Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Season 2 Episode 44


__ADS_3

Sejak Sakina menghilang, Rangga hanya berada di rumah dan sesekali ia pun keluar mencari Sakina, ia seperti orang yang kehilangan semangat hidupnya.


Rangga duduk di meja makan dengan tatapan mata kosong, melihat anak nya tak bersemangat, Lily pun menghampirinya dan memberi dukungan kepadanya.


"Rangga kenapa sih kamu sedih baget? Perempuan itu banyak Rangga, ngak mesti kamu sesali perempuan mandul itu," tutur ibunya santai.


Tak sedikit pun Rangga membalas ucapan ibunya, ia hanya menatap tajam pada mata ibunya.


"Eh Rangga, kenapa sih kamu ngak kerja, diam di rumah terus apa ngak bosan?" tanyanya lagi.


Kali ini mulut Rangga sudah tak lagi bisa ditahan, ia pun langsung menjawab Ibunya.


"Kerja apa Bu? Rangga sudah mengundurkan diri," ucapnya dingin.


"Mengundurkan diri, tapi kenapa?" tanya nya dengan nada tinggi.


"Bu, perusahaan itu milik Ayahnya Sakina, Rangga malu Bu, menjaga Sakina saja Rangga tak mampu, apalagi harus menjadi direktur di perusahaan Ayahnya," papar Rangga.


"Di tambah dengan tekanan dari kedua Kakaknya Sakina, Rangga semakin tak punya nyali untuk menatap mereka," jawabnya lagi.


"Tapi Rangga? dari mana kamu dapat uang untuk menghidupi kita semua, harus bayar cicilan rumah, harus bayar listrik, dan bayar pembantu, jika kamu tidak bekerja?" tanya Lily kembali.


"Mulai sekarang, kita harus memangkas semua keperluan kita Bu, Rangga juga harus mentake over rumah ini, dan mobil juga akan Rangga jual, karna Rangga pasti ngak mampu bayar cicilanya, kita pindah dan cari rumah yang sederhana saja, biar bisa hemat listrik, dan Ibu juga harus bantu Rangga, mengerjakan pekerjaan rumah dan mengasuh Aira saat Rangga bekerja, semua harus kita mulai dari nol bu," ucap tegas.


"Whaaat!!!, Rangga, ibu ngak mau kita jadi miskin kayak dulu, apa kata teman-teman arisan Ibu jika kita pindah kerumah yang kecil dan sederhana," tolaknya nya dengan nada yang tinggi.


"Trus Rangga harus bagaimana Bu, memang seperti inilah kita, jika bukan karna Arjuna, kita memang jadi gembel, Arjuna yang menempatkan Rangga di salah satu jabatan penting di perusahaanya, dan setelah menjadi suami Sakina, Rangga malahan menjadi direktur dari perusahsn kontraktor milik ayahnya Sakina, mereka begitu percaya sama Rangga, mereka juga mengijinkan Rangga menikahi adik perempuan kesayangan mereka, tapi Rangga, Rangga hanya mengecewakan merea Bu, dan sekarang, Sakina juga belum di ketahui keberadaanya." papar Rangga.


"Dan sekarang Ibu bersiap karna secepatnya kita akan pindah dari sini," tambahnya lagi.


Bagai tersambar petir di siang hari, Lily langsung menangis mendengar penutiran Rangga.


"Tapi Rangga, Ibu ngak mau pindah dari sini," Ibunya pun menangis, ia menyesal, maksud hati ingin hidup enak, malah kini ia jatuh miskin kembali.

__ADS_1


"Itu konsekuensi yang harus kita ambil, karna kita ngak bisa menjaga amanah, dan kita pantas mendapatkanya bu," ucap Rangga dinggin, ia pun beranjak dari kamarnya.


Sudah dua minggu Sakina menghilang, sementara persiapan pernikahan Arjuna sudah mulai di persispkan.


Arjuna berdiri di balkon rumahnya dengan tatapan mata kosong, melihat Arjuna terpaku di sana, Raka punmenghampirinya.


"Kau kenapa Kak?" tanya Raka.


"Aku hanya binggung dengan hidup ini Raka, kehidupan seolah tak membiarkan ku untuk hidup bahagia, kenapa di saat menyonsong hari bahagia ku, selalu saja ada masalah, aku rasanya ingin bertanya pada sang pemilik kehidupan, apa memang takdir seperti ini, sejak dulu aku selalu merasakan kehilangan, kehilangan ketiga orang tua ku, kehilangan Sakina, dan hampir saja aku kehilangan mu, sekarang aku kembali kehilangan Sakina, Raka, apa memang harus seperti ini, atau memang hanya aku yang di beri cobaan seperti ini," tutur Arjuna dengan sedih, ia pun meneteskan air matanya.


"Sabarlah kak, setelah ujian ini aku yakin, kita akan bahagaia bersama, kau dan istri mu, aku, Evelyn dan calon anakku, Sakina pasti akan kita temukan, ia juga akan bahagia bersama suaminya, kita semua akan merasakan bahagia bersama pada akhirnya Kak," Raka pun memeluk Arjuna.


"Jika Sakina kembali, aku tak kan pernah mengijinkan Rangga untuk membawanya kembali," ucap Arjuna, ia pun menghapus air matanya.


Beberapa hari berlalu, kini Rangga sudah pindah dari rumahnya, kini mereka tinggal di sebuah perumahan sederhana type 45, rumah itu di beli Rangga, hasil take over rumah dan penjualan mobilnya.


Rangga juga coba melamar di beberapa perusahan, sementara menunggu panggilan, Rangga pun ber inisiatif menjadi tukang ojek on line, selain untuk mencari nafkah, dengan banyak berada di jalanan ia berharap bisa bertemu dengan Sakina.


Di dalam mobil saat perjalanan ke rumah sakit, Sakina hanya diam, sejak tinggal di rumahnya, Sakina memang jarang berbicara.


"Kamu masih ngak ingat ya, siapa nama kamu?" tanya Arief.


Sakina memandang kearah Arif, sebentar kemudian menggangguk.


"Kamu kenapa sih, apa sejak kecelakaan itu, kamu juga kehilangan kemampuan untuk bicara, "tanya bercanda.


Sakina hanya tersenyum kembali tanpa suara.


Sesampainya di tempat parkir, mereka pun turun dari mobil, Rangga yang baru mengantar penumpangnya, tanpa sengaja Rangga melihat seorang wanita yang mirip dengan Sakina, ia pun menepikan motornya dan menghapiri wanita dan pria tersebut.


Rangga pun langsung menarik tangan Sakina, hingga tubuhnya berputar kearah belakang.


"Sakina," sapa Rangga, ia pun memeluknya.

__ADS_1


Melihat itu Arif langsung menarik tubuh Rangga, "Lancang sekali kau, memeluk pacar ku," ucap Arief.


"Pacar, dia ini istri ku, tiga minggu yang lalu ia menghilang," papar Rangga.


"Enak saja kau, lihat dia saja tak mengenalimu," sanggah Arief berusaha menutupi kenyataan.


"Tapi aku yakin dia ini istriku," bentak Rangga.


"Hey, bung mungkin saja pacar ku ini mirip dengan istrimu, tapi ia bukan istrimu."


Rangga tetap ngotot, ia pun menarik tangan Sakina, tapi langsung mendapatkan bogeman mentah dari Arif, Arief pun langsung membawa Sakina kembali masuk mobil, Rangga langsung bangkit, dan mengejar mobil yang akan meninggalkan tempat parkir tersebut.


Rangga menghampiri mobil yang masih berjalan perlahan tersebut, ia menggedor pintu, berharap di beri kesempatan untuk membuktikan bahwa wanita itu adalah istrinya.


Tapi Arief tak memberi kesempatan padanya, ia pun langsung melajukan mobilnya.


Tanpa menunggu lagi, Rangga pun mengejar mobil itu, tapi tak terkejar, untung saja ia sempat melihat nomor plat mobilnya.


Rangga berinsiatif untuk mengecek nomor polisi mobil tersebut, ia pun menghubungi Arjuna untuk dan menceritakan hal yang baru saja terjadi.


Arjuna langsung menghubungi Haris untuk menyelidiki pemilik plat nomor polisi yang di maksud Rangga.


Setelah mendapat alamat dan identitas pemilik mobil itu, mereka pun langsung menuju lokasi, dengan membawa beberapa pengawal, dan dari pihak kepolisian mereka pun berniat menjemput Sakina.


Sesampainya di sana, hanya Arjuna dan dua anggota kepolisian yang menemui pemilik rumah.


Tanpa menyangka sebelum nya, Arif pun membuka kan pintu, karna mendengar bell yang berbunyi, Arif kaget karna melihat kedua orang polisi dan seorang yang sangat di kenal nya, ya Arif sangat kenal dengan Arjuna Radja Prawira begitupun Arjuna, mereka sama-sama eksekutif muda yang sukses dan patut di perhitungkan di dunia bisnis.


Meski kaget, keduanya mencoba bersikaf tenang, dan polisi pun mengajukan pertanyaan tentang keberadaan Sakina, karna mereka sudah membawa polisi, Arief juga tak mau mengambil resiko, apalagi ternyata wanita yang ia tabrak di jalan raya, adalah anggota keluarga Radja Prawira dan adik kandung dari Arjuna, meski berat Arief pun menyerahkan Sakina.


Arief membawa Sakina menemui Arjuna, tapi Sakina tak mengenali Arjuna, meski Arjuna memeluknya, ia hanya diam saja.


Setelah keluar dari rumah itu,Arjuna langsung membawa Sakina pulang kerumahnya, Arjuna membawa Sakina, tanpa memberi kesempatan bagi Rangga menyentuh ataupun bicara padanya.

__ADS_1


__ADS_2