Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Galau


__ADS_3

Riki masuk kekamar nya dan menemui Tiara, " Sayang, kamu di sini, aku mencari kamu, kata Mama kamu jatuh ya dari motor."


Tiara grogi ketika Riki semakin mendekat, iya berusaha menyembunyi kan foto tersebut.


"Kamu ngak apa-apa kan sayang?" tanya Riki khawatir karna iya melihat titik air mata di pipi Tiara.


"Kamu kenapa ?"


Riki pun berusaha melihat apa yang di sembunyikan Tiara.


Riki pun melihat sebuah foto dirinya dan Raya yang di sembunyi kan di belakang nya.


Tanpa bisa mengelak Tiara memberi kan foto tersebut dan melihat Riki dengan tatapan tajam.


"Apa ini yang membuat kamu bersedih Tiara ?" tanya Riki lirih.


Riki langsung merobek foto tersebut di depan Tiara, Tiara kaget dan langsung menangis.


"Sudah puas Tiara ? " tanya Riki geram.


Tiara langsung menangis di pelukan Riki.


"Maaf Mas, aku hanya takut kehilangan kamu, aku cemburu melihat foto tersebut," isak Tiara dalam pelukan Riki.


Riki pun faham terhadap Tiara, iya juga merasakan hal yang sama jika Tiara mengungkit mantan pacar nya.


Riki pun memeluk nya semakin erat, "Itu bagian masa lalu ku Tiara, dan kau adalah masa depan ku, silahkan saja kau merobek semua foto itu sayang, agar kau yakin bahwa aku hanya mencintai mu saat ini."


Tiara pun terharu dan semakin erat memeluk Riki, Riki pun membelai rambut panjang Tiara dan itu cukup membuat Tiara tenang.


Tiara melepaskan pelukan nya setelah agak tenang, iya melingkar kan tangan nya di leher kemeja Riki, kemudian iya membuka kancing kemeja Riki satu persatu.


"Aku kangen sama kamu, Mas," ucap Tiara lirih.


Riki pun mengerti maksud Tiara, iya mencium bibir nya dan membawa nya ke atas ranjang.


Tubuh mereka telah basah oleh keringat, Tiara memeluk Riki yang terbaring di samping nya.

__ADS_1


Mereka pun saling berhadapan dan saling membelai, "Mas aku semakin takut kehilangan kamu," ucap Tiara lirih.


Riki meraih tangan Tiara, dan menggenggam nya, "Tak kan terjadi sesuatu apapun pada kita Tiara, selama kita saling mencintai dan kita saling menjaga hubungan ini."


Riki pun mencium tangan Tiara yang telah di genggam oleh nya, dan Tiara pun melakukan hal yang sama iya pun membalas ciuman suami nya.


Mereka pun kembali mendekap dalam kehangatan dan keromantisan, mereka memang baru saling mengenal dan saling mencintai setelah pernikahan terjadi.


Riki dan Tiara sudah di tunggu oleh Mama, Tiara pun keluar bak bidadari dari kayangan, iya menggunakan gaun putih yang sederhana tapi terlihat anggun dengan rambut yang di buat agak ber gelombang.


Dengan penuh semangat Mama menuntun nya menuju meja undangan, seperti biasa nya, acara arisan bukan hanya jadi ajang berkumpul bagi ibu-ibu itu, tapi juga jadi ajang pameran.


"Jeng, kenalin ini menantu saya Tiara," ucap Mama memperkenal kan Tiara dengan teman-teman nya.


"Wow cantik ya, menantu nya," kata bu Rani.


"Iya, Riki pinter banget milih istri," sahut bu Susi.


"Riki kan ngak milih, dia kan ngak sengaja menikahi gadis ini," ujar Bu Ratna yang terlihat judes.


"Lagian Bu, cantik aja percuma kalau ngak bisa ngasi keturunan," tambah Bu Ratna lagi sambil memicing kan mata nya ke Tiara.


Tiara semakin tak nyaman berada di antara mereka, tapi iya mencoba menghargai ibu mertua nya, iya pun tetap berada di sana.


"Tiara dan Riki kan belum lama menikah Bu, jadi mungkin belum di karuniai anak," ucap Mama membela Tiara.


"Di periksa aja Bu, kalau mandul kan, ibu bisa cari istri baru buat Riki," tambah Bu Ratna yang semakin tajam dan semakin menyinggung Tiara.


Mama pun merasa tak enak hati atas kata-kata Bu Ratna pada Tiara, tapi Mama tak bisa berkata apa-apa mengingat iya pernah membatal kan pertunangan Riki dan Raya, karna Tiara.


Seperti nya Bu Ratna tidak suka dengan Tiara, hingga iya terus memojokan nya, Tiara juga tak mengerti ada masalah apa Bu Ratna pada diri nya.


Riki pun menghampiri mereka dan duduk di samping Tiara," Ada apa ini Bu? kayak nya seru banget ngobrol nya," tanya Riki yang tak mengetahui masalah nya.


"Riki istri kamu belum hamil ya, kalah dong sama Raya, sekarang Raya sedang mengandung dua bulan," ucap Bu Ratna.


Riki hanya diam, dan ternyata Tiara baru mengetahui bahwa Bu Ratna adalah ibunda dari Raya.

__ADS_1


"Ya, belum bu, kami memang menunda punya anak untuk sementara waktu, karna kami masih ingin menikmati waktu berduaan, maklum kami kan ngak sempat pacaran, " tutur Riki membela Tiara.


Tiara pun pergi dan beranjak dari tempat duduk nya, iya tak menyangka iya akan di remeh kan di depan mertua dan suami nya.


Tiara masuk ke kamar nya dan menangis, Riki pun mengikuti nya.


Tiara menghempas kan tubuh nya dan menangis di antara bantal-bantal yang menutupi wajah nya.


Riki pun mendekat dan membelai rambut Tiara, "Sayang kamu ngak usah dengar omongan orang, kita yang menjalani nya, biar kan saja mereka mau bicara apa, yang terpenting aku ngak mempermasalah kan nya, kan ?"


Tiara masih diam dan menangis, Riki pun memeluk nya, "Aku tetap mencintai kamu Tiara, apa pun keadaan kamu," bisik Riki di telinga Tiara.


Mendengar kata-kata Riki, Tiara pun bangkit dan memeluk suami nya," Jangan pernah tinggalin aku Mas, aku ngak akan bisa hidup tanpa kamu," tutur Tiara dengan suara terisak.


"Ngak akan sayang, aku janji tak kan pernah meninggal kan mu," ucap Riki lirih.


Mereka pulang dari rumah orang tua Riki, tapi seperti nya Tiara, masih sedih dan masih tersinggung akan ucapan Bu Ratna.


"Mas besok aku mau kedokter kandungan," ucap Tiara.


"Untuk apa, sih ?


"Aku mau program hamil Mas, terserah mau program apa aja, kalau perlu kita pakai bayi tabung Mas," ucap Tiara getir.


"Kamu kenapa sih Tiara, aku sudah bilang kan, aku ngak mempermasalah kan mau kamu hamil atau ngak, mungkin belum waktu nya aja."


"Tapi Mas...," ucap Tiara terputus.


"Sudah Tiara, kamu jangan menyiksa diri kamu sendiri, hanya karna mendengar kan omongan orang, kita bisa bertengkar terus kalau kayak gini dan aku ngak mau itu terjadi."


"Kita jalani saja, nanti jika tiba saat nya, kita pasti punya anak."


"Iya Mas."


Tiara bersyukur karna Riki tak sedikit pun mendesak nya, namun iya juga merasa galau.


Bagaimana jika ternyata iya memang tak bisa memberi keturunan pada Riki, pikir Tiara, iya pasti akan di campakan.

__ADS_1


__ADS_2