
Tiara berjalan cepat menuju arah mobil, sementara Syntia mengikuti nya dari belakang.
Tiara pun masuk kedalam mobil dan langsung menumpah kan air mata nya yang sudah lama di bendung nya.
Lagi-lagi Syntia harus menyaksikan sendiri kesedihan Tiara, Syntia tak banyak berkata- kata. Iya tahu bahwa Tiara butuh waktu untuk menerima kenyataan pahit ini.
Sintya pun membiar kan Tiara menangis, meski sampai air mata nya mengering.
Dan ketika sampai dirumah nya pun, Tiara langsung masuk kamar dan menangis lagi,tak ada sedikit pun kata-kata keluar dari mulut Tiara.
Tiara kini tertidur diatas tempat tidur nya, mungkin karna lelah akhir nya, iya tertidur dengan sendiri nya.
Syntia tak tega membiar kan Tiara sendiri, iya pun bermaksud menjaga Tiara sampai suami nya pulang.
Syntia terbangun dari lelap nya, karna mendengar suara klakson mobil, iya pun segera membuka kan pintu bagi Riki.
Riki heran mengapa bukan Tiara yang membukakan nya pintu, iya pun bertanya.
"Tiara mana?"tanya nya pada Sintya.
"Ada Mas,Tiara tidur jadi aku ngak tega untuk membangunkan nya,"jawab nya.
Syntia kemudian masuk ke kamar Tiara, mengambil tas nya dan langsung pamit pulang.
"Mas,aku pulang dulu," pamit Syntia.
"Iya,terima kasih sudah menjaga Tiara," ucap Riki.
"Sama-sama Mas," jawab Sintya.
Kemudian Riki membuka pintu kamar Tiara dan dilihat nya Tiara tertidur masih menggunakan baju pesta nya.
Iya pun menutup kembali pintu kamar Tiara, dan masuk ke kamar nya untuk mengganti baju.
Setelah mengganti pakaian nya, Riki kembali ke kamar Tiara, iya memutus kan untuk menjaga Tiara, mengingat beberapa hari ini iya selalu melihat Tiara menangis.
Riki pun merebah kan tubuh nya di samping Tiara, bahkan iya tak pernah sedekat ini sebelum nya bersama Tiara.
Riki pun mendengar suara Tiara yang menangis dalam mimpi nya, Riki pun heran apa yang membuat Tiara begitu sedih hingga terbawa sampai ke mimpi nya.
Ada rasa iba di hati Riki terhadap Tiara, iya pun membelai rambut nya dan mencium pipi Tiara.
Ada desiran aneh terasa mengalir di darah Riki ketika iya mencium Tiara. Mungkin karna pertama kali nya, iya melakukan hal tersebut terhadap nya.
Riki kemudian memeluk tubuh Tiara hingga iya pun terlelap di samping nya.
__ADS_1
**
Aisyah duduk di atas kasur yang ada di dalam kamar nya, iya terlihat melamun kemudian Arie pun menghampiri nya.
"Kamu kenapa Aisyah?"tanya Arie dengan lembut.
"Aku merasa bersalah Mas, sama Mbak Tiara karna aku merasa telah merebut kamu dari nya" tutur Aisyah.
"Sudalah Aisyah, Tiara juga sudah menikah dan saat ini iya juga pasti bahagia bersama suami nya,"ujar Arie menenang kan Aisyah.
"Kamu jangan sedih lagi ya, ini kan malam pertama kita "ujar Arie.
Mendengar kata kata Arie, Aisyah pun tersenyum.
Arie kemudian membuka kain penutup rambut Aisyah dan saat iya membuka nya terurai lah rambut indah Aisyah.
"Kamu cantik sekali Aisyah, aku beruntung bisa melihat hal yang kamu sembunyikan dari orang lain."ujar Arie.
Arie kemudian mengecup kening Aisyah. jantung Aisyah berdetak kencang ketika satu persatu Arie membuka kain yang menutupi tubuh nya.
Arie pun terbaring lemas di samping Aisyah dan saat itu iya melihat Aisyah menitikan air mata.
"Apa aku menyakiti mu Aisyah?" tanya Arie khawatir.
"Sama sekali ngak Mas, aku hanya merasa terharu dan bangga karna telah memberikan sesuatu yang berharga dari diri ku Mas,yaitu kesucian ku." ungkap Aisyah yang menangis haru di pelukan Arie.
"Tentu saja Mas, bagi ku kau lah cinta sejati ku." ucap Aisyah pada Arie, kemudian Aisyah meraih tangan Arie dan mencium nya, Arie pun membalas nya dengan mengecup kening Aisyah dengan mesra.
Aisyah merasa bahagia. kini iya berada dalam pelukan lelaki yang iya damba kan. Aisyah tak pernah sekali pun menyatakan cinta nya pada Arie, baik secara langusung kepada Arie atau pun orang lain .Iya hanya mengadukan rasa cinta tersebut pada tuhan, di dalam setiap doa nya.
Dan akhir nya tuhan lah yang mengatur sebuah rencana yang indah bagi nya,tak ada yang menyangka kalau Arie adalah jodoh nya.
Meski iya merasa kebersamaan nya dengan Arie hanya sebentar, mengingat iya kini mengidap penyakit kanker.
Aisyah bahkan sudah siap di jemput kapan saja oleh yang kuasa, iya bersukur di akhir hidup nya, iya bisa bersama orang yang iya cintai.
***
Tiara terbangun dari tidur nya dan membalik kan tubuh nya, iya masih mengira bahwa yang di samping nya adalah Syntia.
Iya pun melepas pakaian nya dan mengganti nya tanpa sungkan kemudian menuju kamar mandi dan kembali tidur.
Pagi hari nya iya pun terbangun dan baru sadar ternyata yang di samping nya semalaman adalah Riki, bukan Syntia.
"Mas,kamu kok tidur di sini?"tanya Tiara pada Riki yang baru tersadar.
__ADS_1
Riki pun bangkit dan iya pun kaget karna setelah bangun iya langsung melihat pemandangan indah yaitu buah dada Tiara.
Kedua bukit kembar tersebut terlihat jelas karna hanya di tutupi kain tipis.
Mata Riki seolah tak beranjak dari sana, hingga Tiara pun menyadari pakaian tipis tersebut mempelihat kan bentuk tubuh nya secara jelas, iya pun menutupi dengan selimut.
"Mas, kenapa kamu tidur di sini ?"tanya Tiara.
"Mana pakai peluk-peluk aku lagi" ucap Tiara bersungut.
"Kamu sendiri diam aja waktu aku peluk, sempat ganti baju yang seksi lagi" jawab nya.
"Mana aku tahu itu kamu Mas, aku pikir Syntia yang menemani aku tidur,"ujar nya.
"Aku merasa khawatir sama kamu Tiara, karna aku lihat seminggu ini kamu terus- terusan bersedih dan menangis."
"Aku juga ngak enak melihat nya. Aku takut nya kamu nekat, lalu bunuh diri."
Tiara hanya diam mendengar ucapan Riki.
"Apa kamu sedih Tiara, karna sebentar lagi kita akan berpisah" tanya Riki.
"Uh. Ngak usah ge-er kamu,"sahut Tiara, dan melempar bantal kearah Riki.
"Trus apa ?"
"Kamu patah hatiu atau putus cinta?" tanya nya lagi.
Seperti nya Riki memang penasaran, apa yang membuat Tiara sampai begitu sedih.
"Ngak segitu-gitu nya juga kali." ujar Riki dengan nada bercanda.
"Pria berdarah dingin kayak kamu, mana tahu arti nya patah hati Mas," jawab Tiara spontan.
"Kamu kan gak tahu bagaimana rasa nya kehilangan."ujar Tiara dengan nada lirih.
Riki pun mendekati Tiara.
"Seperti nya kamu butuh pelukan Tiara."ujar Riki kemudian memeluk Tiara.
Tiara pun menyambut pelukan tersebut, dan menitikan air mata nya kembali.
Pelukan hangat di pagi hari yang dingin seperti nya ini adalah awal cerita baru bagi mereka.
Tiara mempunyai sifat melankonis, hati nya mudah sekali tersentuh dan sangat mudah menangis, sangat berbanding terbalik dengan Riki yang bersifat acu dan angkuh.
__ADS_1
Mungkin kah perbedaan ini yang menyatukan mereka atau perbedaan ini yang akan memisah kan mereka.