La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#100


__ADS_3

Hampir satu bulan sudah Bagas dan Reina liburan di berbagai negara, mulai dari Turky,Swiss,Paris,Finland dan saat ini mereka sedang berada di Barcelona.


Bahkan hampir tiap malam Bagas menabur benih di rahim Reina agar ketika pulang nanti Reina sudah berbadan dua harapan dari Bagas.


" Masih kuat kan sayang?" tanya Bagas yang saat ini sedang membantu Reina memasangkan sweater di tubuh Reina.


" Masih dong mas, lagian ngapain pakek beginian segala sih, pakek lengan panjang aja Mas, gak terlalu dingin juga, gak ada salju nya kayak kemarin" sahut Reina yang menerima apa saja yang di perbuat suaminya.


" Tapi di sini masih tetap dingin sayang, suhunya tetap beda dengan di Jakarta" ucap Bagas yang langsung membuat Reina diam tidak menjawab ucapan suaminya lagi.


Dengan memakai sepatu botnya, Reina dan Bagas siap untuk menjelajah kota Barcelona setelah menghabis kan waktu di berbagai negara.


Berbeda dengan Bagas dan Reina yang saat ini sedang bahagia dengan bulan madu mereka yang tertunda, Miranda kali ini sudah di sekap ileh Rangga dan juga Raka, Miranda senagja di tarik paksa saat ia sedang belanja di supermarket.


Dan Saat ini Diana bingung mencari keberadaan anaknya yang tidak bisa terlacak oleh dirinya, bahkan anak buahnya juga sudah mencari di setiap kota, tetapi juga tidak menemukan Miranda sama sekali.


"Ck, kemana anak itu, kenapa dia juga mendadak menghilang sama seperti Bagas dan Reina?" Ucap Diana bertanya tanya sendiri.


Saat sedang Diana sedang berfikir dimana keberadan Anaknya, tiba tiba pintu apertemennya di ketuk seseorang.

__ADS_1


Dengan langkah gontai Diana membuka pintu apertemennya dan begitu terkejutnya dia melihat siapa yang saat ini sedang berada di hadapannya.


" Apa kabar Diana?" ucap mama Ridha yang begitu santai menyapa Diana.


" Ada urusan apa kamu kesini? dan kenapa kamu bisa masuk ke apertemen ini? bukankah anak buah ku menjaga ketat area apertemen ini?" tanya Diana.


" Kau tidak tahu siapa aku, atau perlu aku kasih tahu dulu siapa aku baru kau akan ingat" ucap mama Ridha yang langsung membuat bungkam Diana seketika.


" Aku ke sini ingin memberitahu mu, kalau apa yang sudah kau lakukan pada kedua putra ku, akan terbalas kan dengan putrimu yang saat ini sudah seperti orang gila" ucap mama Ridha dengan wajah sadis nya.


Deg


Jantung Diana mendadak berdetak lebih cepat karena mendengar kalau Miranda saat ini sedang berada dalam pengawasan wanita yang ada di hadapannya.


Diana berjalan mundur seketika karena begitu terkejut dengan apa yang di alami oleh Hendrik, dan mama Ridha kembali memberikan Video yang kedua dengan keadaan Miranda yang begitu mengenaskan di penjara.


Lagi lagi Diana menutup mulutnya karena tidak sanggup meliht anaknya yang begitu menderita di sana.


" Kau salah kau berurusan dengan keluarga Kesuma Diana, bahkan kau lupa kalau manusia iblis seperti pacar gelap mu saja bisa mati di tangan ku, apa lagi menghadapain kau dan anakmu yang hanya seperti kucing bagiku" ucap mama Ridha dengan wajah tak kalah seram bak malaikat pencabut nyawa.

__ADS_1


" Sekarang tinggal giliran mu, tapi aku dan anggota ku tidak akan mengptori tangan kami untuk mmebuat mu terpuruk dan menderita, karena dengan ulah mu sendiri lah kau akan menderita sendirinya" ucap mama Ridha kembali yang hanya mendapati Diana diam saja.


Sebelum mama Ridha pergi, mama Ridha menyerah kan satu buah amplop coklat yang cukup besar pada Diana, " ini hadiah untuk mu, semoga kau suka, dan nikmati kehidupan mu selanjutnya, jika terjadi sesuatu dengan anakmu nantik, maka aku akan dengan suka rela mengirim mayat nyapadamu" ucap mama Ridha sebelum pergi meninggalkan Diana.


Diana yang melihat kepergian Ridha hanya bisa mengepalkan tangannya begitu erat hingga buku buku tangannya menjadi putih, setelah Ridha tidak nampak di matanya, tatapan mata Diana kini beralih pada amplop coklat yang ada di bawa kakinya yang tadi di lempar oleh Ridha sebelum dia pergi.


Dengan cepat Diana membuka amplop itu dan membaca nya dengan cepat, dengan tangan bergetar dan mata membulat, bak siang bolong di sambar petir, jantung Diana seketika mendadak berhenti saat membaca nya dengan seksama.


" Gak,,,gak mungkin, ini gak mungkin, dari mana mereka bisa melakukan ini semua, ini pasti rekayasa" ucap Diana yang sudah seperti orang gila.


Lagi lagi Diana membaca ulang kertas yang ada di tangannya, dan hasilnya sama.


" Gak, ini pasti salah, gak mungkin, gak mungkin" ucap Diana dengan wajah memucat.


Tbc.


Kira kira apa ya isi suratnya? hehehe


La Tahzan (jangan bersedih ) udah episode 100 nii, ayo dong dukung karya Author yang ini, Like dan Komen yang positif ya, share cerita Author biar makin banyak yang mampir kesini buat baca karya Authr yang tak sebarapa ini.

__ADS_1


Terima kasih banyak


Love You More.


__ADS_2