Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Kecewa


__ADS_3

Sudah seminggu Tiara di rumah sakit, dan kini iya di perboleh kan untuk pulang.dan sekali lagi atas nama cinta, Tiara tetap bertahan dengan Riki.


Tiara pun harus melanjut kan bed rest nya di rumah, sampai iya memasuki trimester kedua, dan iya tak boleh mengerjakan hal yang berat termasuk menunaikan kewajiban nya kepada suami nya.


Sudah hampir tiga bulan iya menghabiskan waktu nya di dalam rumah, hanya handpone nya dan boneka beruang dari Ryan yang selalu menemani nya setiap waktu.


Tiara merasa sudah segar dan kembali sedia kala, perut nya kini sudah membesar dan iya tak bisa lagi menggunakan dress mini nan seksi kesukaan nya.


Tiara menggunakan baju hamil nya, iya pun memutar badan nya kekiri dan kanan di depan cermin, begitu senang nya iya melihat perut nya yang membesar, Tiara merasa bangga jika sebentar lagi iya menjadi seorang ibu, dan perjuangan nya selama tiga bulan terakhir tidak sia-sia.


Pagi ini iya ingin memeriksakan kandungan nys kedokter, Iya pun bermaksud menemui Riki, karna semalam Riki tudur bersama Syntia.


Iya pun membuka pintu kamar nya dan kaget, karna melihat Riki dan Syntia berciuman di depan kamar mereka.


Tiara langsung menutup pintu nya kembali, iya begitu cemburu, apalagi selama tiga bulan terakhir hanya Syntia yang melayani kebutuhan biologis sang suami. Air mata nya pun menetes kembali," Mungkin kah Mas Riki sudah mulai mencintai Syntia," pikir Tiara dalam hati nya.


Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar, "Tiara, buka pintu nya" panggil Riki.


Tapi Tiara tak menjawab iya, "Tiara, buka pintu nya aku mau masuk, "ulang nya kembali.


Tiara pun menghapus air mata nya, dan membukakan pintu bagi Riki, tapi kemudian iya membelakangi Riki.


Riki mendekati nya, kemudian ingin mencium nya tapi Tiara menghindar, tak ingin berdebat Riki pun pamit tanpa menyentuh Tiara.


Tiara pun menjadi bad mood, dan menunda kepaergian nya.


Sore hari nya, Tiara kembali menunggu Riki untuk pergi kedokter, tapi setelah setengah enam sore Riki juga belum datang, iya pun turun ke dapur karna ingin makan sesuatu.


Di dapur Tiara bertemu dengan Bi Inah," Bi Mas Riki belum pulang ya? "tanya Tiara iseng.


"Udah Mbak, tapi pergi langsung pergi lagi bersama Mbak Syntia, katanya kedokter kandungan," Jawab Bi Inah.


Tiara pun kembali kekamar nya lagi-lagi iya merasakan kecewa, apalagi yang bisa di lakukan Tiara selain menangis.

__ADS_1


Mereka pulang pukul delapan malam, dan Riki langsung masuk ke kamar Tiara, karna ini adalah hari giliran bagi Tiara.


Riki takut menyentuh Tiara, karna iya tak ingin Tiara marah, sedang kan Tiara, merasa Riki sudah banyak berubah dan iya pun diam saja sambil pura-pura tidur, dan akhir nya tiara pun tertidur.


Entah mengapa Tiara terbangun dan merasa haus, di lihat nya tak ada lagi air di dispenser kamar nya, iya pun mementus kan untuk keluar, Tiara melihat kearah tempat tidur Riki dan dilihat nya Riki sudah tidak ada.


Tiara pun keluar dari kamar nya, dan betapa shock nya Tiara, melihat Riki dan Syntia melakoni adegan panas nya, karna pintu kamar mereka terbuka, dan Tiara melihat sendiri kedua-dua nya dalam keadaan bugil tanpa sehelai benang pun.


Tiara langsung berlari kekamar nya, dan kembali menangis, iya menjadi jijik dengan kedua nya, termasuk dengan Riki, Tiara ngak tahu apa pintu dengan sengaja di buka, atau tanpa sadar mereka lupa menutup pintu. Tiara pun menangis sejadi-jadi nya.


Semalaman Tiara tak tidur, karna adegan tersebut terus terbayang di benak nya, apalagi Riki harus nya malam ini tidur dengan, meski iya tak bisa melayani nya, tapi seharus nya Riki sabar menunggu satu hari, apa yang mereka lakukan adalah kecurangan.


Riki tersadar dari tidur nya dan kaget, karna iya berada di kamar Syntia, iya pun ingat saat iya keluar semalam Syntia memintanya untuk melayani nya dan Riki pun lupa jika semalam waktu untuk Tiara.


"Gawat kalau sampai Tiara tahu,"guman nya.


Riki pun langsung menuju kamar Tiara dan mengetuk pintu, ternyata Tiara mengunci pintu kamar nya, setelah beberapa kali memanggil Tiara pun akhir nya membukakan pintu bagi Riki.


Riki heran karna Tiara sedang membereskan pakaian nya dan sudah sebagian di masukan dalam koper.


"Aku mau pergi dari rumah ini, dan aku ingin pisah dari kamu secepat nya Mas," jawab Tiara datar.


"Apa? kau tidak tidak bercanda kan Tiara?" tanya Riki seolah tak percaya.


"Aku sangat serius Mas," jawab nya acu.


"Tapi apa salah ku Tiara, semua mau mu sudah kuturuti, kau minta aku menikahi Syntia, aku lakukan, dan kau juga minta aku tak menyentuh mu, juga kulakukan, meski kadang aku sangar merindukan mu, Tiara."


"Kamu ngak salah Mas, hanya aku saja yang sudah ngak sanggup bertahan dengan semua ini," jawab Tiara.


"Tiara demi cinta kita bersabarlah Tiara, setelah Syntia melahirkan, aku akan menceraikan nya, dan aku janji hanya kamu satu-satu nya pendamping ku Tiara," bujuk Riki.


"Mas aku bertahan selama ini, karna aku yakin sama cinta kamu, tapi sekarang aku bahkan tak yakin akan cinta aku ke kamu sama sepetti dulu," ucap Tiara dengan setengah menangis.

__ADS_1


"Tapi aku cinta sama kamu Tiara, aku ngak mau melepaskan kamu.:


"Mas jika kamu cinta sama aku harus nya kamu bisa melepas ku,dan jika kamu ngak mau melepaskan ku, itu sama saja kamu egois," tutur Tiara tegas.


Mama masuk kedalam kamar, untuk mengantar sarapan Tiara, tapi saat masuk Mama sudah melihat mereka berdua berurai air mata.


"Ada apa ini?" tanya Mama heran, tapi tak ada jawaban dari kedua nya.


"Tiara kamu mau kemana?" tanya Mama yang heran melihat baju Tiara yang berada di koper.


"Tiara mau pergi Ma, Tiara ngak sanggup lagi melanjutkan rumah tangga ini," jawab nya.


"Tapi apa masalah nya, bukan nya kamu bilang, bahwa kamu sangat mencintai suami kamu Tiara, kamu sudah bertahan sejauh ini, Nak,"


"Tapi Tiara sudah ngak tahan Ma, Tiara bisa gila jika seperti ini, tolonglah mengerti Tiara, Tiara benar-benar ngak bisa melanjut rumah tangga ini."


"Iya Tiara, kamu pikir baik-baik dulu, setelah tenang, baru kamu putus kan, mengambil keputusan saat emosi tidak baik, kamu pikir dulu beberapa hari, setelah itu, apa pun keputusan kamu, Mama akan sanggupi." Mama berusaha menenangkan Tiara.


Riki keluar dari kamar Tiara, iya pun duduk di kursi ruang tamu sambil merenungi kata-kata Tiara.


Dan seketika Riki pun menutup wajah nya dengan kedua tangan nya dan menangis.


Mama yang kasihan dengan Riki langsung memeluk putra nya tersebut, dan ikut menangis.


Riki pun nenangis dalam pelukan sang bunda, seperti anak kecil, Riki pun menumpah kan keluh kesah nya.


"Ma, Tiara ngak serius kan Ma," ujar Riki pada Mama nya dengan terisak.


"Mama Ngak tahu, tapi Mama juga ngak bisa memaksa Tiara, dia sudah sangat menderita Nak, begitu banyak cobaan yang menimpanya akhir ini, iya pasti tertekan."


"Ma, Riki sangat mencintai Tiara, bahkan Riki membangun rumah yang besar untuk kami tempati bersama anak cucu kami, dan Riki berencana ingin punya anak yang banyak dari Tiara," tutur Riki dengan deraian air mata, iya kembali menangis meratap di pelukan Mama nya.


*******************

__ADS_1


please like, komen dan vote nya biar autor tambah semangat, terima kasih sudah membaca, tetap setia ya menunggu episode selanjut nya.


__ADS_2