
Aisyah tertidur setelah makan siang, biasa nya memang seperti itu, jika iya meminum obat, tak lama iya akan mengantuk.
Arie keluar dari kamar nya dan menghampiri Tiara yang sedang sibuk dengan hand phone nya.
Iya pun duduk di sebelah Tiara,
"Hai Rie, di mana Aisyah," tanya nya basa-basi.
"Aisyah tidur." jawab Arie singkat.
"Ternyata, kamu masih pakai hand phone yang aku hadiah kan untuk mu,Tiara." ujar Arie seraya melempar senyum ke Tiara.
"Iya Rie, ini hand phone yang kamu hadiah kan untuk ku, saat kau mendapat gaji pertama mu, masih aku pakai Rie, hanya saja semua foto kita aku hapus, hanya tinggal foto kita bertiga bersama Syntia yang ngak ku hapus." Papar Tiara.
"Tapi kenapa di hapus, itu hanya sebuah foto, kan?" tanya Arie.
"Aku ngak mau bertengkar setiap hari dengan Mas Riki, Rie. Hanya karna sebuah foto."
"Hubungan kami baru saja membaik, dan baru dua minggu terakhir kami menjalin hubungan sebagai pasangan suami- istri."
Arie kaget dan langsung menatap Tiara.
"Kok kamu ngak pernah cerita Tiara, aku pikir hubungan kalian baik-baik saja sejak awal."
Tiara tersenyum tipis.
"Aku sama Mas Riki bahkan sudah memutus kan bercerai sejak hari pertama kami menikah."
"Kami bahkan sampai bertengkar hebat, saat dia mengetahui aku menjalin hubungan dengan manager ku," ujar Tiara lagi.
Arie semakin kaget mendengar penuturan Tiara.
"Tapi kenapa kau tak cerita kan dari awal Tiara, kenapa baru sekarang." tutur Arie menyesali Tiara.
"Aku ngak tau harus bagai mana Rie, semua terjadi secara tiba-tiba, Saat kejadian di hotel itu, aku hanya memikir kan tentang kamu Rie."
"Aku bahkan menyesali, kenapa aku ngak mati aja waktu itu Rie."
"Aku sendiri merasa jijik dengan diri ku Rie, bagaimana mungkin aku bisa mengharap kan mu bisa menerima aku," ungkap Tiara dengan sedih.
"Aku yang memaksa Riki untuk menikahi aku Rie, karna aku pikir kau pasti tetap akan menerima aku meski aku tak suci lagi."
"Dan aku tak mau itu terjadi, aku hanya bisa berdoa agar kamu mendapat kan wanita yang terbaik dan sekarang kau telah mendapat kan nya Rie."
"Lima bulan aku tak pernah sekamar dengan Riki dan baru dua minggu ini kami berbaikan, saat ini aku juga merasa bahagia hidup bersama nya."
"Aku juga ingin melihat kau dan Aisyah merasa bahagia, Rie."
"Aku bahagia bersama Aisyah, Tiara, ujar Arie."
"Aku tahu Rie, aku melihat sendiri Aisyah sangat mencintai mu, kau lah semangat hidup bagi nya, Rie."
"Aku juga mencintai Aisyah, Tiara," ujar nya lagi.
Saat asik ngobrol Tiara pun mendapat telpon dari Riki, dan Tiara pun mengangkat nya.
Ternyata Riki sudah dalam perjalanan pulang dan arti nya, iya pun harus pulang.
"Rie, aku pulang dulu ya, suami ku sedang dalam perjalanan,"pamit Tiara.
Kemudian iya melihat jam di HP nya.
__ADS_1
"Rie kamu ngak kerja," tanya nya, karna jam sudah menunjukan pukul 3 sore tapi Arie belum berangkat dari tadi.
"Aku sudah resign Tiara," jawab nya lemah.
Tiara sedikit kaget dan mencoba bertanya," Tapi kenapa Rie?"
" Kemaren dua minggu aku bolos kerja karna menjaga Aisyah di rumah sakit, aku pun mendapat SP dan kemaren juga aku di tawari untuk mengawasi proyek luar kota tapi aku tolak, karna aku ngak bisa ninggalin Aisyah terlalu lama.
"Jadi sekarang kamu kerja apa Rie,?"
"Ngojek," bisik Arie.
"Aisyah belum tahu Rie," tanya nya lagi.
"Aku baru mulai hari ini Tiara."
"Rie, aku tahu biaya pengobatan Aisyah pasti mahal, kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa bilang sama aku Rie, siapa tahu aku bisa bantu."
"Kamu meremeh aku ya," ujar Arie.
"Rie, kamu sama Aisyah kan sahabat aku, jadi aku akan senang bisa membantu kamu, atau paling tidak kita bisa pikir kan bersama." tutur Tiara.
"Makasih Tiara."
"Oya, Tiara kamu pulang pakai apa ?" tanya Arie pula
"Biasa, ngojek."jawab nya singkat.
"Kalau gitu aku antar ya ?"
"Boleh, tapi aku ngak mau gratis," jawab nya.
Dan Arie pun mengantar Tiara.
Sampai di depan rumah.
"Sudah sampai, ibu Tiara," ucap Arie ketika memberhenti kan motor nya.
"Ini bang bayaran nya, " ujar Tiara dengan bercanda sambil memasukan uang pecahan seratus ribu ke saku kemeja Arie.
Mereka sama-sama tersenyum melakoni adegan tersebut.
"Ya udah bang sana pergi, tunggu apa lagi," ujar nya masih bercanda.
"Helm nya bu, belum di lepas," sahut Arie.
"Oiya, sampai lupa, habis helm nya wangi kayak orang nya, kan jarang abang ojek sore-sore gini masih wangi."ucap nya sambil melepas kan helm.
"Iya lah aku kan habis mandi."
"Habis mandi ya ?" tanya Tiara selidik.
"Habis keluar kamar, langsung mandi, abis ngapain aja bang?" tanya Tiara mengoda Arie.
Arie semakin grogi ketika Tiara memandang nya dengan senyuman curiga.
"Apaan sih kamu Tiara." jawab Arie malu.
"Hayo ngapain?" tanya Tiara mendesak, dan kembali melempar senyum kepada Arie lagi.
Tiara semakin senang ketika melihat Arie salah tingkah di hadapan nya, iya tetap memandang Arie dengan tatapan curiga.
__ADS_1
Arie pun semakin grogi dan menutup kaca helm nya.
"Aku pergi aja, "ucap Arie.
"Ya udah sana pergi," sahut Tiara.
"Ya udah aku pergi, "tapi Arie seolah enggan pergi.
Arie pun menghidup kan mesin motor nya, dan akan pergi dari sana, namun Tiara mencegah nya.
"Rie, tunggu "
"Aku belum ngesave nomor kamu."
"Masih nomor yang lama kok."
"Nomor kamu sudah ku hapus Rie, kemaren HP aku di geledah sama Mas Riki, karna dia tahu kamu mantan aku, ya aku hapus biar dia ngak cemburu lagi."
Arie hanya tersenyum tipis mendengar penuturan Tiara, kemudian iya pun menyebut kan angka nya.
Tiara sebenar nya masih ingin ngobrol bersama Arie, dan menyuruh nya untuk masuk kedalam rumah, tapi iya juga takut jika Riki pulang dan melihat nya sedang bersama Arie.
Dan ternyata benar setelah menyimpan nomer Arie, Riki pun tiba.
Dengan segera Tiara menyuruh Arie untuk pulang.
"Rie, tutup kaca helm kamu Rie, Mas Riki pulang," dan Arie pun menutup kaca helm nya dan pergi dari sana.
Riki keluar dari mobil nya dan melihat Tiara dengan curiga.
"Siapa itu Tiara ?"
"Tukang ojek Mas," jawab Tiara spontan.
"Tukang ojek kok pakai tukaran nomor telpon?" tanya Riki.
Rupanya iya sempat melihat Tiara menyimpan nomor Arie.
"Iya, aku simpan nomor dia, jadi nanti kalau aku mau kemana-mana, aku minta diantar sama dia, "jawab Tiara.
"Kenapa diantar sama dia?, biar aku yang ngartar kamu."
"Kamu kan sibuk, ngak bisa setiap saat ngantarin aku," ujar Tiara dan Riki pun diam.
"Ya, sudah besok aku beliin kamu mobil," ujar nya.
"Aku ngak bisa bawa mobil, Mas," sahut Tiara.
"Motor?" tanya Riki.
"Ngak bisa juga, " jawab Tiara sambil tersenyum.
Riki hanya menggeleng kan kepalanya dan langsung masuk kekamar nya, Tiara sengaja membuntuti karna iya tahu Riki masih curiga pada nya.
"Mas kamu marah lagi ya?" tanya nya.
Riki hanya diam, Tiara pun memeluk Riki.
"Mas, kamu jangan marah terus, kamu sudah sempurna untuk aku, jadi aku ngak mungkin macam-macam Mas, aku hanya cinta sama kamu Mas," tutur Tiara dalam pelukan Riki.
Riki pun tersenyum dan berbisik di telinga Tiara," Aku juga cinta sama kamu sayang." Dan mereka pun saling mendekap, karna ini lah pertama kali nya mereka saling menyatakan perasaan nya.
__ADS_1