
Riki membanting pintu serta menarik tubuh Tiara hingga bersandar pada dinding kamar nya.
"Sekarang kau jelas kan siapa Ryan,Tiara!" pekik Riki di dekat telinga Tiara, tampak nya, Riki begitu emosi.
Tiara hanya diam dan menangis tersedu sedu.
"Sampai dimana hubungan mu dengan Ryan, Tiara?" Riki masih memekik di depan wajah Tiara.
"Aku memang pacaran sama Ryan Mas, tapi kami hanya ngobrol dan jalan bareng dan ngak lebih dari itu," ungkap Tiara dengan gugup.
Mendengar pengakuan Tiara, Riki semakin berang iya kemudian mengepal tangan nya dan meninju dinding.
Tiara semakin menangis dan ketakutan iya tak pernah melihat Riki yang begitu emosi.
Riki pun kemudian mengambil barang-barang di sekitar nya kemudian melempar kan di sekitar tempat Tiara berdiri.
Tiara menjadi histeris, iya tak menyangka Riki bisa semarah itu pada nya. Padahal hubungan nya dengan Ryan terjadi karna sikaf nya yang dingin terhadap Tiara.
Riki pun meninggal kan Tiara yang menangis histeris sendiri, iya tak mau emosi nya bisa menyakiti Tiara, jika iya masih berada di tempat itu.
Sementara Tiara menangis dan meratapi kesedihan nya lagi. Iya kini di tinggal sendiri lagi.
**
Pagi ini Tiara bermaksud akan mengantar surat pengunduran diri nya, di kantor.
Iya masuk keruangan HRD dan bertemu Pak Yanto dan langsung menyatakan maksud nya.
Tiara pun memberes kan rumah nya, mencuci semua pakaian kotor yang akan di bawa nya.
Iya bermaksud pindah dari rumah tersebut dan pulang ke rumah ibu nya,Iya harus mengakhiri rumah tangga nya bersama Riki secepat mungkin.
Tiara mengepack semua barang dan baju nya, dan hanya beberapa helai yang tinggal untuk di pakai nya saat berangkat nanti.
Tiara merasa bersalah pada Ryan, iya pun mengirimi pesan permintaan maaf nya pada Ryan.
__ADS_1
Tak berapa lama Terdengar suara dari panggilan telpon yang ternyata dari Ryan, iya pun mengangkat nya.
"Halo ,Tiara ."sapa Ryan dari seberang telpon.
"Iya, Ryan ada apa?" tanya Tiara.
"Ada yang ingin ku bicara kan pada mu Tiara, apa kau bisa menemui ku di pantai kemarin," ucap Ryan di telpon.
Tiara berpikir sejenak, sebenar nya iya juga ingin meminta maaf langsung dan menjelas kan keadaan sebenar nya pada Ryan .
Tiara menemui Ryan di pantai tersebut. Suara deburan ombak menemani Ryan dalam kesendiri nya.
Ryan melempar-lempar kerikil kecil di bibir pantai dan di sambut dengan ombak yang mengganas.
Angin berhembus kencang sore itu, tampak nya sebentar lagi akan turun hujan.
Tiara duduk di samping Ryan, tetapi sedikit agak jauh, iya sendiri kini tak berani mendekat dengan nya.
"Kenapa kau resign Tiara? Aku tak kan membongkar rahasia mu sedikit pun," ucap nya.
"Maksud muu kau tak sengaja?" tanya Ryan menyindir.
"Aku tak menyangka Tiara, kau membohongi ku, menghianati suami mu, apa kau kau masih bilang itu tidak di sengaja."tutur nya.
"Kau mempermain kan ku, Tiara."ucap Ryan tanpa memandang ke arah Tiara.
"Sekali lagi maaf Ryan, aku tahu kesalahan ku tak bisa di tebus dengan kata maaf saja."
Ryan Diam, iya kembali melempar kerikil itu di tepi pantai seolah ingin melampias kan kemarahan nya.
"Ryan sebenar nya, aku dan Riki sudah memutus kan berpisah sejak awal pernikahan kami, dan itu terjadi lima bulan yang lalu."
"Aku menikah dengan Riki bukan berdasarkan cinta, atau di jodoh kan oleh orang tua, tetapi iya menikahi ku karna terpaksa."
Tiara mengambil nafas berat ssmbil mengatur kata-kata nya. Iya tak menyangka peristiwa perih di hotel itu, harus iya putar dan ulang kembali di ingatan nya.
__ADS_1
"Aku menikah dengan Riki karna kecelakan di hotel saat aku bekerja di sana."
"Saat itu Riki mabuk dan tanpa sadar menarik dan memaksa ku masuk ke kamar hotel tersebut, dan akhir nya terjadi lah..."
Tiara berhenti ketika air mata nya tumpah mengenang kejadian pahit itu. Kejadian yang merubah semua kehidupan nya dan sampai detik ini pun, iya tak merasa bahagia.
"Riki sebenar nya, tak mau menikahi ku, dengan alasan, iya sudah punya tunangan, tapi aku memaksa nya, karna waktu itu aku juga akan menikah dengan pacar ku, Arie."
"Aku juga takut menjadi hamil karna peristiwa tersebut, setelah beberapa kali berunding, Iya pun mau menikahi ku dengan syarat, aku tak boleh sedikit pun mengurusi urusan nya, dan dia juga tak kan mencampuri segala urusan ku. Dan di bulan ke enam kami akan berpisah secara resmi."
"Semenjak menikah dengan nya, kami tak pernah berada dalam satu kamar, iya bahkan menghindari ku dengan pulang larut malam setiap hari."
"Sikaf dingin dan kaku nya membuat aku seperti layang-layang yang putus tali, aku bahkan tak pernah di anggap oleh nya."
"Saat hubungan ku dengan Riki memburuk, tiba-tiba Arie mantan kekasih ku, kembali menyatakan cinta nya pada ku, iya merasa tak akan bisa melupakan ku. Dan aku pun masih merasa kan perasaan yang sama, akhir nya aku dan Arie tetap jalan bareng, iya sering mengantar dan menjemput ku."
"Semakin lama Arie, pun menyadari hubungan yang kami lakukan adalah kesalahan, iya pun memutus kan hubungan dengan ku dan menikahi sahabat ku."
Aku sangat terpukul akan kepergian Arie, meski aku tahu, ini lah jalan yang terbaik bagi kami."
"Pernikahan Arie membuat ku tertekan, belum lagi perlakuan Riki terhadap ku, semakin membuat ku down."
Aku pun mengubur rasa cinta ku bersama kenangan bersama Arie, namun jiwa ku serasa mati, aku semakin tak bergairah lagi, aku pun jatuh di titik terendah.
"Hingga akhir nya, kau datang Ryan, kau membawa segenap asa dan rasa yang telah padam, hati ku yang kering dan tandus, kini subur kembali dan menumbuh kan benih benih cinta yang pernah mati".
"Aku tak bisa menghindar dari mu Ryan, Aku yang merasa patah hati, kini seolah bangkit kembali, Aku pun menyerah dan bertekuk lutut pada keadaan, aku juga tak bisa membohongi perasaan ku, pada mu. Aku juga mencintai mu Ryan, namun aku sadar aku bukan lah wanita yang pantas untuk mu, karna itu aku menghindar, aku tak sanggup untuk berkata jujur Ryan."
Ryan kemudian menatap Tiara, ada rasa iba di hati Ryan terhadap Tiara, namun iya membiar kan Tiara untuk melanjut kan cerita nya.
"Saat semakin dekat dengan mu,tiba-tiba saja Riki datang dan membawa kan cinta untuk ku, kehadiran nya semakin membuat ku bimbang dan ragu."
"Apa lagi Riki adalah suami ku, meski iya tak mencintai ku, tapi iya memberi nafkah yang cukup pada ku, keadaan itu membuat ku merasa bersalah jika tidak melayani nya, kami pun melakuka apa yang seharus nya kami lakukan sejak dulu dan itu semakin membuat ku berfikir, aku tak pantas untuk mu, Ryan."ungkap Tiara dengan perasaan sedih.
Tiara pun menghenti kank kata-kata nya, iya kemudian menarik lutut nya dan menempel kan kening nya, di lutut nya tersebut, sedang kan salah satu tangan nya menggenggam pasir dan iya pun menangis tanpa suara.
__ADS_1
Ryan melihat tiara yang begitu menderita akhir nya memeluk Tiara dan Tiara pun menanggis di pelukan Ryan.