
Mata Riki berkaca-kaca saat mengingat kata-kata nya sendiri," Kenapa aku harus mengatakan hal buruk tentang Tiara", sesal Riki.
Iya pun mengambil kunci mobil ke atas kamar nya dan ingin pergi.
"Mas mau kemana?" tanya Syntia panik.
"Bukan urusan mu," jawab Riki.
Riki mengemudikan mobil menuju rumah nya, Riki membuka kunci rumah nya, karna iya memang memegang serep kunci rumah Tiara dan iya bisa masuk kapan saja.
Riki masuk tapi tak mendapati Tiara di sana, dan di lihat nya ada motor Arie di garasi.
Riki berpikir pasti Arie yang telah membawa Tiara pergi, Arie pasti akan menceritakan kejadiaan yang baru saja terjadi kepada Tiara.
"Gawat" pikir Riki." Jika Tiara tahu bahwa iya dan Syntia telah berhubungan i...m." batin Riki.
"Aku harus mencari mereka, aku tak ingin kehilangan Tiara," ucap nya pada diri nya sendiri.
Riki pun mencoba mencari mereka di rumah Arie, tapi kelihatan nya mereka tak berada di sana, karna rumah Arie sepi dan gelap selain itu, mobil Tiara juga tak ada di sana.
"Apa Tiara pulang kerumah orang tua nya?" tanya nya lagi.
Riki pun menuju rumah ibunya Tiara, butuh waktu tempuh dua jam untuk sampai kesana, tapi Riki tak perduli, semua akan di lakukan nya demi kata maaf dari Tiara.
**
Sementara Syntia duduk menangis sendiri di rumah itu, iya teringat kata-kata Arie, iya pun menyesali kebodohan nya, mengapa dengan mudah nya iya melepas kegadisan nya hanya untuk suatu hubungan yang hina.
Sebesar apa pun pengorbanan nya pada Riki, tak kan bisa meluntur kan cinta Riki pada Tiara.
Syntia pun menjerit dalam kesunyian nya, Bagaimana jika Riki kembali pada Tiara, iya hanya akan jadi sampah, tak kan ada prua yang menerimanya, selain punya paras yang pas-pasan iya kini juga sudah tak suci lagi.
"Kenapa aku bisa sebodoh ini!" pekik nya.
"Aku terlalu bernafsu dan berambisi untuk merebut Riki dari Tiara, dan kini aku bahkan kehilangan semua nya, cinta dan juga persahabatan ku," ucap nya sambil menangis.
"Bagaimana jika aku hamil dan Mas Riki enggan bertanggung jawab," ucap nya pada diri sendiri.
Dan iya pun menghempas kan tubuh nya ke kasur dan menutup wajah nya dengan bantal.
Tapi kemudian Syntia bangkit dengan senyum licik nya," Tentu saja aku harus hamil, dengan begitu Mas Riki akan bertanggung jawab pada ku, jika Tiara bisa memaksa Riki untuk memiliki nya, kenapa aku tidak, apalagi jika aku hamil, orang tua Riki pasti akan memaksa nya untuk menikahi ku, karna aku bisa memberi keturunan untuk mereka,"
"Huahaaa haha" tawa licik Syntia, Syntia seperti nenek sihir yang ingin merebut sang pangeran, penuh tipu daya dan muslihat.
__ADS_1
***
Tiara sudah berbaring di tempat tidur, iya sudah di pasang infus dan tampak nya wajah Tiara mulai terlihat segar.
"Pak, apa Bapak suami dari Bu Tiara," tanya seorang perawat pada Arie.
Arie binggung untuk menjawabnya, iya pun kembali bertanya pada suster.
"Ada Apa ?"
"Pak, keadaan Ibu Tiara tak menghawatir kan, iya hanya perlu di infus beberapa hari untuk mengganti cairan tubuh nya, kami hanya akan memberi vitamin dan obat lambung saja," tutur perawat tersebut.
Tapi suster, Tiara tadi memuntah kan darah, apa itu tidak berbahaya," tanya Arie khawatir.
"Sebenarnya Pak darah tersebut di duga bukan dari lambung nya, tapi dari tenggorokan Bu Tiara, karna terlalu kering dan bergesekan dari cairan asam yang di muntahkan nya."
"Tapi kenapa Tiara, selalu muntah, sus.?"
"Itu biasa Pak, mungkin karna perubahan hormon" jawab suster tersebut.
Arie pun diam dan suster tersenyum melihat Arie.
"Anak pertama ya, Pak, tanya suster," membuyar kan lamunan Arie.
Suster pun berlalu sambil tersenyum kepada Arie.
****
Riki pun sampai di rumah Ibu nya Tiara, waktu tempuh yang harus nya dua jam, jika dengan kecepatan normal, kini hanya di tempuh satu jam lebih sedikit.
Riki heran melihat mobil Tiara juga tak disana, mungkin mereka belum sampai, pikir Riki, iya pun menunggu.
Riki tak berani memberi tahu Ibu mertua nya, karna Ibu Tiara pasti tak mengijin kan Riki membawa Tiara lagi, jika iya tahu jika Iya telah menyakiti Tiara.
Sebelum mereka menikah Ibu nya juga tak setuju jika Tiara menikah dengan nya, Riki sempat di maki-maki Ibu nya karna telah menodai putri nya.
Wajar saja jika Ibunya menyayanginya, bahkan terlalu menyayangi nya, Tiara adalah anak yang di besarkan nya sendiri, sementara adik nya dalam asuhan ayah Tiara.
Hampir dua jam menunggu, tapi Tiara juga tak nampak batang hidung nya, Seharus nya mereka sudah sampai, saat ini" batin nya Riki.
Setelah berfikir Riki pun memutuskan untuk pulang kembali ke rumah, dan menunggu Tiara di sana.
*****
__ADS_1
Arie terlihat lelah, iya pun tidur dengan posisi duduk dan kepala nya berada di atas tempat tidur Tiara.
Tiara terbangun karna menyentuh kepala Arie, Tiara bangkit dari pembaringan dan berada dalam posisi duduk.
Di perhatikan nya wajah Arie yang terlihat lelah, air mata Tiara pun menetes melihat pengorbanan Arie, perjuangan serta ketulusan nya.
Tiara pun mengusap rambut Arie dengan lembut, kemudian iya mencium pipi nya, dan tersenyum.
"Terima kasih Tiara, "terdengar suara Arie.
"Arie, kamu belum tidur,?" tanya Tiara kaget, karna seperti nya, tadi iya melihat Arie begitu lelap.
"Aku tidur nyenyak sekali, hingga aku mimpi di cium bidadari, aku pun mengejar dan mencari nya, ternyata bidadari nya ada di sini," ucap Arie sedikit tertawa, iya pun menatap mata Tiara.
Tiara tersipu malu, karna kata-kata gombal dari Arie.
"Tiara apa boleh aku minta yang sebelah lagi, karna pipi kiri ku cemburu pada pipi kanan ku, iya juga ingin di cium bidadari," Arie menunjukan pipi kiri nya.
Dan dengan tersenyum Tiara, pun mencium pipi kiri Arie.
"Sekarang siapa lagi yang cemburu Rie, apa bibir mu, juga cemburu," tanya Tiara menantang.
"Ngak, kalau yang itu privasi. " ucap Arie.
Arie tak ingin berlebihan, karna Tiara masih berstatus istri orang. Meski begitu menginginkan nya, Arie coba untuk menahan nya.
"Tidur lah Tiara, kau butuh istirahat yang cukup," ujar Arie.
"Aku ngak bisa tidur Rie, bagaimana kalau kau nyanyikan," pinta Tiara.
"Nyanyi? nina bobo...," Baru Arie mulai bernyanyi Tiara sudah protes.
"Kamu pikir aku bayi Rie, nyanyi lagu romantis yang dulu sering kau nyanyi kan, sebelum aku tidur. "
Arie berfikir sejenak, Iya pun konsentrasi menyanyikan sebuah lagu yang menggambar kan isi hati nya.
Bila aku harus mencintai dan berbagi hati itu hanya dengan mu, namun bila ku harus tanpa mu, suara Arie semakin lirih karna iya menahan air mata nya.
Tak pernah ku mencoba dan tak ingin ku mengisi hatiku dengan cinta yang lain kan ku biar kan ruang hampa di dalam hidup ku, bila aku harus mencintai dan berbagi hati itu hanya dengan mu, namun bila ku harus tanpa mu akan tetap ku arungi hidup tanps cinta. ( mereka pun bernyanyi bersama)
Air mata pun menggenang di mata kedua nya, karna lagu itu lah lagu pertama Arie menyatakan perasaan nya pada Tiara.
note: lagu by Elemen, Rahasia hati.
__ADS_1