alena, " ujar nya.
"Mas apa hubungan nya aku dengan Alena, sekarang aku bukan istri mu lagi, jadi aku rasa dia tak kan menggangu ku lagi."tutur Tiara
__ADS_1
"Tentu saja ada hubungan nya Tiara," ujar Riki, tapi iya tak menjelas kan alasan nya.
Tiara langsung ke kasir, saat selesai berbelanjay dan Riki menunggu nya di lobby.
Tiara berlalu begitu saja. Tapi Riki kembali menarik tangganya.
"Tiara dengar kan aku sekali ini saja, kau bisa dalam bahaya, entah mengapa akhir-akhir ini aku mengkhawatir kan mu."
"Apa kau kurang kerjaan Mas, hingga kau harus mengurusi ku, kau urus saja istrimu, aku bisa menjaga diriku sendiri," ucap Tiara sambil berlalu.
Riki hanya melihat kepergian Tiara, iya hanya terpaku di sana beberapa saat, namun beberapa saat kemudian, iya melihat ada sebuah mobil yang berhenti di depan Tiara, kemudian seorang laki-laki menarik dan membungkam mulut Tiara, Tiara pun dimasukan ke dalam mobil secara paksa, peristiwa itu jelas terjadi, dan banyak orang menyaksikan peristiwa penculikan Tiara.
Ada yang berterisk histeris melihat nya sambil mengucap" Penculik" seru mereka.
Riki langsung menuju mobil, dan bermaksud mengejar mobil yang membawa lari Tiara, Riki sangat panik, tapi Tiara lebih panik, iya pun menjerit dan meronta-ronta sambil memohon untuk di lepas kan.
Riki berusaha menghubungi sahabat nya Kompol Rangga, "Hallo Rangga aku sedang berada di jalan pembangunan, tolong kau kerah kan anak buah mu, untuk mengikuti ku, seseorang telah menculik Tiara dengan mobil bernomor polisi xxxx, "ucap Riki panik tapi tetap jelas.
Rangga pun menginstruksikan anak buah nya untuk mencari tahu kepemilikan dengan plat mobil yang di sebut Riki.
Dan sebagian mengikuti lokasi yang di sebut Riki.
Riki masih panik dan berusaha mengejar, iya membawa mobil dalam keadaan laju agar tak kehilangan jejak, namun tetap saja iya kehilangan jejak nya.
"Sialan," hardik nya sambil berusaha menembus keramaian jalan raya.
Tiara sudah menangis, iya tak tahu bagaimana nasib nya selanjut nya, dan apa yang akan terjadi padanya.
"Yah, tolong bunda, Yah," lirih nya dalam hati.
"Ya Tuhan selamat kan aku," doa nya berkali-kali dalam hati,
"Ya Tuhan berilah jalan untuk ku agar aku bisa selamat," doa Tiara
Sementara Arie yang jauh di sana merasakan kekhawatiran pada Tiara, iya pun mencoba menghubungi Tiara, tapi tak tersambung, kemudian iya mencoba menghubungi Ibu nya.
"Assalam mua'laikum," sapa Ibu.
"Wa'alaikum salam," jawab Arie.
" Bu, Tiara di mana ?,"tanya Arie.
"Tadi barusan keluar ,kata nya mau beli susu untuk Arjuna dan Aziz, mungkin sebentar lagi kembali,"papar ibu.
__ADS_1
"Kalau Tiara sudah sampai, suruh iya telpon Arie ya Bu," pinta Arie.
"Iya Nak, jawab Ibu dan sambungan pun terputus.
Riki berusaha menghubungi Tiara, tersambung tapi tak di angkat oleh nya.
Tiara melihat ada panggilan masuk dan ternyata dari Riki, saat mereka lengah Tiara juga sibuk meraih tas nya, iya sedikit menyentuh tas tersebut, agar handpone nya jatuh di samping nya.
Iya pun menekan tombol pengangkat dan mengaktif kan lokasi nya.
Riki tak ingin gegabah iya tahu Tiara tak bisa menganggkat telpon nya., iya pun tetap membiar kan handpone nya dalam keadaan tersambung, agar iya bisa mendeteksi lokasi Tiara.
"Mau kita apakan gadis ini ?" tanya salah satu penculik.
"Masih belum tahu, kita tunggu instruksi selanjut nya dari si bos, untuk sekarang kita bawa dia kelokasi, tempat si bos arah kan," ujar salah satu nya, sementara Riki mendengar percakapan mereka.
Selang setengah jam perjalanan, mereka pun sampai di sebuah rumah yang terlihat tak terawat.
Riki mendapatksn lokasi Tiara karna GPS nya sudah menunjukan tempat yang di tuju, Riki langsung mengemudikan mobil nya, tapi karna jalanan ramai, iya tak bisa melaju, apalagi iya beberapa kali terjebak di lampu merah.
Kedua lelaki tersebut kemudian memaksa Tiara masuk kedalam rumah itu dengan paksa, Tiara sempat lari namun nereka kembali berhasil menahan nya.
"Kamu ini menyusah kan saja," tutur salah satu dari mereka.
Tiara sedikit di seret ,karna iya tak mau masuk kedalam rumah itu, tapi apa daya kedua lelaki itu memaksa nya, dan iya pun tak berdaya.
Sesampai nya dibsebuah ruangan, Tiara kembali di ikat pada kursi tang seperti sudah di siap kan.
Tiara sudah menangis, namun ita tak bisa bersuara karna mulut nya di bungkam.
Beberapa kali iya menyebut nama Arie.
"Ayah tolong bunda Yah, bunda takut," batin Tiara sambil menangis.
Salah seorang dari mereka menelpon Bos nya.
Penjahat: hallo bos, sasaran sudah ada di tempat, kami menunggu instruksi selanjut nya.
Bos: Kalian gilir saja dia, sampai dia benar-benar hancur,hingga suami nya sendiri merasa jijik terhadap nya, dan buat dia meminta kematian nya sendiri. setelah itu kalian lepas kan dia, dan biarkan dia dalam keadaan hidup, agar dia sendiri yang akan bunuh diri," ucap si bos yakin.
Tiara mendengar hal tersebut, kembali menangis dalam hati nya, iya pun berdoa agar ada yang menyelamat kan nya.
Tiara terus memanggil nama Arie dalam keresahan nya, rasa takut dan panik membuat tubuh nya bergetar, apalagi kedua orang tersebut menatap nya dengan penuh nafsu.
__ADS_1
"Ya tuhan ku, cabut saja nyawaku sekarang, dari pada aku harus menjadi pemuas nafsu kedua pria ini," batin Tiara.
iya pun kembali menangis.