Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
patah hati


__ADS_3

Ryan masih menunggu jawaban dari Tiara. Sesekali mata nya melihat ke arah Tiara yang hanya diam.


"Bagaimana Tiara?" tanya Ryan kembali.Tiara tersadar dari lamunan nya.


"Iya, boleh kapan-kapan kita temui orang tua mu," ujar Tiara dengan senyum terpaksa.


"Gitu dong sayang," ujar nya.Kemudian Ryan mengantar Tiara pulang. Sampai di rumah, ternyata Riki sudah pulang.


Tiara turun dari mobil dan saat itu Riki melihat Tiara di antar seorang pria.


"Pulang dengan siapa?" tanya Riki penuh selidik.


"Sama Manager," jawab Tiara santai.


"Yakin hanya manager?" tanya nya lagi sambil menatap mata Tiara.


Tiara tak berani menatap mata Riki, meski kini sangat terlihat perbedaan dari tatapan mata nya, dulu Riki sering menatap nya dengan penuh kebencian. entah apa yang berbeda, namun sekali lagi Tiara tak sanggup untuk menatap nya.


"Iiiya... Mas, hanya manager kok," jawab Tiara gugup.


Entah apa yang terjadi pada Riki, biasa nya iya tak pernah peduli sama sekali terhadap Tiara.


Tiara masuk ke kamar nya dan mengganti pakaian nya, Iya sudah berjanji pada Riki untuk memasak makan malam untuk nya, jika Riki tak pulang larut malam.


Tiara memulai aksi nya pertama-tama iya harus memotong bawang dan itu lah hal yang paling tak di sukai nya dalam memasak.


Dengan tanggkas iya pun memotong sayuran dan memasak nya, jadi lah seporsi capcai.


kemudian iya menggoreng ayam yang sudah di lumuri tepung, setelah itu, iya pun mengulek sambal.


Tok tok suara ketokan dari ulekan Tiara yang sedikit berisik. Mendengar itu, Riki pun menjadi penasaran apa sebenar nya yang di lakukan Tiara.


"Masak apa sih kamu,Tiara? berisik sekali." Tanya Riki pada Tiara yang kemudian mendekati Tiara.


Riki melihat ayam yang baru di goreng Tiara tersebut di masukan di dalam ulekan, hingga tercampur dengan sambal kemudian di pukul-pukul.


"Ayam nya kok kamu pukul-pukul dengan ulekan, trus merah-merah lagi, kayak ayam habis di tabrak lari aja," protes Riki.


"Ini nama nya ayam gebrek Mas, masa' kamu ngak tau?" tanya Tiara.


"O.. gini, nama nya ayam gebrek, aku ngak mau makan ah, masak yang lain aja deh "saran nya.

__ADS_1


"Kamu belum coba Mas, tak kenal maka tak sayang, coba in dulu dong." Kemudian Tiara mencubit sedikit ayam dan memasuk kan nya kemulut Riki, tapi iya menolak dan menutup mulut nya.


Tiara terus memaksa nya, iya semakin mendekati Riki dan Riki pun mundur hinga iya tubuh nya bersandar pada dinding dan iya pun akhir nya terpojok dan terpaksa memakan nya.


"Enakan ?" tanya Tiara kemudian Tiara kembali ke dapur untuk bersaji.


Tapi Riki kemudian menarik baju Tiara dari belakang kemudian iya memeluk nya dan mengkelitik perut nya hingga Tiara merasa geli.


"Udah, ampunan Mas," mohon Tiara berkali-kali pada Riki karna, sudah tidak tahan menahan geli.


Tiara meliuk- liukan tubuhnya sambil tertawa menghindari tangan Riki, hingga akhir nya tubuh tersandar pada dinding. Melihat Tiara yang tak berdaya, Riki pun mencium bibir nya dan seketika keadaan menjadi hening.


**


Seperti biasa nya setiap hari Tiara membuat sarapan pagi untuk Riki, tapi tidak biasa nya Riki bangun lebih pagi hari ini.


Tanpa banyak bicara Riki pun menghabis kan sarapan nya bersama Tiara,Tiara kemudian melihat jam tanggan nya dengan gelisah.


"Aduh udah telat," ujar nya kemudian mengambil tas dalam kamar nya.


"Aku pergi duluu Mas,"ujar nya kemudian iya memesan ojek online.


"Tiara biar aku antar!" seru Riki. Ternyata Riki bangun lebih pagi agar iya bisa mengantar Tiara.


"Tungguu Tiara! kamu pulang jam berapa?" tanya nya lagi.


"Setengah lima, Mas." jawab nya kemudian iya pun jalan menuju stan nya.


***


Sore hari nya, Tiara pun sudah bersiap untuk pulang, iya pun bergegas menuju pintu keluar.


Dan saat di lobi iya melihat Ryan, yang seperti nya telah menunggu nya,Tiara kemudian menghampiri Ryan.


"Ryan kamu kok ngak telpon dulu, sebelum jemput aku,"tanya Tiara.


"Apa sama pacar sendiri harus ijin?" tanya Ryan balik.


"Aku kan, sengaja bikin surpries," ujar Ryan lagi. Tiara semakin gelisah, hubungan nya dengan Riki baru saja membaik dan sekarang iya pun masih menjalin hubungan dengan Ryan.


Tiara hanya diam iya tak tahu harus bersikap.

__ADS_1


"Tiara, akhir-akhir ini kok kamu seperti nya menghindari aku," ucap Ryan.


"Kamu punya masalah ?"tanya Ryan.


"Tiara, kalau kamu punya masalah kamu cerita sama aku," Ujar Ryan sambil memegang kedua lengan Tiara.


"Tiara" tiba-tiba dari kejauhan ada suara yang memanggil nya, dan betapa terkejut nya Tiara, ketika Riki datang menghampiri mereka.


Riki langsung menarik tangan Tiara dengan kasar, namun Ryan yang tak terima dengan hal tersebut, mendorong tubuh Riki.


Riki yang emosi langsung meninju wajah Ryan dan akhir nya mereka saling adu jotos.


Tiara pun menangis sambil melerai mereka namun, apa daya tubuh nya yang kecil tak sanggup menarik ke dua orang yang emosi tersebut, kerumunan orang sudah berkumpul melihat tontonan gratis tersebut.


Untung ada seorang Satpam yang mereai mereka, Satpam tersebut menahan Ryan, sedang kan Tiara menahan Riki dengan tubuh nya.


"Udah Mas, udah, jangan sakiti Ryan lagi." ujar Tiara yang menangis memeluk Riki.


Mereka berdua pun agak tenang, kemudian Pak Satpam bertanya.


"Kenapa kalian sampai berkelahi apa tidak bisa di selesai kan secara baik-baik," tanya Satpam tersebut.


Dengan nafas yang masih terengah-engah Ryan pun angkat bicara.


"Dia yang menarik tangan pacar saya, Pak," ujar Ryan dengan geram menunjuk Riki.


Mendengar ucapan Ryan Riki semakin emosi, "Apa kata mu, pacar? Tiara ini istri ku." Jawab Riki tegas.


Mendengar penuturan Riki, Ryan menjadi terperangah, sementara Tiara menangis menahan malu, karna banyak orang yang melihat kejadian tersebut, apalagi Tiara bekerja di tempat itu.


Selain itu, Tiara merasa iba pada Riki dan Ryan, wajah mereka terluka parah tapi, yang lebih parah adalah luka hati mereka.


Tiara sangat merasa bersalah kepada kedua nya, apalagi kepada Ryan yang menaruh harapan besar pada cinta nya.


Tak ada yang bisa iya lakukan selain menanggis, apa lagi kejadian tersebut bisa membuat stikma negatip terhadap diri nya.


Namun Tiara tak terlalu peduli pandangan negatif terhadap diri nya, iya hanya mengkhawtir kan perasaan Ryan.


Tiara tak hanya melukai tubuh Ryan, tapi juga melukai hati nya,Tiara selama ini berbohong atas status nya.


Riki yang emosi membawa paksa Tiara kedalam mobil nya, di dalam mobil Riki hanya diam tak berkata sesuatu apa pun.

__ADS_1


Tiara hanya bisa menangis ketika melihat wajah Riki yang ikut terluka karna dirinya.


Tiara juga yakin hubungan yang baru saja membaik itu akan kembali memburuk bahkan lebih buruk dari sebelum nya.


__ADS_2