
Riki tiba di kantor nya dan di lihat nya sudah ada Arie di sana.
"Wajah kamu, ceria banget Rie, pagi ini?" tanya Riki.
"Iya Mas, karna aku lagi seneng," tutur Arie.
"Seneng kenapa Rie, boleh dong tahu?"
"Istri ku hamil Mas, " jawab Arie bahagia.
Riki merasa sedikit cemburu dengan kebahagiaan Arie, iya juga ingin mempunyai keluarga yang bahagia, dan seorang istri yang iya cintai dan mencintainya.
"Kalau gitu selamat Rie, tapi aku juga punya kabar bahagia Rie," ujar nya lagi.
"Apa Mas," tanya Arie.
"Aku juga akan menikah Rie," jawab Riki spontan.
"Kalau begitu selamat juga untuk mu Mas, semoga ini jadi yang terakhir dan kau bisa membangun keluarga yang sakina, mawardah, warahma," ucap Arie tulus.
"Sama-sama Rie," ujar Riki.
Mereka pun berpelukan.
*****
Riki pulang kerumah nya dan langsung di sambut oleh Mama nya," Riki kamu bersiap, karna sebentar lagi kita akan makan malam bersama dengan keluarga calon istri kamu," ujar Mama dengan senang.
"Hah secepat itu mama dapat jodoh untuk Riki?" tanya Riki pada Mana.
"Iya dong, teman bisnis Mama kan banyak, apalagi kamu itu ganteng, keren, muda dan sudah mapan, gadis mana sih yang ngak mau nikah sama kamu," ujar mama.
"Sekarang kamu bersiap, mama sudah ngak sabar bertemu sama calon besan" ungkap mama.
"Iya Ma, Riki mandi dulu," iya pun langsung naik keatas.
Riki pun sampai di lantas atas, dan di sambut oleh Syntia.
"Mas, aku mau pulang kerumah orang tua ku Mas, aku tahu keberadaan ku disini, ngak di anggap sama kamu, dan keluarga kamu, aku ngak bisa nahan lagi, Mas." tutur Syntia sedih.
"Aku tahu syn, kamu menderita dengan semua ini, tapi ini lah kenyataan nya."
"Aku memang ngak bisa mencintai kamu, Syn, rasa nya terlalu egois jika aku tetap menahan kamu di sini, kamu juga berhak bahagia, dan aku yakin suatu saat pasti akan ada lelaki yang mencintai kamu," ucap Riki tulus.
__ADS_1
"Iya Mas," ujar Syntia.
"Dan Raka aku titip kan pada mu, jika dia butuh sesuatu, atau apapun kau bisa menghubungi ku, dan aku harus bisa menemui Raka, kapan pun yang ku mau."
"Saat ini aku jatuh kan talaq pada mu," ucap Riki tegas.
Syntia menangis memeluk Riki, "Maaf kan aku Mas, karna aku hidup mu menderita, dan kini kau juga harus jauh dari Arjuna dan Raka." tutur Syntia menyesal.
Riki pun menitikan air mata. Iya sudah tak sanggup berkata-kata lagi, Mungkin sudah nasib nya harus berpisah dari orang-orang yang iya cintai, mungkin ini karma baginya, karna dulu iya sering mempermainkan perasaan wanita.
Riki pun mencium Raka, dan memeluk nya.
"Jaga diri mu, Nak, suatu saat Papa akan membawa mu, bersama Papa, saat ini kau lebih membutuh kan ibu mu," ujar nya lagi.
"Aku pergi Mas," ucap Syntia.
"Tapi sebelum pergi, bisa kah mencium ku sekali saja, aku sangat mencintaimu Mas, tapi aku juga tak bisa memaksa mu untuk mencintaiku, lebih baik salah satu di antara kita yang bahagia dari pada tidak sama sekali," ucap Syntia.
Dan Riki pun mendekat kan wajah nya kearah Syntia, iya pun mencium bibir Syntia untuk pertama kali nya.
Syntia merasa haru, sesuatu sangat iya dambakan akhir nya terlaksana juga, meski ini adalah yang pertama dan terakhir kali baginya.
Riki menarik wajah nya, saat itu Syntia sudah berlinang air mata.
Iya pun memeluk Riki," Terima kasih Mas, kau mau menuruti permintaan ku yang terakhir, walau pun ku tahu, kau tak menginginkan nya sama-sekali."
Melihat Syntia pergi, Mama pun menghampiri Riki.
"Riki kenapa kamu biarkan Syntia membawa Raka," tanya nama dengan emosi.
"Biar kan saja Ma, Syntia juga berhak bahagia, dan Raka, Syntia pasti akan menjaga Raka dengan baik, karna iya adalah ibu kandung nya."
"Tapi Mama kesepian Riki, Setelah Arjuna, kini Raka juga pergi, dan rumah ini terasa sepi kembali," tutur Mama.
"Memang begini lah serarus nya, Riki ngak bisa menahan Syntia, meski Riki benci pada nya, tapi Riki masih punya hati, Riki membiarkan iya pergi, karna Riki juga ingin Syntia mendapat kebahagian nya, semoga saja Syntia akan mendapat kan lelaki yang mencintai nya dan menerima nya dengan tulus."
"Dan Raka dan Arjuna akan tetap menjadi anak Riki, pewaris dari Mama dan papa, ucap Riki iya pun meninggal kan Mama nya."
*****
Pagi hari Tiara terbangun dan iya merasa hendak muntah, iya pun berlari kekamar mandi dan memuntah kan nya.
Arie yang melihat istri nya, berlari ke kamar mandi langsung menghampiri nya.
__ADS_1
iya pun memijat tengkuk Tiara, agar Tiara mudah mengeluarkan isi perutnya.
Setelah puas, iya pun mencuci wajah nya, agar kembali segar.
"Ayah ngak tahan melihat kamu seperti ini Bun, jika bisa di pindah kan, biar Ayah saja yang ngidam, biar kamu ngak sengsara kayak gini," tutur Arie sambil memimpin Tiara.
"Iya yah kalau bisa di pindahkan, biar Ayah saja yang hamil," canda Tiara.
"Bun, Ayah serius, malah bercanda."
"Sekarang Ayah beliin bubur, Bunda sarapan dulu, sebentar lagi akan ada seseorang dari agen baby sister, khusus untuk menjaga Arjuna, sedangkan Aziz selama Ayah kerja, iya akan di asuh sama Mbah nya."
"Iya yah, sebenar nya Bunda sendiri bisa kok menjaga Arjuna, tapi karna Ayah sudah terlanjur mencari orang ya sudah."
"Ayah beli bubur ya, untuk bunda."
Tak lama Arie pun kembali dan membawa semangkok bubur ayam untuk Tiara.
iya pun menyuapi Tiara.
"Yah, kalau kayak gini Bunda jadi ingat waktu hamil Arjuna, gimana Ayah tuh sabar sekali menjaga dan merawat bunda, padahal bunda bukan istri Ayah," tutur Tiara.
"Ngak usah di ingat lagi Bun, yang harus kamu ingat, Ayah tuh sayang sekali sama kamu, sampai kapan pun," tutur Arie sambil mencium tangan Tiara.
Tiara yang terharu langsung memeluk Arie," Maafin bunda yah, jika sampai saat ini, bunda masih belum bisa melupakan Mas Riki, semoga Ayah tetap sabar menunggu bunda menerima ayah dengan sepenuh hati bunda, bunda akan belajar melupakan Mas Riki, dan mencintai Ayah sepenuh hati bunda." batin Tiara.
*****
Riki baru saja masuk ke ruangan nya, dan ternyata di sana ada Alena yang tengah menunggu nya.
Dengan perasaan malas, iya pun duduk di kursi nya dan membuka file nya.
Alena menghampiri nya," Riki kapan kau bisa melamar ku?" tanya Alena PD.
"Melamar mu?" ngak usah terlalu yakin, karna sebentar lagi aku juga akan menikah, jadi berhentilah mengganggu ku," ucap Riki datar.
"Menikah? Apa kau tak pernah menghargai ku, selama ini aku selalu setia menunggu mu, aku mencintai mu Riki," tutur Alena yakin.
Riki yang tak ingin berdebat, langsung pergi meninggal kan Alena, dan bertabrakan dengan Arie di depan pintu.
"Mau kemana Mas,?" tanya Arie heran.
"Lari dan menghindar, Rie, kau suruh wanita yang didalam itu keluar, "tutur Riki kesal.
__ADS_1
Arie pun mengerti, tapi sebelum Arie bicara, Alena sudah duluan pergi saat melihat Arie.
"Ini semua gara-gara perempuan sialan itu, karna dia, Riki kini megabaikan ku, tunggu saja kau Tiara, aku akan menghancur kan mu sehancur-hancur nya, perempuan sepertimu memang pantas di beri pelajaran," batin Alena.