Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Dua cinta


__ADS_3

Setelah makan siang, Tiara memberes kan rantang nya. Iya kemudian duduk di samping Riki.


Tiara memperhatikan noda merah yang ada di kemeja Riki, setelah memeriksa nya, sangat jelas noda tersebut adalah noda lipstik.


Tak hanya itu, bahkan di pipi sebelah kanan Riki juga ada bekas yang sama.Tiara pun menjadi curiga pada Riki.


"Mas, kamu yakin Alena itu cuma teman bisnis kamu?" tanya Tiara menyelidik.


"Ngak juga sih,Emang kenapa?"


"Kalian habis ngapain aja? sampai di kemeja dan pipi kamu ada bekas gincu nya Alena,"tanya Tiara dengan nada kesal.


Riki melihat noda lipstik tersebut memang ada di bagian bahu kemeja nya, dan iya pun menggeleng kan kepala nya.


Sementara Tiara masih menatap tajam kearah nya dan seperti nya ingin mendapat penjelasan.


"Sayang, Alena tuh sengaja menempel kan lipstik nya ke kemeja dan pipi aku, hanya untuk memanasi kamu, biar kita bertengkar,"Jawab Riki menjelas kan.


"Alena sudah sering datang ke sini dan mengganggu aku, dia cemburu karna aku memilih kamu dari pada dia."


"Memang hubungan kalian sampai di mana Mas?" tanya Tiara.


"Ngak kemana-mana, aku aja ngak pernah pacaran sama dia," Jawab Riki.


"Aku kenal Alena itu saat masih kuliah dulu, memang pada awal nya aku suka sama dia."


"Tapi setelah tahu dia seperti apa? ya aku mundur secara teratur."


"Tapi kenapa? dia tu cantik banget, Mas."


"Iya cantik, tapi gampangan" jawab Riki spontan.


"Maksud kamu Mas,?" tanya Tiara penasaran.


"Aku sama dia sering berhubungan... meski kami ngak pacaran, dan aku yakin dia melakukan nya ngak cuma dengan aku."


Tiara kaget mendengar pengakuan Riki, iya pun melepas kan pegangan tangan nya dari lengan Riki.


"Jadi sebelum nya kamu..?"kata-kata Tiara terhenti.


Riki memegang erat tangan Tiara."Iya sayang, tapi itu sebelum aku bersama kamu."

__ADS_1


"Tiara aku ngak pernah bersama Alena lagi sejak aku memutus kan untuk rujuk sama kamu."


"Dan sekarang aku hanya milik kamu Tiara." Riki meraih tangan Tiara dan mencium nya.


"Tapi kenapa kamu melakukan sampai sejauh itu Mas?" tanya Tiara kecewa.


"Pada awal nya aku hanya ingin pulang larut malam karna ingin menghindari pertemuan dengan mu."


"Aku jadi sering main ke rumah teman ku, dan di sana aku bertemu Alena, setelah sekian lama tidak bertemu."


"Pada awal nya aku sama dia biasa aja, tapi kami jadi akrab karna kami sering shareing berdua."


"Aku juga ngak menyangka ternyata Alena begitu agresif, dia merayu ku berkali-kali dan kami pun akhir nya..."


Tiara meneteskan air mata nya, Iya pun menyadari ternyata sudah banyak dosa dan kesalahan yang terjadi sejak awal pernikahan mereka.


"Mas, aku tahu sejak awal pernikahan kita kamu ngak cinta sama aku, tapi kamu bisa lampias kan hasrat kamu sama aku, dan bukan pada wanita lain."ucap Tiara lirih karna merasa sedih.


"Dan aku sebenar nya aku rela melayani kamu sebagai istri mu Mas, meski pernikahan kita akan berakhir hanya dalam enam bulan."


"Itu semua, agar kamu terhindar dari perselingkuhan Mas, tapi kamu masih dengan keangkuhan kamu sendiri."


"Dan membuat kita sama-sama berdosa Mas, dan aku begitu menyesali semua yang terjadi, dan kamu juga Mas, yang membuat aku menjalin hubungan dengan pria lain," ungkap Tiara.


"Kau mau kan memaaf kan ku Tiara?" tanya Riki yang kemudian mencium tangan Tiara.


"Tentu saja Mas, jika kamu sudah bebesar hati memaaf kan ku, kenapa aku ngak bisa maafin kamu."


"Aku juga senang kamu sudah berkata jujur, jadi ngak akan ada dusta antara kita lagi."


"Aku akan terima kamu dengan semua keadaan kamu, termasuk masa lalu kamu, begitu juga kamu harus terima aku dengan semua masa lalu ku Mas," ucap Tiara sambil melingkar kan tangan nya ke pundak Riki.


"Setuju" jawab Riki sambil memeluk istri nya.


**


Hari sudah siang dan Arie sudah selesai dengan transasi nya,iya menjual mobil yang iya beli dengan hasil tabungan nya, sebenar nya uang itu akan iya gunakan untuk biaya pernikahan nya dengan Tiara.


Baru beberapa bulan iya beli, namun kini mobil tersebut iya jual untuk membiayai pengobatan istri, nya Aisyah.


Sebenar nya sudah ada perjanjian antara Arie dan Pak Herman. Pak Herman yang akan menanggung seluruh biaya pengobatan Aisyah.

__ADS_1


Selain karna Pak Herman orang berada, iya juga kagum pada Arie, karna mau menerima putri nya yang sakit-sakitan untuk menjadi istri nya, dan tentu nya itu bisa menambah beban Arie dan ibu nya.


Namun Arie tak ingin meminta bantuan sedikit pun pada mertua nya, selagi iya mampu meski harus menjual harta nya.


Bagi Arie apa pun keadaan Aisyah, Aisyah adalah istri nya, dan sebagai suami sudah menjadi tanggung jawab nya untuk mengobati Aisyah.


Arie pun pulang menuju rumah sakit menggunakan taxi online. Arie sudah memberes kan barang-barang Aisyah yang akan di bawa nya pulang.


"Sayang, sudah siap semua, ayo kita pulang !" ajak Arie kepada Aisyah.


Dan Aisyah pun menggandeng lengan Arie karna tubuh nya masih saja lemas. mereka pun keluar dari rumah sakit tersebut dan Arie membawa Aisyah keluar dari rumah sakit.


Mereka masuk kedalam taxi yang telah di pesan Arie. Ada kecurigaan pada Aisyah karna Arie tak menggunakan mobil nya, namun Aisyah menghargai setiap keputusan Arie.


Aisyah merasa iba pada Arie, yang dengan tulus telah menerima nya sebagai istri meski iya tahu beban nya akan bertambah berat.


Arie yang dengan sabar merawat dan menjaga nya. Aisyah merasa beruntung bisa hidup bersama Arie sebagai pasangan suami istri.


***


Selepas sholat isya berjamaah, Aisyah duduk di samping Arie dan bercanda dengan nya.


"Mas, nanti kalau di surga kamu pilih aku atau tujuh bidadari surga,"tanya Aisyah bercanda dalam pelukan Arie.


"Pilih kamu dong, sayang ".Jawab Arie sambil mencolet mesra hidung Aisyah.


"Pilih Aku atau mbak Tiara Mas,"tanya Aisyah masih dengan nada bercanda.


Arie terdiam sejenak, sulit bagi nya untuk membohongi diri nya sendiri, sampai saat ini perasaan nya pada Tiara tak pernah berubah, meski iya pun mencintai Aisyah.


Melihat Arie diam Aisyah langsung memberikan jawaban sendiri.


"Ngak usah milih Mas, kalau sudah di surga, nanti kamu juga bisa milih kedua nya, Mas," jawab Aisyah tersenyum.


"Mas, Aku ingin menjadi istri mu selama nya, meski hanya sementara di dunia, tapi aku ingin mendapingi mu sampai di akhirat."


"Dan aku ngak perduli meski harus bersaing dengan seribu bidadari di surga,"ujar Aisyah.


"Boleh kan Mas?" tanya Aisyah yang menatap mata Arie.


Arie terharu mendengar penuturan Aisyah, sampai ada bulir air mata di sudut mata nya, ternyata Aisyah benar-benar mencintai nya.

__ADS_1


"Tentu sayang, Aku sangat berterima kasih sama tuhan, karna di dunia ini pun iya telah menurun kan bidadari surga nya untuk aku, yaitu kamu sayang, dan aku juga ngak perlu tujuh bidadari selama ada kamu yang menemani aku, sayang," tutur Arie dengan berkaca-kaca.


Kemudian iya mencium kening Aisyah dan memeluk nya mereka larut dalam haru nya kebahagiaan.


__ADS_2