
Sudah tiga hari Tiara tak pernah bertemu dengan Riki, "Kenapa aku merasa Rindu ya? sama Mas Riki." ucap nya pada diri sendiri.
"Tiara, harus nya kamu tak lagi memikirkan Riki, karna kurang dari sebulan lagi kamu akan menikahi Arie, pria yang selalu mencintai mu dan selalu menjaga mu," batin Tiara.
"Kenapa semakin dekat dengan hari pernikahan, aku semakin ragu, ya?" tanya nya pada diri sendiri.
Terdengar suara ketukan pintu, Tiara pun langsung beranjak karna dikira nya itu Riki.
Tiara membuka pintu, dan ternyata Ryan yang datang."Aduh Ryan lagi, masalah aku sepertinya akan bertambah nih," batin Tiara.
"Boleh aku masuk Tiara?" tanya Ryan, karna Tiara hanya begong di depan pintu.
"Tentu saja Ryan," iya pun melebarkan pintu rumah nya.
Ryan langsung duduk di kursi dan bersebelahan dengan Tiara," Seperti nya kau ada masalah, apa kau sedang memikir kan ku?" tanya nya bercanda.
"Ngak ada apa-apa Ryan, aku hanya kaget dengan kedatangan mu," jawab Tiara bohong.
"Tiara kita makan siang ya, aku ingin cerita sesuatu pada mu," ajak Ryan.
"Kayak nya aku ngak bisa, Arjuna sedang tidur, "tolak Tiara.
"Ayo lah Tiara, sebentar saja, dan ini yang terakhir kalinya, aku ngajak kamu makan siang."
Tiara berfikir sebentar," Aku harus tanya apa maksud Ryan selama ini, apa iya masih berharap pada ku, atau iya memang hanya menganggap ku sebagai teman," batin Tiara.
"Baik lah, tapi aku ngak bisa lama, jika Arjuna bangun iya pasti nangis mencari ku." syarat Tiara.
"Iya cuma makan siang."
***
Riki berada di kantor nya sudah tiga hari iya tak bekerja, karna harus menunggu Raka di rumah sakit.
Saat ingin pergi makan siang, iya berpapasan dengan Alena yg memang ingin menemui nya.
"Hai sayang kamu mau kemana?" tanya Alena pada Riki.
"Aku ngak ada waktu untuk main-main dengan mu Alena, apa kau belum puas menghancur kan rumah tangga ku," Riki.
"Kau menuduh ku?" tanya Alena pura-pura kaget.
__ADS_1
"Sebaiknya kau pergi, sebelum aku hilang kesabaran," ucap Riki dengan tegas, iya pun berlalu meninggak kan Alena.
"Seperti nya Riki belum bisa melupakan perempuan sialan itu, bagai mana cara menghancurkan perempuan itu, dan membuat Riki kembali pada ku," ucap Alena pada diri sendiri.
Tiara binggung harus memulai darimana bicara pada Ryan, iya tak ingin Ryan kembali berharap pada nya, karna sebentar lagi iya akan nenikah.
"Ryan, apa kau yakin, jika kau hanya mengganggap ku teman?" tembak Tiara langsung.
Ryan tersenyum sambil melirik kearah Tiara."Sebenar nya, aku yang masih berharap pada mu, atau kau yang masih berharap pada ku Tiara?"tanya Ryan balik.
Kemudian iya mengeluarkan undangan, "Minggu depan aku akan menikah, dengan jodoh pilihan kedua orang tua ku," ujar Ryan melemah.
Tiara mengambil undangan dari tanggan Ryan, "Trus jika memang kau akan menikah, kenapa kau menghabis kan waktu mu, untuk jalan dengan ku Ryan?"tanya Tiara.
"Karna aku menyukai mu Tiara, aku selalu nyaman saat bersama mu, aku sendiri tak mengenali calon istri ku, karna kami hanya menjalani ta,arub."
"Kalau begitu, kita sama Ryan, aku juga akan menikah bulan depan," ujar Tiara.
"Ternyata kita memang ngak berjodoh Tiara, baru saja aku ingin mendekati mu, orang tua ku malah memaksa ku menikahi putri dari teman nya, dan sekarang kau juga akan menikah."
"Tapi kau akan menikah dengan siapa?" tanya Ryan.
Tiara menghempaskan nafas panjang.
"Ragu kenapa?"
"Karna...Aku masih mencintai mantan suami ku," ucap Tiara keceplosan.
"Aduh Tiara sekarang kau sendiri yang me gakui nya," batin Tiara.
"Kau tetlalu terburu-buru memutus kan sesuatu, harus kau pikir kan baik-baik sebelum kau menyesali nya, ingat lah kegagalan yang pernah kau alami, harus nya, kau belajar dari semua itu, jika memang kau masih mencintai mantan suami mu, kenapa kau harus berpisah dengan nya, bukan kah cinta bisa mengalah kan segala nya, termasuk sifat egoisme."
"Iya Ryan, tapi aku juga cinta sama Arie." Tiara jujur.
Ryan tertawa kecil.
"Terdengar seperti bajingan kan Ryan?" tanya Tiara.
"Tapi itulah aku, aku tak bisa berbohong jika aku menginginkan kedua nya," papar Tiara.
Ryan semakin tertawa.
__ADS_1
"Kenapa Ryan?"
"Untung saja orang tua ku sudah menjodoh kan ku Tiara, apa jadi nya kalau aku juga mengharap kan mu," ledek Ryan.
"Ah Ryan, aku jujur pada mu agar kau bisa membantu ku, bukan meledek ku."
"Aku merasa jahat Ryan, aku seperti mawar berduri, yang melukai setiap orang yang menyentuh ku, tapi aku bisa apa Ryan, kenyataan nya memang seperti itu."
"Kau turuti saja kata hati mu, Tiara. Kau sendiri yang lebih tahu, siapa yang terbaik untuk mu."
Setelah makan, mereka pun langsung pulang dan saat akan masuk ke dalam mobil kembali, Tiara dan Ryan bertemu Riki dan Riki pun melihat mereka.
"Gawat Ryan, Ada Mas Riki di sini, aku pulang sama dia saja, aku ngak mau ada keributan lagi," ujar Tiara, iya pun meninggal kan Ryan.
Tiara menghampiri Riki, "Ayo kita pulang Tiara," ajak Riki.
Tiara heran, karna tak biasa nya Riki bersikaf lembut, saat iya melihat Tiara jalan dengan pria lain.
Di dalam mobil,
"Tiara, aku mau kamu pikirkan lagi, rencana pernikahan kamu dan Arie,"tutur Riki.
Tiara hanya diam.
"Kamu juga harus fikirkan aku Tiara, aku sudah menuruti kemauan mu dengan menikahi Syntia, aku tak bahagia hidup bersama Syntia, aku tersiksa setiap kali berhadapan dengan nya, karna dialah, aku kehilangan mu, dia lah menghancur kan kebahagian kita,Tiara."
"Aku hanya ingin hidup bahagia bersama kau dan Arjuna, aku ingin kalian menyambut kedatangan ku, saat pulang kerja, kita bisa kembali bersama, dan hidup bahagia selamanya." papar Riki.
"Tapi itu tak mungkin Mas, dan tak mungkin aku menolak Arie, bagaimana perasaan Arie."
"Kau punya segalanya Mas, kau bisa pilih wanita mana saja yang kau mau, itu bukan hal yang sulit untuk mu, Mas."
"Aku tak bisa mengkhianati Arie, Arie terlalu banyak berkorban untuk ku sejak dari dulu."
"Tiara, Arie pasti mengerti, jika kita jujur pada nya."
"Pokok nya aku ngak mau, aku ngak akan merubah fikiran ku lagi, besok aku dan Arie, akan mendaftar ke KUA. "
"Dan semua sudah di persiapkan Arie Mas, Belajar lah iklas menerima semua nya, jika tiba waktu nya kau juga akan bahagia."
"Apa kau hanya memikir kan Arie?, Apa kau tak memikirkan ku, memikirkan Arjuna . Aku tahu Arie lelaki yang baik, dan iya pasti akan menerima Arjuna seperti anak nya, tapi Arjuna akan bahagia, jika hidup bersama kita, kedua orang tua kandung nya," papar Riki."
__ADS_1
"Sebelum terlambat fikirkan lah, ingatlah rumah tangga kita yang bahagia, sebelum Syntia hadir di antara kita, kenapa aku juga harus menanggung akibat perbuatan nya, Saat itu masih sedang dalam pengaruh alkohol, dan ditambah lagi Syntia menambahkan obat perangsang, saat itu hanya melihat dan mengganggab Syntia adalah dirimu, hingga aku mau melakukan nya, lihat lah diriku yang jauh berubah saat hidup bersama mu, aku tak lagi mengkomsumsi alkohol, aku tak lagi bergonta-ganti pasangan hanya untuk memeaskan hasrat ku, semua hanya ku salur kan pada mu, apa kau tidak lihat kesungguhan ku Tiara, aku mohon berilah aku kesempatan lagi, demi cinta kita Tiara,Aku tahu kau masih mencintai ku Tiara." tutur Riki dengan sunguh-sungguh.
Tiara hanya diam meneteskan air mata nya, sebenarnya iya juga rindu akan kebersamaaan dengan Riki, sesuatu yang paling indah dalam hidup nya, adalah saat iya menjalani rumah tangga bersama Riki.