
Hujan turun dengan deras nya,langit senja tak lagi berwarna jingga, kini awan pekat menggumpal di langit, petir saling samar menyambar dan membuat hening di bawah nya.
Ryan membawa Tiara masuk, ke mobil nya,baju mereka sudah basah oleh deras hujan yang tiba-tiba.
Ryan melihat bibir Tiara membiru, mungkin karna Tiara merasa kedinginan,sedang kan Ryan memakai jaket, jadi iya tak terlalu merasa dinggin.
Ryan membuka jaket nya, kemudian memakai kan pada Tiara, sebenar nya Tiara ingin menolak nya, tapi baju nya yang basah memperlihat kan bentuk tubuh nya, apalagi iya menggunakan baju berwarna putih yang akan terlihat transparan jika basah.
Ryan mengantar Tiara sampai ke rumah nya,rumah Tiara masih gelap sama gelap nya dengan langit malam itu,keadaan yang gelap serta curah hujan yang deras dan petir yang sambar menyambar memecah kesunyian di tempat itu.
Tiara pun membuka pintu mobil dan hendak keluar, tapi tanggan nya di tahan oleh Ryan.
"Tunggu Tiara, apa kau sendirian di rumah mu?"tanya Ryan.
"Aku memang selalu sendirian Ryan,"cetus Tiara.
"Tiara, biar aku temani kau, sampai suami mu datang."usul Ryan, karna tidak tega membiar kan Tiara sendiri.
"Suami ku ngak akan pernah pulang lagi, Ryan,"ucap nya.
"Kalau begitu,kau bisa kerumah ku, aku hanya tinggal sendiri di sana, aku berjanji tak kan melakukan apa pun terhadap mu,aku hanya tidak tega meninggal kan mu sendiri."
Tiara tersenyum getir,"Aku sudah terbiasa Ryan, kesepian dan kesunyian adalah teman ku, aku tak ingin merepot kan mu lagi.
Ini adalah karma dari perbuatan ku sendiri. Aku ataupun Riki sudah merasakan nya sekarang, kami mempermaikan pernikahan dan menjadi kan nya sebagai bahan uji coba."
"Aku merasa sangat bersalah pada mu Ryan, Aku memohon maaf atas semua nya, semoga setelah ini kau mendapatkan wanita yang memang pantas unuk kau cintai,"ujar Tiara.
"Tiara, selesai kan saja urusan mu dengan suami mu, dan aku masih menunggu mu."
" Kita bisa memulai kisah yang baru lagi," ucap Ryan sambil menggenggam erat tangan Tiara.
"Tidak Ryan, ijin kan saja aku pergi Ryan, ku yakin ini lah yang terbaik untuk kita, maaf jika aku telah menyakiti mu," ucap Tiara pada Ryan dengan perasaan sedih.
Ryan diam sejenak memikir kan kata-kata yang di ucapkan Tiara, meski sulit bagi nya melupakan semua ini, tapi Ryan berbesar hati dan mengiklaskan Tiara untuk pergi.
"Tak perlu kata maaf Tiara, aku tahu apa yang kau rasakan, meski hati ku hancur namun aku menghargai keputusan mu."ungkap nya
__ADS_1
"Aku mencintai mu Tiara, dan menyangi mu, biar saja ku simpan rasa ini, mungkin sudah nasib kita, tak bisa bersama," tutur Ryan penuh haru sambil membelai rambut yang Tiara menjuntai di pipi nya.
"Terima kasih Ryan, kau sudah mengerti aku, terima kasih atas cinta dan perhatian yang kau berikan untuk ku selama ini."
"Aku mencintai mu Ryan, meski kita tak mungkin bersama."
Tiara memeluk pundak Ryan dan mencium bibir nya, Ryan pun membalas nya dan mereka pun beradu, melampias kan rasa yang masih tersisa, karna ini lah akhir dari kisah cinta meraka.
Agak lama hal itu terjadi, setelah mereka melepas kan nya wajah mereka telah berurai air mata.
"Selamat tinggal Ryan, simpan lah kisah kita sebagai kenangan yang indah Ryan, agar tak tersimpan dendam di hati mu," ujar Tiara dengan kedua telapak tanggan nya menyentuh pipi Ryan dan Tiara pun tersenyum.
"Tentu saja Tiara,"ucap Ryan sambil membalas senyum Tiara, mereka pun merasa lega, meski harus berpisah namun semua kini berakhir dengan indah.
Hujan semakin deras seolah menyirat kan kepedihan di hati mereka, lagi-lagi Tiara mengalami patah hati di tempat yang sama, di teras rumah nya.Setelah sebelum nya perpisahan nya dengan Arie juga terjadi di teras itu.
Tiara keluar dari mobil tersebut, meski hujan kembali mengguyur tubuh nya, perlahan bayangan Ryan samar terlihat kaca mobil nya.
Tiara pun membuka pintu rumah nya dan mengunci nya kembali, kini iya juga harus mengunci hati nya kembali.
Skenario hidup seolah tak pernah membiarkan nya untuk bahagia.
Ryan begitu terpukul, baru pertama kali merasa kan jatuh cinta, tapi iya sudah begitu terluka, Tiara memutus kan hubungan pada nya, di saat dia merasa sedang sayang-sayang nya pada Tiara.
Tapi Ryan menghargai setiap keputusan Tiara, sangat berat memang apa yang di hadapi Tiara, Iya juga tak mau menambah beban nya,biarlah semua yang terjadi menjadi sebuah kisah manis untuk di kenang.
**
Tiara sudah mengeluar kan barang-barang yang akan di bawa nya, dari dalam kamar, sebentar lagi ada taxi yang akan mengantar nya.
Namun tiba-tiba Tiara melihat kedatangan Riki, mobil nya iya parkir di teras rumah.
Riki masuk dan heran melihat tas dan barang-barang Tiara.
"Mau kemana kamu Tiara?" tanya Riki heran.
"Pulang ke tempat ibu ku, dan mengakhiri semua ini Mas," ujar Tiara tanpa menoleh Riki sedikit pun.
__ADS_1
Barang-barang nya kini terkumpul di ruang tamu di dekat pintu, tak lama sopir travel pun tiba, dan memakir kan mobil nya di samping mobil Riki.
Sopir itu keluar dari mobil nya dan dengan segera mengangkat barang Tiara. Namun Riki mencegah nya.
"Jangan di angkat, Pak! " seru Riki pada Pak sopir,dan sopir tersebut berhenti.
"Angkat saja Pak,"perintah Tiara kembali.
Tapi Riki menarik tangan sopir itu dan membawa nya di teras.
Riki mengeluarkan semua uang yang ada di dompet nya, mungkin sekitar ada lima belas sampai dua puluh lembar uang seratus ribu dan menyerah kan nya pada sopir tersebut.
"Sudah Pak pergi saja, ini sebagai uang konpensasi nya " ujar Riki lagi pada sopir tersebut.
"Baik Pak,"jawab sopir tersebut yang dengan segera mengambil uang nya, kemudian iya pun pergi membawa mobil nya.
Tiara melihat sopir tersebut lari kemudian meneriakinya, tapi sia-sia sopir tersebut tak mendengar kan nya.
Tiara kecewa dan menghampiri Riki.
"Apa maksud kamu menyuruh supir tersebut pergi, Mas?" tanya Tiara yang terlihat kesal.
Riki mendekati Tiara dan memeluk nya.
"Tiara kamu jangan pergi ,maaf kan aku jika selama ini aku bersikaf tak baik pada mu,"ucap Riki di telinga Tiara.
Tiara memaling kan wajah nya ke arah lain, namun Riki mengarah kan wajah Tiara agar menghadap muka nya.
"Tiara kita perbaiki saja hubungan ini, sebelum semua menjadi hancur, kita mulai dari awal lagi, Tiara."
Tiara menarik tubuh nya dari pelukan Riki dan kembali diam.
"Tiara, buka lah hati mu untuk ku lagi Tiara, aku janji akan ku perbaiki semua kesalahan ku pada mu."
Kemudian Riki memeluk Tiara namun Tiara tak membalas nya.
Tiara merasa semua tak adil, saat iya meminta Riki untuk membuka hati untuk nya, Riki malah menolak dan menghindar, sekarang saat Tiara tak mengiginkan nya lagi, iya malah meminta Tiara untuk menerima nya, Tiara merasa persaan nya di permainkan.
__ADS_1