La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#10


__ADS_3

Bagas ingat kalau Budi Kurniawan adalah salah satu klien nya, dia pun langsung menghubungi Raka untuk mencari tahu tentang perusahaan Budi Kurniawan.


Setelah menghubungi Raka, Bagas langsung keluar dari ruang kerja nya, Ia melihat suster yang beberapa hari ini berada di rumah nya khusus untuk menjaga dan merawat Reina.


" Apa dia sudah bangun" tanya Bagas yang membuat suster Erin terkejut.


" Eh...su...sudah tuan, dan ini saya mau memberi kan baju ini pada nona Reina karena nona harus mandi" ucap Suster Erin.


" Biar saya yang berikan, kamu siap kan dia makan saja" ucap Bagas lalu mengambil baju yang di pegang oleh Erin.


" Baik tuan" ucap Erin langsung undur diri setelah pakainan untuk Reina berada di tangan Bagas.


Ceklek (bunyi pintu kamar Reina di buka oleh Bagas)


Bagas melihat tempat tidur kosong, di lihat nya sekeliling kamar mencari dimana Reina berada, dan mata nya berhenti pada objek seorang gadis yang saat ini berdiri di jendela melihat ke arah luar seperti melamun.


Bagas berjalan perlahan mendekati Reina, saat sudah berdiri di dekat Reina, Bagas melihat Reina menetes kan air mata nya, entah apa yang membuat diri nya menangis.


" Kenapa kamu menangis?" tanya Bagas dengan suara dingin nya.


Reina yang mendengar suara asing bagi nya langsung menoleh ke arah Bagas, spontan Reina langsung memundur kan tubuh nya menjauh dari Bagas, tubuh nya bergetar ketakutan, air mata nya semakin deras membasahi pipi mulus nya.


" Jangan mendekat...jangan mendekat...aku takut..aku takut...ku mohon pergi..pergi dari sini" ucap Reina yang ketakutan luar biasa.


Bagas yang melihat Reina ketakutan seperti itu melihat diri nya merasa bingung, dia berusaha menenang kan Reina agar tidak takut pada nya.


" Tenang lah...aku bukan orang jahat, aku yang sudah menyelamat kan mu, tenang lah" ucap Bagas berjalan mendekati Reina.


Bukan nya tenang, justru Reina semakin takut pada Bagas, Reina berteriak sekencang mungkin agar Bagas tidak mendekati nya.


Bagas yang melihat Reina semakin ketakutan, ahkir nya Bagas memeluk Reina agar Reina tidak semakin ketakutan.


" Tenang lah, aku bukan orang jahat, kamu aman di sini, ini rumah ku" ucap Bagas mendekap tubuh Reina.


Awal nya Reina sempat memberontak, tapi setelah mendengar ucapan Bagas, perlaham Reina sedikit tenang, entah kenapa dia merasa sedikit aman di peluk oleh Bagas.

__ADS_1


Sementara Erin dan mama Ridha yang mendengar teriakan Reina begitu terkejut, mereka langsung naik ke lantai atas menuju kamar Reina.


Saat masuk ke kamar Reina, mama Ridha terkejut melihat Bagas memeluk Reina dan Reina sedikit tenang, mama Ridha pun mundur secara perlahan dan menutup pintu dengan pelan.


" Sebaik nya biar mereka dulu sus, biar Bagas dan Reina bisa dekat" ucap mama Ridha.


" Baik nyonya" sahut Erin kemudian langsung pergi turun ke bawah dan melanjut kan pekerjaan nya.


Sementara mama Ridha masih diam berada di depan pintu, senyuman terukir di bibir nya, entah apa yang membuat mama Ridha tersenyum, hanya mama Ridha dan Author lah yang tahu, hehehe.


Perlahan Bagas melepas kan pelukan nya pada Reina, Reina menatap wajah Bagas, sementara Bagas langsung menuntun Reina untuk duduk di sofa yang ada di kamar Reina.


" Kamu tidak usah takut ya, di sini kamu aman" ucap Bagas.


" Aa..an..anda siapa?" tanya Reina sedikit ketakutan.


Bagas tersenyum kecil mendengar ucapan Reina, hanya kecil ya bahkan Reina tidak bisa melihat nya.


" Kenal kan aku Bagas, orang yang menolong kamu, dan sekarang kamu tinggal di rumah aku" ucap Bagas mengenal kan diri nya.


" Iya benar, aku anak nya mama Ridha, dan kamu jangan panggil aku tuan, karena aku bukan tuan mu" ucap Bagas.


" Jadi aku harus panggil apa?" tanya Reina yang sudab tidak merasa takut lagi walau pun wajah Bagas masih terlihat datar di mata Reina.


" Panggil aku kakak saja, karena kamu itu sudah seperti adik ku" ucap Bagas.


" Adik" beo Reina.


" Iya...kenapa kamu keberatan aku anggap kamu adik" tanya Bagas.


" Bukan keberatan, tapi tidak pantas tuan, kita belum saling mengenal, jadi maaf saya tidak bisa kalau tuan menganggap saya adik" ucap Reina.


Bagas terdiam sesaat mendengar perkataan Reina, ada rasa tak suka di diri Bagas karena penolakan Reina.


" Baik lah, kalau kamu tidak mau di panggil adik, bagaimana kalau kita berteman saja" ucap Bagas.

__ADS_1


Dan itu langsung di angguki kepala oleh Reina, kemudian Bagas langsung memberi kan baju yang sempat di letak kan di atas sofa saat Bagas memeluk Reina tadi.


" Sebaik nya kamu mandi sekarang, ini baju nya, nanti kita keluar lah, cari perlengkapan buat kamu" ucap Bagas yang sontak langsung membuat Reina ketakutan lagi.


" Jangan...jangan tuan, ku mohon jangan bawa aku keluar dari sini, aku takut" ucap Reina yang kembali ketakuta.


" Hei..hei..tenang lah, kamu aman bersama ku, tidak ada yang harus kamu takut kan" ucap Bagas menenang kan Reina.


" Aku akan aman kalau di sini saja tuan, biar kan aku bekerja di sini, asal tuan tidak menyuruh ku keluar rumah, aku takut" ucap Reina dengan air mata yang sudah mengalir deras di pipi nya.


Bagas hanya mengangguk kan kepala nya, kemudian dia menyuruh Reina untuk segera mandi, dan Bagas pun keluar dari kamar.


Di sebuah rumah, Diana marah besar karena sampai sekarang tidak ada kabar tentang keberadaan Reina.


" Dasar bodoh...mencari satu orang gadis saja kalian tidak bisa, percuma aku sudah membayar kalian mahal, tapi hasil nya nihil" bentak Diana pada orang suruhan nya.


" Maaf bos, kita sudah berpencar mencari Reina, kita sudah ke mencari di seluruh rumah sakit, kita juga sudah ke stasiun dan loket bus, tapi tidak ada nama Reina dalam daftar keberangkatan, kecuali.." ucapan anak buah Diana terputus.


" Kecuali apa?" tanya Diana.


" Kecuali di bandara bos, kita belum melacak nya karena kita berfikir nona Reina tidak ke sana, karena mana mungkin nona Reina pergi menggunakan pesawat, nona Reina pasti tidak punya uang bos" ucap anak buah Diana.


" Iyaa benar juga...gadis bodoh itu tidak punya uang buat naik pesawat, aku yakin dia masih ada di sekitar sini, segera cari dia sampai dapat, atau kalian yang aku bunuh jika kalian tidak bisa menemukan nya dalam waktu dekat" ucap Diana yang langsung membuat anak buah nya ketakutan.


Dari balik pintu ayah Budi merasa sedikit lega, karena sampai sekarang Diana dan anak buah nya belum menemukan Reina.


Semoga kamu selalu di lindungi Allah nak, batin ayah Budi.


Tbc..


Mohon untuk selalu dukung karya Author, dengan Like,komen yang positf dan Vote yang banyak.


Kasih bunga dan kopi juga yaa yang banyak plisss 🙏🙏


Terima kasih banyak

__ADS_1


Love You more 😊😊


__ADS_2