
Riki membawa Tiara dan bayi nya pulang kerumah, sebenar nya iya ingin agar Tiara tinggal bersama mereka di rumah Mama, tapi tentu Tiara akan menolak.
Tiara begitu senang dengan kehadiran Arjuna, iya tak lagi memusingkan masalah hidup nya, tak terpikir oleh nya untuk menikah lagi, setelah bercerai dengan Riki, kini iya ingin menghabisakan waktu nya bersama dengan sang buah hati.
Sidang terakhir akan di gelar esok hari, tentu saja Tiara tetap pada keputusan nya, meski Riki membujuk nya berkali-kali.
Keputusan hakim pun menyatakan dirinya kini resmi menyandang status janda.
Meski tlah resmi bercerai, tapi Riki selalu datang menemui nya, dengan alasan ingin bertemu Arjuna.
Tapi Tiara tahu, jika sebenar nya Riki bukan hanya ingin menemui anak nya, tapi juga ingin menggoda Tiara kembali.
Hari demi hari berlalu dan kini Arjuna sudah berumur tiga bulan dan iya semakin menggemas kan.
Menjadi janda muda dan cantik ternyata tak semudah yang Tiara bayang kan, dalam seminggu ini saja iya sudah menolak dua lamaran, yang pertama Riki tentu nya, yang masih tak berhenti mengganggu Tiara. Dan satu nya lagi, Pak joni, Pria berusia 50 tahun yang juga kaya raya dan sudah punya dua istri.
Kehidipan tenang yang di impikan Tiara pun perlahan memudar, karna iya sering mendapat gangguan dari beberapa Pria yang ingin menikahi nya.
Tiara menikmati peran nya sebagai Ibu, iya mengerjakan sendiri segala keperluan Arjuna, dan saat Tiara memandikan Arjuna, Ryan pun datang dan bermaksud mengajak Tiara pergi bersama Arjuna.
"Tiara kita bawa Arjuna jalan yuk," ajak Ryan.
"Kemana?" tanya Tiara tak senangat.
"Kemana aja, kita ke Mall aja," ajak Ryan.
"Aku lagi malas Yan," tolak Tiara halus
"Ya, aku kecewa dong," ujar Ryan melemas.
Tiara yang tak tega akhir nya pun setuju untuk pergi bersama Ryan.
Tiara sebenar nya tak ingin terlalu dekat dengan Ryan, iya tak ingin Ryan berharap terlalu jauh, tapi selama ini Ryan tak pernah menegaskan maksud nya.
Ryan tak pernah menyatakan perasaan nya, jadi Tiara sulit untuk menentu kan sikaf, mau di tembak langsung, takut nya Ryan bilang ge-er lagi seperti kemarin.
Ya sudah lah semoga Ryan hanya mengaganggap nya teman, dan ngak lebih.
Dan setiap seminggu sekali Ryan selalu mengajak mereka jalan.
__ADS_1
***
Ternyata setelah perceraian Tiara dan Riki, rumah tangga Syntia bukan nya membaik, tapi makin kacau, Riki pun jarang sekali datang pada nya, dan hanya sesekali iya melihat anak mereka, apalagi Riki telah menjatuh kan talaq nya pada Syntia.
Setiap bertemu mereka selalu bertengkar, akhir nya Riki memutus kan untuk pisah rumah dari Syntia.
Tapi Syntia tak putus asa, dan malam itu mereka kembali bertengkar, Riki pun membawa semua barang-barang nya dan hendak pergi meninggal kan Syntia,
"Mas, kalau kamu ingin menceraikan ku lebih baik aku mati saja, biar kamu puas" ucap nya.
"Terserah kamu," ucap Riki tak perduli.
Syntia tak main-main iya nengambil racun serangga dan meneguk nya, seketika itu tubuh nya kejang dan mulut nya mengeluarka buih.
Riki yang panik, langsung membawa Syntia ke rumah sakit, sebelum nya iya telah memberi nya susu sebagai pertolingan pertama.
Tentu saja Syntia berani, karna jika Riki menceraikan nya, tak kan ada lelaki lain yang akan menikahinya, karna kini iya tak bisa punya anak lagi akibat peristiwa yang terjadi bersama Tiara.
Syntia sudah di tangani, selain mengkhawatir kan keadaan Syntia, Riki juga mengkhawatir rumah tangga nya, jika Syntia sampai berani melakukan ini, tentunya iya juga bisa kembali nekat melakukan hal ini lagi, jika iya meninggal kan Syntia, Riki seperti terjebak dan tak bisa lepas dari Syntia, padahal iya sangat berharap bisa kembali lagi pada Tiara, jika iya menceraikan Syntia, lagi pula iya memang tak mencintai Syntia.
***
Tiara merasa rindu akan kehadiran Arie, apalagi sudah seminggu Arie tak pernah menghubungi nya, Tiara mengambil hp nya dan mencari nomor Arie untuk menghubungi nya.
"Aku mau ngomong apa sama Arie ?" fikir nya.
"Masak aku mau bilang aku rindu sama dia, ah ngak ah, biarin aja Arie yang menghubungi ku terlebih dahulu," ucapnya pada diri nya sendiri.
Riki menelpon Tiara dan memberitahu tentang keadaan Syntia.
"Hallo Mas," sambut Tiara.
"Hallo, Tiara aku di rumah sakit, Syntia melakukan percobaan bunuh diri dengan menegak racun serangga," papar Riki.
Tiara kaget," Kok bisa Mas, pasti gara-gara kamu." Tiara langsung mengambil kesimpulan.
"Sudalah Tiara, nanti aku jelaskan, kamu bisa kan kesini," pinta nya.
Tiara berfikir sejenak, sebenarnya Tiara masih membenci Syntia, tapi fikir nya lagi, ngak ada guna nya terus menyimpan dendam, lagi pula dulu Syntia selalu ada untuk nya, dan jika iya melakukan kesalahan mungkin saja iya khilaf, bukan kah manusia tempat nya berbuat salah dan khilaf.
__ADS_1
"Tapi jika aku kesana sendiri, maka sama saja aku menyakiti Syntia lagi, iya pasti beranggap aku akan merebut Mas Riki kembali" batin Tiara.
Iya pun tersenyum dan menelpon Arie, "Akhirnya aku punya alasan untuk menelpon dan bertemu kamu Arie, batin nya."
Arie langsung menjawab sambungan telpon nya,
Hallo, Tiara, sapa Arie.
Dan Tiara langsung tersenyum karna mendengar suara Arie yang sudah di rindukan nya, sampai iya lupa menjawab Arie.
"Hallo Tiara. "Arie mengulangi , Tiara buyar dari lamunan nya.
"Hallo Rie, Kamu bisa temani aku kerumah sakit ngak Rie,?" pinta nya.
"Siapa yang sakit?" tanya Arie.
"Syntia Rie, iya menegak racun serangga."
"Kok bisa?"
"Ngak tau Rie, aku tunggu kamu dirumah sekarang, ya," ucap Tiara, tanpa mendengar pendapat Arie, iya pun langsung memutus sambungan nya.
Setengah jam kemudian Arie tiba dirumah Tiara.
Tiara langsung memberi kunci mobil nya pada Arie, iya juga membawa Arjuna, bersama nya.
Di dalam mobil,
"Kamu kemana aja Rie, kok ngak pernah kelihatan?"
"Sibuk cari duit, aku kan mau kawin jadi, perlu banyak duit,"jawab Arie asal.
"Mau kawin Rie,?" tanya Tiara sedikit kecewa.
"Ya kawin lah masak mau jadi bujangan terus," jawab nya asal sambil tersenyum melirik ke arah Tiara.
Tiara yang tadi tersenyum perlahan menarik sentum nya kembali.
"Kamu udah di jodohin ya sama Pak herman?" tanya Tiara tak semangat.
__ADS_1
"Kok tahu sih,?" jawab Arie dengan semangat, karna iya berhasil memancing emosi Tiara.
Tiara tak melanjut kan kata-kata nya terlihat sekali iya menjadi badmood dan tentu nya Arie merasa senang.