Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Hasrat


__ADS_3

Untuk kedua kali nya Tiara ikut menemani para sahabat nya, selain iya mencari kesibukan, celotehan mereka mampu membuat Tiara terhibur.


Dengan semangat Tiara ikut membantu memasarkan produk.


Saat jam istirahat makan siang, Ryan mengajak Tiara untuk makan siang di sebuah restoran.


"Tiara apa kau mau ikut dengan ku? "tanya Ryan.


"Kemana Ryan?" balas Tiara.


"Ikut aku makan siang," ujar Ryan.


Tiara berfikir sejenak,


"Kalau Tiara ngak mau, aku aja Pak," sahut Tania yang mendengar pembicaraan mereka.


Dan mereka pun tersipu, karna celotehan Tania.


Tiara menganggu pertanda setuju, dan Ryan mengajak nya kesebuah restoran.


Sambil menunggu makanan di sajikan mereka pun mengobrol.


"Aku pikir aku tak kan betemu dengan mu lagi, Tiara," kata Ryan kepada Tiara.


"Karna saat terakhir kita bertemu, kau bilang ingin pergi dari kota ini."


"Aku juga mau nya seperti itu Ryan, tapi suami ku malah memaksa ku, untuk kembali pada nya."


"Kau sendiri Ryan bagaimana Ryan, apa kau tak ingin menikah?"


"Menikah?"


"Aku bahkan takut untuk jatuh cinta lagi Tiara?"


"Baru pertama jatuh cinta aku sudah menderita." sahut nys.


"Kau benar Ryan, cinta hanya membuat kita menderita." tutur Tiara lirih.

__ADS_1


"Kata-kata mu dalam sekali Tiara, seperti nya kau sedang ada masalah."


"Masalah slalu datang dalam hidup ini Ryan, hanya bagsimana cara mengatasi nya." ujar Tiara.


Dan Makan yang mereka pesan pun datang.


"Ayo Tiara kita makan dulu. ajak Ryan.


Mereka pun makan.


Selesai makan siang mereka pun kembali ke tenda.


Di dalam mobil.


"Apa kau masih menyimpan nomor ku Tiara?"


"Ngak Ryan, aku sudah ganti nomor atas permintaan suami aku harus menghapus semua kontak, terkecuali yang penting." jawab Tiara.


"Jadi menurut mu aku ngak penting,"


"Bukan begitu, suami ku orang nya cemburuan, apa lagi dia tahu aku pernah terlibat skandal cinta segi tiga dengan mu, jadi wajar saja jika dia cemburu," papar Tiara sambil tersenyum..


"Mungkin kau harus bersiap-siap untuk itu Ryan," jawab Tiara, dan mereka pun tertawa.


"Kalau begitu berikan nomor mu pada ku Tiara?"


"Untuk apa?" tanya Tiara.


"Ya, siapa tahu kau bisa menemani ku nonton lagi, " jawab Ryan santai.


"Aku ngak mau mengulangi kesalahan itu lagi Ryan," ujar Tiara.


"Ayo lah Tiara kita hanya beteman kau gak usah terlalu ge-er,"jawab Ryan.


Tiara tersenyum, "Kau benar Ryan, mungkin aku yang geer." ucap Tiara sambil tertawa kecil.


Dan saling bertukar nomor telpon.

__ADS_1


Tiara merasa senang berada di antara teman-teman nya, setidak nya iya tak terpikir lagi dengan masalah nya sejenak.


Pulang kerumah Tiara merasa kan atmosrir yang berbeda, yang dari tadi iya merasa semangat, setelah kembali kerumah iya merasa kan sesak kembali.


Waktu pun berlalu, sudah seminggu Tiara dan Riki tak pernah saling menyentuh dan seminggu lagi pernikahan Riki dan Syntia akan berlangsung.


Tiara menatap kearah Riki yang sedang tidur."Mungkin sebentar lagi aku ngak akan setiap hari tidur bersama kamu Mas, dan jujur saja aku masih sangat kecewa sama kamu, tapi aku tak bisa menahan rasa cinta terhadap mu, Aku juga tersiksa saat mengacukan mu," batin Tiara.


Tiara mendekati Riki dan memeluk nya, "Aku tak tahu mengapa aku masih mencintai mu, aku tak bisa jauh dari mu." Tiara bicara dalam hati nya.


Rasa cinta nya lebih dominan dari rasa kecewa nya, dan Tiara pun menangis menahan rindu nya pada Riki.


Iya pun berbaring di samping Riki dan memeluk nya, dan menetes lah kembali air mata nya, karna iya rindu di peluk kan Riki, iya rindu akan keharmonisan mereka sebelum kejadian tersebut.


Andai waktu bisa ku putar dan ku ulangi, akan ku cegah semua ini, aku hanya ingin memiliki kamu seutuh nya, lara Tiara dalam hati nya.


Tak sangup lagi menahan, iya pun mendekat dan mencium pipi Riki yang sudah terlelap tidur, air mata nya pun jatuh menetes di pipi suami nya.


Riki terbangun dan menemukan Tiara telah basah oleh air mata nya.


"Kamu kenapa Tiara?" tanya Riki sembari bangkit.


Tiara hanya diam dan menangis, Riki pun mendekati nya, tanpa bisa menahan Tiara pun memeluk tubuh Riki.


"Aku kangen sama kamu Mas, sama kebiasan yang setiap hari kita lakukan, aku kangen saat-saat romantis yang kita lalui bersama, aku ingin sekali mengulang nya, Mas, tapi rasa nya itu tak mungkin lagi terjadi." tutur Tiara dengam deraian air mata nya.


"Tapi kenapa ngak mungkin Tiara, aku hanya mencintai kamu, Tiara," ucap Riki.


Tiara pun menangis, "Karna kau ngak pernah tahu betapa kecewa nya aku, pada mu, dan rasa itu selalu terungkit saat aku melihat mu, Apalagi kau akan segera menikah, dan membawa Syntia di rumah ini, tutur nya lirih.


"Tiara aku memang ingin membawa Syntia di rumah ini, karna aku tak ingin jauh dari mu, aku ingin melihat mu setiap hari, dan setiap aku pergi, dan pulang kerja aku akan mendapatkan sambutan dari mu."


"Tiara aku menikahi Syntia, hanya karna dia mengandung anak ku, setelah itu aku bisa menceraikan nya dan hidup bahagia selamanya dengan mu, Tiara tetap lah bersama ku,hingga waktu nya tiba, hanya ada kamu pendamping ku selamanya," ucap Riki bersungguh -sungguh.


Tiara menangis dan Riki pun memeluk nya, "Aku mencintai mu Tiara, aku sangat nencintai mu, aku bahkan rela kehilangan apa pun, asal aku tak kehilangan dirimu, kau lihat sendiri Tiara, betapa rapuh nya aku saat kau tak berada di samping mu, aku hampir gila karna nya, Syntia datang pada ku saat aku masih berada di bawah pengaruh alkohol, dan aku ngak bisa menghindari nya, jika saja kau tahu betapa hancur nya aku, saat aku melihat mu di peluk mesra oleh Arie, dan kalian seperti habis berhubungan intim. Hati lelaki mana tak hancur melihat keadaan kalian pada waktu itu, apa yang kurasa kan saat itu, sama dengan yang kau rasakan saat ini, aku begitu sakit, aku terbawa emosi dan tak bisa berfikir jernih," papar Riki.


"Tiara maafkan lah aku Tiara, sungguh aku menyesali semua ini, dan akan ku perbaiki lagi, aku juga sadar aku juga harus bertanggung jawab pada Syntia, tapi itu hanya sampai iya melahirkan, aku juga tidak mau iya berada lama di antara kita.

__ADS_1


Terimalah aku kembali Tiara, ucap Riki sambil menatap mata Tiara. Tiara seolah tak mampu untuk mengatakan tidak, saat orang yang paling di cintai nya, memintanya untuk kembali, iya pun mengangguk.


Riki sangat senang dengan isyarat Tiara, iya langsung ******* bibir Tiara dan membaringkan kan nya, mereka pun melepaskan hasrat yang telah tertunda sebelum nya.


__ADS_2