
Tiara keluar untuk pergi berbelanja di sebuah super market, iya meminta Arie untuk mengantar nya. Tiba-tiba di perjalanan ada yang sebuah mobil menghadang mereka.
Arie dan Tiara kaget, ketika dua orang pria turun dari mobil dan menghampiri mereka.
Tiara sangat ketakutan kala itu, dan Arie berusaha melindungi Tiara, karna seperti nya mereka mengincar Tiara.
"Tiara, kamu tetap di belakang aku, jika terjadi sesuatu kamu harus lari Tiara, aku akan berusaha menghadang mereka."
"Kita lari saja Rie, kita ngak tahu siapa dan apa mau mereka," ujar Tiara ketakutan.
Tiara semakin erat memegang tangan Arie, iya takut terjadi sesuatu pada Arie.
Kedua lelaki itu makin mendekat, dan Arie pun sudah siap jika harus beradu dengan kedua nya.
"Mau apa kalian,?" tanya Arie.
"Kami mau membawa gadis itu kepada bos kami," kata salah seorang dari mereka.
Tiara semakin takut dan menangis. Arie tetap memegang erat tangan Tiara sambil waspada.
"Serah kan saja gadis itu, atau kami akan rampas secara paksa."
Tiara memekik ketakutan, iya takut akan di bawa dengan kedua lelaki tersebut, namun iya juga takut jika terjadi sesuatu pada Arie karna melindungi nya.
"Jangan berani menyentuh nya," ucap Arie gugup, karna iya pun yakin tak bisa menang melawan kedua nya, tapi iya tak memikir kan diri nya, iya hanya khawatir jika mereka berhasil membawa Tiara.
"Kamu lari Tiara ," bisik Arie.
"Ngak Rie, aku ngak mau ninggalin kamu sendiri di sini."
"Kamu harus lari Tiara, biar aku yang menghadang mereka, kamu lari dan cari bantuan."
"Ngak Rie aku ngak mau ninggalin kamu di sini," ujar Tiara sambil menangis ketakutan.
Dan mereka langsung menyerang Arie, memukul Arie secara bergantian, Arie mencoba melawan namun iya terdesak, akhir nya mereka pun mengeroyok Arie.
Tiara mencoba berteriak meminta tolong, tapi tak ada seorang pun di sana, iya semakin ketakutan melihat Arie yang hampir babak belur.
Arie sempat berteriak kepada Tiara agar iya segera lari.
"Lari Tiara! " pekik Arie berkali-kali.
Namun Tiara enggan, Iya panik bagai mana cara nya agar iya bisa membantu Arie.
Tiara mencoba mencari sesuatu di sekitar nya, untuk di jadi kan nya senjata, iya pun menemukan sebongkah batu yang lumayan besar.
Tanpa berpikir panjang ,Tiara kemudian mengambil batu tersebut, mendekati kedua penjahat itu dan memukul salah satu nya.
__ADS_1
Seorang diantara mereka tumbang, dan yang satu melihat kawanan nya di pukul oleh Tiara iya pun mendekati Tiara dan mencoba memukul nya, tapi Arie menahan kaki nya hingga iya jatuh dan giliran Arie yang menghajar nya.
Arie menindih perut pria tersebut dan memukul nya berkali-kali. Setelah cukup aman Arie pun membawa Tiara menjauh dari tempat tersebut dan membiar kan kedua nya terkapar.
Dengan terengah engah dan rasa sakit di sekujur tubuh nya Arie berusaha mengatur laju kendaraan nya dan akhir nya sampai di depan rumah Tiara.
Tiara yang sudah menanggis berusaha menopang tubuh Arie yang melengkung karna menahan sakit akibat pukulan di perut dan wajah nya.
Tiara membaring kan Arie di atas kursi yang berada di ruang tamu nya, iya merasa sangat sedih dan sangat bersalah pada Arie, karna melindungi diri nya, Arie sampai babak belur dan terluka parah.
Tiara langsung mengambil obat-obatan serta kompres untuk mengobati dan membersih kan luka Arie.
"Kita kerumah sakit aja ya Rie," ajak Tiara lirih.
"Ngak usah, aku ngak apa-apa," ucap Arie menenangkan Tiara yang terlihat sangat panik.
Arie pun bangun dan duduk iya masih menyeringai kesakitan di bagian perut nya.
Tiara mengompres luka Arie sambil meneteskan air mata nya.
"Maaf Rie, hanya gara-gara melindungi aku, kamu jadi terluka seperti ini," tukas Tiara.
Tiara mengusap pelan luka yang ada di tepi bibir Arie. Arie pun memegang tangan Tiara yang mengusap luka nya.
"Aku akan tetap melindungi kamu Tiara sampai kapan pun," ucap Arie sambil menatap mata Tiara.
"Apa yang harus ku katakan pada Aisyah Rie, karna melindungi aku, kamu jadi seperti ini, " tutur Tiara lirih.
Arie tersenyum tipis, "Aku yakin Aisyah lebih mengerti Tiara, melindungi wanita adalah kewajiban seoran pria, apalagi itu kamu Tiara, seseorang yang sangat berarti di hidup ku," ungkap Arie.
"Tapi aku bukan siapa-siapa lagi bagi mu Rie, tak seharus nya kau berkorban demikan untuk aku," ucap Tiara lirih.
"Tiara cinta itu tanpa syarat, aku tetap mencintai mu, meski ku tahu kau bukan milik ku lagi, dan sedikit pun aku tak meminta balasan nya, biar saja iya mengalir seperti apa adanya."
"Entah kenapa aku merasa suatu saat kita akan kembali bersama, jika mungkin tidak di dunia ini, mungkin di akhirat kita akan bersama."
Tiara semakin tak tahu harus berkata apalagi, meski menutupi nya, iya tahu masih ada rasa yang tersisa untuk Arie.
"Aku harus pulang Tiara, sebentar lagi suami mu akan pulang, dan aku tak ingin iya salah faham terhadap kita."
"Tapi Rie, kau masih terluka biar aku obati terlebih dahulu," cegah Tiara.
Namun Arie terus beranjak dan ingin pergi.
"Oya, Tiara apa kau tahu siapa mereka barusan? "
"Ngak Rie, aku juga ngak tahu siapa mereka."
__ADS_1
"Kalau begitu kau harus hati-hati, karna mereka bisa datang lagi kembali, jaga diri mu Tiara jika kau butuh bantuan hubungi saja akui" ujar Arie.
Iya Rie terima kasih, tutur Tiara.
Sementara itu kedua penjahat tadi menemui bos nya.
"Maaf bos, kami gagal membawa wanita itu karna ada seorang pria yang melindungi nya," ujar salah seorang dari mereka.
"Kalian memang bodoh, ngurus perempuan kayak gitu aja ngak becus," ujar si bos memarahi.
"Tapi tak mengapa, jika cara ini gagal aku masih punya rencana selanjut nya dan kali ini lebih halus tapi sangat kejam," tutur si bos yang ternyata adalah seorang wanita.
***
Riki pulang dan langsung masuk ke rumah nya karna saat itu pintu rumah nya tidak terkunci, iya pun masuk dan langsung menghampiri Tiara yang sedang berada di dapur.
Riki langsung memeluk dan mencium nya,
"Mas, kamu ngagetin aku aja, kamu kapan pulang nya sih? kok aku ngak denger suara mobil kamu."
Aku ngak pulang dengan mobil aku, tapi aku bawa sesuatu untuk mu." Iya pun membawa Tiara menuju teras rumah nya.
Dan Tiara kaget karna di sana terpakir sebuah mobil hitam dengan merek ternama, dan di plat nya tertulis dengan nomor polisi, T 14 RA, yang berarti nama Tiara.
Tiara kaget seraya berkata," Mas kamu serius beliin aku mobil ?"
"Ya serius lah, bukan hanya itu aku juga sudah pesan plat khusus untuk kamu dengan nama kamu,sayang," papar Riki.
"Terima kasih Mas, tapi aku ngak bisa bawa mobil," ujar nya.
"Nanti aku biar aku yang ajarin."
"Dan aku juga punya hadiah lain nya untuk kamu." Riki pun menunjukan sekotak perhiasan untuk Tiara.
"Mas, bagus sekali harga nya pasti mahal" ujar Tiara lagi.
"Iya mahal, tapi ngak ada yang lebih berharga dari pada kamu sayang." Riki mencubit lembut pipi Tiara.
"Terima kasih Mas, ucap Tiara sambil memeluk suami nya."
"Tapi Mas, hadiah spesial untuk kamu belum jadi," ucap Tiara.
"Apa itu ?" tanya Riki.
"Hadiah spesial nya, seorang anak yang nanti akan ada di rahim aku," jawab Tiara.
"Ku tunggu ya."
__ADS_1
Dan mereka pun saling memeluk bahagia