La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#96


__ADS_3

Berita kematian Bagas dan juga Raka sudah tersebar di stasiun televisi, para pemegang saham dan juga direksi juga sudah datang melayat ke rumah besar Kesuma.


Karena polisi mengatakan kalau mayat Bagas sudah habis terbakar dan mayat Raka di makan buaya, sehingga para pelayat hanya mengadakan tahlilan saja.


Papa duduk bersama dengan Rangga, sedangkan mama Ridha dan juga Reina pura pura menangis dan menatap photo Bagas dan Reina yang senagaja di letak di tengah tengah ruangan.


Diana dan juga Miranda tertawa terbahak bahak melihat berita di telivisi, " Ahkirnya Bu, apa yang kita kerjakan berbuah juga, tuan muda yang songong itu serta asistennya yang seperti batu itu lenyap juga di cabut oleh malaikat maut" ucap Miranda dengan menatap televisi besar yang ada di hadapannya saat ini.


" Iyaa kau benar, setelah apa yang di lakukan mereka dengan papa mu, ibu tidak akan tinggal diam lagi, setelah anak nya dan asistennya yang sudah di jemput oleh malaikat maut, setelah itu giliran kedua orang tuanya yang akan di jemput malaikat maut, dan setelah itu ibu akan menyiksa anak tidak tahu diri itu sampai dia memohon untuk kita langsung melenyapkan dirinya saja karena dia sudah tidak sanggup dengan kehiduannya yang akan datang, dengan begitu semua harta kekayan Kesuma dan juga harta peninggalan kedua orang tua Reina akan jatuh ke tangan ibu, dan ibu akan jadi miliader" ucap Diana dengan tertawa terbahak bahak sampai air mata keluar dari sudur matanya.


Di sebuah club, pria yang bekerja sama dengan Diana dan juga Miranda tertawa terbahak bahak melihat penayangan yang mengatakan kalau Bagas meninggal dunia beserta Asisten pribadinya.


" Hahahaha, ahkirnya kau mati juga Gas, setalah apa yang kau lakukan padaku kemarin, merebut harta yang sudah matimatian aku bangun, dan kini kau mendapat ganjaran yang sama, bahkan kau tidak bisa mlihat dunia lagi, sedangkan aku masih bisa menikmati dunia ku dan merebaut kembali apa yang kupunya melalui tante Diana dan juga Miranda" ucap Hendrik.


Di kediaman Kesuma, mata Rangga melirik mencari seseorang yang di anggap Bagas adalah dalang dari kecelakan dirinya dan Raka, sebab saat mereka berhasil menyelamatkan diri mereka, Bagas mendengar anak buah Diana menanyakan bagaiaman kabar Reina dan kedua orang tuanya saat mengetahui Bagas dan raka kecelakaan.


Maka dari itu Bagas dan Raka tidak memunculkan dirinya karena mengetahui ada pelayan yang berkhianat dan bermain dengan keluarga Kesuma.

__ADS_1


mata Rangga menangkap salah satu kejangglan dari salah satu pelayan yang asik bermain ponsel sambil bersembunyi sembunyi.


Dengan berdeham dan menatap ke arah Boby, Rangga langsung malakukan isyarat pada Boby untuk mendekati pelayan yang di maksud Rangga, dengan sedikit menganggukan kepalanya Boby langsung berjalan ke arah pelayan tersebut.


Sementara Bagas yang melihat dari cctv ruangan yang langsung tersambung ke ruang bawah tanah tidak tega melihat Reina yang menanagis segugukan sambil memegang pakaiannya dan foto pernikahan mereka.


" Ka hanya dengan adegan aku pura pura mati aja Reina sampai sebegitunya menangis, apalagi kalau aku meninggal beneran ya?" tanya Bagas pada Raka yang juga melihat nona mudanya menangis seunggukan.


" jadi bos beneran mau meninggal beneran, kalau mau ya silahkan, biar aku yang gantikan posisi bos untuk nona Reina" ucap Raka senagaja mengusilin Bagas yang langsung membuat Bagas menjitak kepala Rakadengan kuat.


" kau benar benar nyumpahin aku mati" ucap bagas dengan tatapan mata bagaikan malaikat maut.


Bagas tidak menjawab dan kembali melihat rekaman cctv melihat gerak gerik orang mana tau ada yang mencurigakan.


Di Apertemen, Diana dan Miranda terkekeh kekeh melihat hasil rekaman yang di krirm oleh salah satu pelayan di rumah Kesuma yang memperlihatkan kesedihan dimata Reina dan juga mama Ridha.


" Lucu banget liat mereka menangis sampai segitunya Bu, kalau aku ada di sana, aku akan menertawakan mereka sampai sepuasnya" ucap Miranda.

__ADS_1


" Iya, lihatlah si Ridha, dia bahkan tidak bisa mengangkat kepalanyakarena di tinggal putra kesayangannya, bahkan mayat nya pun sudah hancur bersama abu terbakar" ucap Diana dengan kekehan yang begitu kuat.


Kita harus rayakan ini keberhasilan kita Bu, karena sebenatar lagi kita akan menjadi miliader setelah keluarga Kesuma satu persatu di jemput malaikat maut" ucap Miranda.


Saat sedang tertawa karena begitu bahagianya, tiba tiba ponsel Miranda berbunyi menandakan ada pesan masuk.


Dengan cepat Miranda mengambil ponsel nya dan melihat nama yang tertera di layar ponsel nya.


" Bu pelayan itu mengirim pesan lagi, jangan jangan isi pesannya mengatakan kalau saat Reina sudah pingsan tak sadarkan diri karena Bagas suaminya tidak ada lagi di sisinya" ucap Miranda dengan wajah begitu senangnya.


" Cepat buka, ibu mau lihat apa yang di kiim pelayan itu" ucap Diana yang tak kalah senangnya dengan Miranda.


dengan cepat Miranda membuka pesan yang di kirim oleh pelayan yang di suruhnya untuk mematai matai keluarga kesuma.


Bukan tuan dan nyonya besar yang akan di jemput malaikat maut, tapi kalianlah yang sebenatar lagi akan di datangi malaikat maut.


isi pesan yang di kirim dari ponsel pelayan yang di suruh memata matai keluarga besar Kesuma.

__ADS_1


Deg.


Tbc.


__ADS_2