
Tiara menceritakan kepada Arie, tentang lelaki yang ingin membayar nya, Arie pun merasa geram, "Tiara bisa dalam keadaan bahaya sekarang ini," fikir nya.
"Tiara aku akan menjaga kamu, dan tak akan ada lagi yang akan berani mengganggu kamu lagi," Ucap Arie dengan yakin.
"Bagaimana kamu jaga aku Rie, bukan kah sebentar lagi kamu menikah." Tiara menunjukan reaksi cemburu nya
Arie tersenyum kemudian mendekati Tiara, Arie mengeluar kan sesuatu dari kantong jaket nya.
"Aku memang berencana menikah Tiara, tapi bukan dengan orang lain, tapi dengan kamu," ucap Arie.
Iya mengeluarkan sebentuk cincin dan meraih tangan Tiara," Tiara mau kah kau menikah dengan ku," tanya Arie berlutut sambil memasukan cincin di jari manis Tiara.
Tiara kaget, iya langsung menarik tubuh Arie agar sejajar dengan nya, Tiara pun langsung memeluk Arie.
"Aku mau Rie," jawab nya langsung sambil memeluk Arie.
Arie kaget karna mendapat kan langsung jawabanya dari Tiara.
"Tiara kamu ngak mau mikir-mikir lagi?" tanya Arie sambil tertawa kecil.
"Ngak, aku takut kelamaan mikir, nanti kamu diambil orang lagi," jawab Tiara jujur.
"Tapi Kamu bilang, kamu mau menikah dengan wanita pilihan Pak Herman, Rie?" tanya Tiara ragu, karna Arie ngak pernah berbohong pada nya.
"Iya, kenapa ? memang Pak Herman yang menyuruh ku untuk segera melamar wanita tersebut, kata nya aku harus fokus kerja untuk mempersiap kan lamaran nya."
"Jadi kamu cuma bercanda tadi Rie?" padahal aku sudah ge'er."suara Tiara melemah.
"Ngak kok, karna Pak Herman sendiri yang menyuruh aku untuk melamar kamu," jawab Arie.
Tiara kembali tersenyum dan memeluk Arie, "Kenapa kamu ngak bilang Rie, kamu ngilang gitu aja," tutur Tiara dengan manja.
__ADS_1
"Aku ngak ngilang Tiara, tapi sedang berjuang ngumpulin uang, untuk membeli cincin ini untuk kamu, karna sekarang aku ngak seperti dulu Tiara, untuk membeli sebuah cincin saja, butuh waktu sebulan, maklum sekarang aku juga seorang ayah dan harus mernafkahi anak ku juga."
"Aku bangga sama kamu Rie, aku ngak nilai harga barang nya, tapi perjuangan mu untuk mendapat kan nya."
"Yang bener," ucap Arie sambil mengangkat dagu Tiara kemudian mengecup bibir nya, tapi Tiara membalas dengan ******* bibir Arie. Dan saat mereka saling beradu, Riki datang dan melihat nya, iya pun langsung pergi dengan perasaan cemburu.
Tiara semakin mengganas iya pun menggigit bibir Arie karna geram," Auw !" seru Arie, sambil melepas kan cengraman Tiara.
"Huh Janda memang hot" ucap nya meledek Tiara, iya pun tertawa kecil karna Tiara mencubit mesra perut nya.
Dan Tiara pun menyandar kan kepalanya di dada Arie.
"Aku pulang saja, bisa-bisa aku nanti terjadi sesuatu pada ku," kata Arie sambil membelai rambut Tiara dengan mesra.
"Kamu takut aku perkosa ya Rie ?" tanya Tiara bercanda. mereka pun kembali tertawa.
Dan mereka kini saling berhadapan dan saling menatap mesra, kepala mereka sama bersandar pada pada kursi dan tangan Arie menyangga kepala Tiara.
"Jadi kapan kita nikah Rie?"
"Ngak apa-apa juga Rie, aku tetap mau nerima kamu, meski dengan pekerjaan kamu yang sekarang."
"Eh.. nanti kamu protes lagi, aku kasi makan tahu, tempe setiap hari. " ujar Arie sambil tersenyum.
"Jangan kan tahu sama tempe, satu bungkus mie instan kita bagi dua, aku juga mau Rie, kita sama-sama mulai lagi dari nol," ucap Tiara yakin
"Kamu yakin Tiara, sama ucapan kamu,"
"Takut nya kamu kaget, maklum saja, dari menjadi istri konglongmerat, kini jadi istri konglongmelarat," Canda Arie.
"Sebenar nya ngak ada yang berubah pada diri ku Rie, sejak menikah dengan Mas Riki, aku malah lebih senang hidup sederhana, aku juga ngak pernah ngitung-ngitung berapa Mas Riki memberiku uang perbulan nya, dan aku pakai semua barang-barang mewah ini, karna menghargai Mas Riki aja, bukan karna aku suka atau membutuh kan nya."
__ADS_1
"Jadi kamu ngak perlu khawatir aku bakal minta macam sama kamu," ucap nya sambil mencolet hidung Arie.
Dan mereka terus melanjut kan obrolan nya hingga Arie harus pulang, karna hari hampir larut malam.
***
Riki yang melihat kemesraan mereka, menjadi cemburu, iya pun kembali ke bar untuk minum-minuman keras.
Riki pulang dengan keadaan mabuk berat,
Syntia belum tidur,saat suami nya pulang, karna iya harus menyusui anak mereka, dan ketika Riki pulang, iya langsung tumbang di atas kasur, dalam keadaan mabuk, meski demikian iya masih menyebut- nyebut nama Tiara dalam tidur nya.
Syntia merasa sedih, setelah setahun lebih menikah, Riki tak pernah bersikaf mersa pada nya, iya jarang sekali menyentuh Syntia.
Syntia pun tak pernah merasa bahagia dengan kehidupan nya yang sekarang, karna rumah tangga yang iya jalani hanya karna belas kasihan Riki pada nya, jika bercerai dengan Riki pun, rasa nya tak ada lelaki yang akan menerima nya, karna iya kini menjadi mandul, Syntia pun harus menerima karma akibat perbuatan nya, tapi menyesal, kini tak ada guna lagi, itu hanya akan membuat nya menjadi sedih.
Pagi hari, Syntia membuat kan kopi untuk suami nya, iya pun mengoyang-goyang kan tubuh Riki, tapi Riki kemudian menarik tubuh Syntia, dan mereka melakukan hubungan suami istri, tapi yang menyakit kan Syntia adalah, Riki menganggab nya sebagai Tiara, dan saat sadar kembali iya makin bersikaf dingin pada Syntia.
Syntia menangis di tepi ranjang nya, "Benar kata kamu Rie, apa yang aku ambil secara paksa, tak kan pernah ku dapatkan seutuh nya, harus nya aku tak memaksakan semua ini, aku merampas milik Tiara, tapi aku juga tak bahagia, harus nya aku menerima tawaran mu, untuk menikahi ku, setidak nya kau akan menghargai ku sebagai istri, dan kini kau dan Tiara mungkin sedang bahagia, sedangkan aku disini, masih harus mengemis cinta pada suami ku." lirih Syntia dalam hati nya.
Malam hari nya Riki kembali menemui Tiara.
"Ada perlu apa kamu kemari Mas, Arjuna sudah tidur jam segini," kata-kata Tiara sedikit ketus.
"Aku menemui kamu Tiara, aku ingin melamar kamu lagi." jawab Riki santai.
"Aku sudah menerima lamaran Arie, Mas, jadi kamu ngak usah gangguin aku lagi, dan bulan depan aku akan nikah sama dia," papar Tiara.
"Kamu tidak boleh menikah dengan siapa pun Tiara, karna kamu hanya boleh menikah dengan ku," ucap Riki sambil nemegang erat tangan Tiara, iya pun langsung menyosor mencium bibir Tiara.
Kali ini giliran Arie yang melihat mereka berciuman, dan dengan perasaan kecewa Arie pun lari.
__ADS_1
Tiara mencoba melepas kan cenraman Riki, dan saat itu iya melihat Arie yang hendak pergi.
"Kamu tuh Mas main nyosor aja, apa ngak bisa kamu menghargai aku," bentak Tiara, dan langsung menyusul Arie, iya takut Arie salah paham.