Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Kenangan indah


__ADS_3

Dengan langkah gontai Riki memasuki kamar Syntia, iya sebenar nya membenci Syntia, namun iya tak ingin kejadian seperti Tiara terulang.


Saat itu Riki juga sangat membenci, bahkan sangat tidak mengingin kan keberadaan nya, tapi sekarang iya begitu mencintai Tiara dan tak bisa hidup tanpa nya.


Riki tidur satu ranjang bersama Syntia tapi iya tidur agak ke tepi. Sementara Syntia seolah menatap nya dengan tatapan mesum.


Riki coba menghindari tatapan tersebut, dengan membalikan badan dan membelakangi Syntia.


Tapi Syntia seolah tak punya malu. Iya mendekati Riki dan memeluk nya, tangan nya sengaja mengarah ke alat v***l Riki.


Riki kaget dengan keagresifan Syntia, tak sampai di situ Syntia langsung membuka celana pendek dan segitiga pengaman nya.


Dengan santai iya memasukan barang tersebut kedalam mulut nya, Syntia bak pelacur murahan, sedang kan Riki hanya bisa pastrah sambil menikmati nya.


Syntia pun memulai aksi nya dan membawa Riki berlayar ke samudra yang paling dalam, dengan Syntia sebagai nahkoda nya.


sesekali terdengar rintihan kenikmatan dari keduanya, sebelum tubuh Syntia tumbang di samping Riki.


Syntia memang mahir seperti pelacur sungguhan, tapi Riki hanya merasakan nikmat nya sesaat, Syntia berlalu seperti Alena dan wanita-wanita yang menjadi pelepas syahwat bagi Riki.


Tak ada ungkapan penghargaan untuk Syntia seperti yang selalu di lakukan nya pada Tiara.


**


Tiara membolak balik kan badan nya, iya merasa gelisah." Pliss Tiara jangan di pikir kan" ucap nya pada diri sendiri karna iya selalu membayang kan apa yang di lakukan mereka berdua.


Tiara menutup wajah nya dengan bantal, tapi iya tetep gelisah," Aku bisa gila jika setiap hari seperti ini," keluh Tiara pada diri nya sendiri.


Iya pun mengambil handphone dan menelpon Arie, sementara Arie tersenyum karna melihat pangilan masuk dari Tiara. "Sudah ku duga, Tiara pasti menelpon."


"Halo, Tiara," sapa Arie


"Halo Rie, kamu lagi ngapain Rie," tanya Tiara basa-basi.


"Lagi mikirin kamu," jawab Arie.

__ADS_1


"Ah becanda aja kamu Rie"


"Serius Tiara, aku berfikir kamu pasti nelpon aku, karna malam ini kamu pasti tidur sendirian, iya kan Tiara?" tanya Arie sambil tertawa kecil.


"Kamu meledek aku ya, Rie?"


"Aku lagi sedih kamu tertawain," ujar nya


"Ngak menertawakan, aku cuma nebak aja eh ternyata benerkan."


"Rie, kamu temanin aku ya, kamu jangan putuskan sambungan nya, sampai aku tidur."


"Iya, kamu ngomong aja Tiara, aku dengerin"


"Aku ngak tau Rie, harus ngomong apa, aku cuma ingin dengar suara kamu aja Rie."


"Aku ingin kayak dulu Rie, saat kamu jauh, kamu selalu nelpon aku dan nyanyiin lagu tidur buat aku, dengan gitar kamu Rie," ucap Tiara lirih.


"Andai aku bisa menghentikan waktu Rie, akan ku putar dan aku akan kembali di masa itu, di mana setiap detik nya aku merasa kan bahagia bersama kamu," kata-kata Tiara lirih dan terdengar isak tangis nya.


"Ngak usah nangis Tiara, bukan kah aku selalu ada untuk kamu,"


"Maaf Tiara, kalau kamu ngak bahagia kenapa ngak kamu lepasin aja, kamu juga berhak merasakan bahagia."


"Andai aja aku bisa Rie, aku pasti sudah lari sejauh mungkin, tapi aku ngak bisa Rie, kamu lihat sendiri kan Rie, sehari aja aku berpisah dengan nya, aku sudah seperti kehilangan segala nya, aku terlalu cinta Rie, sama Mas Riki, tapi aku juga ngak bisa menahan rasa sakit ini Rie," tutur Tiara lirih.


"Kamu bukan ngak bisa Tiara, kamu saja yang ngak mau buka hati kamu, kamu buka mata kamu lebar-lebar, masih ada orang yang lebih mencintai kamu dan bisa membuat kamu bahagia, Tiara sebenar nya sangat berdosa apabila aku menganjur kan kamu untuk meninggal kan suami kamu, tapi aku juga ngak tahan melihat kamu seperti ini, dan ini baru permulaan nya Tiara, dan tentu nya kamu akan menderita setiap hari nya, Aku bicara seperti ini bukan karna ingin kembali sama aku Tiara, aku hanya ingin kamu mendapatkan kebahagian mu kembali, meski pun bukan aku yang menjadi pilihan mu lagi, Aku bahagia jika melihat mu bahagia, aku juga sedih jika melihat mu sedih." ujar nya.


"Aku tahu Rie, aku juga ngak terlalu sedih jika ada kamu Rie, O ya Rie aku ingin tidur tapi kamu nyanyi ya dengan gitar kamu," pinta Tiara.


"Ehm iya deh, apa sih yang ngak untuk kamu Tiara," ujar Arie.


"Sory ya Rie, jika aku banyak mau nya" ucap Tiara dengan tertawa kecil.


"Aku ambil gitar dulu ya," tak berapa lama iya pun kembali dengan gitar nya.

__ADS_1


"Ni Tiara, gitar nya kamu mau request lagu apa? tapi jangan minta lagu cinta satu malam ya," canda Arie.


"Ya, engak lah Rie, lagu apa aja deh, karna bukan lagu nya yang buat aku tenang, tapi suara kamu Rie, yang bikin adem."


Arie pun memulai akuistik nya dan Tiara pun menetes kan air mata nya karna iya tahu lagu ini, lagu ini di nyanyi kan Arie saat Tiara memutus kan hubungan dengan nya.


Karam nya cinta ini, tenggelam kan ku di duka terdalam, hampa hati terasa...,kau tinggal kan ku meski ku tak rela..., Salahkah bila diri ku selama ini, masih berharap kau untuk kembali, mungkin... suatu saat nanti kau temukan bahagia walau tak bersama ku, bila esok kau kembali kenang lah aku sepanjang hidup mu... (Arie bernyanyi dengan gitar akuistik mengiringi nya)


Tiara menangis tertahan saat Arie menyanyikan lirik demi lirik lagu nya, begitu pun Arie yang menghayati lirik nya, karna sejujur nya Arie memang masih mengharap Tiara kembali bersama nya.


Sejenak mereka pun hening, hanya terdengar isak tangis yang tanpa suara.


Bagi Tiara Arie tetap lah Arie yang dulu yang selalu mencintai dan selalu rela berkorban untuk nya.


Setelah hening sejenak,


"Tiara kamu masih di sana kan?" tanya Arie dengan suara agak parau, karna menahan sedihnya, dan Arie tak bisa melanjut kan nyanyian nya karna terlalu mendalami makna lagu nya.


"Masih Rie," jawab Tiara lirih, yang juga sambil menahan tangis nya, namun air mata terus mengalir mengenang percintaan nya yang indah bersama Arie dulu.


Sejenak mereka kembali hening, setelah cukup tenang Tiara kembali memulai pembicaraan.


"Rie, besok kita bawa Aziz jalan yuk," ajak Tiara.


"Kemana? "


"Kita ke Maal aja Rie, aku mau refleksing"


"Boleh, jawab Arie singkat."


"Besok biar aku aja jemput kalian Rie,usul Tiara.


"Selamat malam Rie." ucap Tiara


"Selamat malam juga Tiara," ucap Arie.

__ADS_1


Tiara menutup telpon nya dan berharap iya bermimpi yang indah atau paling tidak kenangan indah bersama Arie dulu, bisa terulang meski hanya dalam mimpi nya.


Note :liryk by Naff. Kenang lah aku.


__ADS_2