Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Kesedihan


__ADS_3

Tiara tersadar, namun tempat tersebut terasa asing bagi nya, iya pun bangkit dan hendak keluar dari ruang tersebut.


Bu, Rahmi ibunda Arie pun menghampiri Tiara, "Tiara kamu sudah sadar?, tapi kamu harus banyak istirahat, Nak."


"Tiara ingin melihat keadaan Arie, Bu."


"Kamu tenang saja Tiara, Arie sudah siuman dan ada Pak Herman yang menunggu nya di sana."


" Kalau begitu Tiara ingin menemui nya Bu,"


"Iya tapi kamu harus makan dulu ya, tubuh kamu lemah sekali, dan wanita yang sedang hamil, harus banyak makan, agar janin nya tumbuh dengan sehat."papar Bu Rahmi.


"Hamil? Tiara ngak hamil, Bu, "sangkal Tiara.


"Kamu sedang hamil Nak, dan kamu sudah di periksa oleh bidan, saat kamu pingsan tadi."


Tiara merasa bahagia, tapi juga merasa sedih, karna iya begitu mengingin kan kehamilan nya," tapi apakah Mas Riki akan mengira ini adalah anak Arie," pikir Tiara dalam hati.


Tiara langsung menghampiri Arie, Melihat Tiara, Arie pun langsung bangit dari pembaringan nya, meski kepala nya terasa berat.


Tiara duduk di samping Arie.


"Rie gimana keadaan kamu?" tanya Tiara.


"Maaf Tiara, aku ngak tahu, bagaimana ini bisa terjadi," ujar Arie.


"Sudah lah Rie, aku tahu ini bukan kesalahan kamu, pasti ada orang yang sengaja memfitnah kita, Rie."


" Karna waktu aku buka pintu, ada seorang pria yang langsung membungkam ku, dan saat itu aku sudah tak sadar lagi, saat sadar Mas Riki membangun kan ku dan iya mengira kita telah melakukan perbuatan zina Rie, Mas Riki begitu marah hingga iya menjatuh kan talag pada ku, Rie." Air mata pun perlahan menetes di pipi Tiara.


"Aku mencoba menjelaskan nya, tapi iya sedikit pun tak memberi ku kesempatan untuk bicara."

__ADS_1


Arie juga sedih melihat Tiara yang terus menangis, air mata Tiara terus mengalir meski tak terdengar suara dari nya.


"Maaf Tiara, tapi aku juga ngak tahu siapa yang telah melakukan ini pada kita, Saat aku berjalan dari masjid menuju rumah, aku juga di hadang seorang lelaki dan mereka juga membius ku, aku masih bisa meronta tapi mereka memukul leher ku dan saat itu terjadi, aku sudah tidak sadar lagi." papar Arie.


"Tiara sebelum kejadian ini aku memang sering merasa ada orang yang selalu mengawasi ku."


" Saat aku pulang dari rumah mu, mengantar Syntia, seseorang membuntuti ku hingga aku sampai dirumah, aku coba mengejar namun mereka berhasil lari."


"Rie, apa ini ada hubungan nya dengan Alena Rie,?" tanya Tiara curiga.


"Mungkin saja Tiara, karna banyak sekali kejadian aneh, mulai dari percobaan penculikan mu, hingga kita hampir di tabrak, dan sekarang mereka merekayasa bahwa kita telah berselingkuh." papar Arie lagi.


"Tapi mengapa Mas Riki percaya begitu aja Rie, apa Mas Riki masih ragu akan cintaku pada nya?" tanya Tiara lirih.


"Tiara, aku yakin Mas Riki masih emosi, dan jika emosi nya mereda iya pasti akan berpikir jernih kembali." ujar Arie menenangkan hati Tiara.


"Tapi Rie, Mas Riki sudah menjatuh kan talaq nya pada ku Rie, Aku tak pernah melihat iya semarah itu, sebelum nya iya juga tak pernah mungucap kan talaq nya, kepada ku secara langsung, Aku jadi takut Rie, aku takut jika kehilangan dirinya." Kata-kata Tiara semakin lirih dan itu membuat Arie semakin iba.


"Apa kau tahu Rie, sekarang aku tengah mengandung anak nya."


"Kalau begitu bagus Tiara, dengan begitu kau bisa membujuk nya, percalah Tiara jika Mas Riki mencintai mu, iya pasti akan kembali pada mu"


"Tapi aku coba menghubungi Mas Riki ternyata nomor ku di sudah di blok oleh nya, Aku harus pulang Rie, aku akan menunggu Mas Riki di sana," ucap Tiara.


"Iya Tiara, Tapi kau harus berhati-hati bukan tak mungkin seseorang bisa menyakiti mu lebih dari ini, sebaik nya kau telpon Syntia biar dia menemani mu di rumah, dengan begitu aku juga ngak merasa terlalu khawatir lagi."


"Iya Rie, akan ku hubungi dia lagi"


"Rie, kau baik-baik saja kan? jujur aku juga menghawatir kan keadaan mu, Rie,"


"Aku baik-baik saja Tiara, kau juga harus jaga diri mu baik-baik Tiara, jangan terlalu dibawa emosi, ingat kau sedang mengandung sekarang," ucap Arie lagi.

__ADS_1


"Terima kasih Rie, aku pulang dulu, Tiara memegang tangan Arie, tapi Arie menarik dan memeluk nya, "Jaga diri mu Tiara, ingat lah kau tak pernah sendiri, jika kau butuh sesuatu aku akan selalu ada di sana untuk mu," ucap Arie di tepi telinga Tiara.


"Terima kasih Rie, kau teman terbaiku," ucap Tiara sambil melepas pelukan Arie.


Dan Tiara pun berlalu dari nya, iya tak tega melihat Tiara yang kini kembali menderita.


Arie pun mengambil telpon nya dan mencoba menghubungi Syntia, tapi Syntia tak mengangkat nya, iya pun khawatir dengan keadaan Tiara yang sendiri.


**


Riki bangun dari tidur nya dan kepala nya masih terasa berat, iya pun kembali teringat akan kejadian semalam, bagaimana Arie memeluk mesra Tiara, tampak sekali kelelahan di wajah mereka, "Entah berapa kali mereka mengulang nya hingga mereka begitu terlelap, bahkan Arie masih tak sadar, saat iya dan Tiara bertengkar" batin Riki.


Riki benci mengingat nya, tapi iya selalu teringat akan pengkhianatan Tiara.


Riki menjerit sendiri nencoba menghapus ingatan nya, atas kejadian semalam, tapi adegan tersebut terus berputar-putar di kepala nya.


Riki pun mengambil botol minuman yang di minumnya semalam, iya pun merempar nya kearah kaca,


Prank..


Kaca pecah luluh lantak karna di lempar sesuatu yang berat, Riki melihat serpihan kaca yang pecah, iya membayangkan seperti itu lah dirinya saat ini, hati nya hancur berkeping-keping.


"Apa kurang nya aku pada mu,Tiara, hingga teganya kau berhianat, apa cinta mu pada Arie begitu besar, hingga semua yang ku berikan untuk mu, terlihat tak ada arti nya di mata mu," ucap Riki pada dirinya sendiri,


Riki pun kembali menangis dalam kesunyian dan kesendirian nya.


Iya masih merasa rindu dengan kebiasaan Tiara setiap pagi, yang membuat kan nya secangkir kopi, dengan senyuman dan sapaan hangat nya di pagi hari.


Iya merasa rindu pada Tiara yang selalu bersikap manja pada nya saat iya pergi dan pulang bekerja. Tiara selalu meminta ciuman di bibir nya saat iya akan pergi, Riki merasa rindu akan semua itu, akan semua kebiasan yang iya lakukan bersama Tiara.


Riki pun kembali menjerit ketika mengenang masa indah yang mereka lewati bersama.

__ADS_1


Tak kuasa menahan kesedihan nya, Riki pun kembali minum bir, iya meminum nya sampai habis, dan saat itu kepala nya mulai pusing dan iya pun tak sadarkan diri.


__ADS_2