
Setelah kepergian Sakina dari rumah Rangga, Rangga pun menghubngi Evelyn menanyakan kabar tentang Sakina.
"Hallo, Evelyn," sapa Rangga.
"Hallo, ada apa Rangga? kok tumben nelpon," jawab Evelyn.
"Apa Sakina ada di sana Evelyn ?" tanya Rangga khawatir.
"Sakina? ngak ada tuh, emangnya kenapa sih ? kalian bertengkar ya?" tanya Evelyn.
"Nanti saja aku jelaskan, aku mau cari Sakina terlebih dahulu, jika ia sudah sampai di sana, tolong hubungi aku segera ya, Evelyn."
"Ia, Rangga, pasti akan ku hubungi, jika Sakina sudah sampai."
Rangga mencari Sakina, di jalan-jalan, hampir setengah jam sekali, ia menelpon Evelyn, dan sudah tiga jam ia mencari, namun tak juga ia menemukan Sakina.
Rangga pun ber inisiatif kekantor Arjuna, mungkin Sakina menemui Arjuna di kantornya.
Dengan tergesa-gesa ia berjalan menuju ruanga Arjuna, tapi ia heran karna ia tak menemui Sakina di sana.
"Arjuna apa Sakina datang menemui mu?" tanya Rangga.
"Sakina ?" Sakina tak ada ke sini, memangnya apa yang terjadi Rangga? hingga istrimu sendiri kau tidak tahu keberadaanya?" tanya Arjuna dengan nada marah.
Rangga sulit untuk menjawab, tapi Arjuna mendesaknya," Katakan Rangga, apa kau bertengkar dengan nya?" tanya Arjuna dengan sedikit emosi, karna kini ia mengkhawatirkan Sakina.
"Aku tidak bertengkar denganya, tapi ibu ku meminta ku untuk menikah lagi, karna Sakina ternyata mandul," tutur Rangga dengan gugup.
"Apa! berani sekali kalian menyakiti adikku, dengar Rangga, jika terjadi sesuatu pada adikku, maka aku tak kan pernah mengijinkan mu, untuk membawanya," hardiknya dengan emosi.
"Sekarang dimana Sakina, kenapa kau mencari nya?" tanya Arjuna.
"Sakina lari dari rumah, di saat aku sedang membujuk ibu ku, yang juga akan pergi dari rumah," papar Rangga dengan gugup.
"Apa Sakina lari?" Arjuna syok.
"Rangga aku amanahkan orang yang paling ku cintai kepada mu, untuk kau jaga dan untuk membuat nya bahagia, tapi kau malah menyia-nyiakanya."
"Lihat lah setelah ini, kau tak kan bisa membawanya kembali," ucapnya dengan penuh emosi.
Arjuna mencoba menggubungi nomor Sakina, tapi tak diangkatnya, lalu ia menelpon Raka, tapi Sakina juga tak ada bersama Raka.
Ia pun menelpon Evelyn menanyakan keberadaan Sakina di rumah itu, tapi Sakina tak ada di sana.
"Bagaimana ini Rangga? bagaimana jika terjadi sesuatu pada adiku?" tanya Arjuna membentak
Ia pun memerintahkan adjudan nya menyusuri setiap jalan, di seluruh sudut kota, di hotel dan di pusat belanjaan.
__ADS_1
Hingga sore hari, Sakina tak kunjung di temukan.
Mereka pun melaporkan kehilangan Sakina kepada pihak kepolisian, mereka takut Sakina di culik oleh seseorang, karna Sakina tak mungkin pergi jauh, handphone dan dompetnya saja masih tertinggal di rumah.
Rangga semakin gelisah, ia terus saja mondar mandir, keadaanya pun sangat kacau, karna mendapat tekanan dari Arjuna dan Raka.
Mereka menunggu kabar dari pihak kepolisian, dan juga dari agen khusus yang di tugas kan Arjuna.
Rangga Pulang kerumahnya, tapi ternyata Sakina juga belum pulang, mereka masih mencari keberadaan Sakina hingga larut malam.
Arjuna dan Raka masih menunggu kabar dari pihak kepolisian, atau pun dari agen yang mereka tugaskan.
"Bagaimana ini Kak, dimana Sakina berada?" tanya Raka yang terlihat sangat khawatir.
Arjuna bahkan tak mampu menjawab pertanyaan Raka, Raka pun bergadang karna menunggu kabar dari Sakina.
Keesokan harinya keadaan Raka kembali down, ia pun harus menjalani transfusi darah kembali.
Setelah masalah Sakina tak terpecahkan, kini Arjuna juga harus membawa Raka ke rumah sakit.
Arjuna benar-benar terpukul dua musibah sekaligus menghampirinya, yang menimpa dua orang yang sangat ia sayangi, masalah seolah tak berhenti menguji kesabaran seorang Arjuna.
Mengkhawatir kan Raka, ia pun mengkhawatir kan Sakina yang belum juga di temukan.
Karna rasa prustasi Arjuna menyandarkan diri nya di bangku tunggu pasien, sedangkan Evelyn, ia menemani Raka.
Sementara di sebuah rumah yang tak kalah megah dengan milik keluarga Radja Prawira, terbaring seorang wanita muda.
Wanita itu adalah korban yang di tabrak oleh Arif, seorang CEO di sebuah perusahaan saingan PT Radja Prawira group.
Sakina terbaring lemah, karna cedera kepala yang di alaminya, bahkan ia kini tak inggat siapa dirinya.
Sakina merenung di sudut tempat tidur, dengan tatapan mata yang kosong.
Arif pun menghampirinya, ia membawa sarapan untuk Sakina.
"Ini aku bawakan sarapan untuk mu," ucap Arif, ia pun tersenyum.
Sakina memakan selembar roti dan minum susu yang di sediakan oleh Arif.
"Bagaimana keadaan mu?" tanya Arif.
"Entalah, aku masih tak ingat siapa diriku," tuturnya.
"Sudah jangan di pikirkan, nanti aku akan berusaha mencari keluarga mu," tuturnya lagi, dan Sakina hanya menggangguk.
"Aku pergi dulu ya, nanti jika butuh sesuatu beri tahu Bibik, "Ia pun kemudian berlalu dari Sakina.
__ADS_1
Sakina masih terus memperhatikan keadaan sekitarnya, ia coba mengingat jati dirinya, namun ia kembali merasakan pusing kepala.
Arief, Pria lajang berumur tiga puluh tahun, berkehidupan mapan, tapi belum memiliki istri, ia tak suka terikat, ia lebih senang menjalani pergaulan bebas, dari pada memilih seorang wanita untuk di jadikan yang halal untuk nya.
Flashback
Mendengar ucapan Ibunya Rangga, sakina tak bisa mengendalikan perasaannya, ia pun langsung berlari ke jalanan, ia mencoba untuk lari, karna ia tak sanggup mendengar penghinaan yang ia dapatkan.
Aku memang tak pantas untuk Mas Rangga, katanya pada diri sendiri, ia pun berjalan tanpa arah tujuan, saat akan menyebrang ia pun ditabrak seorang pengendara mobil yang sedang menelpon.
Akhirnya tubuh Sakina mental beberapa meter, dan kepala nya terbentur aspal jalanan.
Saat itu keadaan jalanan sepi, Arif sebenarnya ingin lari setelah menabrak Sakina, tapi setelah di lihatnya wanita itu masih muda, timbul rasa iba di hatinya, ia pun mengangkat tubuh Sakina, dan membawanya kemobil.
Arif langsung melarikan Sakina ke rumah sakit, dan Sakina langsung di tangani, ternyata Sakina mengalami cedera kepala ringan, setelah dirawat beberapa jam kemudian ia pun sadar, namun ia tak tahu siapa dirinya dan di mana ia tinggal.
Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit, Sakina pun di perbolehkan pulang, dan menjalani rawat jalan.
Sejak kehadiran Sakina di rumah itu, Arif jadi lebih sering pulang tepat waktu, setelah pulang dan mandi, ia selalu menemui Sakina di kamarnya.
Makan malam tiba, Arif dan Sakina pun makan malam berdua saja, karna tak ada penghuni lain selain ia dan para Art di rumah itu.
Saat tengah menikmati makan malam, mereka di kejutkan dengan kedatangan Andien, pacar Arief, tanpa banyak basa- basi, Andien langsung menghampiri mereka.
"Hai Rif," sapa nya pada Arief, ia pun mencium pipi Arief.
Sakina hanya tertunduk melihat keduanya, saat Andien mencium pipi Arief.
Ia pun menyendok nasi dan langsung ikut makan malam. tatapan Andien tertuju pada Sakina, terlihat sekali ia cemburu pada Sakina, karna sejak kedatangan wanita itu kerumahnya, Arief jadi jarang menghabis kan waktu denganya, setelah selesai makan malam, Sakina pun kembali ke kamarmya.
Keadaan semakin kalut, karna Sakina seperti menghilang tanpa jejak, mereka takut menyebar foto Sakina di media sosial, karna takut membahayakan mereka.
Semua orang merasa khawatir dengan Sakina, namun tidak dengan Lily, ia terlihat bahagia, tak sedikit pun ia merasa bersalah, sementara Rangga, hubungan nya dengan keluarga Arjuna sudah tidak akur, mereka semua menyalahkan Rangga.
Bahkan Arjuna berinisiatif untuk mengurus perceraian Rangga dan Sakina.
Tak hanya kedua Kakaknya, sampai Oma pun merasa sangat kehilangan Sakina, ia terus saja menangisinya.
Tak tinggal diam, Mengetahui Sakina menghilang, Aziz pun ikut mencarinya, ia pun mengerahkan beberapa orang untuk mencari adiknya.
Seolah-olah menari di atas penderitaan putranya, Lyli merasa bahagia, ia merasa menang dan berhasil menyingkirkan Sakina.
Sementara Rangga, jika Sakina di temukakan pun, sangat kecil harapanya untuk kembali pada istrinya, mengingat seluruh keluarga Sakina, tak merestui hubungan mereka lagi, Rangga sangat sedih, seperti apapun keputusan Sakina terhadapnya nanti, ia akan terima, yang terpenting baginya kini, Sakina di temukan dalam keadaan selamat.
Rangga dan seluruh angota keluarga yang lain, selalu bersujud memohon perlindungan untuk Sakina, meski mereka berada di tempat terpisah.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Please like dan komen, vote nya juga ya, ayo dong dukung author