
Setelah selesai, Bagas langsung mengajak Reina unruk bermain di luar Vila tempat mereka menginap. Reina yang begitu senang langsung memeluk Bagas begitu erat, dan Bagas begitu bahagia bisa melihat senyuman yang terus keluar dari bibir istrinya dari bangun tidur tadi sampai sekarang.
" Mas Reina akan memanfaatkan moment ini, karena setelah pulang dari sini pasti tidk akan pernah terjadi kebahagian ini" ucap Reina sambil bersiap siap.
Bagas yang mendengar ucapan sang istri langsung mendekatinya dan memeluk Reina dengan erat sambil mencium pucuk kepala Reina dengan lembut.
" Setelah pulang dari sini kamu akan terus tersenyum sayang, percaya lah dengan Mas, gak ada lagi yang akan membuat kamu sedih, bahkan membuat kamu mengeluarkan air mata sekali pun, hanya akan ada air mata bahagia untuk kamu dan aku, untuk kita" ucap Bagas yang membuat air mata Reina keluar dan membalas pelukan Bagas begitu kuat.
" Reina bersyukur sekali bisa di pertemukan kamu Mas, kenapa tidak dari dulu saja Allah mempertemukan kita" ucap Reina masih berada di dalam pelukan Bagas.
" Dari dulu atau pun sekarang, intinya kamu sekarang punya mas sayang, tidak akan ada yang memisahkan kita, apapun itu, bahkan kematian sekali pun" sahut Bagas yang membuat Reina mengangkat kepalanya menatap wajah suaminya begitu lekat.
" Mas jangan pernah tingglkan Reina, apa pun kondidi Reina, jangan pernah tinggalkan Reina Mas, hanya kamu yang Reina punya" ucap Reina dengan menatap wajah dan mata suaminya begitu lekat.
Bagas tersenyum mendengar permintaan istrinya, di usapnya air mata yang mengalir di pipi Reina, di cium nya kening Reina cukup lama setelah itu Bagas membawa Reina kedalam pelukannya.
"Mana mungkin Mas tinggalin kamu sayang, sementara jantung Mas saja ada pada diri kamu, yang ada Mas bisa gila kalau tidak ada kamu di hari hari Mas" ucap Bagas yang membuat Reina tersipu malu.
" Yasuda sini mas bantu pakai jaketnya, kamu pasti sudah tidak sabar kan buat main salju" ucap Bagas agar Reina kembali ceria kembali.
Reina langsung menganggukkan kepalanya dengan semangat, Bagas pun dengan telaten membantu istrinya memakai jaket, sarung tangun, sal dan topi agar Reina tidak kedinginan saat di luar nanti.
Setelah selesai, dengan manja Reina memeluk lengan Bagas keluar vila, di luar vila mobil sudah tersedia berserta supir yang akan membawa Bagas dan Reina liburan.
__ADS_1
"Biar aku saja yang setir" ucap Bagas pada sang supir.
Namun saat sang supir memberikan kunci mobil pada Bagas, Rangga langsung melarangnya.
"Biarkan supir yang akan menyetir Gas, kamu cukup fokus buat menjaga Reina saja" ucap Rangga berada tepat di belakang Bagas dan Reina.
Mendengar suara Rangga, Bagas langsung membalik kan tubuhnya, begitu juga dengan Reina.
" Kenapa? aku hanya ingin menyetir sendiri, aku butuh privasi berdua dengan Reina, kenapa kau malah mengatur waktu berdua ku dengan Reina?" tanya Bagas menatap Rangaa dengan tajam.
"Aku tidak mengatur mu, tapi satu hal yang harus kau ingat, dimana pun kau dan Reina berada, berusahalah untuk berhati hati, supir yang membawa mu adalah anak buah ku yang sudah berpelangan, jadi kau tidak perlu khawatir" ucap Rangga yang langsung pergi meninggalkan Bagas, namun Rangga masih sempat melirik Reina yang begitu cantik saat itu.
Bagas ingin memjawab ucapan Rangga yang menurutnya begitu seenaknya berbicara pada dirinya, namun Reina langsung menghentikan suaminya agar tidak terjadi pertengkaran kembali.
Namun Bagas masih melihat tubuh Rangga yang naik ke atas tangga meningglkan dirinya dan Reina setelah selesai berbicara.
Reina pun langsung menarik tangan Bagas untuk memasuki mobil, Bagas pun langsung menurut dan masuk kedalam mobil, setelah kedua majikannya masuk, supir suruhan Rangga langsung melajukan mobilnya ketempat tujuan dimana Bagas dan Reina liburan.
Setelah mobil keluar dari gerbang vila, Rangga langsung menelpon seseorang dengan tatapan yang masih mengikuti ke arah mobil berjalan.
"Siapkan mobil sekarang, dan jangan lupa, bawa anggota seperlunya" ucapnya melalui telpon dan langsung bersiap siap untuk segera pergi.
*****
__ADS_1
Saat ini Reina begitu bahagia bermain salju bersama Bagas, walaupun dingin, namun Reina tidak merasakannya sama sekali, Bagas dengan setia menemani Reina kemana Reina berjalan.
" Mas aku sangat bahagia, ini tempat terindah yang pernah Reina kunjungi dari Reina sampai usia Reina sekarang" ucap Reina yang membuat Bagas terkekeh.
" Maka mulai sekarang kamu akan selalu bahagia, karena Mas akan menhajak kamu keliling dunia sayang" sahut BAgas yang sudah berada di hadapan Reina sambil membuat bola bola salju dan melemparnya ke sembarang arah.
"Benarkan?" tanya Reina yang langsung menghentikan kegiatanya mmebuat bola salju.
"Ya" ucap Bagas dengan senyuman yang membuat Reina begitu kagum dengan suaminya yang mempunyai wajah yang begitu sempurna dimatanya, bahkan di mata semua wanita.
Reina menatap wajah Bagas begitu dalam, Bagas yang di tatap oleh istrinya langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Reina, dan saat sedikit lagi bibir mereka hampir bertemu, dengan sengaja Reina meletakkan gumpalan salju di bibir Bagas kemudian Reina berlari meninggalkan Bagas yang terkejut sambil tertawa begitu bahagia karena sudah berhasil mengerjai Bagas.
" Sayaaang....awas kamu ya, Mas gak akan lepasin kamu kalau mas berhasil menangkap kamu" teriak Bagas yang sudah berlari mengejar Reina.
Bagas dan Reina kerjar kejaran begitu Bahagia, Reina yang berhasil di tangkap oleh Bagas langsung di peluk Bagas dan tubuh Reina di putar putar oleh Bagas, mereka tertawa begitu bahagia.
Setelah lelah, Bagas menurunkan Reina, menatap wajah Reina yang pucat karena kedinginan, Bagas fokus pada bibir Reina yang sudah sedikit putih karena kedinginan, dengan gerakan cepat Bagas langsung mencium bibir Reina dengan lembut, ********** dengan penuh perasaan cinta, Reina pun yang sedikit merasa dingin membalas ciuman Bagas, membuka bibirnya agar suaminya dengan bebas mencium bibirnya.
Cukup lama Bagas mencium bibir Reina, setelah dirasa Reina hampir kehabisan nafas, Bagas langsung melepaskan ciumannya dan membawa Reina kedalam pelukannya dengan sambil mengatur nafas mereka habis bercumbu.
Aku sudah tidah tahan untuk menjadikan mu milikku seutuhnya sayang, malam ini kamu mas pastikan akan menjadi milik mas seutuhnya, batin Bagas dengan menutup matanya masih memeluk Reina begitu erat.
Dari kejauhan seseorang hanya memandang Bagas dan Reina dengan dada bergemuruh, Ia merasa perasaannya salah, wanita yang saat ini selalu membuat pikirannya kacau adalah sudah menjadi istri sahabatnya. dengan ******* nafas yang cukup berat, Rangga hanya bisa menatap kecantikan Reina dari kejauhan.
__ADS_1
Tbc,