
Tiara kemudian melanjut kan cerita nya kepada Riki.
"Arie tak pernah tahu kalau ternyata aku sudah menikah dengan mu Mas, saat kami pertama bertemu,tapi aku berusaha mengatakan yang sebenar nya kepada Arie."
"Hampir saja aku tak sanggup mengatakan hal itu pada nya, karna saat itu jujur saja, aku masih rindu pada nya setelah berbulan-bulan tidak bertemu."
Tapi ku pukir tak ada guna nya aku bersembunyi dan lari dari kenyataan, dengan segala daya, aku pun berusaha mengatakan nya kepada Arie meski terasa berat bagi ku."
"Arie begitu hancur saat mengetahui nya, begitu pun diri ku, aku merasa seperti kehilangan keseimbangan, sulit bagi ku untuk memilih antara cinta dan ego ku sendiri."
"Aku masih tak bisa melupakaan Arie, namun aku pun sadar siapa diri ku, Aku pun coba melupakan Arie dan mencoba mencintai mu, Mas."
"Meski apa yang ku dapat kan dari mu hanya penolakan demi penolakan, aku berusaha menghindari kesakitan yang ku dapat kan saat berpisah dengan Arie, dan membayar dengan kesakitan pula dengan menjalinan hubungan dengan mu."
Suara Tiara terdengar parau, karna kini iya kembali menahan tangis nya namun akhir nya air mata itu jatuh juga mengalir deras di pipi nya.
Sementara Riki masih diam sambil menunggu kelanjutan cerita Tiara.Tiara pun melanjut kan cerita nya meski kata-kata nya terbata-bata.
"Aku tak lagi sanggup menahan perih hati ku, hingga suatu hari ketika Arie kembali menemui ku, Iya menyatakan bahwa iya tak sanggup untuk menahan rindu nya untuk bertemu dengan ku, mendengar penuturan Arie tersebut, aku seperti mendapat oase di padang pasir yang tandus."
"Namun akhir nya cinta Arie bagai fatamorgana bagi ku, semua hanya impian dan harapan tanpa pernah menjadi kenyataan, semakin ku dekati iya malah semakin menjauh."
"Aku dan Arie memang tak menjalin hubungan apa pun, tapi rasa cinta yang masih kuat itu nampun memberi kan isyarat, malam itu adalah pertama kali nya Arie mencium bibirku, jujur saja aku pun tak bisa menahan rasa pada nya,aku hampir saja melepaskan hasrat yang tak ku dapat dari mu kepada Arie."
Air mata Tiara kembali mengalir deras, kata-kata nya pun tertahan, Tiara mencoba mengatur nafas nya yang terengah-engah.
Riki sedikit emosi mendengar pengakuan Tiara,Namun iya menahan nya, iya ingin Tiara menyelesaikan pengakuan nya. Dan Tiara pun melanjut kan cerita nya
"Tapi Arie menolak nya, Iya menyadar kan ku bahwa apa yang kami lakukan hanya lah sebuah hubungan terlarang, dan iya juga menyesali tak seharus perbuatan itu terjadi."
"Dari dulu sampai sekarang Arie tetap lah tulus, iya tetap menjaga ku, meski rasa nya aku sendiri tak sanggup menahan perasaan ku pada nya."
"Saat itu hubungan ku dengan mu juga semakin memburuk, seolah tak lagi ada harapan untuk bersama mu ,apa lagi ternyata kau juga mempunyai kekasih."
"Aku sangat berharap setelah berpisah dari mu, aku akan melanjut kan hubungan ku dengan Arie."
__ADS_1
"Namun apa daya, Arie memutus untuk menikahi Aisyah yang menderita kanker dan memutus kan hubungan dengan ku, dan ini menjadi yang kedua kali nya aku patah hati."
"Aku hidup tapi serasa mati, aku selalu menangisi takdir ku sendiri, aku seperti menjadi wanita yang haus akan cinta tapi tak mendapati nya."
"Setelah yang ku lakukan bersama Arie, aku kembali mengulangi kesalahan ku, Mas."
"Aku menerima Ryan sebagai pacar ku, padahal waktu itu aku belum resmi berpisah dengan mu."
Kata-kata nya kembali terputus dan Tiara kembali menyesali perbuataan nya dan menangisi nya.
"Aku tahu Mas, dosa yang ada pada ku tak kan terhapus hanya dengan meminta maaf."
"Tapi hanya itu yang bisa ku lakukan saat ini, Mas."
"Maaf kan aku Mas, karna tlah berkhianat pada mu."
Dan kini kau bisa bebas dan mencari kebahagian mu sendiri."
"Semua ini memang salah ku, tak seharus nya aku memaksa mu menikahi ku, dan aku merasa pantas mendapat kan semua ini."
Riki hanya diam mendengar pengakuan Tiara, Iya merasa serbah salah, Apa yang dilakukan Tiara memang tak bisa di benarkan, tetapi semua kesalahan juga bermula pada nya. Setelah lama bungkam Riki pun membuka suara nya
"Tapi semua sudah terlanjur Tiara.,"ucap Riki.
"Tapi belum terlambat untuk memperbaiki nya Mas, kita berpisah saja Mas, aku rasa ini yang terbaik untuk ku dan untuk mu, kau bisa mendapat kan wanita mana saja yang kau mau, dan sedikit pun aku tak kan meminta sepeser pun dari harta mu."ucap Tiara meyakin kan Riki.
"Besok aku akan pulang kerumah orang tua ku, Mas."
Tiara pun memeluk Riki, sembari mengucap kan permintaan maaf.
"Maaf Mas, selama ini aku tak pernah menjadi istri yang baik untuk mu, dan aku minta kau iklas kan apa yang tlah kau beri pada ku."
Tiara pun menangis dalam pelukan Riki. Riki pun memeluk Tiara dan membelai rambut panjang nya.
"Apa aku bisa meminta satu hal pada mu, Tiara?" tanya Riki yang masih mendekap Tiara.
__ADS_1
"Tentu saja Mas, akan ku lakukan apa saja untuk menebus kesalahan ku pada mu," jawab Tiara, sambil menghapus air mata nya.
"Tiara apa kau sungguh sunguh menyesali perbuataan mu?" tanya Riki.
"Tentu saja Mas, aku juga siap menerima hukuman dari mu," jawab Tiara.
"Tiara apa kau mau berjanji untuk tidak mengulangi nya lagi?" tanya Riki dengan nada yang berat dan seperti nya Riki menahan kecewa pada Tiara.
"Maksud mu apa, Mas? tanya Tiara tak mengerti.
Riki memeluk Tiara kembali,"Aku bersedia menerima mu dan memaaf kan mu Tiara, asal kan kau berjanji tak kan mengulangi nya lagi."
Tiara kembali terharu mendengar penuturan Riki.
"Tapi Mas, aku tak pantas menjadi istri mu lagi, bahkan aku sendiri tak akan bisa memaaf kan diriku sendiri,"jawab nya terbata-bata.
"Sudalah Tiara, semua orang pernah berbuat salah, sedang kan Tuhan saja Maha Pemaaf kepada hamba nya, Apa yang terjadi angap lah angin lalu."
"Kita mulai lagi dari awal Tiara, kau mau kan menjadi istri ku yang setia
sampai mati?" tanya Riki sambil menatap mata Tiara, Iya ingin agar Tiara menjawab nya saat itu juga.
Tiara pun mengangguk dan kembali memeluk suami nya.
"Terima kasih Mas, kamu sudah percaya dan memberiku kesempatan kedua kali nya,"ucap Tiara di pelukan Riki.
"Sama-sama sayang." jawab Riki.Dan sejak malam itu hubungan mereka semakin baik.
Catatan penulis: Terkadang kejujuran adalah pilihan terbaik meski awal nya menyakitkan.Dan kebohongan hanya akan menjadi angan-angan hampa yang menjadi penyebab kehancuran.
Kisah di atas bukan untuk di tiru melain kan untuk menjadi pelajaran bagi kita semua, setiap peristiwa pasti ada sebab dan akibat nya.
Adakala nya kita menghakimi seseorang tanpa tahu alasan di balik semua itu. Sekali lagi mohon maaf penulis tidak maksud menggurui.
Terima kasih, mohon doa dan dukungan nya.like dan komen nya, agar penulis bisa memperbaiki kekurangan nya.
__ADS_1