
"Asal kau tahu, kalau di bumi ini bukan hanya adikku saja wanita cantik.wanita yang aku temui tadi juga jauh lebih cantik dari Reina asal kau mau tahu"
" Jadi kakak mengakui kalau wanita iti lebih cantik dariku?" tanya Reina yang langsung membuat Rangga tersadar dengan ucapannya.
Deg
Siaaaal, kenapa bisa kepancing sih, awas kau Bagas aku akan balas perbuatanmu nanti, batin Rangga setelah menyadari ucapannya.
Bagas sendiri hanya tersenyum happy karena rencananya berhasil memancing Rangga dan dirinya tidak akan di hukum tidak di kasih jatah.
Sementera di tempat lain
Hatchiiii
Ivo sang polwan yang sedari tadi di certain bolak balik bersin sehingga membuat teman seperjuangannya sesama polwan khawatir akan dirinya.
" Vo kamu sakit?" tanya Naina sahabat Ivo sesama polwan.
" Gak, tapi gak tau kenapa dari tadi hidung aku ngerasa gatal. mungkin kena debu kali ya" sahut Ivo.
" Bisa jadi sih" ucap Naina kembali setelah itu kembali melanjutkan pekerjaan mereka.
" Vo entar malam kamu jadi ikutkan ke acara peresmian rumah baru pak kapolsek?" tanya Naina.
" Liat entar deh Nai, soalnya rada malas akunya. lagian acara nya pasti gitu-gitu aja. makan, minum dan lihat hiburan" jawan Ivo.
" Kali ini pasti beda tau gak Vo, karna pak kapolsek ngundang banyak orang penting, para pengusaha juga di undang, kan lumayan buat cuci mata" ucap Naina memberi tahu.
"Kalau mau cuci mata pakai insto Nai, bukan ngadirin acara di rumah pak kapolsek" sahut Ivo setelah itu beranjak meninggalkan Naina yang terkekeh.
__ADS_1
******
Malam pun tiba, Reina yang sedang merapikan riasannya dan melihat tampilannya di depan kaca tersenyum bangga. Dia tidak ingin membuat suaminya malu dengan dandanan yang menor.
Lagi pula sedari dulu Bagas tidak suka melihat Reina berdandan berlebihan, Bagas lebih suka melihat Reina dengan tampilan natural namun terkesan mewah.
" Sudah selesai sayang" tanya Bagas yang muncul dari ruangan pakaian.
" Sudah mas" sahut Reina yang langsung mengambil dasi dan jas yang masih tergeletak di atas ranjang mereka.
Dengan cekatan Reina memakaikan dasi di kerah baju suaminya setelah itu langsung memakaikan jas di tubuh Bagas setelah itu kembali merapikan penampilan sang suami.
" Uda ganteng suami aku" ucap Reina dengan suara centilnya.
Bagas tersenyum kemudian mencium pucuk kepala sang istri dengan lembut.
" Istriku juga uda cantik banget, jadi gak rela kalau kamu nanti di lihatin mata para lelaki sayang" sahut Bagas menatap wajah cantik Reina.
Setelah semua sudah rapi, Bagas dan Reina langsung keluar dari dalam kamar untuk segera berangkat.
Di ruang tamu, Rangga, Raka dan Meta sudah menunggu pasangan suami istri yang baru saja muncul.
" Ck, lama banget sih kalian. Padahal keluar bukan ada yang berubah, begitu-begitu juga" ucap Rangga dengan wajah mode kesalnya.
" Suka-suka kita dong, lagian kalian itu emang harus nunggu bos besar, mau gajinya di potong karna banyak omong" sahut Bagas sambil merapikan kembali jasnya.
" Tolong sopan bicaranya dengan kakak ipar, mau ku pecat kamu jadi adik ipar" ucap Rangga semakin kesal.
"Coba aja kalau bisa" tantang Bagas dengan wajah juteknya.
__ADS_1
Reina yang berada di samping sang suami hanya bisa menatap malas pada suami dan kakaknya, dengan gaya tegasnya Reina berkata, semua yang ada di sana langsung tidak bergutik sama sekali.
" Jadi pergi apa mau di lanjut berantemnya" tanya Reina yang langsung membuat bungkam semuanya.
Bagas langsung memegang tangan Reina menuju mobilnya, begitu juga dengan Rangga, Raka dan Meta.
Setelah menempuh perjalanan 40 menit, kini Bagas dan lainnya sudah sampai di rumah baru milik kapolsek.
Bagas di undang secara resmi karena kapolsek begitu menghargai pengusaha sukses nomor satu se asia.
Bagas dan lainnya langsung masuk ke dalam rumah, tapi tidak dengan Rangga. dirinya masih setia duduk di dalam mobil sambil memainkan ponselnya. Ada rasa malas untuk masuk ke dalam, tapi karena sudah janji saat di kantor polisi tadi, mau gak mau Rangga harus datang untuk menujukkan wajahnya.
Rangga keluar dari mobil dan berjalan sambil melihat layar ponselnya, sebuah mobil yang baru saja parkir tidak melihat kalau ada orang yang lewat dari samping mobilnya.
Dengan santainya dia msmbuka pintu mobil dan tanoa sengaja terkena Rangga yang kebetulan berada di samping pintu mobilnya.
BUK
" Awww" Ucap Rangga yang langsung mengagetkan sang pemilik mobil.
" Maaf mas maaf, saya gak lihat kalau ada orang yang lewat" ucap wanita tersebut.
Ingin sekali Rangga mencekik wanita yang ada di hadapannya saat ini tanpa melihat rupanya terlebih dahulu karena Rangga masih melihat ponselnya juga ikut terkejut.
" Kau sudah berhasil menghancurkan ponselku, kau tahu ini berapa harga" ucapan Rangga terhenti saat melihat wanita yang sedari siang menganggu pikirannya dan membuat dirinya di permalukan oleh adik dan juga adik iparnya.
" Loh mas bukannya yang tadi siang di kantor polisi kan" tanya Ivo sambil menujuk wajah Rangga.
Bukannya menjawab, Rangga hanya diam saja namun jantungnya sudah berdetak tidak normal sambil menatap wajah cantik polwan yang ada di hadapanya.
__ADS_1
Tbc.