La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#57


__ADS_3

Reina tak kuasa menahan tangis nya, air mata nya mengalir begitu saja saat melihat kepergian Bagas, mama Ridha mengusap lembut bahu Reina agar Reina tidak menangis lagi.


Mobil yang di naiaki Bagas sudah keluar dari pekarangan rumah besar keluarga Kesuma, Bagas menarik nafas di dalam mobil saat sudah tidak melihat Reina lagi.


Begitu pun dengan Reina, Ia langsung memeluk mama Ridha karena Bagas pergi meninggal kan, Tanpa mereka sadari dari ujung jalan besar di simpang rumah besar keluarga Kesuma, sebuah mobil sedang berhenti dan mengetahui kepergian Bagas yang lumayan lama.


" Pucuk di cinta ulam pun tiba, kepergian nya akan memudah kan rencana ku untuk mengahkiri hidup mu anak sialan" ucap Diana yang sengaja memata matai kediama rumah Kesuma sendiri tanpa menyuruh anak buah nya.


Papa Andre yang mendengar alarm dari cctv canggih nya langsung naik ke atas dan masuk ke ruang kerja nya.


Papa Andre melihat sebuah mobil di ujung jalan, dia membesar kan layar ebook nya dan melihat mobil Diana yang terparkir di sana.


" Hanya sebuah tikus, berani sekali kau mendatangi rumah ku" ucap papa Andre dengan kekehan kecil nya.


Setelah kejadian Muklis datang ke rumah besar Kesuma, papa Andre langsung menyuruh Boby untuk memsanag cctv yang lebih canggih dari sebelum nya, cctv ini bisa terbaca dari jarak satu kilometer di sekitar rumah besar keluarga kesuma, hingga siapa orang orang asing yang datang ke sana akan terdektesi langsung dengan cctv dan membunyi kan alarm tanda bahwa itu adalah tanda hati hati atau ada musuh yang sedang mengintai.


Reina kembali ke kamar nya dan menatap wajah Bagas di layar ponsel nya.


" Aku akan sabar menunggu kepulangan kakak" ucap Reina dengan tangisan nya.


Bagas sendiri merasa sesak di dada nya saat meninggal kan Reina tadi, tapi diri nya tidak bisa berbuat apa apa, karena pekerjaan nya di sana tidak bisa di anggap sepele.


" Ka apa Rangga sudah tiba di sini?" tanya Bagas pada Raka.


" Sudah bos, saat ini Rangga sedang berada di markas bersama Boby, mereka sedang merakit pistol terbaru untuk di kenakan anak buah kita, sore nanti dia akan ke rumah besar bersama Boby" sahut Raka dan langsung di angguki kepala oleh Bagas.


" Ingat kan sekali lagi pada Rangga, jangan sampai dia mencuru hati Reina, aku tidak mau sampai dia mencintai Reina karena saat ini hanya dia yang berdekatan dengan Reina" ucap Bagas menujuk kan sifat posesif nya.


" Ck...kau ini, mana mungkin Rangga seperti itu, dia juga gak akan merebut Reina dari kamu, dia juga masih sayang dengan nyawa nya, gak usah mikir yang aneh aneh" ucap Raka kesal mendengar perkataan Bagas.


" Aku cuma mengingat kan saja" ucap Bagas dan menatap keluar jendela.

__ADS_1


 


Pukul lima sore, Boby dan Rangga sudah tiba di kediaman Kesuma, pintu gerbang besar langsung di buka oleh bodyguard yang bekerja menjaga di depan rumah besar.


Boby dan Rangga turun dan langsung masuk ke dalam rumah, di dalam rumah, Boby dan Rangga di sambut para pembantu yang berjaga di depan pintu masuk.


" Selamat datang tuan Boby, tuan besar sudah menunggu tuan Boby di ruang kerja ruan besar" ucap salah satu pembantu yag menjaga di depan pintu dan langsung mengantar kan Boby dan Rangga keruang kerja papa Andre.


Tok..Tok..Tok..


" Masuk" ucap papa Andre dari dalam.


Boby dan Rangga masuk ke daam ruangan papa Andre dan pembantu langsung menutup nya kembali.


" Sore Bos" ucap Boby yang langsung mendapat tatapan daro papa Andre.


" Kalian sudah smpai? Rangga bagiamana keadaan mu? dan keadaan di sana?" tanya papa Andre langsung menyuruh Boby dan Rangga duduk.


" Kau pasti tahu apa tugas mu bukan, aku yakin Raka sudah menjelas kan nya pada mu, selain kau mengajar kan tunangan Bagas bela diri, kau juga akan menjadi supir sekaligus bodyguard nya saat dia sedang keluar rumah" ucap papa Andre mengingat kan Rangga.


Rangga hanya menarik nafas dalam sebelum menjawab ucapan dari bos besar nya.


" Iya bos, saya sudah tahu" sahut Rangga.


" Bisa kan saya bertemu dengan tunangan Bagas bos, saya ingin melihat bagaiman mental tunangan Bagas" ucap Rangga yang langsung di angguki kepala oleh Papa Andre.


" Tentu saja bisa, sebentar saya suruh pembantu untuk memanggil Reina ke sini" ucap papa Andre dan langsung menghubungi pemabntu nya melalui telpon yang langsung terhubung ke setiap penjuru rumah besar keluarga Kesuma.


" Tolong panggil Reina dan suruh ke ruangan kerja saya" ucap papa Andre setelah itu langsung mematikan sambungan telpon nya.


Sekitar 10 menit, suara ketukan pintu terdengar dari pintu ruang kerja papa Andre.

__ADS_1


Tok..tok..tok..


" masuk" ucap papa Andre dari dalam.


Dengan perlahan Reina membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan papa Andre dengan berjalan pelan.


Rangga yang duduk membelakangi pintu tidak melihat Reina masuk ke dalam, Reina sendiri melihat ada seorang lelaki yang sedang duduk di hadapan papa nya, Reina melihat ke samping sofa single dan melihat Boby juga berada disana.


" Papa memanggil Reina?" tanya Reina langsung di sambut senyuman oleh papa Andre.


" Iya nak..kemari lah, ada yang ingin melihat mu" ucap papa Andre dan Reina pun langsung melangkah kan kaki nya mendekati papa Andre.


Reina berjalan dan berdiri di samping papa Andre, Rangga belum melihat kehadiran Reina karena dia sedang melihat ponsel nya yang berisi kan laporan dari anggota nya.


" Rangga ini Reina, orang yang akan melatih mu ilmu bela diri dan menjaga mu selama Bagas tidak ada di saming mu" ucap papa Andre yang langsung membuat Rangga mengangkat kepala nya dan menatap Reina saat itu juga.


Deg


Jantung Rangga mendada nyeri saat melihat wajah Reina, entah kenapa dia mendadak gugup seperti ini, biasa nya dia tidak pernah seperti ini sebelum nya.


Reina yang menatap Rangga hanya tersenyum sekilas kemudian kembali menatap papa nya.


Rangga dia lah tunangan Bagas, kau harus benar benar melatih nya dan menjaga nya dengan baik, sedikit saja reina lecet, maka Bagas akan memenggal kepala mu saat itu juga" ucap papa Bagas yang membuat Boby terkekeh.


Reina hanya diam saja, beda dengan Rangga yang masih menatap Reina dengan tatapan berbeda.


" Kapan kau mulai melatih nya Ngga?" tanya papa Andre.


" Besok pagi Bos" sahut Rangga yang langsung di jawab anggukan kepala oleh papa Andre.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2