Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Season 2 Episode 33


__ADS_3

Pagi ini mereka sudah bersiap berangkat menuju pesantren Aziz.


Kali ini, Rangga yang mengemudikan mobil, Sakina dan Aira berada di samping nya.


Sementara di kursi belakang, Arjuna, Raka, dan Evelyn.


Perjalanan di mulai, mobil mulai keluar dari bagasi rumah yang super luas itu.


Baru beberapa meter keluar dari pintu gerbang rumah mereka, Aira sudah menangis, Aira memang tak terbiasa naik mobil, ia akan menangis sampai letih kemudian tertidur lelap, dengan sabar Sakina menenangkan Aira, ia mengendong dan menepuk pelan bagian bahu Aira, perlahan Aira pun tenang, ia pun terlelap.


Mereka semua heran melihat Sakina yang bisa menenangkan Aira dengan mudah, setahu mereka, Sakina adalah gadis manja, yang sebelum tidur saja, masih minta di keloni.


"Dek, kayak nya kamu cocok banget jadi ibu," ujar Raka.


"Mememang sekarang Sakina sudah jadi ibu, buy 1 get 1 free," sahut Evelyn.


"Itulah untung nya menikahi duda kak, ngak usah susah-susah buatnya, langsung jadi," jawab Sakina spontan.


"Hei Kak Juna, kamu ngak dengar apa kata adikmu yang manja itu, dia kini lebih pintar dari mu," ujar Raka, menoleh ke arah Arjuna.


"Biarkan saja, otaknya sudah di cuci Rangga," jawab Arjuna, tetapi ia tak menoleh kearah mereka, ia masih sibuk mengkutak katik hand phone nya.


"Arjuna ngak usah di gangguin Raka, dia lagi sibuk dengan, smart phonenya, mungkin saja ia sedang chatting dengan someone spesial," ujar Rangga yang coba menyentil Arjuna.


"Kau bercanda Rangga, di kontak Kakak ku, tak ada nomor wanita, semua tentang bisnis," Raka menambahkan, tapi sedikit pun Arjuna, tak bergeming, ia masih sibuk dengan smartphone nya.


"Dari mana kau tahu Raka, kau kan tidak memeriksa nya, siapa tahu kini Arjuna sudah punya pacar," sahut Rangga.


"Bener juga, biar ku periksa," ujar Raka, ia pun mengambil handphone milik Arjuna , yang masih ada di tangganya.


Meski terkesan lancang, tapi sedikit pun Arjuna tak marah atas perbuatan Raka.


Raka memeriksa nomer kontak yang ada di handphone Arjuna.


"Tuh kan Rangga, tak ada nomer wanitanya, semua nomor pria," Raka memeriksa seluruh kontak Arjuna.


"Yang benar saja Raka, jangan bilang kakakmu seorang guy ya, aku tak bertanggung jawab jika dia marah," Rangga sedikit memanasi Arjuna, karna dari tadi ia hanya diam.


"Eh tunggu ternyata ada Rangga, kakak ku ada loh menyimpan nomor wanita" Raka memancing reaksi Rangga dan Arjuna.


"Siapa?" tanya Rangga seolah ingin tahu.


"Sebentar ya, aku sebutin namanya," Raka masih berkutat dengan handphone Arjuna .

__ADS_1


Sementara Arjuna hanya pasrah.


"Ini Rangga, namanya, Nyonya Lidia, Nyonya Aseng, Nyonya Ratih dan Nyonya semuanya Rangga." Raka menyebut satu persatu nama wanita di kontak Arjuna, mereka pun semua tertawa, bahkan Evelyn dan Sakina, tapi Arjuna hanya tersenyum.


"Wah Kok nyonya-nyonya semua, what is wrong with you brother? kenapa selera mu, nyonya-nyonya semua," cetus Rangga, mereka pun tertawa terbahak-bahak, Arjuna yang tadi tersenyum, juga ikut tertawa.


"Mungkin Kakak ku suka yang berpengalaman, maklum ia kan perjaka polos," sahut Raka.


Mereka pun kembali menertawai Arjuna,


"Tapi tenanglah Raka, setelah hari ini, kakak mu pasti menemukan tambatan hatinya, seorang gadis sholeha, pasti bisa membuat Arjuna move on dari Nyonya-nyonya itu," tambah Rangga.


"Semoga saja," balas Raka.


Mereka masih terus menggoda Arjuna, Arjuna seperti daging empuk untuk mereka santap, Arjuna hanya bisa pasrah di bully keduanya.


Setelah melakukan perjalanan selama 4 jam, mereka pun sampai di kawasan pesantren, tentu saja kedatangan mereka sudah di tunggu oleh Aziz.


Setelah sampai, mereka langsung di suguhkan makan siang istinewa, karna kebetulan memang sudah saat nya makan.


Setelah makan siang, dan istirahat sejenak, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju pesantren yang di pimpin oleh kiyai Nanang.


Hampir satu jam perjalanan, mereka pun sampai, mereka terdiri dari dua rombongan mobil, yang pertama rombongan Arjuna dan keluarganya, yang kedua, rombongan Aziz bersama dua ustadz rekanya dan Kiyai Abdullah.


Kiyai Nanang adalah sahabat dari Kakeknya Aziz yaitu Pak Herman, menurut cerita Kiyai Nanang sendiri, ia dan Kakeknya Aziz, hampir menjodohkan Ayah Aziz yaitu Arie dengan putrinya bernama Hana. Namun batal, Hana pun di nikahkan dengan seorang pria yang bernama Ryan, dan memikiki sepasang anak kembar bernama Khafizah dan Khairunissa.


Dan yang akan di lamar oleh Aziz, adalah Khafizah, sedangkan Khairunissa, ingin ia jodohkan dengan Arjuna.


Tanpa banyak basa-basi, Kiyai Abdulah pun memulai lamaranya, setelah lamaran, mereka langsung menentukan tanggalnya, kebetulan saat itu, kedua orang tua Khafizah baru tiba.


Setelah mengucapkan salam, mereka pun saling berjabat tanggan dan memperkenalkan diri.


Ayah Khafizah sedikit kaget ketika padangannya tertuju pada Sakina, melihat Sakina, ia seperti melihat sosok wanita dari masa lalunya, seorang wanita yang menjadi cinta pertamanya.


Karna penasaran Ayah dari Khafizah itu semakin mendekati Sakina, Sakina pun tersenyum ramah ke arahnya.


Benar-benar mirip Tiara, siapa gadis ini, kenapa wajahnya mirip sekali dengan Tiara? batin Ryan, ayah dari Khafizah dan Khairunissa.


Meski sudah puluhan tahun, tentu saja Ryan tak akan lupa, pada wanita pertama yang mengajarinya cinta, sekaligus yang mengajarinya patah hati.


Setelah itu mereka pun melanjutkan perbincangan tetang penentuan hari pernikahan, setelah beberapa pertimbangan, mereka pun sepakat, enam bulan dari sekarang, pernikahan akan di langsungkan.


Selesai sudah urusan Aziz, hari pernikahan dan persiapan pun sudah di sepakati.

__ADS_1


Waktunya, ia bicara, sebagai saudara Arjuna , ia ingin menjodohkan Arjuna dan Khairunissa, melalui cara Ta'arufan.


Meski Aziz tak pernah bertanya, persetujuan Arjuna, Aziz pun berani mengutarakanya pada kedua calon mertuanya.


"Maaf Abi dan Umi, kedatangan saya juga bermaksud untuk men Ta'arufkan saudara saya yang bernama Arjuna dengan Khairunissa.," ucap Aziz yakin.


Sementara Arjuna, kaget, ia tak menyangka jika Aziz serius menTa'arufkannya.


Kali ini Abi Ryan, yang angkat bicara.


"Sebelum itu, perkenalkanlah dirimu Nak," tutur Ryan kepada Arjuna.


Arjuna kaget, tapi bisa diatasinya, ia pun memperkenalkan dirinya dan keluarganya.


"Saya Arjuna, saya anak dari pasangan bernama Riki Radja Prawira dan Mutiara Indah," tutur Arjuna.


Sontak Ryan kaget mendengar penuturan Arjuna, ketika ia menyebut nama Mutiara Indah.


Arjuna kembali memperkenalkan kedua saudara dan saudara iparnya.


"Ini Raka dan Sakina, adik saya," Arjuna menunjuk kedua adikya.


Pantas saja, dia mirip sekali dengan Tiara, batin Ryan, ia pun melirik ke arah Sakina.


Setelah perkenalan, Ryan pun memanggil Khairunissa, dan saat keluar, Arjuna pun melihat kearah Khairunissa, Arjuna seperti terpaku, terhipnotis dengan Khairunissa.


Gadis Ayu dan soleh itu, duduk di sebelah ibunya.


"Nissa, dia adalah Arjuna, calon yang akan di jodoh kan dengan mu." ucap Ryan.


Nissa pun melihat kearah Arjuna, begitu pun sebaliknya, setelah saling memandang sejenak, mereka pun saling tertunduk malu.


Setelah pertemuan selesai, mereka pun pulang, Khairunissa dan Arjuna, di beri waktu untuk memikirkan langkah selanjutnya.


Keduanya sama-sama punya hak untuk melanjutkan atau membatalkan, dan semua di serahkan oleh Ryan kepada keduanya.


Ryan masih duduk terpaku sambil melihat kearah mereka yang tlah berlalu, ia tak menyangka, jika calonya menantunya, adalah anak dari mantan pacarnya, Tiara.


Ia dan Tiara memang tak berjodoh, semoga saja, anak-anak kami berjodoh, aku juga tak sabar bertemu calon besan ku, batin Ryan.


Ryan juga ingin bertemu dengan Tiara, ada rasa rindu kini di hatinya pada cinta pertamanya itu, tapi itu hanya harapan bagi Ryan, karna ia tak pernah tahu, bahwa Tiara sudah tiada.


Senyum manis terlukis di bibri Ryan, rasanya tak sabar bertemu denganya, cinta pertama memang tak kan bisa terlupakan, batin Ryan.

__ADS_1


__ADS_2