Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Riki membawa Tiara kabur


__ADS_3

Pernikahan tinggal tiga hari lagi, Semua persiapan hampir 99%, hari ini Tiara bermaksud untuk melakukan Spa, di salon langganan nya.


Riki datang, dan langsung masuk menemui Tiara.


Riki menarik tanggan Tiara dan membawa Arjuna,


"Ayo Tiara, ikut aku," ajak Riki secara


paksa


"Kamu Mau bawa aku kemana Mas?" tanya Tiara dengan teriak.


Riki membuka pintu mobil dan memaksa Tiara masuk, iya pun masuk kedalam mobil dan melajukan mobil nya.


Sementara iya sudah menyuruh seseorang agar menjemput Bi Inah, Rumah tersebut di biarkan kosong, agar tak ada jejak yang tertinggal di sana.


Tiara menangis di dalam mobil, karna iya tak tahu kemana Riki membawa nya, sementara Arjuna juga ikut menangis karna melihat Tiara menangis.


"Mas lepaskan aku Mas, kamu mau bawa aku kemana Mas?" tanya Tiara dengan emosi.


Arjuna terus menangis tapi Riki tak perduli,


Tiara berusaha tenang agar Arjuna juga tenang, iya pun mengtur nafas nya, agar tak terbawa emosi.


Arjuna sudah terlihat tenang, iya pun tertidur karna kelelahan menangis.


"Mas kamu mau bawa aku kemana Mas," tanya Tiara dengan sedikit tenang.


"Kita pergi ke rumah ayah kamu Tiara, kita akan menikah di sana," ujar Riki santai.


"Kamu gila Mas, dua hari lagi aku akan menikah dengan Arie, Mas," tutur Tiara menangis.


"Aku sudah bilang padamu Tiara, kamu ngak boleh menikah dengan siapa pun, karna kamu hanya boleh menjadi miliku, Tiara."


Tiara kaget mendengar kata -kata Riki, iya pun kembali menangis dan membangun kan Arjuna.


Melihat mereka berdua menangis, Riki pun panik.."Diam Tiara!" bentak Riki.


Dan teriakan itu kembali mengagetkan Arjuna, Tiara hanya bisa diam karna melihat Arjuna yang menangis karna mendengar pertengkaran mereka.


Aku harus bisa memberitahu Arie, pikir Tiara.


Tiara pun mencoba mencari hand phone nya di dalam tas ternyata tidak ada.

__ADS_1


Tiara kembali panik, Arie pasti sangat terluka, jika sampai kali ini mereka kembali gagal menikah.


"Mas tolong lepaskan aku Mas," bujuk Tiara pada Riki.


Tapi Riki tetap pada pendirian nya.


"Mas, tolong kali ini biarkan aku memilih jalan hidup ku sendiri Mas," ucap Tiara tegas.


Tiara tak tahu harus berkata apa lagi, iya semakin bimbang, karna kini mereka memasuki batas kota.


"Mas aku mohon Mas, berilah aku kesempatan untuk bersama Arie, Mas," Tiara kembali memohon dan menangis.


"Kamu sengaja kan Tiara, meminta ku mencerai kan mu, agar kau bisa menikah dengan Arie, semua ini rencana kalian kan Tiara?"


"Mas, harus nya kamu sadar Mas, sudah berapa kali aku memberi mu kesempatan, tapi kamu selalu mengecewakan ku Mas, dan kau menuduh ku merencana kan semua ini."


"Mas kau punya segalanya, kau tanpan muda dan kaya, kau bisa mendapatkan yang kau mau, tapi kau tak bisa merampas kebahagian ku Mas, kenapa kau tak bisa merelakan aku bahagia bersama Arie, kau bisa mencari kebahagian mu sendiri, kau juga bisa menikahi dua, tiga, atau empat wanita sekaligus, karna aku yakin kau mampu melakukan itu, tapi Arie, sejak dulu iya menunggu ku, kami sudah merencana kan semua ini, bahkan sebelum aku mengenal mu, Aku tak bisa menerima mu lagi, sudah cukup aku memberi mu kesempatan, aku mencintai mu, tapi aku tak bahagia bersama mu," tutur Tiara sedikit berbohong, karna Tiara merasa iya pun bahagia hidup bersama Riki, namun iya tak ingin mengecewakan Arie lagi.


***


Arie menelpon Tiara, tapi tak diangkat oleh nya, setelah beberapa kali, tak juga diangkat Tiara.


Arie pun menjadi khawatir, iya pun menyusul ke rumah Tiara, dan disana tak ada orang.


Arie pun berusaha menelpon Riki, tapi juga tak diangkat.


Apa semua ini karna Riki, apa Tiara sebenarnya tak ingin menikah dengan ku, pikir Arie.


Tapi aku tak pernah memaksa Tiara, dia sendiri yang mempercepat tanggal nya, Arie pun bersimpuh menahan kecewa nya.


Iya menangis, apa yang harus iya katakan pada ibu dan keluarga nya, pada Pak Herman yang telah berkorban begitu banyak waktu dan tenaga demi pernikahan nya, kini dua hari pernikahan nya Tiara malah pergi tanpa kabar berita.


****


Riki melihat telpon dari Arie, iya semakin melajukan mobil nya, Riki semakin keras kepala, iya tak perduli dengan orang lain, meski Tiara berkali kali memohon.


Tiara terus berfikir bagaimana cara nya agar Riki bisa membawa nya kepada Arie.


"Ya Allah, tolong selamat kan lah aku, berilah jalan agar aku bisa pulang dan kembali bersama Arie. " Doa Tiara.


"Mas, kamu tuh egois, kamu hanya memikir kan diri sendiri, kamu tuh ngak pernah tulus, kamu hanya memikir kan kebahagian kamu, meski itu diatas penderitaan orang lain,"hardik Tiara, namun Riki tak peduli.


Lagi-lagi Tiara menangis memohon, meski kini ada bulir air mata di sudut mata Riki.

__ADS_1


Terdengar suara panggilan telpon dari hand phone Riki, iya pun melirik nya, ternyata dari Mama nya.


"Halo Ma," sapa Riki.


"Riki kamu kemana saja, sekarang Raka di ruang ICCU, kamu di hubungi beberapa kali, tapi ngak di angkat, apa sih yang lebih penting dari nyawa anak kamu, beber Mama memarahi."


Riki pun meneteskan air mata nya, tak di sanggaka, iya pun memutar arah dan kembali ke kota.


Tiara bersyukur karna Riki telah berbalik arah," Tapi apa yang membuat nya berubah?" pikir nya.


"Ada apa Mas?" tanya Tiara karna melihat Riki begitu sedih dan gelisah.


"Raka masuk ruang ICCU," jawab nya sedih.


"Mas seperti nya Raka tak mau jauh dari mu, sekarang waktu nya kau untuk berpikir jernih Mas, Raka lebih membutuh kan mu, di banding aku dan Arjuna," ujar Tiara.


Tapi Riki hanya diam sembari meneteskan air matanya.


Setengah jam mereka sampai di rumah sakit, dengan kecepatan penuh, Riki melakukan mobil nya.


"Mas, aku pinjam hand phone mu, biar Arie yang menjemput ku di sini."


Riki pun memberikan nya.


Arie masih terpaku dan menunggu berharab Tiara akan pulang, dan terdengar suara pangilan dari hand phone nya.


Di lihat nya, Riki yang memanggil.


"Halo, "sapa Arie.


"Hallo Rie," sapa Tiara.


"Tiara! Kamu dimana?" tanya Arie senang mendengar kabar dari Tiara.


"Rie, kamu jemput aku dan Arjuna ke rumah sakit," pinta nya.


"Iya sayang, aku jemput kamu sekarang."Tanpa banyak bertanya, Arie langsung menyanggupi nya, hampir saja iya putus asa.


Tak berapa lama Arie pun tiba dengan taxi on line, Iya pun menghampiri Tiara yang telah menunggu kehadiranya.


Tiara langsung memeluk Arie, hampir saja tak bertemu dengan nya, Arie juga memeluk nya dengan haru, iya begitu khawatir.


"Kita pulang sekarang, Sayang." Ajak Arie, iya pun menggendong Arjuna dan mencium nya, Tiara menggandeng tangan Arie mestra seakan tak ingin lagi jauh dari nya.

__ADS_1


__ADS_2