Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Reuni


__ADS_3

Riki terbangun dan mencari Tiara, ternyata iya sudah berada di dapur dan membuat kan nya secangkir kopi, "Sayang, kamu masih sakit?" tanya nya sambil mencium pipi Tiara.


"Udah mendingan Mas."


"Ini kopi untuk mu," ucap Tiara sambil menyodorkan secangkir kopi panas.


Riki menyerup nya sedikit," Em, kurang manis, Yang," ujar nya.


"Masak sih, kayak nya gula nya udah pas,".


"Aku tahu apa yang membuat kopi ini ngak manis, " iya pun mencium bibir Tiara.


"Tuh kan udah manis," sambung nya.


Dan Tiara pun tersenyum.


Kemestraan tersebut lagi-lagi tak sengaja tertangkap mata Syntia, entah mengapa Syntia merasa tidak senang dengan kebahagian Tiara bersama Riki.


**


Riki masuk keruangan nya, dan di sana sudah ada Alena yang duduk di kursi nya.


Riki pun memutus kan untuk keluar dari ruangan tersebut, tapi iya di cegah Alena,


Iya menarik Riki kembali, hingga Riki duduk di kursi.


"Kamu ngak bisa ya, ngak gangguin aku?" tanya Riki kesal.


"Aku akan berhenti gangguin kamu, asal kamu bisa puaskan aku sekali saja," ucap Alena dengan nada menggoda.


"Kamu tuh lebih murahan dari pada pelacur," ucap Riki ketus.


"Terserah kamu mau bilang apa, kamu pikir, istri mu itu wanita suci ? kamu bahkan ngak tahu kan, apa yang dia lakukan selama kamu bekerja." Alena mencoba memanasi Riki.


Dan Riki tak terpengaruh sedikit pun ucapan Alena, iya terus melanjut kan pekerjaan nya.


Alena melingkar kan kembali tangan nya ke leher Riki, "Ayo lah sayang, jika hanya sekali tak kan mengurangi kadar cinta mu terhadap nya bukan." Rayu Alena kembali.


Riki tetap diam meski iya risih terhadap nya, iya hanya tak ingin terjadi keributan di kantor nya.


Tapi Alena semakin gemas melihat sikap Riki yang semakin acu, Alena pun langsung menyambar bibir Riki dan mencium nya, tapi kali ini Riki tak tinggal diam iya mendorong tubuh Alena.


"Apa harus ku panggilkan satpam untuk mengusir kamu dari sini," bentak Riki.


"Pergi dari sini! jangan pernah ganggu hidup ku lagi," tambah nya.


Alena menjadi sedikit emosi iya pun mendekati Riki," Baik lah, aku tak kan mengganggu mu lagi, tapi aku akan mengganggu istri mu," ucap Alena sambil menarik diri.


Mendengar kata-kata Alena Riki pun semakin emosi iya menarik rambut Alena, "Aku bisa menghabisi mu jika kau mencoba mengganggu istri ku," ucap nya mengancam.


"Oh, kau begitu menyayangi nya, bagai mana dengan nya? apa dia juga mencintai mu ? Akan ku bukti kan pada mu Riki, siapa istri mu yang sebenar nya."


"Jika aku tak bisa memiliki mu, maka iya juga tak kan bisa memiliki mu, akan ku buat dia menderita," ucap Alena berapi-rapi.


"Cukup Alena! Jika kau menyakiti istri ku sehelai rambut nya saja, maka aku yang akan membunuh mu dengan tanggan ku sendiri," ancam Riki.


Alena tersenyum dingin mendengar ancaman Riki, iya pun keluar dari tempat tersebut.


Dan Riki pun menghempas kan semua barang yang di hadapan nya, karna menahan kesal.


Setelah agak tenang iya pun kembali melanjut kan pejerjaan nya, namun kosentrasi nya terganggu, kata-kata ancaman Alena terus terngiang di telinganya, iya pun mengkhawatir kan keadaan Tiara.


Riki menghubungi Tiara, untuk memastikan keadaan nya.


"Halo Mas," sapa Tiara di seberang telpon.

__ADS_1


"Sayang kamu di mana? "tanya nya khawatir.


"Aku bersama Syntia di rumah Arie, nanti malam ada tahlilan di sini," jawab Tiara menjelas kan.


"Oh ya, kamu jangan kemana-mana lagi ya, pulang kerja aku langsung kesana."


"Iya, Mas," jawab Tiara dan menutup telpon nya.


Riki sedikit tenang, setidak nya Tiara tak sendiri sekarang, iya pun melanjutkan pekerjaan nya.


***


Pulang kerja Riki langsung menuju rumah Arie, setelah sampai, iya melihat Syntia dan Arie sedang asik ngobrol berdua dan tak terlihat Tiara di sana.


"Assalam mualaikum." Riki mengucap salam.


"Waalaikum salam," serempak mereka menjawab.


"Silah kan masuk Mas." Arie mempersilah kan.


Riki pun masuk dan duduk berhadapan dengan mereka.


"Baru pulang Mas," tanya Arie basa-basi.


"Iya, Rie, Tiara mana?"tanya Riki.


"Tiara mana Syn?" tanya Arie yang juga tak mengetahui keberadaan Tiara.


Syntia pun beranjak mencari Tiara.


"Maaf Mas, aku juga baru pulang," ucap Arie.


Tak lama kemudian Syntia kembali keluar.


"Tiara ketiduran Mas, di samping Aziz, tadi udah aku bangunin," ucap Syntia.


"Mas, kamu kapan datang nya? " tanya Tiara sambil menyandar kan tubuh nya di lengan Riki.


"Barusan ".


"Kamu tidur di sini yang," tanya Riki heran.


"Iya Mas, tadi aku mengang susu nya Aziz, eh Aziz nya tidur aku juga ketiduran," ujar Tiara sambil menguap.


"Ngak tahu Mas, akhir-akhir ini aku suka ngantuk." timpal nya lagi.


Mereka pun mengalih kan pandangan nya pada Arie dan Syntia.


"Ni Rie, cantik-cantik kan," ucap Syntia kepada Arie sambil memperlihat kan beberapa foto wanita.


"Iya cantik," ucap Arie tak semangat.


"Jadi kamu pilih yang mana Rie?" sambung Syntia.


"Terserah yang mana aja" jawab Arie pasrah.


"Kalian lagi ngapain sih, kayak nya sibuk banget," tanya Tiara penasaran.


"Aku mau mau jodoh kan Arie sama teman aku," sahut Syntia.


"Ngak usah jauh-jauh Rie, yang di sebelah kamu juga jomblo," cetus Tiara.


"Siapa bilang aku jomblo," protes Syntia.


"Udah Syn, dari pada kamu di gantung terus sama si Roni, mending sama Arie kan," tambah Tiara mengoda Syntia.

__ADS_1


"Enak aja aku sama Arie itu best frends forever, iya kan Rie?"


Arie hanya tersenyum mendengar celoteh mereka.


"Ala bilang aja lo malu Syn, kalo Arie yang nembak duluan kamu pasti mau kan," sahut Tiara.


"Tembak langsung aja Rie," tambah Tiara.


"Mau tembak pakai apa? kalau pakai pistol biasa, ngak mati dia," cetus Arie yang ikut menggoda Syntia.


"Bisa nya pakai apa?" Tiara menimpali.


"Pakai bazoka" jawab Arie sambil tersenyum.


"Ngak apa Rie, kamu mau ngomong apa aja, asal kamu bahagia aja," ucap Syntia pasrah.


Dan Arie pun kembali tersenyum.


"Duh Rie, senang rasa nya lihat kamu kembali tersenyum," ucap Syntia, iya pun langsung memeluk Arie.


Melihat kedekatan mereka, Riki yang heran pun angkat bicara.


"Mereka emang kayak gitu, Yang?" tanya Riki pada Tiara.


"Emang kayak gitu, di bilang pacaran juga ngak, di bilang teman, bisa sedekat itu."


"Eh Tiara aku punya cerita lucu nih, sebenar nya udah lama aku pengen cerita, tapi keadaan nya ngak memungkin kan," ucap Syntia.


"Cerita aja Syn, siapa tahu Arie semakin terhibur mendengar cerita kamu," saran Tiara.


"Jadi dulu, waktu aku SMA, aku kan suka di gangguin sama cowok-cowok gitu, yaa, maklum lah aku kan cantik," ujar Syntia memulai cerita nya.


"Ya, aku tahu kamu cantik Syn, lanjut aja cerita nya, ngak usah pakai muji diri sendiri," sahut Tiara.


"Jadi, ada cowok yang slalu belain aku, padahal aku ngak kenal," ucap Syntia sambil melirik kerah Arie.


"Ngak usah di ceritain " sahut Arie malu.


"Aku pikir nih yah, cowok itu suka sama aku, karna dia tuh selalu ada bersama aku, ngantar dan jemput aku pulang sekolah dan aku jadi ge-er dong."


"Aku nunggu dia nembak aku tuh, berhari hari, berminggu minggu dan akhir nya bertahun-tahun sampai aku tuh mati rasa sama dia, dan selama nya ngak mengharap dia lagi, tapi sejak saat itu aku belajar arti sebuah ketulusan dari nya, karna iya mengjaga aku selama ini, tanpa mengharap perasaan apa pun, dan dari itu aku mengerti arti sebuah persahabatan dan kesetian." ujar Syntia menutup cerita nya,"


"Jadi cowok itu siapa Syn ?" tanya Riki.


"Ya Arie lah " sahut Tiara.


"Dan saat aku pertama kenal sama kamu Tiara, saat itu aku tahu kenapa Arie selalu menjaga aku, karna aku sangat mirip dengan seseorang yang begitu iya sayangi, iya kan Rie ?"


"Udah cerita nya sampai di situ saja, ngak usah di terusin," sahut Arie.


Dan mereka semua tahu siapa orang yang di maksud Syntia, termasuk Riki, Tiara menggenggam erat tangan Riki, iya seolah ingin meyakin kan Riki bahwa semua hanya masa lalu nya, dan cinta nya hanya untuk Riki semata.


"Gitu ya ?"tanya Arie ke Syntia.


"Ya udah, kamu sama aku aja, aku sekarang kan duda, canda Arie," sambil memeluk Syntia.


"Ngak lah, udah terlambat, sekarang aku sudah jatuh cinta sama seseorang," ucap Syntia.


"Siapa Syn," tanya Tiara semangat.


"Ada deh, "


"Sekarang aku ingin melihat Arie bahagia, dan akan ku lakukan apa pun untuk itu," ucap Syntia serius.


Arie sedikit terharu dengan kata-kata Syntia iya pun memeluk nya seraya berkata," Terima kasih Syn, karna kau selalu ada untuk aku."

__ADS_1


"Sama-sama Rie, itu lah guna nya teman," ucap Syntia dan mereka pun ikut terharu melihat kesetiakawanan Arie dan Syntia


__ADS_2