
Di dalam kamarnya Rangga sendiri, membersihkan luka yang ada di sekujur tubuhnya, ia tak menyangka bahwa Arjuna yang biasanya kalem, dan tak menyukai kekerasan sama sekali kini, ia justru mendapatkan kekerasan darinya langsung.
Kenapa sikaf Arjuna berubah, bukankah dari awal ia sudah tahu bahwa aku dan Sakina berpacaran, bahkan sebelum kami benar-benar jadian.
Aku juga tak habis pikir, Arjuna yang tak pernah marah, mendadak menjadi brutal, Rangga terus menyesali kehadian yang menimpa nya semalam, kini ia pun lebih sulit untuk menemui Sakina, bahkan bukan tak munggkin, aku dan Sakina tak bisa bersama selamanya, batin Rangga.
Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Rangga.
"Rangga, Rangga, kamu ngak kerja ya?" tanya ibunya di balik pintu.
"Ngak Bu," Jawab Rangga singkat.
"Tapi kenapa Rangga, kamu sakit ya?, buka dong pintunya Rangga, Ibu mau bicara sama kamu!"
Dengan langkah gontai, Rangga pun menemui Ibu nya, dan membukakan pintu, dan betapa kagetnya Ibu Rangga, saat melihat wajah Rangga yang penuh dengan luka lebam.
"Ya ampun Rangga, siapa yang telah membuat kamu seperti ini Nak. Ibu Rangga khawatir," ia pun membelai lembut rambut putranya.
"Siapa Rangga yang membuat kamu seperti ini," ia mengulangi pertanyaanya karna sebelumnya tak di jawab oleh Rangga.
"Rangga di rampok di jalan bu dan di keroyok." Rangga sengaja berbohong.
"Tapi kamu tidak apa-apa kan sayang?" ibunya pun memeluknya.
"Rangga Ibu ada berita bagus untuk kamu, kamu masih ingat sama Retha kan Rangga?"
"Ya ingat lah, Retha kan mantan Rangga waktu SMA, anak tante Dina kan?"
"Iya Rangga, melihat kesuksesan kamu, sekarang tante Dina bermaksud menjodohkan kamu, dengan Retha putrinya."
"Oh gitu ya bu, kalau sudah sukses baru mau nerima Rangga, kalau dulu waktu Rangga ngapelin si Retha pakai motor, buru-buru ketemu si Rethanya, belum sampai di depan pintu saja, Rangga sudah di usir, kata nya Rangga ngak pantas untuk Retha. "
"Dan sekarang mau menjodohkan Rangga dengan anaknya, Rangga ngak mau Bu, hati Rangga sudah terlanjur sakit, waktu Rangga ngak punya apa-apa, ngak ada yang menerima Rangga jadi menantu, sekarang melihat Rangga punya mobil, rumah bagus, mereka jadi dekat dengan Ibu, dan ingin menjodohkan anak mereka pada Rangga, apa kebahagiaan dan kesuksesan itu hanya di nilai dari segi materi." papar Rangga.
__ADS_1
"Tapi sayang, bukanya dengan begitu, kita bisa membalas semua perbuatan mereka dulu, terhadap kita Rangga," Lily tersenyum licik, ternyata ia memang mempunyai sifat dendam, angkuh dan arogan.
"Rangga ngak mau Bu, Lagi pula apa yang kita miliki sekarang hanyalah titipan, dan jika suatu saat Allah ingin mengambilnya, kita bisa apa, Lagi pula Rangga sudah punya pilihan sendiri." Rangga
"Siapa Rangga,?" tanya Lily semangat.
"Sakina bu," Jawab Rangga tanpa ragu.
"Sakina, yang jadi babysister Aira, adik nya Bos kamu Arjuna itu?" tanya Lily dengan senang.
"Ia Bu," Jawab Rangga.
"Bagus Rangga, kalau kamu menikahi Sakina, pasti kamu juga dapat harta dan dapat aset dari mereka, wow, hidupku akan semakin mewah, aku bisa beli perhiasaan malal, pakaian branded, dan teman-teman arisanku pasti akan banyak yang iri," batin Lily.
"Ibu setuju sekali Rangga dengan Sakina, apalagi dia kan sudah dekat dengan Aira, kapan kita bisa melamar Sakina, Rangga?" tanyanya dengan semangat.
Tapi Rangga tak menjawab ia juga tak yakin, apa Arjuna akan menerima lamaranya.
***
Tapi sekarang, rasanya untuk bertemu Arjuna ia merasa canggung, meski ia rindu untuk bertemu, dan rindu untuk melakukan rutinitas nya seperti biasa.
Arjuna masih saja terpaku di sudut kamar, sejak malam itu, ia tak keluar kamar, ia tak makan, meski Raka, mengantar makanan untuk nya.
Raka kembali ke kamar Arjuna, setiap hari ia hanya melihat Arjuna di duduk di depan balkon rumahnya, dengan sisa puntung rokok yang entah berapa banyak jumlahnya.
Raka mendekati Arjuna, ia mengambil rokok yang masih di hisap Arjuna, dan membuangya.
"Raka kau?" tanya Arjuna yang kesal.
"Berhentilah kau menyiksa dirimu sendiri, Kak, Kembali lah menjadi Arjuna yang dulu, aku tak ingin melihat mu hancur kak, aku tak ingin melihatmu terpuruk, karna menyesali perbuatan mu, setidaknya di sisa hidupku yang tak seberapa lama ini, aku ingin melihat kau bahagia, agar aku tenang meninggalkan dunia ini, dan meninggalkanmu, " Raka menanggis haru.
Arjuna yang ikut haru dengan perkataan Raka, ia pun memeluk Raka, "Aku butuh waktu untuk mengembalikan kepercayaan diriku, aku belum siap bertemu Sakina, aku belum bisa berdiri tegak di hadapan Sakina, menatapnya dan meminta maaf padanya Raka, aku belum mampu, untuk itu."Arjuna
__ADS_1
Terdengar suara ketukan pintu, yang sebenarnya tak di kunci itu.
"Masuk saja!" seru Raka.
Dan ketika pintu terbuka, mereka kaget, karna di sana sudah berdiri Sakina.
Melihat Sakina, Arjuna menunduk dan menetes kan air matanya, ia tak sanggup menatap Sakina, ia pun malu atas perbuatanya.
Sakina masuk dan menghampiri mereka dengan titik air di sudut matanya, Sakina melangkah tanpa ragu, dan selangkah lagi ia sudah berhadapan dengan keduanya.
Mata Sakina tertuju pada Arjuna, seolah ingin menguatkan niatnya, ia tetap menatap Arjuna, sementara Arjuna yang di dekati ia semakin menunduk, namun ia tak bisa menghindar.
Sakina kini tepat di hadapanya, tapi Arjuna masih saja diam, ia tak bisa mengangkat kepalanya, apalagi bicara pada Sakina.
Secara mengejut kan, Sakina langsung memeluk Arjuna, ia pun menangis di pelukan Kakanya.
"Kesalahan seperti apa Kak, yang bisa membuat jarak antara kita kini? Sakina tak sanggup jika harus berlama-lama Kak Juna mendiami Sakina, Sakina mau kita seperti dulu, sebelum peristiwa itu terjadi, Sakina tak sanggup jauh dari Kakak," ucap Sakina yang memeluk Arjuna.
Arjuna yang awalnya diam, kini membalas pelukan Sakina, ia pun menangis.
"Maaf kan Kakak Sakina, Kakak berdosa pada mu, tak seharusnya..., "kata-kata Arjuna terhenti karna langsung di sambar Sakina.
"Sudahlah Kak, anggap semua tak pernah terjadi, anggaplah itu ungkapan rasa sayang Kak Juna, Sakina ngak marah sedikit pun, Sakina juga sayang Kak Juna, seperti Kak Juna sayang pada Sakina, Kembali lah jadi Kakak Sakina yang dulu Kak," ucap Sakina haru.
"Sakina benar Kak, Kembalilah Jadi Kakak kami yang dulu, yang menyayangi kami, mencintai dan melindungi kami," tambah Raka, ia pun memeluk keduanya.
Kini ketiga nya saling berpelukan haru.
Arjuna pun menangis tak kuasa membendung perasaanya.
"Apalah jadi aku dan Sakina tanpa kau Kak, Kembali lah seperti semuala," pinta Raka.
"Kembalilah Jadi Kakak yang kami bangga kan, seperti sebelumnya, lupakan semua ini, setiap orang pasti pernah berbuat salah Kak, dan tanpa terkecuali dirimu, Kami menerima mu dengan lapang dada," Sakina semakin erat memeluk Arjuna.
__ADS_1
Arjuna tersenyum bahagia, ia pun menggangguk dan mencium pipi kedua adiknya, suasana pun semakin haru, dan mereka kembali berpelukan.