Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka

Ketika Takdir Menyatukan Aku Dan Mereka
Season 2 episode 14


__ADS_3

Setelah keadaan Oma membaik, Oma pun di perbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan dan teraphy.


Meski Oma mempunyai perawat sendiri, tapi ketiga cucu nya selalu bergantian menjaga Oma.


Apalagi Sakina dan Raka, karna mereka tidak bekerja, sedangkan Arjuna ia kembali sibuk dengan pekerjaan nya.


Tak hanya Sakina dan Raka, Evelyn pun juga sering menjenguk Oma dan Raka.


Ibarat dua sejoli yang sedang di mabuk cinta, Raka dan Evelyn pun tak canggung mengumbar kemesraan mereka di depan umum, tak terkecuali Oma.


Batin Oma kembali menangis saat tanpa sengaja Oma melihat mereka bercumbu di balkon rumah. Sesak kembali terasa di dada Oma.


Apa yang terjadi dengan keluarga ini, bagaimana bisa Raka dan Evelyn menjalin hubungan, bukannya Evelyn itu tunangan Arjuna, Jika aku mati keluarga ini pasti hancur, tangisan batin Oma.


Arjuna meminta Rangga dan Leo menemaninya untuk datang melamar keluarga Evelyn.


Mereka pun sepakat bertemu di rumah Arjuna, bukan nya takut untuk datang sendirian, tapi karna sudah tidak ada lagi keluarga yang bisa ia andalkan, Arjuna harus membawa orang lain sebagai perwakilan dari keluarga besarnya, siapa lagi kalau bukan ke dua sahabat nya Leo dan Rangga, apalagi keadaan Oma yang sangat tak memungkin kan.


Saat tiba di rumah Arjuna, mereka langsung di sapa hangat oleh pelayan di rumah tersebut, mereka duduk dan terlihat sekali, Rangga celingat celingut melihat keadaan sekitar rumah, berharap bertemu dengan Sakina, sudah hampir tiga minggu ia tak bertemu Sakina, namun ternyata yang di cari tak juga menampakan diri.


Rangga sedikit kecewa ketika keluar dari rumah itu, tanpa bertemu dengan Sakina, Rangga juga masih belum berani mengutarakan keinginan nya pada Arjuna, untuk membawa Sakina kencan.


Meski mereka berteman, tetapi ia sangat sungkan pada Arjuna, sosok pendiam tersebut susah sekali di tebak, jangan kan untuk melamar Sakina, membawa Sakina keluar hanya untuk jalan berdua saja, Rangga belum berani, karna iya sendiri, belum tahu perasaan Sakina terhadap nya, di tambah lagi dengan Sikaf diam dan tegas dari sang Kakak, sepertinya butuh waktu bagi Rangga untuk mengumpul kan segenap keberanian nya.


Mereka sudah sampai di rumah mewah milik keluarga Evelyn, bangunan tersebut bergaya klasik dengan sentuhan modern, banyak sekali seni ukir, patung-patung dan lukisan mahal yang menjadi penghias rumah mewah nan elegan tersebut, tampak nya keluarga Evelyn menyukai seni dan barang antik, Ibunda Evelyn sendiri berasal dari keluarga ningrat, yang sangat menjunjung tinggi adat dan budaya mereka.


Tiba di rumah itu, mereka langsung di sambut beberapa pelayan yang ramah, mereka langsung di tuntun menuju ruang utama, dan disana mereka pun duduk menunggu kehadiran sang pemilik rumah.


Karna mereka belum membuat janji, mereka harus sabar menunggu, sambil menunggu mereka pun ngobrol.

__ADS_1


"Rangga bagaimana cara nya melamar anak gadis orang?" tanya Arjuna yang sedari tadi ia terlihat gelisah, rupanya Arjuna sendiri tak tahu harus bagaimana memulainya, sedang kan ia sendiri bukan lah orang yang suka berbasa-basi.


"Aduh mana aku tahu," jawab Rangga yang kaget dengan pertanyaan Arjuna.


"Kau kan sudah pernah menikah, sudah pasti, sudah pernah melamar istrimu kan?" tambah Arjuna.


"Iya Pak, tapi saat aku melamar istri ku, langsung dapat penolakan, karna hubungan kami tak pernah di restui," papar Rangga.


"Leo, kau sendiri bagaimana?" tanya Arjuna sambil menatap kearah Leo, berharap Leo dapat membantunya.


"Aduh apalagi aku," jawab Leo gusar.


Arjuna menghempaskan nafas nya, " Kupikir dengan membawa kalian aku sedikit terbantu, ternyata sama saja," ucap Arjuna sambil tersenyum geli ternyata iya salah membawa orang, yang di bawa malah tak punya pengalaman sama seperti dirinya.


Ah aku utarakan saja maksud ku, batin Arjuna.


Arjuna dan Evelyn memang bertunangan, bahkan perjodohan mereka sudah terjadi saat Arjuna tamat dari Sekolah menengah atas, dan semua sudah di atur oleh mendiang Opa nya, karna Ayah Evelyn merupakan sahabat sekaligus rekan bisnis sang Opa, Radja Prawira.


Ayah dan ibu Evelyn sudah berada di hadapan mereka, Arjuna seperti tak sanggup untuk berkata-kata, iya menunggu reaksi dari tuan rumah untuk memulai pembicaraan nya.


"Ada perlu apa Arjuna Radja Prawira kemari, sepertinya ada urusan penting?" tanya Ayah Evelyn dengan ramah, sementara Evelyn sendiri, ia mencuri dengar dari lantai atas, Evelyn sendiri tahu maksud kedatangan Arjuna.


Dengan tekat dan semangat yang mantap Arjuna pun mengutarakan maksud nya.


"Kedatangan saya kemari bermaksud untuk melamar Evelyn...," kata-kata nya terhenti, sejenak tapi langsung di sahut tawa kecil dari Ayah Evelyn.


"Bukan kah kalian akan menikah beberapa bulan lagi, dan lamaran ini sudah jauh-jauh hari di bicarakan antara pihak keluarga saya, dengan pihak mendiang kakek mu," tutur Ayah Evelyn kembali menjelaskan yang sebenarnya, hal yang sudah ia ketahui sejak lama.


"Iya, itu saya sudah tahu semua, tapi saya melamar Evelyn bukan untuk saya, tetapi untuk Raka adik saya," ujar Arjuna tegas.

__ADS_1


"Apa? " tanya mereka tak percaya, wajah yang tadi ramah kini mulai memerah karna menahan amarah, tapi Arjuna tak gentar sedikit pun.


"Kau melamar putri kami untuk adik mu itu, Raka itu bukan pewaris dari kakek mu Kan?" tanya Ayah Evelyn dengan sedikit emosi namun coba di tahan, karna ia sendiri tahu, sedang dengan siapa ia bicara.


"Iya ita bukan pewaris kakek ku, tapi ia mewarisi perusahaan Papa ku, dan itu milik papa ku sendiri tanpa ada campur tanggan dari Kakek."


"Raka adalah Direktur utama PT. Traktor Pertiwi group, dan itu perusahan yang dikembangkan oleh Papa dan Ayahku sendiri, tapi jika kalian mau, akan ku atas nama kan saham yang ada di perusahaan anda, menjadi milik Raka," papar Arjuna.


"Arjuna kau memang punya kekuasaan, tapi kau tak bisa memaksa kami untuk menikahkan putri kami, kepada adik mu, Raka itu menderita sakit kan? dan mohon maaf lagi, apa yang akan terjadi dengan putri kami, andai saja terjadi sesuatu pada Raka, ia akan menjadi janda di usia muda," jawab nya sedikit ketus.


"Jika itu masalah nya, kalian tak perlu khawatir, jika terjadi sesuatu pada Raka, Evelyn tak akan menjanda dalam waktu yang lama, karna setelah masa idahnya selesai, aku akan menikahinya, dengan demikian sama saja kan, anak mu tetap akan menikah dengan keluarga Radja Prawira, dan jika Evelyn hamil baik dari Raka, atau pun dari ku nantinya, cucumu juga akan menjadi pewaris dari perusahaan Radja Prawira group dan Traktor Pertiwi group," tutur Arjuna tegas, meski dalam batin nya ia menangis.


"Kami tidak mau seperti itu, putri kami seperti di permainkan, seperti piala bergilir bagi kalian," jawab nya.


"Tolong lah tuan, aku tak bermaksud apa pun, aku juga tak akan menikah terkecuali dengan Evelyn, seberapa lama pun aku harus menunggunya, lagi pula mereka saling mencintai, dan aku hanya ingin melihat adik ku bahagia, bersama orang yang di cintainya," papar Arjuna, meski coba di tahan, tetap saja ada titik air mata di sudut kelopak matanya yang sedikit sipit itu.


Rangga dan Leo tersentak mendengar penuturan dan permohonan Arjuna, kepada kedua orang tua Evelyn, sementara Evelyn juga menangis mendengar penuturan Arjuna.


Sejenak mereka diam, sambil menunggu keputusan kedua orang tua Evelyn.


Tak lama setelah berdiskusi dengan istrinya, Ayah Evelyn pun mulai membuka suara nya.


"Tapi ada syarat nya Arjuna," tutur Ayah Evelyn.


"Apa syaratnya ?" tanya Arjuna yakin.


"Kau tak boleh menikah dengan wanita mana pun, baik sebelum Evelyn menjadi istri mu, atau setelah nanti ia menjadi istri mu, hanya akan ada satu permaisuri dalam istana mu, tanpa ada selir, terkecuali putri ku tak bisa memberi keturunan, baru kau boleh menikahi wanita lain, jika tidak, semua kekayaan milik Radja Prawira harus kau serah kan kepada putri ku, dan akan ada perjanjian tertulis antara kau dan aku," ucap Ayah Evelyn dengan tegas menyatakan maksudnya.


Iya memang sayang kepada putri nya, tapi ia lebih sayang dengan harta, sama saja ia menjual putrinya, hanya demi menguasi harta keluarga Arjuna, meski secara tidak langsung.

__ADS_1


"Baik lah aku setuju." Arjuna langsung menjawab, ia bahkan tak berfikir lagi, dan itu membuat kedua temanya menjadi heran, Arjuna yang mereka kenal, biasa nya selalu hati-hati dalam memutus kan sesuatu, tapi hari ini, tanpa berfikir panjang ia langsung setuju.


Meski dalam hatinya menangis, Arjuna rela berkorban apa saja demi Raka, bahkan ia rela mengorbankan kebahagian nya sendiri.


__ADS_2