Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
kabar duka


__ADS_3

Tiara keluar dari stan nya, karna memang sudah waktu nya iya pulang. Saat akan keluar dari supermarket Tiara melihat Arie yang sudah menunggu nya.


Tiara pun menghampiri Arie dengan perasaan gembira, iya bermaksud untuk memberitahu Arie bahwa diri nya akan berpisah dengan suami dan berharap Arie mau menerima nya kembali.


Arie pun membuka pintu mobil bagi Tiara, dan setelah itu mereka pun pergi dari tempat tersebut.


"Hai Rie,"sapa Tiara. Tapi Arie hanya diam tak menjawab.


"Dari mana Rie?"tanya nya lagi. Tapi Arie tetap diam. Seperti nya suasa hati Arie lagi tidak baik, pikir Tiara.


"Kamu kenapa sih Rie?"tanya Tiara.


"Lagi be'te ya?" tanya nya lagi


"Tiara, ada yang ingin kusampai kan pada mu," ujar Arie.


"Aku juga ada Rie, ada yang ingin ku sampai kan pada mu."ujar Tiara dengan perasaan bahagia, sebalik nya Arie terlihat murung saat itu.


"Ya sudah kau duluan," kata Arie.


"Tapi aku ingin mendengar berita mu terlebih dahulu,"ucap Tiara.


Arie terdiam, iya juga tak tahu harus memulai nya dari mana.


Melihat Arie yang terdiam, Tiara pun binggung dan kembali bertanya pada nya.


"Rie, katanya ada yang mau kamu sampai kan, apa itu?" Tiara kembali bertanya.


Tanpa banyak bicara Arie kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya, yang terlihat seperti undangan, dan ternyata memang selembar undangan. Kemudian Arie memberi undangan tersebut pada Tiara.


Tiara kemudian meraih undangan tersebut dari tangan Arie, iya melihat undangan indah yang bersampul putih.


"Siapa yang menikah Rie,?"tanya nya.


"Bukalah Tiara,"suara Arie begitu lirih.


Tiara pun membuka sampul undangan tersebut, sempat terlintas di hati nya, bahwa Arie ingin membawa nya pada pesta tersebut, karna di lihat dari undangan tersebut waktu nya adalah minggu depan.


Tiara membuka sampul nya dengan perlahan dan betapa terkujut nya iya, melihat nama pengantin yang ada di undangan tersebut.


Arie Perdana dan Aisyah Putri, dalam hati iya membaca nya.

__ADS_1


Sesak langsung terasa di dada Tiara,tak sadar air mata jatuh menetes begitu saja di pipi nya. Iya terpaku tak bersuara dan tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.


Baru saja iya memimpikan kebersanaan nya bersama Arie, apalagi Iya dan Riki telah sepakat untuk berpisah.


Arie pun tak mampu berkata apapun ketika iya melihat Tiara yang menangis tak bersuara.


Arie berusaha menjelas kan pada Tiara, agar Tiara mengerti alasanya menikahi Aisyah.


"Aisyah menderita kanker otak Tiara, dan Pak Herman sendiri yang meminta ku untuk menikahi Aisyah."ungkap Arie.


Tapi tampak nya Tiara sudah tak bisa berkata apa-apa lagi, harapan nya seolah hanya angan yang tak mungkin menjadi kenyataan.


Tiara hanya diam sepanjang perjalanan, tampak nya, kini iya merasa kan apa yang Arie rasa kan ,saat mengetahui diri nya sudah menikah.


Mereka pun sampai di depan rumah Tiara.


"Maaf kan aku Tiara, sekarang aku tidak bisa lagi bersama mu, hubungan terlarang ini harus kita akhiri sampai di sini,"ungkap Arie sambil menghapus air mata Tiara.


Tiara pun langsung memeluk Arie dan kembali menangis di pelukan nya, Arie pun semakin mendekap erat tubuh Tiara, seolah olah ini adalah pelukan terakhir,ini lah perpisahan mereka.


"Aku mengerti Arie, semua ini sudah takdir dari yang di atas ternyata kita memang tak berjodoh,"dengan terbata-bata Tiara bicara.


"Pergilah Rie, aku yakin kau akan bahagia bersama Aisyah."tutur nya lagi.


"Apa yang bisa membuat ku bahagia, selain melihat mu bahagia."ungkap Tiara dengan deraian air mata.


Arie kemudian mencium Tiara berkali kali di seluruh wajah nya,iya mencium kening nya, pipinya dan bibir nya, Arie sepertinya juga tak rela melepas kan Tiara.


Tapi apalah daya nya, Tiara bukan lagi milik nya dan di belakang nya sudah menanti Aisyah yang penuh pengharapan dari nya.


Setelah cukup puas dengan ungkapan perpisahan nya, Tiara pun keluar dari mobil tersebut dan menuju pintu rumah nya, tapi tampak nya Arie tak ingin pergi dari sana.


Arie terus saja berada di sana, meski Tiara sudah menutup pintu rumah dan pintu hati untuk nya.


Tiara menghempas kan tubuh nya,tapi kemudian iya melihat Arie tak juga beranjak dari tempat nya.


Arie belum juga pergi dari sana,Tiara pun membuka jendela kamar nya.Iya melihat Arie masih terpaku menangis di sana.


Tiara pun melambaikan tangan sebagai isyarat Arie harus pulang,dan Arie pun mengerti, tak lama kemudian Arie pun pulang.


Kali ini giliran Tiara yang menangisi kepergian Arie.Tiara kembali menghempas kan tubuh nya dan kembali menangis, Tiara terlalu larut dalam kesedihan nya hingga iya lupa janji nya pada Riki.

__ADS_1


Tiara kemudian teringat akan janji nya, iya berjanji akan memasak untuk Riki malam ini.


Meski merasakan kesedihan yang mendalam, namun Tiara harus tetap fokus memasak, karna ini pertama kali nya iya memasak untuk Riki.


Tiara juga tak ingin Riki berubah pikiran, meski iya tak bisa lagi mengharap kan Arie, namun iya tetap ingin berpisah dengan nya.


Dengan begitu ,beban nya menjadi sedikit berkurang dan satu masalah akan selesai.


Riki sudah pulang, tapi Tiara belum juga selesai memasak. Seperti biasa Riki yang pulang langsung masuk ke kamar nya tanpa menyapa Tiara terlebih dahulu.


Tiara pun selesai memasak, iya kemudian menata hidangan di meja makan, saat itu Riki keluar dan tanpa sengaja melihat mata Tiara yang sembab seperti habis menanggis.


Iya pun menghampiri Tiara dan bertanya kepada nya.


"Kamu kenapa Tiara? mata kamu kok sembab gitu."


"Habis nangis ya?"tanya lagi.


"Ngak kok Mas, habis ngiris bawang". Jawab Tiara berbohong.


Tiara berusaha menyembunyi kan wajah nya dengan menunduk.


"Makan malam sudah siap Mas,"ujar Tiara. Kemudian iya hendak pergi, tapi tangan nya di tarik oleh Riki.


"Kamu mau kemana, Tiara?"


"Kita makan bersama di sini," lalu Riki pun menyuruh nya untuk duduk.


Mereka pun makan bersama dan ini pertama kali nya juga mereka makan bersama.


"Tiara, aku sudah mendaftar kan perceraian kita, dan minggu depan sudah mulai mediasi nya."ujar Riki.


Tapi Tiara hanya diam dan menunduk.


"Kamu kenapa Tiara? seperti nya tidak senang, bukan nya kamu sendiri yang meminta nya."tanya Riki yang melihat Tiara murung.


"Hah, apa Mas? kamu ngomong apa tadi," tanya nya.


Ternyata Tiara tidak mendengar pembicaraan Riki, iya tak fokus karna pikiran nya terbagi.


Dan Riki pun Engan mengulang ucapan nya tadi, iya hanya diam dan tak bicara lagi setelah itu.

__ADS_1


Sehabis makan Tiara langsung mencuci piring nya dan saat itu iya kembali menangis.


Sudah seminggu, Riki melihat Tiara yang selalu menangis. Iya pun penasaran apa yang menyebab kan Tiara bersedih seperti itu.


__ADS_2