La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#138


__ADS_3

Saat ini Reina duduk di ruangan Bagas dengan wajah yang di tekuk dan tanpa ada senyuman di wajahnya, Bagas yang melihat istrinya merajuk hanya mengangkat bibirnya sekilas tanpa di ketahui Reina.


" Mas aku mau pulang" ucap Reina langsung bangkit dari tempat duduknya.


" Heemm...hati-hati di jalan ya" sahut Bagas tanpa melihat ke arah Reina.


Reina yang melihat suaminya malah cuek padanya begitu geram, dengan cepat Reina berjalan sambil menghentakkan kakinya dan keluat dari ruangan Bagas sambil membanting pintu dengan kuat.


Dan itu sukses membuat Meta yang duduk bersama dengan sekretaris Bagas terlonjak kaget karena mendengar suara bantingan pintu ruangan bos mereka.


" Meta ayo kita ke kantor kak Rangga" ajak Reina dengan wajah kesalnya.


Sekretaris Bagas hanya melongo melihat perubahan wajah nona bos nya yang biasa nya murah sekali tersenyum ini malah begitu galak.


Ada apa dengan nona Reina, kenapa sikapnya sudah sebelas dua belas dengan si bos ya, apa arwah bos masuk ke tubuh nona bos ya makanya jadi galak gitu, batin Sekretaris Bagas sambil melihat kepergian Reina masuk ke dalam lift.


Dari balik pintu, Raka juga melihat kepergian Reina dengan wajah galaknya, jantung Raka mendadak berdetak kencang dan mendadak perasaannya tidak enak.


"Ada apa ya dengan nona Reina? apa mereka di dalam bertengkar? jika iya bisa mati aku, kan aku yang maksa nona Reina masuk ke dalam ruangan srigala itu" monolog Raka.


Di dalam ruangan Bagas sendiri dirinya hanya bisa tersenyum melihat kekesalan sang istri pada dirinya, dan dengan cepat Bagas langsung mengambil Hp nya yang ada di atas nakas untuk menghubungi seseorang.


" Ada apa?" tanya Rangga langsunh saat tahu kalau adik iparnya menghubunginya.


" Saat ini adik kesayanganmu sedang menuju ke kantor, aku harap kau bisa kerja sama agar semakin membuat dia semakin kesal" ucap Bagas langsung.


" Ck, kenapa kau suka sekali menganggu Reina, lagian aku juga gak ada waktu buat ngeladeni sesi curhat dia tentang dirimu, malas banget, bisa dengung kuping ku kalau Reina curhat dan bolak balik sebut namamu yang jelek itu" sahut Bagas yang langsunh membuat Bagas begitu kesal mendengarnya.


" Sudah berani kau melawanku?" tanya Bagas dengan suara msngancam.


" Kau juga berani mengatur kakak iparmu?" balas Rangga yang langsung membuat Bagas semakin berdecak kesal.


" Ayo lah Ngga, sekali ini kerja sama denganku untuk mengerjai Adikmu itu, akan ada kejutan untuknya setelah dia merasa kesal" ucap Bagas membujuk sang kaka ipar yang baru di ketahuinya.

__ADS_1


" Gak janji" sahut Rangga kemudian langsung mematikan sambungan telponnya secara sepihak dan membuat Bagas meradang seketika.


" Ck, kalau saja kau bukan kakaknya wanita yang begitu aku cintai, sudah aku kirim kau ke benua antartika sana" ucap Bagas memaki Rangga.


Dan saat bersamaan Raka masuk ke dalam ruangan yang langsung membuat Bagas semakin berang karena Raka hanya masuk tanpa mengetuk pintu.


" Apa tanganmu sudah tidak befungsi lagi untuk mengetuk pintu" tanya Bagas dengan tatapan elangnya.


" Ck, tangan saya sudah hampir bonyok bos sedari tadi ketuk pintu tapi gak di suruh masuk" jawab Raka yang langsung membuat Bagas bungkam.


" Ini laporan dari proyek yang ada di kota Semarang, pembangunan jalan tol di sana sudah berjalan sekitar 60%, dan pihak dari proyek meminta kita besok meeting untuk membahas kelanjutan dana untuk pembangunan jalan tol selanjutnya" Ucap Raka menyerah kan berkas-berkas yang sudah di periksa diluan olehnya.


Bagas dengan segera memeriksa dan membacanya dengan teliti.


" Tidak ada kendala kan selama pembangunan berlangsung?" tanya Bagas yang masih serius membaca laporan.


" Untuk sejauh ini tidak, tapi kita harus hati-hati dengan Pratama Corps yang juga ingin ikut andil memegang proyek ini, dan para pemegang saham sebagian juga mau Pratama Corps masuk untuk memegang proyek ini di kelanjutannya pembangunan jalan tol selanjutnya" jawab Raka menerangkan pada Bagas.


" Raka aku mau kau menyiap kan dinner untukku dan Reina malam ini, aku mau kau membuatnya yang begitu romantis" perintah Bagas yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Raka.


Raka pun langsung kembali ke ruangannya dengan nafas lega, karena saat ini Bagas sudah kembali ke mode on dan tidak segalak seperti srigala.


****


Reina berjalan ke ruangan Rangga dengan wajah yang sudah seperti jeruk purut, tidak ada ssnyuman sedikit pun di wajahnya, Meta hanya bisa menahan nafas selama berada di dekat nonanya karena Meta tidak mau kena damprat kalau salah bicara nantinya.


Bruuaaaak


Rangga langsung terjingkat kaget mendengar suara pintu yang di buka dengan kasar oleh Reina.


Rangga langsung meraba dadanya merasakan detak jantung yang begitu kencang.


" Apa kau mau membunuh kakak mu ini agar bisa menyusul ayah dan ibu?" ucap Rangga yang langsung membuat Reina menatapnya dengan kesal.

__ADS_1


" Kalau kakak mau pergi yasudah pergi saja" jawab Reina dengan wajah dongkolnya.


" Ada apa dengan mu? datang-datang malah marah marah" tanya Rangga.


" Hari ini semua orang begitu membuat aku kesal, gak Bagas, gak kakak semua nya membuat aku kesal, ingin sekali aku peegi dari kalian semua dan nantinya membuat kalian menyesal karena kepergian ku" jawab Reina dengan suara kesalnya.


" Kalau mau pergi ya pergi saja, emang apa urusannya sama kakak" ucap Rangga yang membuat Reina semakin bertambah tingkat kekesalannya.


" Kakak gak nyesal nantinya" tanya Reina lagi.


" Tidak, bahkan kakak senang karena tidak mendengar suara bawel mu lagi" sahut Rangga yang menahan senyum mengatakan itu.


" Jangan jangan Bagas juga senang kalau kau pergi, maka dia akan mencari istri baru yang pastinya gak bawel seperti dirimu" lanjut Rangga yang langsung membuat Reina menatap Rangga dengan melotot.


" Reina gak bawel ya" tolak Reina mengatakan kalau dirinya bawel.


" Lantas kalau gak bawel apa? judes?" tanya Rangga tanpa melihat ke arah Reina.


" Kakak" teriak Reina karena sudah begitu kesal..


" Jangan teriak-teriak di sini, kuping kakak sakit dengarya" ucap Rangga yang merasa bersalah dan membuat Reina semakin kesal.


Dengan kesal dia bangkit dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan Rangga, namun saat akan membuka pintu suara Rangga membuat Reina semakin kesal.


" Tolong nanti jangan di banting pintunya, takutnya rusak" ucap Rangga berusaha sekuat mungkin menahan tawanya.


Reina langsung membalikkan tubuhnya dan menatap Rangga yang juga menatap dirinya tanpa expresi di wajahnya.


" Akan aku buat kakak dan mas Bagas menyesal telah membuat aku kesal, ingat itu" ucap Reina yang langsung membalik kan tubuhnya dan keluar dari ruangan kerja Bagas dengan perasaan yang sudah campur aduk.


Meta lagi lagi hanya bisa mengikuti sang nona bos dengan sabar, kalai tidak bisa bisa dirinya yang juga ikut kenak damprat oleh Reina.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2