Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Season 2 Episode 40


__ADS_3

Setelah beberapa hari bekerja di kantor Radja Prawira group, membuat suami Alena, Martin curiga, ia pun menyuruh salah seorang anak buahnya mengawasi Alena.


Haris masih terus mengawasi gerak- gerik Monika, Monika bekerja sebagai staf administrasi, ia sering sekali keluar masuk ruangan Arjuna.


Flashback


Haris mengutarakan kecurigaan nya kepada Arjuna.


"Pak, Siapa wanita yang baru saja keluar dari ruanganmu?" tanya Haris.


"Dia Monika, gadis yang telah menolong ku dua hari yang lalu," jawab Arjuna.


"Apa kau tak melihat sesuatu yang aneh pada dirinya?" tanya Haris.


"Katakan saja maksud mu Haris, aku tak mengerti." Arjuna mengkerutkan keningnya.


"Aku mencurigai wanita yang bernama Monika, itu, sebagai Alena."


"Mana mungkin, Alena itu mungkin seumuran Papa ku, sedangkan Monika, ia terlihat lebih muda," sanggah Arjuna.


"Di jaman sekarang semua bisa di akali, berapa banyak penjahat yang merubah wajah mereka, hanya untuk mengelabui identitas mereka." Haris.


"Lalu jika dia Alena, apa yang akan kau lakukan untuk membuktikan nya?" tanya Arjuna.


"Kita mainkan sandiwara, kau bersikaf seolah kau menyukainya, dan mengajaknya makan siang, nanti biar aku yang mengatur semua, kau tinggal menjalani sandiwara." Haris


***


Waktu nya makan siang, Alena alias Monika, masuk dalam perangkat Arjuna dan Haris.


Arjuna sengaja mendekati Monika, agar bisa mengulik informasi darinya, kini Arjuna berpura-pura, menyukai Monika.


Arjuna membawa Monika di sebuah restoran, ternyata bukan hanya Haris dan teamnya yang mengintai kegiatan mereka, tapi juga dari kubu Martin, Martin sangat tahu, jika Alena itu senang dengan berondong muda, anak buah Martin merekam kegiatan makan siang yang di buat ala romantis itu.


Arjuna dan Monika sudah selesai menikmati makan siang, mereka pun keluar dari restouran tersebut, kini tugas Haris, ia mengambil sampel dari cairan air liur Monika yang tertinggal di gelas, sendok dan piring, pun tak luput jadi bukti untuk pemeriksaan sidik jari.


Alena yang sudah mabuk kepayang, seolah tak sadar dengan bahaya yang mengancam mereka sekarang.

__ADS_1


"Monika, seperti nya aku menyukai mu," tutur Arjuna.


Seketika wajah Monika menjadi merona, ia tak pernah menyangka jika Arjuna, akan meyatakan ketertarikanya padanya.


"Benarkah?" tanya Monika, ia seperti di buat makbuk kepayang.


"Aku juga menyukai mu, Arjuna," balasnya, kemudian ia hendak mendaratkan ciumanya ke pipi Arjuna.


Tapi di cegah oleh Arjuna," Jangan begitu Monika, kita belum halal, bagai mana jika aku melamar mu?" tanya Arjuna, masih dengan berakting.


Seketika Monika diam, ia tak tahu harus berkata apa, ia tak menyangka ia dan Arjuna akan sejauh ini.


Ah cinta memang bisa membutakan mata, bahkan wanita licik dan berdarah dingin seperti Alena, bisa dengan mudah di taklukan, hanya karna ia menyimpan perasaan cintanya.


Melihat Monika hanya diam, Arjuna mempertegas pertanyaanya.


" Apa bisa, aku bertemu dengan orang tua mu?" tanya Arjuna lagi.


"Ah, untuk menikah aku belum siap," jawabnya spontan.


"Baiklah sayang, aku akan menunggu sampai kau siap," ucapnya dengan nada merayu.


Semua peralatan sudah di pasang, meski mereka hanya berdua dalam mobil, Haris sudah menyiap kan senjata otomatis memalui sensor, senjata tersebut akan lansung bekerja menembaki Monika jika, Arjuna menekan tombol yang sudah di siapkan di samping kemudi.


Kamera pengawas, serta alat perekam semua sudah terpasang di mobil Arjuna, jika Monika adalah Alena maka, kali ini mereka tak kan selamat.


Setelah sampai di kantor,


Monika hendak keluar dari pintu mobil, tapi kemudian di tahan oleh Arjuna," Monika nanti malam aku akan menjemput mu, kita akan makan malam bersama" Arjuna.


"Tidak bisa, aku tak bisa keluar malam hari, jika mau, besok saja kita makan siang lagi," saranya.


"Ok, kalau begitu nanti pulang bagaimana jika aku mengantar mu?" tanya Arjuna.


"Ngak usah, nanti aku di marahi orang tua ku, " Monika berbohong.


"Ya sudah besok saja kita makan siang bersama, Arjuna pun turun dan menutup pintu mobil, namun sengaja tak di kuncinya, agar team Haris, bisa langsung bergerak.

__ADS_1


Alat bukti cukup lengkap, Arjuna memang pandai bersandiwara, bukti rekaman suara Monika, akan di cocokan dengan suara Alena, begitu pun beberapa helai rambut, sidik jari di mobil dan kamera pengawas, semua sudah cukup, tinggal di lakukan pengujian sample, untuk itu, Tim dari kepolisian juga bekerja sama untuk mendapat kan bukti baru dari kasus Alena dan suami nya.


Alena pulang ke rumahnya, dan langsung di labrak Martin.


"Dari mana saja kamu?" tanya Martin.


"Aku bekerja di kantor Radja Prawira group, agar bisa membalaskan dendam ku, dan membawa putri ku,: papar Alena.


"Kau sudah bertindak membahayakan kita, kau sama saja masuk kedalam kandang harimau,"


"Ayo cepat kau bereskan berang-barang mu, kita akan pergi dari sini," tutur Martin dengan kasar.


"Tidak Martin, kita akan pergi dari sini, jika aku sudah bisa membalaskan dendam ku, dan membawa putri ku, aku sudah tua, aku ingin putri ku yang akan mengurus ku nantinya," papar Alena.


"Alena karena kecerobohan mu, kita semua dalam bahaya, jalan satu-satu untuk kita adalah segera pergi dari sini," tutur Martin dengan emosi.


Alena berpikir sejenak, "Baik lah Martin beri aku waktu beberapa hari lagi, aku ingin menemui putri ku sekali lagi, pintanya pada Martin."


"Kita tak punya waktu, paling lambat besok sore kita sudah harus pergi," tutur Martin.


"Baik lah," Alena pun setuju.


Alena binggung bagaimana caranya ia bisa menemui Evelyn, sebenarnya ia masih ingin tinggal di sini, namun Martin ada benarnya, karna kecerobohanya, ia bisa dalam bahaya, bagainana pun ia dan suami nya adalah buronan international, banyak orang yang akan mencurigainya.


"Ah bodohnya aku, kenapa aku harus terjebak cinta pada Arjuna, aku memang menyukainya, tapi semua sia-sia karna aku tak mungkin memilikinya, bagaimana pun Arjuna adalah anak Riki dan perempuan yang bernama Tiara, aku harus menyelesaikan dendamku, bagaimana ia membuat keluarga ku hancur, maka Riki dan keturunanya akan ku buat hal yang sama." Alena.


"Oh Arjuna sayang, sepertinya besok, hati terakhir kita bertemu, aku ingin memeluk dan menciumu untuk yang terakhir kalinya, karna besok kau akan mati di tanggan ku," Alena pun terrawa.


Sementara di rumah Rangga, mereka mempersiapkan rencana penyergaban Alena, hasil pemeriksaan sample bahwa DNA Alena dan Monika 99 persen sama, belum lagi sidik jari yang menempel di perlengkapan makan dan pintu mobil, semua menunjukan milik Alena.


Kedua kubu sudah bersiap untuk perencanaan besok, Tim Martin dan Alena, serta Tim Arjuna dan Haris.


Seperti yang di sepakati oleh Arjuna, Arjuna dan Monika, mereka akan bertemu makan siang di sebuah restoran, Tim Haris sudah siaga, untuk penyergapan besok.


Apa yang akan terjadi esok hari, apakah Tim Haris mampu menyergab Alena, ataukah ada korban dari keluarga Radja Prawira, mengingat Martin kini turun tangan langsung untuk menghabisi Arjuna, nantikan ya episode selanjutnya.


Sebelumnya, tekan like, berikan komentar dan vote juga boleh, jika berkenan mendengar audio book, novel ini sudah ada audiobook nya loh, buka di episode awal, jika ingin mendengarkan, terima kasih para raider, para sahabat author yang sudah mendukung, mampir juga di novel author yang lainya yuk dengan judul: **Mencintai mu dalam gelap.

__ADS_1


Kisah keteguhan gadis buta memperjuangkan cintanya, meski harus melawan tradisi yang yang mengikatnya,dengan alur cerita yang santai namun tetap seru. ( udah kebanyakan promosi ntar di protes para raider**)


__ADS_2