Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Hari pengantin


__ADS_3

Tiara memakaikan jas pada Riki, air mata nya berlinang, saat iya berhadapan dengan suami nya, bagaimana tidak ini hari pernikahan Riki dan Syntia.


"Sayang, kenapa kau begitu sedih, bukan kah kau yang memaksaku untuk menikahi Syntia," tutur Riki.


"Aku akan merasa lebih sedih jika Arie yang menikahi Syntia, Arie selalu menanggung akibat dari perbuatan mu, dan aku sama sekali tak ingin memanfaat kan kebaikan nya lagi," ucap Tiara datar.


Riki meraih kedua tangan Tiara dan mencium nya, "Sayang Aku tak bisa pergi jika kau seperti ini, jika kau ingin melepaskan ku pergi, kau harus iklas," tutur Riki yang telah berurai air mata melihat kesedihan Tiara.


"Aku iklas Mas, Meski itu terasa membunuh ku," papar Tiara lirih.


"Sayang, aku tak ingin pergi, aku tak ingin melihat mu menderita lagi, bahkan tak pernah sedikit aku terpikir untuk mendua kan mu Tiara, meski ku sadar sebelum nya aku adalah lelaki bajingan, aku sering bergonta ganti pasangan hanya untuk melepas kan hasrat ku, tapi dengan mu ku temukan cinta sejati dalam hidup ku, aku juga tersiksa dengan semua ini," tutur Riki dengan air mata nya semakin deras.


"Pergi lah Mas, aku disini menunggu mu kembali." Tiara pun melepas kan pelukan Riki. iya pun menghapus air mata di pipi Riki.


"Kau laki-laki dan laki-laki tak boleh menangis," ucap Tiara sambil merapikan pakain suami nya.


"Tapi aku juga bisa patah hati Tiara, dan kau lah wanita pertama yang membuat ku menangis," jawab nya.


"Kau tenang saja, aku sudah cukup kuat, pergi lah, semua sudah menanti mu di sana." Tiara pun meraih tangan suami nya dan menciumi nya.


"Aku pergi, sayang " Riki pun mencium kening Tiara lekat, kemudian iya pun berlalu.


Tiara terdiam iya pun duduk di meja rias nya sambil melamun.


Mama datang menghampiri Tiara dan membelai rambut nya.


"Ma, Mama ngak ikut mengantar Mas Riki?"tanya Tiara.


"Mama di sini sayang, untuk bersama kamu," tutur Mama iya pun menyisir ramput Tiara dan mencium nya.


Tiara ikut meneteskan air mata ketika melihat air mata jatuh di pipi Mama.


"Mana salut dengan kebesaran hati mu Nak, Mama ngak mengira jika Tiara menantu Mama yang sangat Mama sayangi ini, ternyata lebih kuat dari Mama sendiri, Mama ngak kuat melihat mu menderita," ujar Mama iya pun mencium kepala Tiara.


"Ma, Tiara kuat juga karna Mama, Mama yang selalu membela Tiara, dan mencintai Tiara seperti anak kandung Mama, terima kasih Ma," ucap Tiara sambil mencium pipi kanan Mama.

__ADS_1


"Sama-sama sayang," ucap Mama .


Sementara di rumah kediaman Syntia, sudah terjadi akad nikah. Riki telah melakukan akad nikah nya, dan saat para saksi menyatakan sah...Terlihat air mata menetes di pipi Riki.


"Nak Riki, sekarang kau boleh memasang kan cincin pada istri mu," kata Pak Penghulu.


Riki pun menuruti, walau pun iya berat untuk melakukan nya.


Riki menyemat kan cincin di jari manis Syntia, dan dengan senang nya iya memeluk Riki yang kini sudah sah nenjadi suami nya.


Setelah akad nikah Arie dan Pak Herman memutus kan untuk pulang dan berpamitan pada Riki.


"Mas, aku pulang," ucap Arie.


"Iya Rie, terima kasih ya," balas Riki dan langsung memeluk Arie.


"Sama-sama Mas," jawab Arie.


"Bapak juga pulang Nak, "ucap Pak Herman.


"Terima kasih Pak atas nasehat nya," ucap Riki dan iya mencium tangan Pak Herman.


Sejenak Riki tertegun, ternyata polygami bukan lah hal yang mudah, iya harus bersikaf adil pada kedua nya meski pun iya sama sekali tak mencintai Syntia.


Riki pulang kerumah nya tentu saja bersama Syntia, Syntia selalu memeluk erat tangan Riki dengan senyum bangga nya.


"Aku senang Mas karna kini aku sudah menjadi istrimu yang sah," batin nya.


"Ha...rasanya tak sabar, aku menunggu malam pertama kita," ucap nya dalam hati.


"Akan ku buat kau mabuk kepayang, hingga kau akan lupa dengan kenikmatan yang kau dapat bersama Tiara," tutur nya dalam hati lagi.


Sementara Riki hanya terdiam sambil mengemudikan mobil nya. Riki hanya memikir kan bagaimana perasaan Tiara saat ini.


Mereka pun sampai, dan Syntia kaget karna rumah yang iya datangi begitu besar dan bagus bak istana sultan.

__ADS_1


"Aku sama sekali tak tertarik dengan harta nya, karna aku hanya mencintai nya," batin Syntia.


Bagai tamu tak di undang, tak ada yang menyambut kedatangan mereka, rumah tersebut lebih sepi dari kuburan.


Riki membawa Syntia ke lantai dua, dan menunjukan kamar nya, kamar tersebut tepat berada di depan kamar Tiara.


"Tentu saja Syntia senang, karna iya kini bisa pamer kemestraan kepada Tiara, sebagaimana Tiara memamerkan kemestraan nya bersama Riki," batin Syntia.


"Syn, ini kamar kamu, dan sebentar lagi ada pembantu yang akan mengurusi segala keperluan mu, "ucap Riki.


"wow, bahkan kini aku punya asisten sendiri," ucap nya dalam hati.


Riki langsung memasuki kamar Tiara, dan iya melihat Tiara yang sedang melamun di depan meja rias nya.


Riki langsung mencium kening dan memeluk Tiara.


"Aku sudah pulang sayang, tidak kah kau menyambut kedatangan ku," ucap nya di telinga Tiara.


"Menyambut mu pulang sama dengan menyambut neraka bagi ku Mas," ucap Tiara datar.


"Riki mengarah kan Tiara keatas ranjang, aku punya banyak waktu hari ini sayang," ucap nya, sambil mencium lutut Tiara, karna posisi nya sedang berlutut di hadapan Tiara yang sedang duduk.


"Bukan nya kau harus menyiap kan waktu mu untuk malam pertama mu bersama Syntia,"Ucap Tiara.


"Benar, tapi saat ini aku ingin melakukan nya bersama mu," ucap Riki.


Tiara membelai rambut Riki iya merasakan cinta nya yang terlalu besar untuk Riki, hingga iya tak mampu menolak nya.


Tiara berbaring dan Riki menciumi nya dari arah lutut hingga ke wajah Tiara, setiap lekuk dan sudut dari tubuh istri nya.


Mereka pun memulai petualangan cinta nya, Riki begitu hati-hati saat menyentuh Tiara, iya tak ingin Tiara merasa tersakiti sedikit pun.


Ciuman pun mendarat ribuan kali pada pipi dan bibir Tiara, Riki begitu romantis, dan mungkin itulah sebab nya, Tiara tak sanggup untuk berpisah dengan nya.


Syntia menunggu kehadiran Riki di kamar nya, jantung nya berdetak kencang karna tak sabar untuk bercengrama dengan arjuna nya.

__ADS_1


__ADS_2