Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
kesepakatan


__ADS_3

Tiara pulang di antar Ryan.Setelah sampai di rumah, iya melihat dua mobil yang terparir di depan rumah nya.


Mobil pertama adalah mobil Riki, dan yang kedua, mobil itu asing bagi nya,Tiara mengetuk pintu rumah yang sudah terbuka, di sana iya melihat Riki sedang asik ngobrol bersama seorang wanita.


Tiara menyangka bahwa wanita tersebut adalah kekasih Riki, karna mereka terlihat akrab dan mesra.


Tiara langsung masuk ke kamar nya, sesekali terdengar suara canda dan tawa mereka.


Tiara tak menyangka kini Riki berani membawa kekasih nya di rumah nya. Harapan Tiara untuk membina rumah tangga dengan Riki seolah semakin jauh untuk terlaksana, bak jauh api dari panggang.


Tiara semakin kecewa dan cemburu, tapi apalah daya cinta nya hanya bertepuk sebelah tanggan.


Tiara kembali terpikir dengan Arie, ada harapan bagi nya untuk kembali pada Arie, jika iya berpisah dari Riki.


Tapi juga ada keraguan dalam diri nya, setelah apa yang di lakukan nya dengan Arie, apakah pantas bagi nya bersanding dengan Arie.


Tiara merasa dirinya bagai barang bekas yang siap untuk di jual murah.Rasa nya tak mungkin untuk memiliki Riki tapi juga iya tak pantas bersama Arie.


**


Pagi ini, seperti biasa, Tiara di dapur hanya sekedar membuat kopi untuk sang suami, karna hari ini iya tak bekerja iya bermaksud untuk masak sendiri di rumah nya.


Terdengar suara bunyi telpon di dalam kamar nya, iya pun menghampiri dan mengangkat telpon tersebut.


"Halo,"sapa tiara.


"Hallo, Tiara ini mama,nanti malam jangan lupa mama ada bikin perayaan anniverssary pernikahan mama, dan papa ya."suara dari seberang telpon.


"iya ma,mama mau hadiah apa dari Tiara?"


"Ngak usah repot-repot Tiara,mama cuma mau kamu cepat hamil biar mama bisa gendong cucu."ujar nya.


Tiara kaget dengan permintaan ibu mertua nya, yang seperti nya ngak mungkin.


Di bulan pertama pernikahan nya iya memang pernah periksa dengan tes preg tapi hasil nya negatif.


Dan memasuki bulan ke empat pernikahan nya, rasa nya tak mungkin jika iya hamil, karna iya tak pernah tidur sekamar dengan Riki.


Tiara pun keluar menemui Riki yang sedang sarapan.Tiara kemudian duduk di depan nya.


Karna heran melihat Tiara yang berada di depan nya Riki pun bertanya.


"Kamu ngak kerja?"


"lagi off Mas."jawab nya.


"Mas, nanti malam mama ngundang kita di acara annivessary nya Mas."

__ADS_1


"Iya, tahu"


"Mas, kamu jangan pulang malam hari ini, nanti aku pergi sama siapa?"


"Nanti malam, aku pulang ,kita langsung pergi, jadi kamu harus sudah siap."


"Iya Mas."


***


Hari sudah menujukan pukul 18.30 malam, Tiara sudah menunggu Riki dengan gelisah, iya takut kalau ternyata Riki tak datang menjemput nya,dan iya akan merasa tak enak hati dengan mertua nya, jika iya sampai tak hadir di acara tersebut.


Tiara pun menghubungi Riki tetapi tak di angkat nya, namun tak lama setelah iya menutup telpon nya, Riki pun tiba.


Lega rasa nya hati Tiara, Tiara pun membuka pintu dan menyambut kehadiran suami nya di depan pintu.


Riki sedikit terkesima melihat Tiara yang sangat cantik malam itu, iya memakai gaun merah yang selutut dan ketat sangat menampak kan lekuk indah tubuh nya.


"Mas, kok kamu lama sih?" tanya Tiara


"Tadi aku binggung, mau bawa apa untuk hadiah mereka?"


"Jadi aku singgah ke toko bunga dan memasan hand bouqet."


"Jadi kita pergi sekarang?"


Sambil menunggu Riki mandi, Tiara pun chatingan bersama grub chat nya.


Riki yang melihat Tiara yang tersenyum senyum sambil membalas chat teman nya,baru menyadari bahwa ternyata Tiara sangat lah cantik.


Mungkin selama ini iya memang tak pernah memperhatikan Tiara. Atau mata nya sudah tertutup kebencian kepada nya.


Di dalam mobil, Tiara masih tersenyum-senyum sendiri karna masih berbalas chat. Iya pun tak sadar kalau mata Riki terus mencuri pandang ke arah nya.


Tiara meletakan hand bouqet di atas pangkuan nya.


"Tiara apa kamu bawa sesuatu untuk mama aku?"Tanya Riki.


"Ngak ada Mas."jawab nya singkat.


"Aku juga ngak tahu harus kasi apa, sama mama kamu, dan lagian aku juga ngak bisa memberikan apa yang iya minta pada ku."Jawab Tiara datar.


"Emang mama minta apa sama kamu?"


Tiara hanya diam, iya tak ingin memberitahu Riki bahwa ibu nya meminta cucu pada nya.


Tiara takut, jika Riki salah paham terhadap nya, jika iya memberi tahu jika Ibu nya menggingin kan kehamilan nya.

__ADS_1


Mereka pun tiba di sana dan langsung makan malam bersama, setelah makan malam, Riki dan Tiara duduk ngobrol bersama kedua orang tua nya.


"Jadi Tiara, apa kamu sudah hamil?" tanya mama nya.


"Mama dan Papa sudah ngak sabar mau nimang cucu."ujar nya.


Tiara kaget mendengar penuturan ibu mertua nya, tapi Riki terlihat biasa saja, ternyata hal ini sudah sering di sampai kan oleh Ibu kepada Riki.


Tiara jadi mengerti, kenapa sampai saat ini Riki masih mempertahan pernikahan nya dengan Tiara, padahal iya sudah punya kekasih.


Di dalam mobil dalam perjalanan pulang Tiara bermaksud membicara kan hal tersebut pada Riki.


"Mas, Aku jadi tahu kenapa kamu masih pertahan kan pernikahan kita, padahal kamu sendiri sudah punya kekasih."tutur Tiara.


Tapi Riki hanya diam saja.


"Pasti karna mama kamu kan, Mas?"tanya nya menegas kan.


"Mas, kita beritahu mama pelan- pelan saja, bahwa hubungan kita memang ngak bisa di terus kan."


"Aku yakin mama pasti mengerti,"ucap Tiara.


"Aku ngak tahu gimana cara memberi tahu nya, setiap aku kesana mama pasti menanyakan kehamilan kamu."ujar Riki.


"Kalau gitu, kamu nikahi saja pacar mu, mungkin dengan menikahi orang yang kamu cintai, kamu akan bisa segera punya anak."


Mendengar penuturan Tiara, Riki hanya diam.


"Aku juga ngak mau kalau sudah punya anak, trus kita bercerai, aku juga berasal dari keluarga broken.


"Aku sendiri merasakan betapa tidak nyaman nya keadaan tersebut."


" Aku ngak dapat kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tua ku, dan lebih parah lagi aku harus berpisah dengan adik ku."


" Jadi aku ngak mau anak ku akan mengalami nasib yang sama."


"Kamu bisa kok menikahi wanita lain, meski status ku masih istri sah mu, Mas."ucap Tiara dengan tenang.


Mendengar penuturan Tiara,Riki langsung memandang kearah Tiara.


"Besok, aku akan urus perceraian kita Tiara,"ujar Riki.


"Iya Mas."Tiara pun tersenyum karna senang, baru kali ini Riki mau mendengar ucapan nya.


"Satu lagi Mas, kamu ngak perlu pulang larut malam lagi, hanya untuk menghindari ku, selain aku takut di tinggal sendiri, aku sendiri tahu akan batasan ku,"tambah nya.


Riki merasa sedikit bersalah karna selama ini, iya selalu meninggal kan Tiara sendiri, hingga larut malam.

__ADS_1


__ADS_2