Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Season 2 Episode 49


__ADS_3

Sakina dan keluarganya langsung membesuk Rangga di penjara, setelah melihat langsung Rangga, Sakina pun langsung berlari memeluknya.


Sakina semakin sedih melihat suaminya yang gagah, padat berisi, kini tubuhnya menjadi kurus.


"Mas Rangga," ucapnya ia pun menghampiri Rangga, kini mereka terpisah di balik jeruji besi.


"Sayang kamu sudah ingat sama Mas Rangga, sayang?" tanya Rangga dengan sedih.


"Ia Mas, kenapa Mas Rangga bisa ada di sini Mas?" tanya Sakina, ia menyentuh kedua pipi Rangga dengan kedua telapak tangan nya.


"Mas Rangga memukul Arif, karna ia menyentuh mu saat di pesta pernikahan Arjuna."


"Mas, Sakina kangen sama kamu Mas, Sakina akan berusaha agar kamu bisa bebas secepatnya."


"Ia sayang, Mas juga kangen sama kamu."


Arjuna menghampiri Rangga," Setelah admistrasi nya selesai kamu sudah bisa keluar Rangga, aku sudah menjamin kamu."


"Terima kasih Arjuna, " ucap Rangga.


"Sama-sama Rangga, sebagai satu keluarga kita harus saling membantu dan melindungi, kenapa kau mengundurkan diri dari perusahaan mu sendiri Rangga, perushaan itu sudah di atas namakan kepada Sakina, itu berarti perusahaan itu milik mu Rangga."


"Aku merasa tak pantas saja Arjuna, kau sudah terlalu baik pada ku, tapi aku tak bisa menjaga Amanah mu, aku membiarkan Sakina pergi, hingga ia menjadi celaka."


"Sudalah Rangga, aku juga bersalah karna menyalahkan mu dalam hal ini, setelah kau keluar nanti, akan ku serah kan Adikku pada mu lagi."


"Terima kasih Arjuna." ucap Rangga bahagia bercampur haru.


"Terima kasih kak juna," Sakina pun memeluk Kakaknya.


Setelah selesai pengurusan Administrasinya, hari itu juga Rangga keluar, saat ia keluar Rangga langsung memeluk istrinya, karna rindu nya, ia mencium Sakina berkali kali, hingga di soraki oleh penghuni sel tahanan lainya.


Tapi mereka tak perduli, karna rasa rindu sudah sangat menggebu.


Setelah memeluk Sakina, ia pun memeluk Arjuna.


"Terima kasih Arjuna, kau memang saudara terbaik," ucapnya.


"Sama-sama Rangga, kau juga lelaki yang baik, jika tidak mana mungkin aku percayakan adik ku pada mu."


"Ayo kita keluar dari sini, semua orang sudah menanti mu di luar, "ajak Arjuna.


"Semua orang?" tanya Rangga.


"Iya, kau lihat sendiri di luar nanti, " dan betapa terkejut nya Rangga, karna mereka semua ada di sana menyambutnya.


Raka dan Leo langsung memeluk Rangga, Rangga pun terharu atas kepedulian mereka terhadapnya, bahkan Evelyn yang sedang hamil juga ikut menyambut kebebasanya, dan ia melihat Aira sedang di gendong oleh istrinya Arjuna, mereka menyambut Rangga.


Rangga begitu terharu dan bahagia, karna mempunyai keluarga besar yang solid.


Mereka pun pulang kerumah, karna akan ada sukuran kebebasan Rangga, mereka menyiapkan makan bersama di kediaman keluarga Radja Prawira.


mereka semua berada dalam satu mobil, Arjuna Khairunissa, Sakina ,Evelyn.


Sementara Raka dan Leo berada di mobil lain, karna ada keperluan lain.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, mereka pun kembali ke kamar masing-masing.


Saat dikamar Rangga dan Sakina langsung menumpah kan kerinduan mereka, Rangga pun menciumi Sakina secara ganas seperti seekor harimau yang menerkam mangsanya.


Tak berapa lama kemudian, ranjang pun berguncang seperti terjadi gempa bumi lokal 9 skala richter.


Untung saja, Aira tertidur di pelukan Nissa mereka pun membawa Aira kedalam kamarnya.


Setelah melepaskan hasrat nya, mereka pun bersiap untuk acara makan malam bersama, keluar dari kamar, Sakina bermaksud menjemput Aira dan, sangat mengejutkan Aira sudah cantik di pakaikan gaun seperti peri, rambutnya pun di ikat dan di beri mahkota, sangat lucu dan imut.


Nissa dan Arjuna begitu menikmati kebersamaan dengan Aira, apa lagi Nissa berharap ia bisa punya anak secepatnya.


Semua sudah siap untuk makan malam, tinggal menunggu Raka dan Leo, sudah jam tujuh mereka belum juga kembali.


Tak berapa lama Leo dan Raka pun tiba, dan tak hanya mereka berdua, Lily pun ada bersama mereka.


Ternyata Raka dan Leo sengaja menjemput Lily untuk memberi kejutan kepada Rangga.


Sangat tidak mudah membujuk ibunya Rangga untuk ikut dengan mereka.


Flashback


Leo dan Raka sampai di rumah Rangga, di sana mereka melihat Lily duduk sendiri termenung dan manangis di teras rumahnya, mereka pun menghampirinya.


Lily merasa sedih dan kesepian setelah di tinggal anak dan cucunya, ia baru merasa ternyata di pisah kan dari orang-orang yang kita sayang begitu sangat menyakitkan.


Ia menyesali karna telah berniat memisahkan Rangga dan istrinya, ia juga menyesali karna sikaf angkuh dan egoisnya, ia merampas kebahagian anak cucunya, semua tak kan terjadi jika saja ia tak terlalu mencampuri urusan rumah tangga anaknya dan Sakina, sebelum nya rumah tangga mereka baik-baik saja.


"Ini semua salah ku, kesalahan ku," katanya pada dirinya sendiri, Lily pun terus menyesali perbuatannya.


Leo dan Raka menghampiri mereka.


Lily tak menyadari kedatangan mereka, ia pun kaget dan langsung menghapus air matanya.


"Leo, ibu ngak apa-apa," jawab nya.


"Bu, Rangga sudah di bebaskan, dan sekarang ibu ikut kami, kita semua akan merayakan kebebasan Rangga dan kesembuhan Sakina."


"Apa Rangga sudah bebas? dan Sakina juga sudah pulih," ia pun langsung bersujut di lantai dan menangis haru di sana.


"Terima kasih Ya Allah, kau telah menolong mereka," ucap nya berkali-kali ia pun kembali menangis dalam sujud nya, saking ia menyesali perbuatanya, Lily pun sampai pingsan dalam sujud nya.


"Bu, Ibu." Leo menepuk pelan pipi ibunda Rangga, karna melihat wanita itu tergeletak tak sadar kan diri mereka berdua pun ikut panik.


"Aduh Leo, Ibu kenapa tuh ?" tanya Raka.


"Pingsan kali Raka, ayo kita angkat bawa kedalam," mereka pun mengangkat tubuh wanita paruh baya itu.


Setelah hampir setengah jam pingsan, Lily pun sadar dan kembali menangis.


Iya terisak-isak menahan tangisnya.


"Bu, ibu kenapa?" tanya Leo.


"Ibu hanya terharu, bahagia, sekaligus menyesal, karna perbuataan ibu mereka harus terpisah, sekarang ibu sendiri merasa betapa sedihnya, jika terpisah dari orang yang kita sayangi, sejak Rangga masuk penjara dan Aira kamu bawa, ibu merasa benar-benar kesepian, dan sangat sedih, ibu merasa ibu ini, ibu yang jahat hanya karna ambisi ibu, ibu bahkan tega merusak kebahagian anak ibu sendiri, untunglah tuhan masih sayang pada ibu, ia memberi kesempatan untuk ibu bertobat, dan sekarang ibu sangat bahagia, jika Sakina dan Rangga bisa bersama kembali, meski ibu hanya tinggal di sini sendirian, tapi ibu rela, asal kan mereka bahagia," tutur nya panjang lebar.

__ADS_1


"Bu, kami di sini mau menjemput ibu, kita semua akan merayakan berkumpulnya kembali keluarga mereka Bu," tutur Leo menjelaskan.


"Tidak Nak, ibu tak pantas berada di sana, biar saja ibu sendiri disini, ibu hanya bisa berdoa untuk kebahagian mereka di sini."


"Ibu malu, malu pada keluarga Sakina, terutama pada Sakina dan Arjuna, ibu memang orang yang tidak tahu berterima kasih. "


"Bu, sudalah yang terjadi biarlah terjadi, saya kesini, karna di utus Kak Juna, untuk menjemput ibu, kita semua akan merayakan kebahagian Rangga dan Sakina, dan rasa nya belum lengkap jika ibu tidak hadir di sana," Raka angkat bicara.


"Tapi ibu tak pantas, Nak Raka."


"Sudalah Bu, Karna Rangga saudara kami, maka ibu juga kami anggap sebagai ibu kami, kami akan menyayangi dan menghormati ibu seperti ibu kandung kami sendiri, kami ngak punya orang tua Bu, dan sekarang ibu adalah orang tua kami," papar Raka.


Lily yang terharu pun langsung memeluk Raka, "Ya Allah ternyata di dunia ini masih ada orang yang berhati mulia seperti kalian, beruntung sekali Rangga, punya keluarga seperti kalian," ia pun menangis haru di pelukan Raka.


"Sekarang ibu ikut kami, mereka semua sudah menunggu." Raka


***


Melihat kedatangan ibunya, Rangga pun langsung berlari mengahampiri ibunya, ia pun memeluk dan mencium punggung tanggan ibunya.


"Bu maaf ya bu, Rangga menyusahkan ibu waktu Rangga di penjara," tutur nya dengan sedih.


Kamu ngak usah minta maaf, semua ini salah ibu, ibu yang seharusnya minta maaf.


Sakina pun menghampiri, dan memeluk ibunda Rangga.


"Maaf kan ibu Sakina, ibu menyesal," ia pun menangis haru, saking haru nya, hingga tak sanggup berkata-kata.


"Sudalah Bu, yang terpenting sekarang Sakina bisa bersama Mas Rangga kembali," mereka pun melepaskan pelukanya.


Lily langsung menghampiri Arjuna.


Melihat Lily yang mengahampirinya, Arjuna pun berjalan kearahnya.


"Arjuna, Maafkan ibu ya," ucapnya sambil meraih tangan Arjuna.


"Ia Bu, sudah lupakan lah, yang terpenting Rangga dan Sakina sudah bersama, mereka saling mencintai, dan tak layak untuk di pisahkan, Juna juga salah Bu, karna terlalu sayang pada Sakina, Juna terus menyalahkan Rangga, dan melarangnya untuk bertemu Sakina, hingga terjadilah insiden yang menyebabkan Rangga masuk penjara," tutur Arjuna.


"Terima kasih Arjuna, atas kebaikan kalian semua, karna telah menerima Rangga dengan baik," ucap Lily, ia pun memeluk Arjuna.


"Sama-sama Bu, itulah gunanya keluarga, saling menyayangi dan melindungi," tambah Arjuna lagi.


Setelah selesai dengan semua itu, Lily pun meminta maaf pada seluruh anggota keluarga Sakina, mereka pun memulai makan malam.


Setelah selesai makan malam, tiba-tiba Evelyn merasakan sakit perut.


Mereka pun langsung membawa Evelyn ke rumah sakit, dan pada ke esokan hari nya, cicit pertama dari keluarga Radja Prawira lahir kedunia, yang di sambut bahagia seluruh keluarga.


Setelah mengalami hari-hari yang sulit, kini satu persatu kebahagian menghampiri keluarga Radja Prawira.


Terima kasih sudah membaca,


Please like, komen dan vote, biar Author semangat ya,


Mampir juga di karya author lainya dengan judul: Mencintai mu dalam gelap.

__ADS_1


Kisah penantian dokter muda dan tampan yang setia menunggu ke pulangan istrinya, yang meninggalkanya karna kesalahan fatal yang di buatnya di masa lalu, kisah suka, duka, bahagia dan sedih semua ada disini



__ADS_2