
Hari ini adalah hari minggu yang cerah, matahari bersinar dengan terik nya dan tak satu pun awan hitam pekat terlihat di langit nan biru.
Namun tak seperti hati Tiara, sudah seminggu ini, awan hitam nan pekat masih bersemayam di hati nya, awan tersebut terus saja membenih kan air mata pada diri Tiara.
Sudah beberapa kali Tiara merapikan make up nya, namun terus saja luntur akibat hujan air mata yang mengalir deras di pipi nya.
"Tiara kamu yakin akan pergi ke pesta nya Arie?"tanya sintya.
"Emang kenapa?"tanya Tiara.
"Tiara, kamu tuh sudah berapa kali merapikan make up kamu, yang terhapus oleh air mata."
"Aku takut nya, di sana kamu ngak kuat lagi,"ujar Sintya.
"Insya allah kuat Sin, aku sudah menangisi nya selama seminggu ini, air mata ku juga terasa udah kering"
"Jadi rasa nya ngak mungkin lagi aku nangis" tutur Tiara pada sahabat nya.
"Ngak mungkin apa nya, itu barusan kamu nangis."sergah Sintya.
"Ngak Syn, aku cuma ingat kenangan bersama Arie dan Aisyah."
" Dari dulu waktu kami kecil, aku sama Arie sudah merencana kan menikah, jadi kami suka main pura-pura sebagai suami istri dan Aisyah yang masih kecil itu, kami jadi kan sebagai anak kami."
"Kami sendiri yang membuat skenario, bahwa kami bertiga merupakan keluarga yang bahagia."
"Aku bahkan ngak pernah menyangka Aisyah yang dulu sering sekali ku gendong bersama Arie, ternyata kini dialah menjadi istri nya" tutur Tiara dengan terbata-bata.
Dan iya pun kembali menangis.
"Aku ngak tahu Syn, ternyata kehilangan orang yang kita cintai itu rasa nya sesakit ini,"lagi- lagi Air mata Tiara mengalir mengenang kisah kasih nya yang tak sampai.
"Ya udalah Tiara, kita ngak usah pergi ke pesta nya, aku takut kamu menangis di sana dan merusak pesta nya."
"Apalagi aku tahu persis, Arie juga pasti ngak akan kuat liat kamu menangis."ucap Syntia.
"Aku ngak tahu sampai kapan aku begini Syn, aku rasa nya ingin teriak, kenapa bukan aku yang ada di sana samping Arie, kenapa harus Aisyah."ungkap Tiara dengan suara parau dan linangan air mata.
__ADS_1
Sintya pun membiar Tiara menumpah kan kesedihan nya dan memeluk Tiara. Sudah seminggu ini Tiara menangis sendiri dan menahan luka nya.
Syntia juga ikut menangis melihat penderitaan Tiara. Akhir -akhir ini Tiara selalu mendapat cobaan yang berat dalam hidup nya.
Setelah di perkosa dan menikah dengan orang yang tak di kenal nya, bahkan pria tersebut tak pernah memberi kebahagian sedetik pun pada Tiara.
Dan sekarang iya harus menyaksikan, cinta sejati nya menikah dengan sahabat nya sendiri.
Sungguh malang nasib Tiara, cobaan tersebut datang bertubi-tubi pada nya. Wajar saja jika Tiara terluka, hubungan yang sudah di bina nya sejak SMA bersama Arie harus kandas seketika, seharus nya, beberapa bulan lagi mereka akan menikah dan membina rumah tangga yang sudah mereka impikan sejak dulu kala, sejak mereka mengenal arti cinta, mereka sudah berjanji untuk saling setia.
Namun apa lah daya, jodoh di tangan tuhan, dan tak satu mahluk pun mampu mengubah nya.
Tiara kembali bersimpuh di atas kasur, air matanya seolah tak pernah kering mengenang kisah yang kini tinggal kenangan.
Hari sudah sore, kini waktu menujukan pukul enam belas, sudah sejak pagi Syntia menemani Tiara.
Akhir nya mereka pun memutus kan untuk pergi ke pesta karna melihat keadaan Tiara yang sudah agak tenang.
Syntia mengagumi Tiara yang mahir menggunakan make up, mata nya yang sembab bisa tertutupi oleh make up nya, dan kini wajah sudah berseri kembali.
Mereka pun pergi ke pesta,Tiara tampak anggun dengan balutan gaun berwarna putih, sebelum pergi Tiara meminta ijin terlebih dahulu pada Riki.
"Ngak Syn, dia mana pernah peduli sama aku," jawab Tiara spontan.
"Tiara, kamu yakin akan baik-baik aja kan?" tanya sintya kembali.
"Iya syn, kamu lihat sendiri tadi aku sudah menangis, dan air mata ku juga sudah kering."
"Aku sudah siap dan harus siap syn, aku harus jadi Tiara yang kuat, karna kini tak ada lagi Arie yang menopang tubuh ku, saat aku rapuh." ucap Tiara sambil menetes kan air mata nya kembali.
"Ah Tiara, dasar melankonis" ujar syntia.
Dan Syntia pun tak mau banyak bicara lagi pada Tiara.
Mereka pun sampai ke pesta.
Tiara melihat Arie dari kejauhan. Arie yang begitu tampan dengan pakaian pengantin nya. Iya kini berdiri di atas pelaminan bersama pengantin nya dan yang jelas itu bukan diri nya.
__ADS_1
"Syn, kita ngak usah makan Syn langsung aja" ucap Tiara pada Syntia, dan Syntia pun paham.
Mereka pun berjalan menuju pelaminan, tapi tiba-tiba Tiara memegang erat tanggan Syntia, kaki nya seolah gemetar dan Tiara seolah tak mampu tegak lagi.
"Kamu harus kuat Tiara, jangan kacau kan acara ini, kasihan Aisyah" bisik Syntia ke telinga Tiara.
Akhir nya Arie dan Tiara sudah berada dalam satu pelaminan, tapi bukan sebagai pasangan pengantin, tapi hanya sebagai tamu undangan.
Kini Tiara tinggal selangkah lagi berhadapan dengan Arie.
Dengan santai nya Syntia memeluk Arie dan mengucap kan selamat pada nya.
Tiara tak mau melakukan hal yang sama terhadap Arie, iya takut jika iya memeluk Arie, iya tak mampu lagi melepaskan nya.
Waktu nya tlah tiba bagi Tiara berhadapan langsung dengan Arie.Tiara mengucap kan selamat tanpa menyentuh Arie sedikit pun dan iya juga tak berani menatap mata Arie.
Semua berlalu cepat dan sejauh ini keadaan Tiara masih baik-baik saja.
Waktu nya memberi selamat pada Aisyah, ternyata Aisyah sudah menangis terlebih dahulu melihat Tiara.
Tiara pun mendekati Aisyah.
"Kenapa nangis Aisyah?" tanya Tiara lirih.
"Maafin Aisyah mbak, Aisyah merebut Mas Arie dari Mbak Tiara," ucap Aisyah dengan tersedu.
"Kamu ngak ngambil apa-apa pun dari Mbak Aisyah,"jawab Tiara sambil memeluk Aisyah dan Aisyah pun membalas pelukan Tiara.
Setelah melepaskan pelukan Aisyah, Tiara kemudian menghapus air mata di pipi Aisyah, padahal Tiara sendiri sudah ngak kuat menahan air mata nya.
Iya hanya ingin terlihat tegar di depan Aisyah, agar Aisyah tak merasa bersalah. Arie sendiri melihat kejadian tersebut, juga menetes kan air mata.
Tak hanya itu para tamu yang mengenal Arie dan Tiara juga ikut haru menyaksikan peristiwa tersebut tak kecuali kedua orang tua Aisyah.
Bagai mana tidak, di kampung tersebut mereka mengenal kisah cinta Arie dan Tiara, seperti mengenal kisah cinta Romeo dan juliet.
Dan seharus nya mereka menikah dalam dua bulan ke depan, kini kisah cinta mereka berakhir tragis di pelaminan.
__ADS_1
Semua yang hadir seolah ikut haru dan terbawa suasana melihat keiklasan Tiara yang melepas kan Arie untuk Aisyah, karna tak banyak yang tahu jika Tiara sudah menikah terlebih dahulu.