La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#143


__ADS_3

"Ingat sayang, mas pernah bilang padamu bukan kalau akan ada kebahagian dari sebuah kesedihan, jadi mas mau kamu jangan bersedih lagi oke" ucap Bagas yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Reina.


Saat masih asik bermanja dengan sang suami dengan menghirup aroma tubuh Bagas, tiba-tiba Reina mendengar suara ledakan yang membuat Reina langsung menatap Bagas seolah-olah meminta penjelasan.


BUUUUUMMMM


" Suara apa itu Mas? apa yang kamu lakukan untuk membalas sakit hati kamu terhadap Ria dan juga Ibu Diana?" tanya Reina.


" Tidak ada sayang, itu hanya gertakan agar mereka sedikit jera saja, di sana sudah ada pihak yang berwajib untuk mengurusi wanita iblis itu, dan Rangga sudah menyiapkan semuanya" jawab Bagas menatap wajah Reina yang semakin cantik di matanya.


" Mas sudah tidak mau mengotori tangan mas hanya untuk menyiksa wanita yang tidak pernah ada jeranya sama seklai, yang jelas begitu mereka di tangani oleh pihak yang berwajib, mereka akan di hukum sesuai pasal kejahatan yang sudah mereka lakukan" lanjut Bagas yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Reina.


" Aku setuju mas, serahkan saja mereka pada pihak yang berwajib" sahut Reina.


" Sayang besok kita susul mama dan papa ke Paris ya, sekalian bulan madu kedua" ajak Reina yang langsunh di jawab senyuman di wajah Bagas.


" Kalau bulan madu kenapa harus di paris sayang, saat ini juga bisa" ucap Bagas yang sudah memulai serangannya di ceruk leher Reina.


" Tapi Reina pengen ke Paris Mas" bujuk Reina menghalangi kepala Bagas yang sudah kemana-mana.

__ADS_1


"Okee kita ke paris, tapi yang ini di lanjut dulu ya sayang" bujuk Bagas yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Reina.


Dan siang itu terjadilah pergumalan antara Reina dan Bagas, sedangkan Rangga dan Raka mengikuti pihak polisi untuk menyerahkan bukti kejahatan Diana dan Ria.


Di kantor polisi Diana menatap wajah Ria begitu tajam, baginya dia lebih baik mati dari pada harus berada di jeruji besi dengan tempat yang begitu kumuh serta makan yang begitu menyakitkan.


" Seharusnya kau bertindak sendiri untuk membalas kan dendammu kemarin, tidak perlu kau mengajak aku dalam melibatkan dendam mu pada mereka" ucap Diana yang sudah di masukkan ke dalam jeruji besih bersama Ria.


" Apa kau lupa kalau kau sudah membawa kakak ku ke jalan yang salah saat itu. kalau saja kau tidak mengajak nya untuk ikutan dengan usul mu, bisa saja aku dan kakak ku masih hidup enak saat ini" sahut Ria yang langsung membuat Diana bungkam.


Usai mengurusi semua masalah Diana dan Ria, kini Raka dan Rangga langsung pulang dari kantor polisi menuju kediaman Kesuma, namun saat berada di depan kantor tanpa sengaja Rangga menabrak polisi wanita sampai berkas yang ada di tangan wanita itu berserak berantakan.


" Iss punya mata gak sih loh?" bentak Rangga pada polisi wanita tersebut.


Wanita tersebut tidak langsung menyahut ucapan Rangga, dia membereskan berkas yanh berserak di lantai, setelah siap wanita tersebut langsung menatap Rangga yang langsung membuat Rangga terdiam seketika menatap wajah wanita yang ada di hadapannya saat ini.


Deg


Jantung Rangga mendadak berdisko saat menatap mata polisi wanita di hadapannya, dan hal itu membuat Raka yang berdiri di sebelahnya langsung tersenyum kecil melihat Rangga yang mendadak seperti ayam potong diam dan kaku seketika.

__ADS_1


" Maaf kalau aku menabrak tubuhmu yang kekar itu" ucap polisi wanita yang bernama Ivo di name tag bajunya.


Deg


Lagi-lagi Rangga membeku mendengar suara lembut yang keluar dari mulut Ivo.


Ya Allah kenapa dengan jantung ku ini, batin Rangga menyentuh dadanya.


Tbc.


Mohon maaf baru bisa Up readers semua.


di karena kan menjelang mau lebaran authot semakin banyak kerjaan. Author usaha kan agar tetap bisa Up kembali.


Tapi author mohon untuk selalu dukung karya author dengan Like,komen dan Vote ya.


Author mohon untuk share cerita agar bisa banyak yang singgah di novel author yang tak masih banyak typo nya ini.


Terima kasih banyak

__ADS_1


Love You More 😘😍🙏


__ADS_2