Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Bertemu Alena


__ADS_3

Arie keluar dari kamar perawatan Aisyah, sudah seminggu Aisyah di sana dan sudah seminggu juga, iy tak bekerja.


Tadi pagi Arie sudah mendapat kan surat peringataan dari kantor nya, karna belakangan ini iya sering ijin bekerja karna harus menunggu Aisyah.


Arie tak mungkin meninggal kan Aisyah sendiri, karna kedua orang tua Aisyah sedang berada di luar kota.


Selain itu biaya perawatan Aisyah juga sangat mahal bagi nya, iya pun bermaksud untuk menjual mobil nya.


Meski beban Arie terasa berat, tapi tak sekali pun iya mengeluh apalagi di depan Aisyah.


Besok Aisyah sudah diperbolehkan pulang dan sesegera mungkin iya harus menyiap kan uang untuk membayar biaya perawatan di rumah sakit.


**


Pagi ini, seperti biasa nya Tiara menyiap kan sarapan untuk Riki, tapi kali ini Tiara sudah berdandan dengan Rapi.


Riki duduk di meja makan sembari menyantap sarapan yang di hidang kan Tiara.


Melihat Tiara yang baru keluar kamar dengan dandanan yang rapi iya bertanya pada Tiara.


"Kamu mau kemana,sayang."


"Aku mau ngatar CV Mas, mau ngelamar kerja," jawab Tiara santai.


"Ngak usah kerja, emang masih kurang ya, apa yang aku kasi sama kamu?" tanya Riki dengan sedikit kesal.


"Mas, ini bukan masalah cukup atau enggak nya."


" Aku hanya bosan ngak ada kesibukan di rumah," jawab nya lagi.


"Kalau gitu, kamu masak untuk makan siang, dan kamu antarin ke kantor aku, nanti kita pulang sama-sama,"usul Riki.


Meski merasa be-te namun, Tiara pun menuruti perintah suami nya.


Setelah sampai di kantor Riki langsung menuju ruangan kantor nya. Dan iya sedikit kaget karna ternyata Alena sudah ada disana.


Riki duduk tanpa menyapa Alena.


"Kamu ngak bisa ya satu hari aja, ngak gangguin aku?"tanya Riki tanpa menoleh ke Alena.


Dengan santai nya Alena melingkar kan pergelangan tangan nya ke leher Riki dan membisikan sesuatu di telinga Riki.


"Aku ngak akan berhenti gangguin kamu sebelum aku bisa move on dari kamu," jawab Alena sambil mencium pipi Riki.

__ADS_1


"Gimana bisa move on, setiap hari kamu cuma bisa gangguin aku,"jawab nya.


"Salah sendiri sayang ,kenapa kamu putusin aku saat, aku lagi sayang-sayang nya sama kamu,"Jawab Alena.


"Alena kita tu ngak ada hubungan apa-apa, kan kita cuma pura-pura pacaran untuk bikin istri aku cemburu," ujar Riki memberi alasan.


"Tapi gima ya..., aku sudah terlanjur sayang sama kamu," jawab Alena manja.


"Aku heran aja sayang, cowok keren kayak kamu kok bisa mencintai gadis kampung, istri kamu itu."


"Padahal aku sudah lama mencintai kamu"


"Tapi sedikit pun kamu ngak merespon, emang apa sih yang kurang dari aku,dan apa yang lebih dari istri kamu, sampai dengan mudah nya kamu jatuh cinta sama dia?" tanya Alena sambil memeluk dan mencium bahu Riki.


"Itu beda nya kamu sama dia, kamu itu belum jadi pacar aku aja udah peluk-peluk aku, cium-cium aku, kayak wanita murahan," Jawab Riki sinis tapi sedikit pun Alena tak merasa tersinggung, iya semakin agresif mendekati Riki.


Riki yang risih dengan tingkah Alena kemudian membawa laptop nya dan duduk di kursi tamu yang ada di ruangan itu.


Riki seperti kehabisan cara untuk mengusir Alena dari cara halus bahkan dengan cara kasar.


Namun bukan nya menjauhi Riki, Alena malah semakin penasaran karna sikap cuek nya.


Alena tak hanya duduk di samping Riki, dan tak hanya itu, iya juga berbaring di pangkuan Riki, Alena tak perduli meski belahan dada nya dan rok nya yang pendek menampakan apa yang seharus nya tak tampak.


***


Siang itu, Tiara sudah sampai di kantor Riki, iya sengaja tak memberi tahu suami nya,untuk memberi surprise kepada Riki.


Tiara bertanya kepada salah seorang pegawai di sana dan ternyata ruangan Riki ada di lantai dua.


Tiara pun menemui seorang perempuan yang berada di sudut sebuah ruangan.


"Permisi Mbak, ruangan Pak Riki di mana ya?" tanya Tiara ramah.


"Oh, mau ngantar makanan ya? titip sama saya saja." ucap nya ketus.


"Ngak saya harus ketemu orang nya langsung." tegas Tiara dengan nada yang masih ramah.


"Mbak, Mbak ngak boleh masuk, karna sekarang Pak Riki sedang bersama calon istri nya." tutur cewek tersebut.


"Calon istri?" tanya Tiara.


Tiara yang kesal langsung menuju ruangan nya dan memaksa ingin masuk.

__ADS_1


"Mbak, ngak bisa masuk, nanti saya yang di marah Pak Riki"ujar cewek tersebut kesal,tapi Tiara tak perduli, iya coba membuka pintu tapi di tahan sama gadis tadi."


"Mbak, saya mau masuk, jadi jangan menghalangin saya," ujar Tiara yang kesal, karna iya ingin membukti kan secara langsung bahwa Riki berselingkuh di belakang nya.


Tiara mendorong pintu dan pintu nya pun terbuka tapi yang masuk duluan adalah gadis yang memarahi nya tadi.


"Maaf Pak ,ada seseorang yang memaksa masuk," ujar nya dengan sedikit ketakutan.


Tiara pun masuk dan melihat Riki sedang duduk bersama Alena. Melihat Tiara yang datang, Riki langsung menghampiri, karna iya takut Tiara akan salah faham.


"Sayang, kamu udah datang, kenapa ngak telpon dulu?" tanya Riki yang sedikit salah tingkah ketika Tiara menatap tajam kearah nya.


Gadis tersebut pun heran dan bertanya dalam hati nya siapa sebenar wanita yang iya marahi tadi.


"Maaf Pak, apa wanita ini istri bapak?" tanya nya dengan sedikit takut karna telah berbuat kasar pada Tiara.


"Iya dong." jawab Riki yang kemudian mencium kening Tiara seraya membujuk nya.


"Maaf ya Bu, "ucap gadis tadi pada Tiara, dan Tiara hanya tersenyum.


Riki kemudian meraih rantang yang di bawa Tiara dan membawa Tiara di kursi tamu.


"Sayang ini Alena, rekan bisnis ku." Riki memperkenal kan Alena pada Tiara.


Mereka pun berjabat tanggan.


"Tiara," ucap Tiara singkat.Seperti nya Tiara tak menyukai kehadiran Alena dan begitu juga Alena yang juga tidak menyukai kedatangan Tiara.


Riki duduk di samping Tiara dan membuka rantang makanan nya.


"Alena kamu mau?" tanya Riki kepada Alena dan menyodor kan sebuah rantang ke padanya.


Alena menggeleng kan kepala nya, terlihat sekali kecemburuan di wajah nya.


"Ya, sudah,aku makan duluan," jawab Riki.Riki pun makan dengan lahap dan sesekali iya menyendokan makanan nya kemulut Tiara.


Tiara hanya diam karna merasa tidak nyaman,Tiara seperti merasa di awasi oleh Alena.


Riki tahu perasaan Tiara saat itu, Riki jadi semakin mesra pada Tiara di depan Alena, itu sengaja iya lakukan agar Tiara yakin bahwa dia dan Alena tak ada hubungan apa-apa.


Selain itu iya juga ingin menegas kan pada Alena, bahwa iya hanya mencintai Tiara, istri nya, dan berharap agar Alena tak mengganggu nya lagi.


Alena yang cemburu langsung pergi meninggal kan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2