
Riki menemui Arie, dan meminta saran pada Arie, meski Arie lebih muda dari nya, tampak nya Arie lebih bijak sana, dari diri nya.
Arie yang sedang berada di teras nya nya sedikit kaget, karna kedatangan Riki.
"Assalam mualaikum Rie," ucap Riki.
"waalaikum sallam," jawab Arie.
Meski masih kesal dengan Riki tapi Arie bukan lah type pendendam.
"Masuk Mas," ajak Arie.
"Diluar saja Rie, ada yang ingin ku bicarakan pada mu," tutur Riki.
Dan mereka pun duduk bersebelahan di teras rumah Arie.
"Tadi Syntia datang pada ku, Rie." Riki langsung to the poin.
Arie hanya melihat kearah nya sebagai isyarat pertanyaan.
"Syntia ngaku hamil dan meminta ku bertanggung jawab pada nya," tutur Riki sambil menghempas nafas panjang nya.
"Trus aku bisa apa Mas,? kenapa kau tanya kan ini pada ku? kenapa tidak kau tanya kan sebelum kalian melakukan nya, Aku harus apa? mereka berdua sahabat ku, " Arie menjawab dengan pertanyaan.
"Tapi aku ngak bisa menikahi Syntia Rie, aku terlalu mencintai Tiara, aku tak ingin Tiara tahu, apalagi Tiara sedang hamil, aku tak ingin membuat nya terluka," papar Riki dengan mata berkaca-kaca.
"Lalu sampai kapan kau bisa sembunyi dan lari Mas? serapat-rapat nya kau menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga, sebenar nya aku sudah ingin memberi tahu Tiara malam itu juga, tapi saat aku pulang melihat nya, aku tak tega dengan keadaan nya, Tiara menunggu mu Mas, dia begitu terpuruk saat kau tinggal kan, Baginya kau adalah separuh jiwa nya, tapi kau selalu menyakitinya, kau selalu lari dari nya ,dan saat dia membutuh kan mu, kau tak berada di samping nya, kau sudah merusak Tiara ku Mas, tapi aku iklas, karna melihat nya bahagia bersamamu, dan kini kau juga merusak Syntia, dan itu pasti akan membuat Tiara semakin terluka, berhentilah menyakiti Tiara Mas," ucap Arie lirih dan matanya berkaca-kaca menahan sedih nya.
"Aku menyesal Rie, Aku tak ingin Tiara bersedih lagi, untuk itu aku datang meminta saran dari mu, Rie."
"Jika Syntia mau, biar aku yang bertanggung jawab pada anak yang di kamdung nya," jawab Arie lirih, iya pun meneteskan air mata nya.
"Maksud mu Rie,?" tanya Riki ingin lebih yakin.
Arie memandang kearah Riki, Biar aku yang menikahi Syntia, Mas, agar iya tak lagi mengganggu kau dan Tiara.
__ADS_1
"Bawalah Tiara menjauh, semoga saja iya tak mengetahui nya, jika tidak Tiara tak kan mengizin aku menikahi Syntia," ucap Arie.
"Terima kasih Rie," ucap Riki sambil memeluk Arie.
"Aku melakukan nya bukan karna mu Mas, tapi karna kedua sahabat ku, kedua nya pasti menderita jika mereka hidup bersama mu."
"Aku tak tahu Rie, terbuat dari apa hati mu, aku tak menyangka kau mempunyai hati seluas samudra," puji Riki.
"Sudalah Mas, mungkin ini sudah jalan nya, kita tak bisa membeli takdir dan menentukan dengan siapa kita hidup, aku hanya melakukan yang bisa kulakukan."
"Aku sedikit lega Rie, aku berjanji tak kan pernah menyakiti Tiara, Akan ku jaga dia, seperti kau yang telah menjaga nya, sungguh aku tak punya hati setulus kau Rie," ujar Riki terharu.
"Aku tak janji Mas, apa Syntia mau menikah dengan ku, karna ku tahu Syntia juga mencintai mu," ucap Arie.
"Jadi kau tahu, Rie? Kenapa kau tak bilang, setidak nya aku menghindari nya."
"Rie, malam itu Syntia datang kerumah ku, saat itu aku masih setengah mabuk, karna pagi nya aku habis meneguk sebotol Bir, aku tak berpikir macam-macam pada nya, aku pikir kedatangan nya untuk membujuk ku kembali pada Tiara, Tapi ternyata iya semakin memfitnah kau dan Tiara, aku pun terpancing, iya pun memberi ku segelas minuman dan langsung ku habis kan setelah itu kepala ku semakin pusing,dan entah mengapa aku begitu bergairah karna aku melihat Syntia adalah Tiara."
"Entalah Mas, yang pasti peristiwa itu telah terjadi dan tak guna di sesali."
Keesokan hari nya,
Pagi ini Arie menelpon Syntia untuk bertemu dengan nya, mereka pun janjian di suatu tempat.
Syntia tiba dan Arie telah menungu nya di sana.
Syntia duduk di samping Arie, di atas pasir karna kini mereka berada di pantai.
"Kenapa kau ingin bertemu dengan ku Rie?" tanya Syntia.
"Ada yang ingin ku bicara kan dengan mu," jawab Arie.
"Kau pasti menyuruh ku menjauhi Mas Riki, kan? "tanya nya curiga.
Arie hanya memandang Syntia.
__ADS_1
"Aku tak kan menjauhi Riki, Rie, karna kini aku mengandung anak nya," ucap Syntia dengan bangga.
"Kau bangga sekalin Syn, bisa mengandung anak dari hubungan gelap mu, harus nya kau malu, karna semua kau rampas dari sahabat mu sendiri, sahabat yang tak pernah meragukan kesetian mu, di mana hati mu Syn, Riki dan Tiara harusnya berbahagia sekarang Syn, karna Tiara telah mengandung buah cinta mereka," ucap Arie sinis.
"Apa Rie, jadi sekarang Tiara juga hamil,?" tanya Syntia kaget.
"Iya Syn, berhentilah mengganggu mereka."
"Tapi Rie, bagaimana dengan anak yang ada di rahim ku, Rie?"
"Bukan nya dia juga darah daging Riki?" tanya Syntia.
"Tidak Syn, anak dalam rahim mu bukan anak Riki karna karna bukan dari pernikahan yang sah. "
"Syn, jika kau butuh ayah untuk anak mu, biar aku saja yang mempertanggung jawabkan nya, "
Arie memeluk Syntia," Jauhi mereka Syn, kau juga tak akan bahagia bersama Riki, karna iya hanya mencintai Tiara," ucap Arie sambil memeluk Syntia.
Perlahan air mata Syntia menetes, dan Arie menyadari nya, iya pun melepaskan pelukan nya.
Arie mengangkat dagu Syntia, sebagai isyarat menanti jawaban Syntia.
"Apa semua ini karna Tiara Rie,? "tanya Syntia.
"Tidak Syn, ini bukan hanya untuk Tiara tapi juga untuk mu, dan untuk kita semua." Arie mencoba membujuk Syntia, meski sebenar nya iya juga tak mencintai Syntia.
"Apa kau bisa berhenti mencintai Tiara Rie,? saat kau menikah dengan ku,?" tanya Syntia tajam.
"Aku tak tahu Syn, tapi akan ku coba melupakan Tiara dan belajar mencintai mu," ucap Arie meyakin kan.
Arie kembali memeluk Syntia karna seperti nya Syntia belum yakin dan belum bisa menentukan pilihan nya.
"Kita pergi jauh dari sini Syn, aku yakin kita kan temukan jalan kebahagian kita sendiri."
heehe apakah Syntia mau menerima pinangan Arie, tunggu kisah selanjut nya. please like, comen dan vote biar autor makin semangat melanjut kan cerita nya.😊😊😊
__ADS_1