
Evelyn terbangun dan saat itu ia langsung muntah, badanya terasa meriang, ia pun kembali berbaring dan menarik kembali selimutnya.
Sudah hampir dua belas jam Arjuna di culik, tapi belum juga ada kabar berita, baik seseorang yang menelpon, atau pun dari kantor polisi.
Suasana semakin panik, Sakina terus saja menangis, ia begitu mengkhawatir Kakaknya.
Sementara Raka dan Leo, masih terus menunggu di kantor polisi.
Tepat pukul sepuluh pagi, Sakina dan Rangga di kejutkan dengan kedatangan Arjuna.
"Kak Juna!" seru Sakina, ia pun berlari memeluk Kakaknya, Sakina menangis haru, ia pun memeriksa keadaan Arjuna dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Kak Juna dari mana saja, kami semua mengkhawatir kan Kak Juna," tutur Sakina, ia pun menangis.
Arjuna masih memeluk Sakina.
"Sekarang ngak perlu khawatir kan? Kakak sudah ada di sini." Arjuna pun mencium pipi Sakina.
Arjuna duduk di samping Rangga, melihat kedatangan Arjuna, Rangga langsung menelpon Raka, dan mengetahui Arjuna telah pulang, mereka pun langsung pulang.
"Kakak kemana saja, kami melihat rekaman CCTV, Kak Juna di bekap oleh dua orang, Kak Raka dan Leo sedang melaporkan kasus penculikan Kakak," tutur Sakina, ia masih menangis terisak, Sakina sangat takut akan kehilangan Arjuna kembali.
"Kau kemana saja Arjuna, kami semua khawatir mencari mu, Raka dan Leo sekarang berada di kantor polisi, bahkan Evelyn dan Raka, mereka bertengkar karna mu," papar Rangga.
"Mereka bertengkar karna aku? kenapa?" tanya Arjuna heran.
"Raka menuduh Evelyn dan keluarganya, ada andil dalam penculikan mu, di tambah lagi, Raka mencurigai bahwa Evelyn adalah anak dari Alena, wanita yang merencanakan pembunuhan orang tua mu," papar Rangga kembali.
"Evelyn anak Alena? dari mana Raka tahu?" tanya Arjuna semakin binggung.
"Evelyn menemukan surat, bahwa ia adalah anak yang di titipkan Alena kepada Ayahnya Evelyn," jelas Rangga.
"Lalu?" tanya Arjuna yang semakin penasaran.
"Ah sudalah, biar Raka saja yang menjelaskanya," kilah Rangga.
"Kau sendiri apa yang terjadi pada mu?"tanya Rangga balik.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, saat aku sadar, aku sudah berada di sebuah rumah pinggir kota, dan ada seorang wanita yang menjaga ku semalaman, katanya ia menemukan ku tergeletak di jalan raya, ia membawa ku kerumahnya." papar Arjuna.
"Hah sesederhana itu, apa kau tidak curiga sedikit pun dengan wanita itu?" tanya Rangga yang mulai curiga.
"Entalah, tapi kau lihat sendiri kan, aku baik-baik saja," kilahnya kembali.
Setelah lama mengobrol Riska pun turun dari lantai atas dan menghampiri mereka, ia melihat pria muda yang tampan, ia pun tersenyum kearah nya.
Bisa ku tebak, ia pasti Arjuna, wah kaya, ganteng pula, seperti mendapat jackpot jika bisa merebut hatinya, batin Riska.
Arjuna menanyakan siapa wanita itu kepada Rangga dengan isyarat matanya.
Raka dan Leo sudah sampai dirumah, meski senang dengan kepulangan Arjuna, namun ada hal lain yang membuat dongkol hatinya.
Raka langsung menghampiri Arjuna, ia pun memeluknya.
"Dari mana saja kau Kak, aku sangat mengkhawatirkan mu," papar Raka.
"Aku tidak apa-apa Raka, lihatlah aku baik-baik saja, mungkin seseorang ingin merampok ku, karna ia tak menemukan barang berharga apapun jadi, mereka mungkin membuang ku ke jalan," jelas Arjuna.
"Tapi bagaimana bisa kau pulang ke sini?" tanya Raka.
"Aku rasa ada yang aneh dari peristiwa ini." Raka curiga.
"Kak, sekarang aku sudah dapat gambar Alena," Raka menunjukan foto Alena yang ada di handphonenya.
"Lihat baik-baik wajah nya, lihat lah siapa yang mirip denganya?" tanya Raka.
Arjuna memandang foto Alena," Ia Evelyn mirip denganya," Arjuna langsung mengerti maksud Raka.
"Ternyata kita menyimpan ular berbisa di rumah ini," tuturnya dengan sinis.
"Apa maksud mu Raka, aku tak percaya Evelyn akan melakukan hal buruk pada kita, kita ini keluarganya, dan aku melihat ada ketulusan di matanya,"ujar Arjuna.
"Kak, dia itu ancaman bagi keluarga kita, mungkin Evelyn sengaja menikahi ku, untuk melancarkan rencana nya, dan orang tua nya, apakau lupa bagaimana syarat yang di ajukan ayahnya Evelyn terhadapmu, mereka seolah sengaja menjebak mu," paparnya lagi.
"Aku harus mengambil tindakan Kak, aku tak ingin ada korban lagi dari keluarga kita." Raka begitu berapi-api.
__ADS_1
"Raka kau tenang dulu, belum tentu Evelyn terlibat, bisa jadi ia juga korban dari orang tua nya, ingatlah Raka, dia begitu mencintaimu, saat kau sakit, ia selalu berada di sisi mu, dia rela berkorban apa saja untuk mu, apa semua itu bisa kau lupakan begitu saja." Arjuna berupaya meredakan emosi Raka.
"Tidak Kak, aku tak percaya, bisa jadi semua hanya sandiwara nya, aku tak ingin ada anggota keluarga kita yang menjadi korba selanjutnya. Raka masih bersikukuh.
"Lalu apa yang akan kau lakukan pada nya Raka?" tanya Arjuna.
"Aku akan menceraikanya." Raka menatap tajam pada Arjuna, ia seolah meyakinkan Arjuna bahwa keputusanya sudah tepat.
Sementara Evelyn menangis, ia mendengar sendiri penuturan Raka dan kecurigaan terhadapnya.
Evelyn masuk ke kamarnya dan membereskan barang-baranya, ia harus pergi dari rumah itu, meski ia tidak tahu harus kemana, ia juga tak mungkin pulang ke rumah orang tuanya, ia tak ingin masalah rumah tangga nya, sampai di ketahui kedua orang tuanya, mereka akan sangat marah, dan pasti mereka tidak akan membiarkan ia dan Raka bertemu kembali, sedangkan Evelyn, ia masih mencintai Raka.
Evelyn turun dari tangga, ia terlihat membawa kopernya, melihat Evelyn yang turun dengan membawa koper, Arjuna langsung menghampirinya.
"Evelyn kau mau kemana?" tanya Arjuna.
"Aku mau pergi dari rumah ini, aku sadar jika kehadiran ku akan sangat membahayakan kalian," tuturnya lirih.
"Tidak Evelyn, kau keluarga ku, aku tak kan membiarkan mu pergi, tak akan ada yang merasa terancam atas kehadiran mu di sini, maafkan lah Raka, setiap orang bisa melakukan kesalahan kan? mungkin Raka sedang emosi, jika sudah tenang, ia pasti bisa berfikir jernih," bujuk Arjuna.
"Tapi aku harus pergi, aku tak ingin kehadiran ku, akan mengganggu keluarga kalian, anak dari seorang penjahat seperti ku. tak pantas di kasihani, juga tak pantas di cintai," tuturnya lirih, ia terlihat begitu sedih.
Arjuna yang terharu, ia langsung memeluk Evelyn.
"Aku percaya kau orang baik, kita satu keluarga, kita akan saling melindungi, bagi ku kau bukan hanya istri dari adikku, tapi juga saudara ku, sejak kedatangan mu dirumah ini, kau sudah menjadi bagian dari kami, dan akan selamanya begitu," tuturnya sambil memeluk Evelyn.
Evelyn terharu atas ucapan Arjuna, ia pun membalas pelukan Arjuna.
"Terima kasih Arjuna, tapi harus pergi dan aku akan kembali jika aku sudah bisa membuktikan, bahwa aku tidak terlibat semua rencana jahat ini," tuturnya, ia pun melepas pelukan Arjuna.
Arjuna menghampiri Raka," Lihat lah Raka, istrimu, ia akan pergi, apa tak sedikitpun kau coba tuk menahanya," Arjuna menunjuk kearah Evelyn.
"Biar saja dia pergi Kak," jawab Raka sinis, dan semua orang tak percaya, Raka bisa berkata seperti itu, mereka semua memandang ke arah Raka.
Evelyn semakin sedih mendengar penuturan Raka, ia pun berlalu.
"Tunggu! seru Sakina, "Kak Evelyn, kita pergi sama-sama ya, Kak Evelyn ikut Sakina dan Rangga saja," Sakina menahan Evelyn.
__ADS_1
"Tidak Sakina, Kak Evelyn bisa jaga diri kok," jawab nya ia pun berlalu.
Sakina menghampiri Rangga, "Mas ayo kita susul Kak Evelyn," ia pun menarik tanggan Rangga dan menyusul Evelyn.